Articles
STYLE GURUH SOEKARNOPUTRA MENULIS LIRIK LAGU DALAM ALBUM PUSPA RAGAM KARYA
Indra Rasyid Julianto;
Yostiani Noor Asmi Harini;
Ma'mur Saadie
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2021): JBSI Vol. 3. No. 2
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Album Puspa Ragam Karya berisi lagu ciptaan Guruh Soekarnopura. Sebagai mahakarya, kajian stilistika lirik lagu karya Guruh Soekarnoputra penting dilakukan. Artikel ini mendeskripsikan diksi, gaya bahasa, dan citraan yang digunakan Guruh Soekarnoputra pada lirik-lirik lagu yang terdapat dalam album tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Guruh Soekarnoputra memanfaatkan diksi yang terdiri atas sinonim, homoni, pelisemi, konotatif, dan denotatif. Diksi tersebut dimanfaatkan Guruh Soekarnoputra untuk menciptakan mahakaryanya.
POLA PIKIR TERHADAP UNGKAPAN EMOSI ANAK SEBAGAI BENTUK PENGEKSPRESIAN BAHASA
Indra Rasyid Julianto
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2022): PENTAS: November 2022
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/pentas.v8i2.3344
The language that is the spoken symbol is manasuka and often we hear that the first language is the mother tongue and the thought of language is always evolving. Language thinking greatly allows humans to grow by adjusting the language in their environment. Language thinking is closely related to psycholinguistics which examines the realm of psychology and also language, of course, mindsets, emotions, and expressions that greatly influence humans in expressing language. In children, the language mindset is still around the scope of the family and the hearing that processes the meaning of the language and the emotional side comes from it. Often the expression of emotions in a child is influenced by the attitude of the parents, the shows he watches and of course the surrounding environment.
Integrasi Pendidikan Karakter melalui Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Indra Rasyid Julianto
Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/klitika.v4i2.3504
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengintegrasian pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Pengintegrasian yang dimaksud dalam hal ini yaitu pembelajaran keterampilan berbahasa terkait keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang merupakan satu kesatuan. Melalui pengintegrasian ini melihat penguatan Pendidikan karakter melalui digitalisasi pembelajaran. Metode penelitian yang diterapkan pada hasil penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dapat lebih dimaksimalkan melalui digitalisasi pembelajaran yang beragam. Melalui pembelajaran secara digital dapat menumbuhkan nilai kebersamaan, nilai kemandirian, dan nilai integritas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, nilai kemandirian, dan nilai integritas siswa kelas X SMA mengalami perubahan. Nilai-nilai ini memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia lebih menarik dan hasil akhir pembelajaran menjadi lebih maksimal hasilnya.
POTENSI APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERINTEGRASI PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Indra Rasyid Julianto
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i1.2065
Indonesian language learning is one of the lessons that is the root of understanding in learning all subjects. At present, the civilization of the world of education has collided with digital technology that is rapidly developing which certainly has an influence on the formation of human character. The Pancasila student profile is a challenge in realizing the character of students to become a figure who is not only focused on cognitive aspects, but makes students have an identity as Indonesian citizens who have high moral values. The use of the Tiktok application can maximize the integration of the Pancasila student profile in Indonesian language learning which is the implication brought from the teacher as the main skipper in channeling information in the classroom. Things that must also be considered by teachers are the way of learning and the relationship in the teaching process involved in the understanding of the Pancasila student profile. This research uses a descriptive method of analysis regarding the Tiktok application which is the subject of research while its relation to the object is its utilization in integrating the Pancasila student profile in Indonesian language learning.
Teknik Akrostik Sebagai Inovasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Puisi Di Sekolah Dasar (Studi Literatur)
Indra Rasyid Julianto
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jipsd.v10i1.37979
Artikel ini memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan pada pembelajaran keterampilan menulis puisi di sekolah dasar bagi para guru. Banyaknya anggapan bahwa pembelajaran keterampilan menulis puisi terbilang sulit dan membutuhkan proses yang panjang memberikan tantangan tersendiri bagi para guru dalam pengaplikasiannya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan deskriptif kualitatif melalui beberapa literatur yang diperoleh berdasarkan kefokusan materi. Teknik akrostik merupakan teknik yang memberikan kemudahan dalam keterampilan menulis puisi karena menyasar pada awal huruf secara vertikal yang nantinya akan tersusun menjadi sebuah kalimat inti. Berdasarkan 10 hasil studi literatur yang diperoleh, teknik akrostik dapat membantu para guru dan siswa di sekolah dasar dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan signifikan. Pembelajaran puisi tidak hanya mengenai pembelajaran yang terpaku pada buku. Penggunaan teknik akrostik dapat menjadi alternatif yang memberikan efek kesenangan pada siswa sekolah dasar, karena menjadi wahana baru untuk mereka dalam bersastra. Terkhusus teknik akrostik menjadi sarana pengantar pembelajaran dalam menulis puisi yang efektif dan memudahkan ide kata-kata dalam pembuatan puisi.
