Filter By Year

1945 2024


Found 1,210 documents
Search PENELITIAN DI INDONESIA

Analisis Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia: Penelitian Umi Latifah; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, serta laporan Badan Pusat Statistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh terhadap tingkat pengangguran melalui peningkatan biaya produksi yang dapat menekan aktivitas usaha dan mengurangi penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi berperan dalam menciptakan lapangan kerja, namun dampaknya belum optimal karena adanya ketidakseimbangan struktur ekonomi dan keterbatasan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, interaksi antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa keduanya saling berkaitan dalam memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Faktor lain seperti pendidikan, kualitas sumber daya manusia, dan upah minimum juga turut memengaruhi tingkat pengangguran di Indonesia.
Hubungan Pengangguran dengan Kemiskinan di Indonesia: Penelitian Azkia Hairun Nisa; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6882

Abstract

Pengangguran dan kemiskinan merupakan permasalahan sosial ekonomi yang saling berkaitan dan masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Tingginya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan memperoleh pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengangguran dan kemiskinan di Indonesia serta mengidentifikasi faktor yang memperkuat keterkaitan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan memanfaatkan buku, jurnal, dan berbagai sumber ilmiah sebagai bahan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh terhadap meningkatnya kemiskinan karena menurunkan pendapatan masyarakat dan kualitas hidup. Faktor yang memperkuat hubungan tersebut meliputi rendahnya pendidikan dan keterampilan, ketidakseimbangan lapangan kerja, perkembangan teknologi, serta ketimpangan kesempatan kerja antarwilayah. Selain berdampak pada ekonomi, pengangguran juga meningkatkan kriminalitas dan ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan lapangan kerja diperlukan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital secara tepat juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan nasional
Dampak Pengangguran terhadap Stabilitas Sosial dan Perekonomian Indonesia: Penelitian Delfi Yani; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengangguran terhadap stabilitas sosial dan perekonomian di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji jurnal ilmiah periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran dipengaruhi oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta terbatasnya lapangan kerja. Dari aspek ekonomi, pengangguran menurunkan produktivitas, output nasional, dan daya beli masyarakat sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi. Dari aspek sosial, pengangguran meningkatkan kemiskinan, ketimpangan, serta potensi konflik dan kriminalitas. Selain itu, pengangguran juga berdampak psikologis seperti stres dan menurunnya kepercayaan diri. Kebijakan pemerintah melalui pendidikan, pelatihan kerja, pengembangan UMKM, dan investasi berperan penting dalam mengatasi pengangguran, namun keberhasilannya bergantung pada implementasi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pendidikan, dan industri secara berkelanjutan
Studi Keterkaitan Pengangguran dan Ketidakstabilan Inflasi Terhadap Pendapatan Nasional di Indonesia: Penelitian Sinta Triana; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pengangguran dan ketidakstabilan inflasi terhadap pendapatan nasional di Indonesia. Pendapatan nasional yang diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan indikator utama dalam menilai kinerja perekonomian suatu negara. Sementara itu, pengangguran dan inflasi merupakan dua variabel makroekonomi yang memiliki peranan penting dalam menentukan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran memiliki pengaruh negatif terhadap pendapatan nasional, dimana peningkatan tingkat pengangguran menyebabkan penurunan output ekonomi. Selain itu, inflasi yang tidak stabil juga berdampak negatif terhadap pendapatan nasional karena menurunkan daya beli masyarakat dan mengurangi aktivitas konsumsi serta investasi. Secara simultan, pengangguran dan inflasi saling berkaitan dan bersama-sama mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan demikian, stabilitas kedua variabel tersebut sangat penting dalam menjaga pertumbuhan pendapatan nasional yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan ekonomi, khususnya dalam upaya pengendalian inflasi dan pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia.
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Pendapatan Nasional Dan Inflasi: Analisis Makroekonomi di Indonesia: Penelitian Nurmaine; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran terhadap pendapatan nasional dan inflasi dalam perspektif makroekonomi di Indonesia. Variabel utama dalam penelitian ini meliputi tingkat pengangguran, pendapatan nasional yang diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB), serta inflasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder berupa time series yang diperoleh dari lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier untuk melihat hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran memiliki pengaruh negatif terhadap pendapatan nasional, di mana peningkatan pengangguran menyebabkan penurunan output ekonomi. Sementara itu, hubungan antara pengangguran dan inflasi menunjukkan hasil yang tidak konsisten, tergantung pada kondisi ekonomi yang terjadi. Inflasi juga terbukti memiliki pengaruh terhadap pendapatan nasional, terutama melalui daya beli masyarakat dan tingkat investasi. Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut memiliki hubungan yang saling terkait dan membentuk dinamika ekonomi yang kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi makro serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif untuk menekan pengangguran, menjaga stabilitas inflasi, dan meningkatkan pendapatan nasional.
Analisi Struktuk Pasar Oligopoli pada Industri Telekomunikasi di Indonesia: Penelitian Rizka Fauziah; Yusrina; Evifanie Simbolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6949

