Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Bahan Ajar E-Modul dengan Mengggunakan Aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Materi Bangun Ruang Vinda Ambita; Irwani Zawawi; Sri Suryanti
DIDAKTIKA Vol 28 No 1 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.576 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v28i1.3903

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar e-modul dengan menggunakan aplikasi kvisoft flipbook maker materi bangun ruang di kelas VIII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan 4D dengan langkah-langkah yaitu define, design, development, disseminate. Uji pengembangan dilakukan pada 39 peserta didik kelas VIII-E SMP Negeri 14 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, tes dan pengamatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, kuesioner gaya belajar peserta didik, kuesioner respon peserta didik, lembar validasi, soal tes, dan lembar pengamatan aktivitas peserta didik. Dan teknik analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa e-modul tidak perlu revisi berdasarkan saran dari para ahli. Validitas bahan ajar e-modul termasuk sangat valid. Menurut penilaian para ahli bahan ajar e-modul termasuk praktis. Keefektifan media dilihat dari rata-rata persentase pertemuan pada kriteria aktif, persentase respon peserta didik termasuk kriteria baik, dan ketuntasan klasikal peserta didik terpenuhi. Sehingga e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis E-Modul Interaktif Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Materi Integral SMA Kelas XII Salfia, Elwi
Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Riset Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.494 KB) | DOI: 10.56495/jrip.v1i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis E-modul interaktif pada materi integral di SMA kelas XII serta mengetahui kelayakan bahan ajar E-modul interaktif sebagai sumber belajar yang dikembangkan di tinjau dari aspek materi, tampilan, dan pengoperasian berdasarkan penilaian para ahli. Sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas XII SMA Swasta Harapan Mekar yang berjumlah 10 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan ( Research and Development). Model pengembangan pada Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat pembelajaran model 4D. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Studi Pendauuan dan Validasi Ahli. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kuaitatif. Hasil penelitian berupa bahan ajar berbasis e-modul interaktif pada materi integral yang layak digunakan. Kelayakan yang diperoleh dari validasi ahli materi dan ahli media adalah kategori layak digunakan dengan persentase penilaian materi 86,45% dan penilaian media 90,7% dengan kriteria baik sekali. Respon siswa terhadap bahan ajar yang diperoleh melalui uji coba kelompok kecil juga sangat baik dengan persentase 85,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis e-modul interaktif pada materi integral SMA Kelas XII layak digunakan sebagai bahan ajar.
Pengembangan bahan ajar modul berbasis discovery learning pada materi laju reaksi Silaban, Leady Tresia; Sinaga, Marudut
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v1i3.78

Abstract

This research aims to (1) knowing the results of a chemical study on the action based reaction materials used at school by BSNP standards,(2) knowing that the modules on discovery learning on the action-based reaction rate matter are appropriate for media experts and materials experts,(3) knowing the results of student learning after being given the discovery learning module on reaction rate materials. (4) know students' responses to the discovery learning based modules on reaction rate materials. Research results from an average of 81% of those produced from teaching materials analysis have both the strenghts and deformityof content, language worthiness, presentation and feasibility of expertise. Average pretest class experiment in 57,25%. Whereas the average score of 83,5% experimental posttest class. N-gain values a normalized chemical student experiment class based on the percentage of that is 83,82%. Student response or satisfaction percentages of deveoloped modules are acquired on an averaged of 93%, which could be concluded that the developedment of the taught materials the discovery learning based modules on a action-based reaction rare matter is higher than the minimum criteria (KKM) set. T_count more that t_table (8,747 more that 1,685) and H0 is therefore denied and Ha received. Thus it may be concluded that the there is an impact on the development of taught materials the discovery learning based modules on action on reaction materials.
Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk Modul Geometri Analitik Ruang bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNBARI Harman Harman; Sri Dewi
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i1.284