Gaya Bahasa Repetisi Pada Novel Kilau Cahaya Peradaban Karya Debby Faaza
Indra Rasyid Julianto
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 02 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.976 KB)
Artikel ini bertujuan untuk menelusuri gaya bahasa repetisi seperti anafora, epistrofa, mesodiplosis, dan anadiplosis yang digunakan dalam karya sastra. Karya sastra memiliki kaitan erat dengan keindahan pada segi pengekspresian penggunaan bahasa. Salah satunya adalah Novel. Novel memberikan banyak gambaran mengenai watak dan karakter tokoh yang kompleks pada tiap bagiannya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan analisis stilistika. Data-data yang ditemukan dianalisis kemudian dikerucutkan pada pemaknaan gaya bahasa repetisi pada novel Kilau Cahaya Peradaban setebal 355 halaman karya Debby Faaza. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Teknik ini fokuskan sebagai pencatatan semua data pada novel yang memiliki makna gaya bahasa repetisi. Ditemukannya 10 penggunaan kelas kata nomina, 5 penggunaan kelas kata adjektiva, 2 penggunaan kelas kata verba, dan 3 penggunaan kelas kata pronomina yang dibenturkan dengan pemakaian gaya bahasa repetisi mampu lebih menunjukkan perasaan para tokoh, mendeskripsikan suasana, dan penjelasan makna terkait kata yang dihadirkan.
PERAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PENGIMPLEMENTASIAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Indra Rasyid Julianto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i2.166
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bahasa Indonesia dalam pengimplementasian profil pelajar Pancasila. Peranan guru bahasa Indonesia dalam hal ini menakhodai proses kegiatan belajar harus menyampaikan nilai moral yang dapat diimplementasikan peserta didik di lingkungan masyarakat dan sekolahnya. Generasi muda pada saat ini mengalami penurunan atau degradasi pada moral dan nilai kearifan lokal berkat adanya globalisasi yang sangat cepat berkembangkan. Hal itu dapat berakibat pada mundurnya karakter atau jati diri anak bangsa yang perlu perhatian khusus agar hal negatif tersebut mampu tertata dalam tatanan pemahaman karakter yang baik dalam berpendidikan. Proses pembelajaran di kelas harus mendapatkan mutu yang berkualitas dalam terdukungnya representasi positif pada nilai-nilai pancasila seperti bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai pendekatan dan studi kepustakaan yang merujuk pada sumber-sumber terkait peran guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada adanya profil pelajara Pancasila. Pemberian materi yang disampaikan oleh guru bahasa Indonesia dapat mengintegrasikan profil pelajar pancasila dengan ragam kompetensi dasar yang dihadirkan pada dimensi profil pelajar pancasila dalam hal berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, bergotongroyong, kreatif, dan berkebinekaan.
