Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Edukasi Keamanan Informasi untuk Mendukung Penguatan Literasi Digital Siswa SMA Negeri 8 Tangerang Mega Kartika Sari; Bhustomy Hakim; Evasaria Magdalena Sipayung; Marta Lenah Haryanti; Puguh Hiskiawan; Ozmar Azhari; Merryana Lestari; Gregorius Ivan Pamungkas Triwibowo
Bahasa Indonesia Vol 23 No 01 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.231.7

Abstract

The rapid development of digital technology has not been fully accompanied by adequate information security literacy among students. This condition makes students more vulnerable to cyber threats such as phishing, fake applications, and the risks associated with using public Wi-Fi networks. This community service program aimed to provide information security education to students of SMA Negeri 8 Tangerang as an effort to support the strengthening of digital literacy and awareness of information security risks in daily activities. The program was conducted in four sessions using an educational and participatory approach, covering network and Wi-Fi security, fake apps, phishing, as well as password management and authentication. Post-activity evaluation was carried out through questionnaires, discussions, and participant feedback to examine participants’ responses regarding the relevance, clarity, usefulness, and level of engagement in the program. The evaluation results showed that 144 participants gave positive assessments of the program, with average scores above 3.60 on a scale of 1–4. These findings suggest that the participants perceived the materials as relevant, understandable, useful, and appropriate to their needs. Participant feedback also showed greater attention to digital security issues that are closely related to their daily lives. Overall, the program was well received and may support efforts to strengthen students’ digital literacy, particularly in recognizing information security risks in everyday digital activities.
ANALISIS JAMINAN KUALITAS SISTEM KEAMANAN SIBER PADA SISTEM INFORMASI : SEBUAH STUDI LITERATUR Nenden Eva; Rahma Karina; Septiya Mutiara; RD. Rohmat Saedudin
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14715042

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, diiringi dengan serangan siber yang semakin marak terjadi pada sektor publik atau pemerintahan. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah kerugian materi maupun kerusakan infrastruktur atau informasi suatu organisasi, untuk mencegah ancaman siber tersebut, dibutuhkan penjaminan kualitas untuk melindungi informasi dengan melakukan penjagaan terhadap data agar tidak mudah diakses oleh orang yang tidak berkepentingan atau informasi yang disimpan masih terjaga keaslian dan kerahasiaannya. Penjagaan serangan siber dilakukan dengan menggunakan arsitektur TISA (Trust Information Security Architecture) yang terdiri dari tahapan perlindungan data, aturan keamanan informasi, dan prosedur keamanan. Penerapan arsitektur tersebut diselaraskan dengan kriteria kualitas pada sistem untuk menjamin keamanan yang baik berdasarkan framework penjaminan keamanan yang disesuaikan dengan permasalahan keamanan yang terjadi.
Digital Archives Management: Improving Operational Efficiency and Information Security: Manajemen Arsip Digital: Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Keamanan Informasi Ari Nur Aliyah Rohalia; Ilmi Usrotin Choiriyah; Desy Triana Afdillah; Khalimatus Sa'diyah; Rizki Yefin Saputri; Muhammad Prayoga Arianto
Proceedings of The ICECRS Vol. 13 No. 1 (2025): Proceedings of Community Service Desa Mandiri dan Berdaya Melalui Kolaborasi P
Publisher : International Consortium of Education and Culture Research Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/icecrs.v13i1.2039

Abstract

General Background Efficient records management constitutes a fundamental administrative requirement for maintaining institutional memory, ensuring accountability, and supporting strategic decision-making. Specific Background Educational institutions in Indonesia are currently navigating the transition from traditional paper-based document storage to modern electronic environments to accommodate growing administrative demands. Knowledge Gap Although theoretical frameworks advocate for fully integrated automated archiving platforms, practical implementation within public schools frequently encounters severe operational bottlenecks regarding specialized human resources and technical infrastructure. Aims This qualitative case study evaluates the records administration workflow within a public secondary school to identify prevailing operational limitations. Results The analysis reveals that the institution utilizes systematic manual procedures encompassing document creation, physical storage, and environmental maintenance; however, the transition to electronic platforms faces substantial barriers, including inadequate specialized personnel, limited physical infrastructure, restricted retrieval speed, and compromised information security. Novelty This research distinctly isolates the specific administrative vulnerabilities that emerge when high-volume educational facilities attempt electronic document transitions without adequate specialized technical personnel. Implications Sustaining long-term institutional accountability requires educational stakeholders to prioritize the digitization of physical documents, implement integrated electronic tracking systems, and consistently train staff in contemporary data security protocols. Highlights: Limited technical infrastructure and personnel shortages severely restrict document retrieval speed and data confidentiality. Systematic manual procedures remain the primary method for document preservation and environmental maintenance. Integrating electronic tracking platforms requires continuous staff training and targeted facility investments. Keywords: Information Security, Records Retrieval, Public Education, Data Storage, Organizational Accountability
Evaluasi Keamanan Informasi pada Kementerian Agama Kota Yogyakarta Menggunakan INDEKS KAMI 4.2 M. Fajratul Ikhsan; Nur Fikri Khuluq; Muh. Naufal Muzhaffar; Bambang Sugiantoro
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi April - September 2026 IN PRESS
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi pada instansi pemerintah meningkatkan risiko terhadap keamanan data sensitif, sehingga diperlukan evaluasi tingkat kematangan keamanan informasi secara terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan keamanan informasi pada Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) versi 4.2. Metode yang digunakan adalah kuantitatif evaluatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur yang diisi oleh personel kunci, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Indeks KAMI untuk memperoleh skor dan level kematangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keamanan informasi berada pada kategori “cukup baik” dengan skor total 469. Terdapat disparitas antar domain, di mana pengelolaan risiko mencapai level tertinggi (V), sementara kerangka kerja keamanan informasi berada pada level terendah (I+). Selain itu, aspek pengamanan pihak ketiga dan perlindungan data pribadi menunjukkan kelemahan kritis dengan skor 0%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan pada kerangka kerja keamanan dasar, tata kelola data pribadi, serta manajemen risiko pihak ketiga guna meningkatkan kematangan keamanan informasi dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih aman dan terpercaya.
Analisis Capability Level Tata Kelola Keamanan Informasi dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Ronal Leonardo; Muhammad Ikhwan; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13015

