Tingginya permasalahan anak di Kota Pariaman dan sekitarnya menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas pengasuhan dalam keluarga. Di Desa Cubadak Mentawai, keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih rendah, ditandai dengan minimnya interaksi ayah dan anak di rumah serta adanya pandangan bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab utama ibu, sedangkan ayah berperan sebagai pencari nafkah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan melalui psikoedukasi father attachment dan pelatihan fathering. Kegiatan diikuti oleh 30 pasangan suami istri yang memiliki anak dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, serta pengisian worksheet. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai peran ayah. Peserta juga mengisi worksheet untuk mengidentifikasi kegiatan yang sudah dan belum dilakukan ayah bersama anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam memberikan dukungan emosional, membimbing, mendidik, dan membangun interaksi positif dengan anak. Pengisian worksheet membantu peserta mengevaluasi keterlibatan ayah dan merencanakan aktivitas yang dapat meningkatkan kedekatan dengan anak. Dengan demikian, psikoedukasi father attachment dan pelatihan fathering dapat meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pembagian peran pengasuhan yang seimbang. Kegiatan ini dapat mendukung terciptanya hubungan keluarga yang harmonis dan perkembangan anak yang optimal sehingga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026