SIMBOL WAKTU DALAM PUISI TANGAN WAKTU DAN YANG FANA ADALAH WAKTU KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Indra Rasyid Julianto;
Annisa Sauvika Umami
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): April Edition
Publisher : STKIP Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/spbs.v5i1.2019
Puisi merupakan suatu karya sastra yang muncul dan berkembang dari masyarakat. Puisi merupakan bentuk ekspresi ide dan gagasan penyair yang tersusun melalui unsur-unsur lahir dan batinnya. Saat ini puisi sudah tidak dianggap sebagai karya sastra yang kaku, karena banyak penyair yang menciptakan puisi dengan gayanya masing-masing. Salah satu penyair yang tidak terpaku dengan aturan yaitu Sapardi Djoko Damono. Untuk memahami makna sebuah puisi perlu dilakukan pengkajian yang meliputi struktural dan pendekatan semiotik. Puisi Sapardi yang berjudul Tangan Waktu dan Yang Fana Adalah Waktu memiliki makna penyimbolan pada kata waktu. Hal inilah yang menjadi perhatian penulis dalam menganalisis puisi Sapardi. Tujuan kajian ini untuk mengetahui secara struktural bagaimana pemaknaan puisi Tangan Waktu dan Yang Fana Adalah Waktu. Selain itu, kajian ini dikhususkan pada analisis penyimbolan waktu pada kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik Riffaterre. Analisis semiotik Riffaterre dikhususkan pada pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik, ketidaklangsungan ekspresi yang meliputi penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti. Hasil kajian ini terlihat bahwa secara struktural puisi Sapardi menggunakan diksi yang mudah dipahami dan lazim digunakan pembaca secara umum. Selain itu, hasil dari analisis semiotik menujukkan bahwa Sapardi menyimbolkan waktu sebagai kehidupan yang akan terus berjalan dan abadi. Berdasarkan analisis ketidaklangsungan arti, Sapardi memunculkan penyimpangan arti kontradiktif yang terlihat pada puisi Yang Fana Adalah Waktu. Hal ini dapat diartikan sebagai bentuk ironi atau sindiran penyair terhadap kehidupan masyarakat.
STUDI LITERATUR: TEORI READER RESPONSE SEBAGAI ALTERNATIF METODE SASTRA
Indra Rasyid Julianto;
Yusro Edi Nugroho;
Teguh Supriyanto
Sinau : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37842/sinau.v9i1.118
Pembelajaran sastra di sekolah-sekolah tentu tidak terlepas dari berbagai macam teori seperti teori psikoanalisis, feminisme, strukturalisme, dan lain sebagainya. Khususnya pembelajaran sastra yang hari ini merupakan suatu pembelajaran yang menarik karena banyak merepresentasikan kehidupan sosial bermasyarakat. Sastra juga dapat dimaknai sebagai aktivitas kultural yang sangat dekat perasaannya dengan seseorang. Metode sastra lain yang dapat menjadi alternatif yaitu teori reader response atau teori resepsi pembaca yang memiliki subjektivitas tinggi dan membebaskan pembaca dalam memaknai beragam karya sastra tanpa batas. Teori reading response menjadi alternatif bagi siswa dalam mempelajari karya sastra di sekolah sebab adanya beberapa tipe-tipe pembaca yang dapat melandaskan lahirnya pemahaman dari hasil pembacaan karya sastra. Teori reading response ini juga dapat memberikan siswa kemudahan dalam berinteraksi dengan karya sastra berdasarkan perspektif pribadinya, mengatur gagasan, mengurangi tingkat kecemasan dalam menginterpretasikan karya sastra, dan mempertajam pemikiran kritis. Metode penelitian pada pembahasan ini adalah studi literatur dengan menggunakan lima artikel nasional yang menjadi fokus referensi untuk mengaplikasikan teori resepsi pembaca.
Kajian Psikolinguistik Kemampuan Komunikasi Anak Down Syndrome yang Tergolong Mampu Latih
Indra Rasyid Julianto;
Annisa Sauvika Umami
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 02 (2022): Artikel Riset Periode November 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.476 KB)
|
DOI: 10.47709/jbsi.v2i02.1968
Down syndrome merupakan gangguan kelainan fisik dan mental yang berpengaruh pada kemampuan kognitif dan linguistik. Hal tersebut mempengaruhi pada komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Artikel ini bertujuan untuk meneliti terkait kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal dengan kajian psikolinguistik yang berfokus kepada anak down syndrome yang berkategori mampu latih serta mencakup kesanggupan leksikal dan gramatikalnya.. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat dan wawancara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa anak penderita down syndrome mengalami keterlambatan dalam kemampuan leksikal dan gramatikalnya, seperti tidak mampu melafalkan kata dengan sempurna dan tidak mampu membentuk sebuah frasa, klausa, dan kalimat dengan tepat serta menitikberatkan peranan orangtua dalam pemberian stimulus yang baik pada anak penderita down syndrome. Sering melakukan komunikasi dan latihan-latihan pengucapan kata akan membantu proses kemampuan keterampilan berbahasanya. Hal ini berpengaruh pada kemampuan komunikasi verbalnya. Namun dalam kemampuan komunikasi nonverbal anak penderita down syndrome cenderung mampu memahami bahasa tubuh atau gestur dalam setiap interaksi.