Filter By Year

1945 2024


Found 190 documents
Search Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun

Pemerolehan Bahasa Indonesia pada Anak Usia 5 – 6 Tahun: Studi Kasus Agata Astrid Sheila Simanihuruk Simanihuruk, Agnes Monica; Rahayu, Ngudining; Supadi, Supadi
Jurnal Korpus Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v9i1.37849

Abstract

This study focuses on a case study of Agata Astrid Sheila Simanihuruk in the process of language acquisition of children aged five – six years. Language in children aged five – six years in particular has acquired a lot of vocabulary used to communicate with each other. This case study research aims to describe and analyze the types of words and types of sentences spoken by Agata who is the subject of this study. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection in this study was by observing, recording and interviewing several members of Agata’s family. In each type of word and type of sentence obtained by Agata comes from Agata’s daily activities and habits, such as playing, watching TV, watching YouTube and interacting with family members and other people Agata meets. The results of this study show that in the acquisition of word types based on Kridalaksana, the verbs obtained by Agata are such as eating, playing and praying. Adjectives such us delicious, fast, nouns such as Dudung, slime, and Pak Somad. Pronouns such as the word aye, numerals obtained by Agata are the numbers one, two, three, four five. As for adverbs, it refers to Agata’s habit of answering such as already, yet. The interrogratives used by Agata are most dominantly the words what and who. One of the prepositions obtained by Agata is the word for, the most dominant conjunction uttered by Agata is the word and and in the phatic category, the most dominant one uttered  by Agata is the word selamat which Agata gave when playing. So the type of word that Agata obtains the most is nouns and the type of word that Agata obtains the least is demonstrative. While the types of sentences focus on clause sentences, non-clause sentences, declarative sentences, interrogative sentences and imperative sentences which are also based on Agata’s daily activities in Agata’s enviroment. Agata, who is the subject of this case study research, acquires Indonesian as her first language naturally by imitating every activity and habit of Agata at home.
Penguasaan Fonologi dalam Pemerolehan Bahasa (Studi Kasus pada Anak Usia 1.5 Tahun): Mastery Of Phonology In Language Acquisition: A Case Study Of Child Aged 1.5 Wijayanti, Lisma Meilia
Absorbent Mind Vol. 1 No. 1 (2021): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v1i1.783

Abstract

Acquisition of language is a very long process, starting from when the child does not know a language until it is fluent. Mastery of a language by a child begins with acquiring the first language which is often called the mother tongue. Phonological acquisition is a part of language acquisition which is often called language development or growth. This study aims to describe and explain the language acquisition of children aged 1 year and 5 months at the phonological level. This study used a descriptive research design combined with a case study approach. The main data source was the research subject (Rhanidya, 1.5 years old), while the additional data source was Mrs. Rhanidya. The data in this study are utterances that come out of Rhanidya's sense of utterance. While the data collection techniques used by researchers are interview, observation, peer and note-taking techniques. From the results of the analysis of phonological acquisition, it was found that 34 words had been mastered by the research subjects. The 34 words are divided into vowels and consonants and vowel phonemes and consonants from Indonesian and Javanese. The results also show that the acquisition of language in children in the phonological aspect is influenced by environmental factors, especially family, this is indicated by the large number of vocabulary they get in the family environment and around them. Children are also able to pronounce some nouns, verbs, and adjectives.
Analisis Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 dan 4 Tahun dalam Tataran Fonologi di Dusun Tanjung Godang Menaming Suandi, Ade Lestari; Fitri, Anisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30376