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur pasar oligopoli pada industri telekomunikasi di Indonesia serta dampaknya terhadap perilaku harga dan tingkat konsentrasi pasar. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik persaingan antaroperator telekomunikasi, pengukuran tingkat konsentrasi pasar menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta implikasinya terhadap efisiensi pasar dan kesejahteraan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder periode 2018–2023 yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan telekomunikasi, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Data dianalisis melalui penghitungan pangsa pasar masing-masing operator, perhitungan nilai HHI untuk mengukur tingkat konsentrasi pasar, serta analisis perilaku harga berdasarkan karakteristik pasar oligopoli menggunakan Model Sweezy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri telekomunikasi Indonesia memiliki struktur pasar oligopoli dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh nilai HHI sebesar 3.409,3 pada tahun 2023. Tiga operator utama, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata, secara kolektif menguasai 88,3% pangsa pasar pelanggan. Selain itu, perilaku harga dalam industri ini menunjukkan adanya fenomena kekakuan harga (price rigidity), sehingga persaingan lebih banyak terjadi melalui peningkatan kualitas jaringan, inovasi layanan digital, dan strategi non-harga lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur pasar oligopoli mampu mendorong investasi infrastruktur telekomunikasi yang besar, namun juga berpotensi menyebabkan harga layanan data relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di kawasan ASEAN.
Perlindungan Data Pribadi Pasien HIV/AIDS dalam Penerapan Paternalisme Medis: Analisis Yuridis Kepatuhan Terapi Terintegrasi di Kabupaten Kepulauan Yapen (Studi Perbandingan Sistem Hukum Pidana Indonesia, Inggris, dan Singapura): Penelitian Franklin Mekari Numberi; Moch. Eko Setiyo Budi Utomo; Romeo X. Oropa; Siti Aliyah; Rahmad Pertemuan; Mina Numberi; Reforma
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6994

