Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Demonstrasi Cuci Tangan dan Menyikat Gigi pada Anak TPA

Nining Ade Ningsih (Universitas Tamalatea Makassar)
Fitria Hasanuddin (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Hasnidar Hasnidar (Universitas Tadulako)
Tutik Lestari (Universitas Muhammadiyah Maluku Utara)
A. Nur Anna AS (Universitas Pelita Ibu Kendari)
Wa Ode Sri Kamba Wuna (Dinas Kesehatan Kabupaten Buton)
Wa Ode Fatmawati (Politeknik Negeri Nusa Utara)
Gracia Christy Tooy (Universitas Tadulako)
Nurulfuadi Nurulfuadi (Universitas Patria Artha)
Fauziyah Annisa (Universitas Patria Artha)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2026

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diperkenalkan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan kesehatan. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan perilaku penting yang perlu dibiasakan pada anak usia sekolah. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebagai lingkungan pendidikan nonformal memiliki potensi untuk mendukung penyampaian edukasi kesehatan kepada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai CTPS dan cara menyikat gigi yang benar kepada anak usia sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di TPA Jalan Sahabat, Kelurahan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan melibatkan 30 anak usia sekolah dasar. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, tanya jawab, serta penggunaan leaflet, poster, model gigi dan mulut, dan sikat gigi sebagai media edukasi. Seluruh rangkaian edukasi CTPS dan kesehatan gigi dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan kegiatan. Peserta menunjukkan keterlibatan dengan memperhatikan demonstrasi dan merespons pertanyaan yang diberikan oleh tim. Penggunaan demonstrasi dan alat peraga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati secara langsung tahapan CTPS dan cara menyikat gigi yang diperagakan. Edukasi PHBS melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan media edukasi dapat diterapkan pada anak usia sekolah di lingkungan TPA. Kegiatan ini menunjukkan potensi TPA sebagai lingkungan pendidikan nonformal untuk mendukung edukasi kesehatan anak. Evaluasi pretest–posttest dan observasi praktik individual diperlukan pada kegiatan selanjutnya untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta.

Copyrights © 2026