Abstract

Spatial Analytical Geometry is one of the compulsory subjects in the S1 Education curriculum of the Mathematics Education Study Program. Learning Geometry Analytical Space is expected to be able to create a paradigm for students to use mathematics in everyday life. The purpose of this study was to develop teaching materials in the form of Spatial Analytical Geometry modules and to determine the quality of teaching materials in the form of modules developed based on the feasibility aspect. This research is a development research using the Research & Development method of the Borg and Gall model which has been modified by Sugiyono, namely the stages: (1) Potential and Problems, (2) Collecting Data, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Design Revision, (6) Product Trial, (7) Product revision. The results of this study indicate that at the product validation stage carried out by material experts on the aspect of content feasibility, an average value of 3.3 was obtained with the criteria of "very good" and the linguistic aspect obtained an average value of 3.25 with the criteria of "good".Media experts in the graphic aspect obtained an average score of 3.3 with the criteria of "very good" and the linguistic aspect obtained an average score of 3.15 with the criteria of "good".Meanwhile, for linguists in the linguistic aspect, an average score of 3.3 was obtained with the criteria of "very good".Student responses to teaching materials in the form of modules in small group trials obtained an average score of 3.35 with the criteria "very interesting" and 3.5 large group trials "very interesting". This means that the teaching materials in the form of spatial analytic geometry modules produced in this study are suitable for use in learning.
Pengembangan E-Modul Interaktif Sebagai Bahan Ajar Berbasis Tutorial pada Mata Kuliah Multimedia di Masa Pandemi Covid-19 Zulfa Husnawati; Niken Dani Safitri
JUPITER (JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jupiter.v7i1.12261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul interaktif sebagai bahan ajar berbasis tutorial pada mata kuliah multimedia yang menarik, layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar mandiri mahasiswa. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada tahapan model Lee & Owens, terdiri dari empat tahapan : 1) analysis (need assessment & front-end analysis), 2) Design, 3) Development & Implementation, 4) Evaluation. Subjek penelitian merupakan mahasiswa STT Stikma Internasional semester 5. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, lembar penilaian kelayakan produk, dan angket respon mahasiswa terhadap produk. Hasil penelitian dan pengembangan berupa uji kelayakan produk oleh ahli materi, ahli media, dan ahli desain menunjukkan bahwa produk e-modul interaktif sebagai bahan ajar berbasis tutorial yang telah dikembangkan untuk mata kuliah multimedia berada pada kategori sangat layak digunakan. Hasil uji coba respon mahasiswa terhadap produk yang berkaitan pada aspek kemenarikan dan aspek media sebagai pendukung kemandirian belajar meunjukkan hasil yang positif dengan kategori sangat layak.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR FUSION FOOD HIDANGAN KESEMPATAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK JURUSAN JASA BOGA KELAS XII di SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA PUTU DIAN TIRTAYANTI .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16003

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli isi; (2) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan uji ahli media; (3) kelayakan pengembangan modul ajar Fusion Food Hidangan Kesempatan Khusus melalui Pendekatan Saintifik berdasarkan respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) atau penelitian pengembangan dengan model Dick & Carey. Instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) hasil review ahli isi pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 17 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (2) hasil review ahli media pembelajaran diperoleh hasil 0,88 dari 25 aspek penilaian dikatakan layak digunakan; (3) hasil analisis data respon siswa kecenderungan respon positif.Kata Kunci : Fusion Food, Hidangan Kesempatan Khusus, Saintifik This research was conducted with the aim of knowing (1) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on content expert tests; (2) the feasibility of developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through a Scientific Approach based on media expert tests; (3) the feasibility of developing developing Fusion Food & Special Opportunities Dishes teaching modules through the Scientific Approach based on student responses. The type of research used is research and development (R & D) or development research with Dick & Carey models. The research instrument is questionnaire. The results showed that: (1) the results of expert review of learning content obtained 0.88 results from 17 aspects of assessment said to be feasible to use; (2) the results of the expert learning media review obtained 0.88 results from 25 assessment aspects said to be feasible to use; (3) the results of student response data analysis tend to be positive responseskeyword : Fusion Food, Special Opportunities Dishes, Scientific
PENGEMBANGAN MODUL AJAR INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Ida Ayu Asritya Utami; I Ketut Resika Arthana; I Gede Mahendra Darmawiguna
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 4 No. 5 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v4i5.6627