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pemerolehan bahasa pada anak usia 3 dan 4 tahun dalam tataran fonologi. Bahasa pada anak-anak kadang sukar diterjemaahkan dan sumber data yang ditemukan anak dwibahasa. Pada umumnya anak-anak masih menggunakan pelafalan bahasa yang kacau dan masih mengalami tahap transisi dalam berbicara sehingga sulit dipahami oleh mitratuturnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa yang terdapat dalam analisis pemerolehan bahasa pada anak usia 3 dan 4 tahun dalam tataran fonologi di Dusun Tanjung Godang Menaming. Jenis penelitian ini merupakan jenis metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pemerolehan bahasa diliihat dalam bentuk fonem sebanyak 74 tuturan yaitu: 1) perubahan fonem sebanyak 27 data, 2) penambahan fonem sebanyak 11 data, dan 3) penghilangan fonem sebanyak 36 data. Pemerolehan bahasa yang paling dominan dalah pada penghilangan sebanyak 36 tuturan, penghilangan pada fonem /h/, /r/, /j/, /a/, /m/, /g/, /t/, /e/, /s/, /y/, /k/, /b/, /w/, dan /l/. Tuturan menggunakan fonem /r/ mengalami penghilangan sebanyak 15 kali. Simpulan dari penelitian ini adalah pada pola asuh keluarga dan lingkungan dimana anak jarang diajak berinteraksi sehingga jarang melatih alat ucapnya karena sering bermain smartphone yang terlalu lama. Pemerolehan bahasa yang paling sedikit ditemukan ialah pada penambahan fonem yaitu sebanyak 11 tuturan kesalahan fonem yang sering di temukan pada fonem /h/ terdapat di sela-sela kata yang seharusnya tidak dituturkan.
PEMEROLEHAN KALIMAT DALAM BAHASA MELAYU SAMBAS PADA ANAK USIA 4 TAHUN (STUDI KASUS: MUHAMMAD AL FATIH DAN RIFA NUR AZKYA) Alisa, Nur; Sulissusiawan, Ahadi; Jupitasari, Mellisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i6.86132

Abstract

This research aims to describe the acquisition of sentences in Malay Sambas in 4 years old children (Case Study: Muhammad Al-Fatih and Rifa Nur Azkiya). The method used in this research is descriptive method. The form of research is qualitative. The source of research data is the speech of Muhammad Al Fatih and Rifa Nur Azkya in the form of sentences. The data in this research are the speech of the two subjects. Data collection techniques are, tapping, listening, engaging, recording, and taking notes. Data collection tools are gadgets and note sheets. The results of research on the aspect of sentence acquisition in Malay sambas show that: There were declarative sentences (news) found, imperative (command) sentences, interrogative (question) sentences and exclamative (exclamation) sentence. Meanwhile, Rifa Nur Azkya can be classified as declarative sentences (news). Imperative (command) sentences, interrogative (question) sentences and exclamative (exclamation) sentences. Based on data classification, the sentence structure patterns in Malay sambas obtained by Muhammad Al Fatih are: (S-P), (S-P-O), (S-P-Pel), (S-P-Ket), (S-PO-Ket), (P-S), (P-S-Pel), (PS-Ket), (Ket-S-P), Pel-S-P, and (Pel -P-S). Meanwhile, based on data classification, the Sambas dialect Malay sentence structure patterns obtained by four years old child Rifa Nur Azkya include: (S-P), (S-P-O), (S-P-Pel), (S-P-Ket), (S-P-O-Pel), (SP-O-Ket), (P-S), (Ket-P-S), (Ket-S-P), (Pel-S-P), and (P-S-Ket). Based on the semantic role of Muhammad Al-Fatih's and Rifa Nur Azkya sentence elements, they include as perpetrator, target, experiencer, as luck, as attribute, and as description of the entire sentence obtained based on the chosen theory.
Analisis Gejala Fonologis pada Pemerolehan Bahasa Anak Usia 4 Tahun: Kajian Psikolinguistik decinta
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 2 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i2.3066