Abstract

Transformasi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah menjadi strategi utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Di sisi lain, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti oleh meningkatnya risiko keamanan informasi yang berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan pemerintahan berbasis elektronik. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola keamanan informasi yang mampu menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan SPBE. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan implementasi SPBE berdasarkan pendekatan Capability Level dengan menitikberatkan pada aspek tata kelola keamanan informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur sipil negara sebagai pengguna layanan SPBE, sedangkan analisis dilakukan menggunakan pendekatan Capability Level yang mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 serta didukung oleh prinsip Sistem Manajemen Keamanan Informasi berdasarkan ISO/IEC 27001:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi SPBE berada pada Capability Level 3 (Established Process) dengan nilai rata-rata 3,27, yang menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan SPBE telah terdokumentasi dan diterapkan secara konsisten. Meskipun demikian, domain keamanan informasi masih memperoleh tingkat kapabilitas yang lebih rendah dibandingkan domain lainnya, sehingga diperlukan peningkatan pada aspek kebijakan keamanan informasi, manajemen risiko teknologi informasi, pengendalian akses, audit keamanan informasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bentuk evaluasi tingkat kematangan SPBE yang berfokus pada tata kelola keamanan informasi serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kapabilitas proses menuju Level 4 (Predictable Process) melalui penguatan tata kelola teknologi informasi dan penerapan keamanan informasi yang berkelanjutan.
EVALUASI KOMPARATIF KEAMANAN INFORMASI PDNS 2024 BERDASARKAN ISO/IEC 27001:2022 DAN NIST CSF 2.0 Syahruramadan Kahar; Veronika Asri Tandirerung; Risna Asri; Siti Nurkhalisah; Stevano Moreno Egor; Riswan
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.9649

Abstract

Serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) tahun 2024 mengungkap kelemahan kritis pada keamanan infrastruktur digital pemerintah Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan keamanan informasi pada kasus serangan ransomware PDNS menggunakan ISO/IEC 27001:2022 dan NIST Cybersecurity Framework (CSF) 2.0 melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 24 artikel jurnal ilmiah, laporan keamanan siber, publikasi resmi pemerintah, dan standar keamanan informasi internasional dikaji menggunakan protokol PRISMA. Analisis difokuskan pada identifikasi kesenjangan keamanan pada aspek organisasi, teknologi, dan operasional sistem yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan terjadi akibat lemahnya pengelolaan akses, patch management, segmentasi jaringan, pemantauan real-time, dan kesiapan respons insiden. ISO/IEC 27001:2022 efektif mengidentifikasi kelemahan tata kelola keamanan informasi, sedangkan NIST CSF 2.0 memberikan analisis operasional terkait kemampuan deteksi, respons, dan pemulihan insiden. Integrasi kedua framework menghasilkan pendekatan keamanan siber yang lebih komprehensif melalui penerapan keamanan berlapis, pemantauan berkelanjutan, dan pengelolaan respons insiden yang terstruktur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan ketahanan siber infrastruktur digital pemerintah.
PERANCANGAN APLIKASI PENETRATION TESTING UNTUK KEAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE STANDAR OWASP ZAP irham irham
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i3.10688