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja. (2) mengetahui respon pengguna terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality adalah Research and Development (R & D). Model yang digunakan adalah model pengembangan Dick and Carey yang terdiri dari 5 tahapan desain pengembangan, dan pada tahap keempat Dick and Carey dalam pengembangan medianya menggunakan model Waterfall. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Untuk mengetahui respon siswa terhadap modul augmented reality diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil akhir dari penelitian ini berupa modul ajar interaktif untuk mata pelajaran Jaringan Dasar berbasis Augmented Reality yang dapat diinstal pada smartphone dan mampu menampilkan materi-materi jaringan dasar dalam bentuk 3D. Untuk pembuatan objek 3 dimensi digunakan Unity 3D, serta digunakan Vuforia sebagai software library untuk augmented reality. Respon pengguna terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis Augmented Reality untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Singaraja dapat dikategorikan sangat positif dengan persentase 91%. Kata kunci : Modul AR, Augmented Reality, R&D, Dick and Carey, Angket, Jaringan Dasar. Abstract--- This Research was aimed to: (1) implement “Augmented Reality-based Interactive teaching module” for Basic Network subject in SMK 3 Singaraja. (2) finding out user’s response to the development of “Augmented Reality-based Interactive teaching module” for Basic Network subject in SMK 3 Singaraja. The method used in the development of Augmented Reality-based Interactive teaching module was Research and Development (R & D). The model used in this research was the development model by Dick and Carey which consists of 5 phases of development design. In addition, Dick and Carey used Waterfall model in the fourth phase of the media development. This research involved grade X of TKJ 1 in SMK Negeri 3 Singaraja in academic year 2014/2015. Students’ response toward the Augmented Reality-based Interactive teaching module were found out by using questionnaire method. The result of this research was in form of Augmented Reality-based interactive teaching module for Basic Network subject which can be installed in Smart phone. It can also demonstrate learning materials for Basic Network subject in form of 3D. The production of 3D object was used unity 3D, Vuforia as software library for the augmented reality. The user’s response to the development of Augmented Reality-based interactive teaching module for Basic Network subject in SMK Negeri 3 Singaraja can be categorized as very positive which the presentage was 91%. Keywords: AR module, Augmented Reality, R&D, Dick and Carey, Questionnaire, and Network Basic.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Menggabungkan Audio Kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan Ni Komang Yesiati .; Gede Saindra Santyadiputra, S.T., M.Cs .; Dr. Dewa Gede Hendra Divayana, S.Kom., M .
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v6i2.11591