Abstract

Penelitian ini secara mendalam menganalisis gejala fonologis yang terjadi pada proses pemerolehan bahasa seorang anak perempuan berusia 4 tahun, Sopia Almahira, dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik yang berorientasi pada metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi penutur dan perekaman ujaran langsung pada anak tersebut dalam interaksi sehari-hari, yang kemudian dianalisis secara cermat untuk mengidentifikasi pola penghilangan dan perubahan fonem dalam ujarannya. Hasil analisis menunjukkan adanya berbagai contoh penghilangan dan perubahan fonem yang signifikan, termasuk penghilangan kata "mobil" menjadi "obil" dan perubahan kata "mandi" berubah menjadi "badi," menunjukkan adanya kesulitan yang dialami anak dalam menguasai produksi fonem-fonem tertentu dalam bahasa Indonesia. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai indikasi dari kesulitan yang umum dialami anak usia 4 tahun dalam menguasai alat-alat artikulasi dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana anak-anak memperoleh bahasa dari sudut pandang psikolinguistik, menghubungkan aspek kognitif, biologis, dan lingkungan dalam perkembangan bahasa. Hasilnya bisa menemukan masalah dalam pertumbuhan bahasa dan menjadi landasan untuk menciptakan intervensi pendidikan yang sesuai. Kajian ini menunjukkan betapa pentingnya memahami perkembangan fonologi pada anak usia dini, menekankan peran lingkungan keluarga dan interaksi sosial dalam pembentukan pola ujaran. Hasil penelitian data sebanyak 47 ujaran yang dianalisis secara detail, memberikan gambaran yang komprehensif pada pemahaman proses pemerolehan fonologi bahasa Indonesia pada anak usia 4 tahun.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 1 TAHUN 10 BULAN MELALUI PENGUKURAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE (MLU) DAN KAJIAN ASPEK FONOLOGI Nasyilah, Amanda; Setiawan, Hendra
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i2.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa pada anak usia 1 tahun 10 bulan. Penelitian ini membahas mengenai pemerolehan bahasa anak melalui perhitungan Mean Length of Utterance (MLU) dan dengan aspek fonologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anak berusia 1 tahun 10 bulan berinisial AH. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak libat cakap dengan tahap perekaman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada subjek yaitu AH menunjukkan bahwa subjek memiliki panjang rata-rata tuturan 1,3 yaitu berada pada tahap I MLU (1-1,5) pada usia 12 s.d. 22 bulan. Dengan demikian MLU subjek dengan usianya sudah sesuai. Pada kasus ini, pemerolehan bahasa berdasarkan tataran fonologis sudah mencangkup semua bunyi vokal [a], [i], [u], [o], [ə], [ɛ]. Sedangkan untuk pemerolehan bunyi konsonan, subjek belum cukup mahir karena masih mengalami hambatan seperti perubahan dan penghilangan bunyi pada ujarannya. Selain itu masih ada beberapa fonem konsonan yang belum dapat diperoleh subjek diantaranya yaitu,  [l], [g], [r], dan [k]. Kesalahan pelafalan pada ujaran anak terjadi karena belum sempurnanya alat ucap mereka. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor usia, kecerdasan anak, dan lingkungan keluarga.
Analisis Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2 Tahun 7 Bulan dalam Aspek Fonologi Alkhaerat, Mutia; Juanda, Juanda
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3570

Abstract

Kajian pemerolehan fonologi adalah bidang penelitian yang utama karena mempengaruhi teori linguistik, yaitu teori bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah menyelidiki ujaran anak usia 2 tahun dan 7 bulan berdasarkan berbagai elemen, termasuk pemerolehan vokal dan konsonan melalui lensa pemerolehan fonologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dijalankan melalui pengamatan dan perekaman langsung terhadap ucapan anak-anak yang berperan sebagai subjek dalam studi ini. Studi ini menggunakan metode simak dan rekam. Subjek penelitian adalah seorang anak berinisial A berusia 2 tahun 7 bulan dan jenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memiliki penguasaan fonologis yang lengkap, terutama dalam pengucapan vokal yang diikuti konsonan. Namun, bunyi vokal dan konsonan yang tidak terdengar jelas masih ada saat berkomunikasi. Empat determinan utama dalam pemerolehan bahasa meliputi faktor-faktor intrinsik, evolusi kognitif anak, konteks sosial, dan aspek herediter. Penelitian ini menawarkan kontribusi berharga bagi guru PAUD dan orang tua tentang tahapan kunci dalam perkembangan fonologi pada anak usia 2 tahun 7 bulan, memungkinkan mereka untuk lebih efektif dalam mendukung dan meningkatkan keterampilan berbicara anak.
Pemerolehan Bahasa Sunda Pada Muhammad Nathan Putra Syahrul Anak Usia 4 Tahun : Kajian Fonologi Irma Pratiwi Pratiwi, Irma Irma
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4015