Abstract

Penelitian ini menganalisis dilema yuridis penanganan 1.220 kasus positif HIV/AIDS yang belum diobati di Kabupaten Kepulauan Yapen per 31 Desember 2025. Terjadi benturan mendasar antara pendekatan paternalisme medis (kewajiban negara memaksa kepatuhan terapi ARV demi keselamatan publik) dengan hak otonomi serta perlindungan data pribadi pasien yang dijamin oleh UU No. 27 Tahun 2022 (UU PDP), UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan PP No. 28 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan sistem hukum pidana (Comparative Law) antara Indonesia, Inggris (Common Law), dan Singapura (Sistem Campuran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kelemahan dalam sinkronisasi sanksi pidana pembocoran data medis sensitif dan ketidakjelasan regulasi pelacakan aktif (active tracing). Sebaliknya, Inggris melalui Data Protection Act 2018 dan mekanisme NHS, serta Singapura melalui Health Threatening Offences di bawah Infectious Diseases Act, secara tegas mengkriminalisasi pembocoran data medis sekaligus memberikan rute pidana bagi penolakan terapi yang membahayakan publik. Penelitian ini merekomendasikan model reformasi hukum berupa formulasi sanksi pidana berlapis dalam PP Kesehatan serta integrasi sistem pengawasan berbasis perlindungan data guna memitigasi kebocoran identitas rasial (Suku Papua) yang mendominasi infografis HIV di Serui.
Analisis Metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia Berbasis Jurnal Terindeks Sinta 3 Tahun 2024: Penelitian Sandy Sandy; Sopandi Sopandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 4 April-Juni 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i4.7028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metode pembelajaran yang diterapkan dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Indonesia, Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study literatur dalam hal ini jurnal-jurnal terindeks SINTA 3 tahun 2024. Artikel yang dianalisis pada kesempatan ini sebanyak 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan sepanjang tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam aspek pendekatan pedagogis dan integrasi teknologi. Model pembelajaran inovatif seperti Jigsaw berbasis Photovoice, Index Card Match, Think-Pair-Share, dan Problem-Based Learning mendominasi dalam praktik pembelajaran. Model-model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, serta pemahaman siswa terhadap materi sejarah Islam. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, seperti media visual, smartphone, Smart TV, Virtual Reality (VR) dan platform daring, menjadi faktor pendukung dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran SKI di era saat ini telah bergeser dari pendekatan tradisional menuju strategi yang lebih kolaboratif, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Pengaruh Teknik Wawancara Terhadap Kualitas Berita di PT Duta Televisi Indonesia: Penelitian Mahrita Inggriani; Laila Qadariah; Mohammad Ali Wafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik wawancara terhadap kualitas berita di PT Duta Televisi Indonesia. Dalam dunia jurnalistik, wawancara merupakan salah satu teknik utama dalam pengumpulan informasi. Teknik wawancara yang efektif diharapkan dapat menghasilkan berita yang akurat dan menarik bagi audiens. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur sejauh mana teknik wawancara memengaruhi kualitas berita yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menyebarkan kuesioner kepada pimpinan redaksi, wartawan/jurnalis, bisnis dan marketing di Duta TV dan masyarakat yang menonton program televisi pemerintahan duta malam di Duta TV. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat hubungan antara variabel teknik wawancara dan kualitas berita. Dari hasil analisis, penelitian ini diharapkan bahwa industri media atau jurnalistik yang ada pada PT Duta Televisi Indonesia diharapkan dapat menjadi lokomodatif pengembangan terhadap kualitas pemberitaan media lokal di Kalimantan Selatan. Duta Tv merupakan salah satu stasiun televisi lokal ternama di Kalimantan Selatan yang berdiri sejak tahun 2007 dan mampu bertahan hingga sekarang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga media lokal lain dalam menyusun pedoman wawancara yang lebih efektif di Kalimantan Selatan.
Tantangan Tata Kelola dan Inklusi Digital dalam Transformasi Digital Pelayanan Publik di Indonesia: Penelitian Muktamir Usman; Andi Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7169

Abstract

Transformasi digital pelayanan publik di Indonesia berkembang melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, keterpaduan layanan digital nasional, dan agenda GovTech. Namun, kemajuan aplikasi, indeks SPBE, dan peringkat e-government belum otomatis menyelesaikan masalah tata kelola serta kesenjangan akses warga. Artikel ini bertujuan menyintesis literatur tentang tantangan tata kelola dan inklusi digital dalam transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif tanpa pengumpulan data lapangan. Sumber dianalisis dari artikel jurnal bereputasi, artikel nasional terakreditasi, buku mutakhir, regulasi, laporan pemerintah, dan statistik sekunder yang relevan. Sintesis dilakukan melalui pemetaan tema, matriks ekstraksi, dan pembacaan kritis terhadap hubungan antara digital governance, public value, collaborative governance, dan digital inclusion. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada fragmentasi aplikasi, interoperabilitas data, koordinasi lintas lembaga, keamanan dan privasi, kapasitas organisasi, literasi digital, aksesibilitas, keterjangkauan, serta kepercayaan pengguna. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan publik perlu ditempatkan sebagai reformasi tata kelola yang berorientasi pada nilai publik dan keadilan akses, bukan sekadar modernisasi teknologi.

Page 114 of 121 | Total Record : 1210