Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan komunitas guru geografi di Kota Kediri melalui pendekatan School Ecosystem-based Disaster Risk Education. Sebanyak 25 guru geografi MGMP Kota Kediri terlibat secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta merupakan guru muda dengan masa mengajar 1–10 tahun yang lebih terbuka terhadap inovasi pembelajaran kebencanaan, sedangkan guru senior cenderung resisten terhadap perubahan sehingga memerlukan pendampingan. Guru mengidentifikasi dua bahaya utama di Kota Kediri yaitu banjir dan gempa bumi. Aspek kerentanan fisik mendominasi jawaban peserta. Aset fisik mencakup ruang terbuka, jalur evakuasi, sarana keselamatan darurat, dan aset non-fisik berupa kapasitas guru serta partisipasi murid yang paling banyak disebutkan peserta. Guru juga menekankan pentingnya keterlibatan multipihak, terutama keinginan berkolaborasi dengan pemerintah. Urutan kedua terbanyak ingin berkolaborasi dengan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan kebencanaan berbasis ekosistem sekolah dipengaruhi oleh integrasi faktor internal dan eksternal. Kebaruan terletak pada penerapan kerangka School Ecosystem-based Disaster Risk Education secara partisipatif untuk memperkuat peran komunitas guru geografi sebagai agen perubahan dalam membangun sekolah yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan menghadapi risiko bencana.
Copyrights © 2025