Limbah peternakan merupakan sumber daya lokal yang dapat diolah menjadi pupuk organik sekaligus sarana peningkatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, kotoran kambing tersedia sebagai limbah peternakan, namun pemanfaatannya sebagai input pertanian belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan partisipatif pengolahan kotoran kambing menjadi kompos dengan memanfaatkan bahan organik yang mudah diperoleh di lingkungan setempat. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 dan diikuti 31 peserta yang terdiri atas kelompok petani, peternak kambing, dan masyarakat desa. Pelaksanaannya meliputi persiapan, penyampaian materi teknis, refleksi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui diskusi dan tanya jawab. Bahan yang digunakan meliputi kotoran kambing, sekam bakar, EM4, molase, dan air bersih. Kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dan respon positif peserta. Peserta mampu memahami fungsi bahan utama dan mengikuti tahapan dasar pencampuran bahan, pembuatan larutan aktivator, pemeliharaan, pengaturan kelembaban, penutupan tumpukan, dan pembalikan secara berkala. Kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis potensi lokal dan praktik langsung dapat menghubungkan pengelolaan limbah peternakan dengan pemberdayaan masyarakat serta praktik pertanian berkelanjutan. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk memperkuat pengendalian mutu, pemanfaatan, kesinambungan produksi, dan pengembangan produksi kompos secara mandiri berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026