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan rancangan dan mengimplementasikan modul ajar berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran menggabungkan audio kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan; (2) mengetahui respon siswa kelas XI Multimedia terhadap modul ajar berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran mengganungkan audio kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dalah Penelitian dan Pengembangan dengan model ADDIE (Analyze, design, Development, Impementation, Evaluation). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, angket dan dokumentasi. Validasi modul ajar berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran menggabungkan audio diperoleh dri enilaian ahli dengan menggunakan angket. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukan bahwa modul ajar berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran menggabungkan audio dakam kriteria baik. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis uji ahli isi, uji ahli desain, dan uji ahli media. Berdasarkan pengujian pada tahap implementasi yaitu uji individu, uji kelompok kecil dan uji lapangan bahwa modul ajar berbasis Project Based Learning pada mata pelajaran menggabungkan audio dalam kriteria baik. Dalam modul ini menggunakan model pembeajaran Project Based Learning (PJBL) adapun tahapan-tahapan dari model pembelajaran ini yaitu (1) tahap eksplorasi(orientasi masalah), (2) tahap merencanakan proyek, (3) tahap elaborasi (melakukan investigasi), (4) tahap , Konfirmasi (Presentasi), (5) tahap evaluasi. Hasil analisis data respon siswa menunjukan rata-rata persentase 85.40% sehingga jika dikonversikan ersentase tersebut dalam kualifikasi baik. Hasil uji efektifitas yang dianalisis menggunakan gain score menghasilkan 0.84 sehingga efektifitas modul dalam kategori tinggi. Kata Kunci : modul ajar, menggabungkan audio, Project Based Learning Abstract- The purpose of this research are to (1) produce a design and implementation of the teaching module based on project based learning in combining audio subject in class XI Multimedia at SMK Negeri 1 Sawan. (2) to know the response of class XI Multimedia students about the teaching module according to the project based learning on the combining audio subject in class XI Multimedia at SMK Negeri 1 Sawan. The method of the research that is used in this research is Research and Development with ADDIE (Analyze, design, Development, Impementation, Evaluation). This research involves students of class XI Multimedia at SMK Negeri 1 Sawan. The techniques of data collection are interviews, questionnaires and documentation. The validation of the teaching module which is based on project based learning on combining audio subject is obtained from expert judgment by using a questionnaire. The criteria of teaching module based on project based learning on subjects combine audio obtained from students' responses which is analyzed by descriptive analysis The results of research and development shows that the teaching module based on project based learning on the subject combining audio subject has a good criteria. The results obtained are based on the judgment of the content expert test analysis, design expert test, and media expert test. Based on testing on the implementation stage i.e. individual test, small group test and field test, it is show that the teaching module based on project based learning on the combine audio subject has a good criteria. This module is using project based learning model (PJBL), the stages of this learning model are (1) exploration stage (problem orientation), (2) project planning stage, (3) elaboration stage (investigation), (4) Confirmation stage (Presentation), (5) evaluation stage. The results of student response based on the data analysis shows that the average percentage is 85.40%, it can be classified as good qualification. The effectiveness of the test result that was analyzed by using gain score yielded 0.84, the module effectiveness can be classified as high category.keyword : modules learning, audio combine, project based learning
Pengembangan Modul Ajar Storyboard Berbasis Projeck Based Learning untuk Siswa Kelas XI Multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja Komang Dewi Lestari; Ketut Agustini; Nyoman Sugihartini
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v8i2.18379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  (1) mengimplementasikan modul Storyboard berbasis project based learning untuk siswa kelas XI multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja. (2) mengetahui respon siswa terhadap pengembangan modul Storyboard berbasis project based learning untuk siswa kelas XI multimedia di SMK TI Bali Global Singaraja.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model pengembangan Instruksional. Adapun tahapan pada model pengembangan Instruksional diantaranya : tahap mengidentifikasi ( Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum, Melakukan analisis instruksional, Mengidentifikas perilaku dan karakteristik siswa), tahap mengembangkan (Menulis tujuan instruksional khusus, Menulis tes acuan patokan, Menyusun strategi instruksional, Mengembangkan bahan instruksional), dan tahap mengevaluasi dan merevisi (Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif yang termasuk di dalamnya kegiatan merevisi). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja. Data tentang sumber belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode wawancara. Validasi modul ajar storyboard untuk multimedia diperoleh dengan menggunakan angket penilaian.Adapun analisis data yang dihasilkan untuk uji ahli isi mendapatkan hasil presentase 81,6%, ahli desain mendapatkan hasil presentase 80%, ahli media mendapatkan hasil presentase 95% sehingga modul berada pada kualifikasi baik dari keseluruhan uji ahli. Kata Kunci: Instruksional, modul ajar, storyboardThis study aims to (1) implement the Storyboard module based on project basedlearning for multimedia class XI students at SMK TI Bali Global.The type of research used in this study is Research and Development (Research and Development or R & D) with the Instructional development model The stages in the Instructional development model include stage of identification (identifying instructional needs and writing general instructional goals, conducting instructional analysis, identifying behavior and characteristics of students), developing stages (writing specific instructional objectives, writing benchmark reference tests, compiling instructional strategies, developing instructional materials), and evaluating and revising stages (Design and implement formative evaluations including revision activities) This study involved students of XI Multimedia class at SMK TI Bali Global Singaraja. Data about student learning resources are obtained using the interview method. Validation of the storyboard teaching module for multimedia was obtained using an assessment questionnaire               He analysis of the data produced for the content expert test gets a percentage of 81.6%, design experts get a percentage of 80%, media experts get a 95% percentage result so that the module is well qualified from the overall expert test Key words : Instruksional, teaching module, storyboard
Pengembangan Modul Ajar Melakukan Perawatan Personal Computer (PC) Untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Di SMK Negeri 2 Seririt Dewa Putu Doniawan; Made Windu Antara Kesiman; I Made Gede Sunarya
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk merancang pengembangan dan mengimplementasikan modul ajar melakukan perawatan Personal Computer (PC) untuk siswa kelas X program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 2 Seririt. (2) Untuk mengetahui respon siswa kelas X TKJ SMK Negeri 2 Seririt terhadap pengembangan modul Melakukan Perawatan Personal Komputer. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model pengembangan Dick and Carey. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKJ SMK Negeri 2 Seririt tahun ajaran 2012/2013. Untuk mengetahui siswa terhadap modul ajar diperoleh dengan menggunakan metode angket. Pengembangan modul ajar melakukan perawatan Personal Computer (PC) informasi dengan pendekatan inkuiri ini menggunakan tahapan-tahapan pengembangan draf. Hasil analisis data respon siswa menunjukkan bahwa persentase siswa yang memberikan respon sangat positif sebesar 32,26% persentase siswa yang memberikan respon positif sebesar 67,74%, dan tidak ada siswa yang memberikan respon ragu-ragu, negatif maupun sangat negatif. Skor rata-rata respon siswa yang diperoleh adalah sebesar 45,84. Skor tersebut menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pengembangan Modul ajar Melakukan Perawatan Personal Komputer berada pada kategori positif.

Page 12 of 90 | Total Record : 896