Abstract

Abstrak. Perkembangan sistem informasi berbasis website meningkatkan risiko keamanan siber, terutama kerentanan SQL Injection dan Cross-Site Scripting (XSS) yang dapat menyebabkan kebocoran serta manipulasi data. Pengujian keamanan secara manual membutuhkan waktu lama dan keahlian teknis memadai. Penelitian ini merancang dan membangun aplikasi penetration testing berbasis web menggunakan Python untuk mendeteksi SQL Injection dan XSS mengacu standar OWASP. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall dengan perancangan UML meliputi Use Case, Activity, dan Sequence Diagram, sedangkan pengujian menggunakan Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mampu melakukan input URL, scanning, pengujian kerentanan, dan menampilkan hasil pengujian, dengan seluruh fungsi utama berjalan sesuai kebutuhan.
ANALISIS EVOLUSI DAN TRANSFORMASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI GLOBAL: TANTANGAN, KEAMANAN, DAN IMPLEMENTASI LINTAS SEKTOR Rizky Gilang Ramadani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61974

Abstract

Blockchain technology has evolved significantly from a cryptocurrency transaction platform into a strategic technology that supports the transformation of global information system architectures. Its core characteristics, including decentralization, transparency, security, and data integrity, have made blockchain an innovative solution for improving efficiency, reliability, and secure information exchange across various sectors. This study aims to analyze the evolution of blockchain technology, identify implementation challenges, evaluate security aspects, and examine its applications in finance, healthcare, education, government, supply chain management, and the Internet of Things (IoT). The research employs a literature review approach by examining relevant scientific journal articles, conference proceedings, books, and other academic publications related to blockchain technology. The collected data were analyzed descriptively through identification, classification, synthesis, and interpretation of previous research findings. The results indicate that blockchain has evolved from Blockchain 1.0, which primarily focused on cryptocurrency, to Blockchain 4.0, integrating Artificial Intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), cloud computing, and other emerging digital technologies. Blockchain implementation has demonstrated significant benefits in enhancing data security, transaction transparency, operational efficiency, and stakeholder trust. Nevertheless, several challenges remain, including scalability, interoperability, regulatory issues, energy consumption, and the availability of skilled human resources. Therefore, stronger collaboration among governments, industries, academic institutions, and technology developers is essential to maximize blockchain implementation in supporting the transformation of global information system architectures.
Analisis Keamanan Data pada Sistem Informasi Berbasis Cloud Computing Novi Rahayu; Ade Titin Sumarni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v%vi%i.4570

Abstract

Abstract: Data security is crucial in the digital era, where cloud computing has become the primary solution for organizations to efficiently store and process data. However, the increasing use of cloud computing also poses significant risks related to data security and privacy. The purpose of this study is to identify challenges and solutions in maintaining data security in cloud computing systems. The method used is a systematic literature review and comparative analysis of various trusted academic sources. The results reveal key threats such as misconfigurations, unauthorized access, and data leaks, which are exacerbated by weak identity management. The study also evaluates mitigation mechanisms such as end-to-end encryption, multi-factor authentication, and a shared responsibility model between cloud service providers and users. These findings can guide the design of effective and adaptive security strategies and policies to support a secure and sustainable digital transformation. Keyword: data security; information systems; cloud computing; encryption; authentication.
Usulan Evaluasi Sistem Keamanan Informasi Berdasarkan Standar ISO/IEC 27002:2013 pada Pondok Pesantren Kafila International Islamic School Jakarta Aditya Teguh Septoaji; Fitroh Fitroh; Elsy Rahajeng
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 1 No. 2 (2018): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v1i2.20107

Abstract

Kafila International Islamic School (KIIS) adalah sebuah pesantren (boarding school) yang mempunyai banyak prestasi di beberapa perlombaan dan nilai Ujian Nasional. Sejak 2007, KIIS sudah menerapkan standar ISO 9001:2008 sebagai standar mutu pendidikan. Namun, dengan penerapan ISO 9001:2008 belum menutup semua celah baik kelemahan (vulnerable) atau ancaman (threat) yang timbul ketika proses pembelajaran sekolah berlangsung. Dalam wawancara penulis, KIIS memerlukan solusi untuk improvisasi keamanan dan dokumentasi yang lebih baik terutama dalam fasilitas informasi, yaiu dengan melakukan penelitian evaluasi menggunakan ISO 27002:2013, penelitian Keamanan Sistem Informasi ini dilakukan pada 8 klausul, pada kebijakan keamanan informasi, keamanan informasi organisasi, keamanan sumber daya (pekerjaan), manajemen aset, kontrol akses, keamanan fisik dan lingkungan, keamanan operasi, akusisi sistem informasi, pembangunan dan pemeliharaan). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengukuran kapabilitas tingkat kedewasaan (CMM). Dapat dihasilkan nilai kedewasaan 4 (managed) pada klausul kebijakan keamanan informasi, keamanan informasi organisasi, keamanan sumber daya dan manajemen aset. Selanjutnya Nilai kedewasaan 3 (defined) pada klausul Kontrol Akses, Keamanan fisik dan lingkungan, Keamanan operasi, Akusisi sistem informasi dan pembangunan dan pemeliharaan.

Page 129 of 130 | Total Record : 1293