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyaran pada analisis pemerolehan bahasa sunda pada anak berusia 4 tahun, dengan objek penelitian yang bernama Muhammad Nathan Putra Syahrul  dengan berfokus terkait kajian bunyi suara atau fonologi. Tujuannya untuk melihat seberapa jauh perkembangan dalam aspek fonologi pada anak Nathan dalam memperoleh bahasa sunda. Di usia 4 tahun merupakan fase anak memiliki kosa kata yang tentunya banyak dan bisa berbicara lancar layaknya orang dewasa, walaupun huruf yang disebutkan belum sepenuhnya sesuai. Pembendaharaan kata yang dihasilkan di usia 4 tahun yang di kemukakan oleh lenneberg, sebanyak kurang lebih 1520 kata. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bahasa sunda Karawang dengan data berupa percakapan Nathan saat petang bersama keluarganya. Penelitian ini menggunakan media berupa rekaman video, yang berdurasi 10:49 dengan pembendaharaan kata yang diujarkan oleh anak berusia 4 tahun, berjenis kelamin laki-laki yang bernama Nathan. Dari hasil tersebut rumusan masalah yang akan diteliti yaitu apa saja bunyi vokal yang ia ujarkan pada saat itu? berapa banyak kosa kata sunda yang ia ketahui pada percakapan tersebut? Berapa banyak bunyi konsonan yang ia ujarkan pada saat itu? apakah terdapat diftong dan bunyi glotal? Dan aspek fonologisnya lain. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis kualitatif dengan mendeskripsikan segala aspek fonologis lalu menguraikannya.
Kajian Psikolinguistik : Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 3-4 Tahun Ahmadi, Wahyudin; Syifa Azizah, Ainun; Yenling, Yenling
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i2.750

Abstract

Penelitian ini akan menganalisis pemerolehan bahasa pada anak usia 3 tahun yang meliputi tataran fonologi dan sintaksis. Pemerolehan bahasa pada manusia diawali dari anak-anak ketika belajar berbicara. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak pada tataran sitaksis melalui kajian Mean Length of Utterence (MLU). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang anak yang berinisial HANIN. Data artikel dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian bahwa pada usia 3 tahun ini tampaknya ada huruf konsonan yang dikuasi dan ada juga huruf konsosan yang belum dikuasai HANIN. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa fonologi anak usia 3 tahun yaitu faktor alat ucapnya dan faktor lingkungan atau keluarganya. Tidak dibiasakannya anak dalam melafalkan ujarannya dan orang tua mengikuti melafalkan huruf vokal konsonan yang salah ketika berbicara dengan anak. Masyarakat yang tidak membenarkan ujaran anak tersebut membuat HANIN terbiasa mengujarkan kata dengan huruf vokal atau konsonan yang salah, sehingga merasa bahwa yang diujarkannya adalah benar.
Pemerolehan Bahasa dalam Mengenal Kosakata Warna pada Anak Usia Dini 3-5 Tahun di PAUD An-Najah Rowosari Semarang Putri Naura Nadzifa Hasyim; Asep Purwo Yudi Utomo
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i2.5218

Abstract

Language acquisition is a fundamental aspect of early childhood development, particularly in learning color vocabulary, which plays a crucial role in cognitive, linguistic, and social growth. However, empirical data show that approximately 47.3% of Indonesian children aged 3-5 experience delays in recognizing colors, potentially hindering their overall language and cognitive development. This study aims to analyze the process of language acquisition in learning color vocabulary among children aged 3-5 years using a psycholinguistic approach, as well as to explore teaching methods employed by teachers at PAUD An-Najah Rowosari Tembalang, Semarang. A qualitative descriptive method was used, involving 20 children, teachers, and parents as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results reveal variations in color vocabulary acquisition: 30% of children showed significant progress, 50% demonstrated good development, and 20% required intensive assistance. Influencing factors include home stimulation, teaching methods, and psychological aspects of the children. This research enriches psycholinguistic studies, supports the development of effective teaching methods, and provides guidance for parents and educators in fostering early childhood language development, especially in color recognition.

Page 18 of 19 | Total Record : 190