Filter By Year

1945 2024


Found 16 documents
Search Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kurikulum Merdeka

Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kurikulum Merdeka Utami, Nita; Nuraini, Ika Aprianti; Selomita, Selomita; Baulaun , Trivonia Metrisiana; Setyawan, Dhimas Nur; Septiani, Devi; Astuti, Nuryani Dwi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2843

Abstract

Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan pendekatan yang holistik dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip pengukuran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran IPA melalui tiga jenis assessment: diagnostik, formatif, dan sumatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis 30 artikel nasional dan internasional serta buku ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis menggunakan Google Scholar dan perangkat Publish or Perish, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan content analysis. Hasil studi menunjukkan bahwa masing-masing jenis asesmen memiliki peran yang saling melengkapi: asesmen diagnostik mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik, asesmen formatif memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, dan asesmen sumatif mengevaluasi pencapaian akhir secara menyeluruh. Ketiga bentuk asesmen ini efektif jika diintegrasikan berdasarkan prinsip validitas, reliabilitas, objektivitas, dan keberpihakan terhadap murid. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap asesmen untuk menciptakan pembelajaran IPA yang adaptif, bermakna, dan berbasis kompetensi.
Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum Merdeka: Kajian Literatur Nadiya, Afra Azizatun; Hidayati, Atika Nur
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 4 (2025): December 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka memposisikan evaluasi pembelajaran sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, evaluasi tidak hanya berfungsi untuk memperhitungkan hasil belajar, tetapi juga untuk memantau proses, memperbaiki pembelajaran, serta memperkuat literasi dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan dalam rangka mengkaji konsep, permasalahan, dan solusi evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka melalui kajian literatur. Metode penelitian yang dipergunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka library research terhadap 15 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan seleksi artikel berdasarkan kesesuaian judul dan fokus kajian, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan analisis isi (content analysis). Hasil kajian mengindikasikan bahwasanya evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka menekankan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang berorientasi pada proses dan hasil belajar. Namun, pelaksanaan evaluasi di lapangan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru pada asesmen autentik dan dominasi penilaian kognitif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan evaluasi autentik, asesmen formatif berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi guru agar evaluasi pembelajaran selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
STRATEGI INOVATIF DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP FASTABIQUL KHOIROT DI SMP NEGERI 38 MEDAN Dinda Amalia; Arlina Sirait
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41968

Abstract

The evaluation of Islamic Religious Education learning within the Merdeka Curriculum remains predominantly oriented toward cognitive achievement, resulting in the insufficient internalization of fastabiqul khairat values in students’ behavior. This study aims to examine innovative evaluation strategies in Islamic Religious Education learning based on the Merdeka Curriculum to foster fastabiqul khairat attitudes among students at SMP Negeri 38 Medan. The study employs a qualitative approach with a phenomenological research design to understand teachers’ experiences and practices in designing and implementing learning evaluation. Research data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with data sources comprising Islamic Religious Education teachers, school leaders, and students of SMP Negeri 38 Medan. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings indicate that innovative evaluation strategies based on authentic assessment are able to encourage the internalization of fastabiqul khairat values through the continuous development of students’ spiritual, social, and moral attitudes, in line with the objectives of Islamic Religious Education and the principles of the Merdeka Curriculum.
Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Berbasis Kurikulum Merdeka di Universitas Fera Ratna Dewi Siagian; Ratno Susanto; Al Ihzan Tajuddin
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.5753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani berbasis Kurikulum Merdeka di lingkungan universitas guna menilai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam perkuliahan Pendidikan Jasmani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh terhadap implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks dan input berada pada kategori baik, ditandai dengan kesesuaian capaian pembelajaran, kesiapan perangkat ajar, serta dukungan sarana prasarana. Aspek proses berada pada kategori cukup hingga baik, dengan kendala pada variasi metode pembelajaran dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, aspek produk menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan partisipasi, keterampilan motorik, dan pemahaman konsep kebugaran mahasiswa. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani berbasis Kurikulum Merdeka di universitas telah berjalan efektif namun masih memerlukan optimalisasi strategi pembelajaran inovatif dan evaluasi autentik. Rekomendasi diberikan kepada dosen dan institusi untuk meningkatkan pelatihan pedagogis, integrasi teknologi, serta penguatan asesmen berbasis kompetensi agar implementasi kurikulum semakin optimal.
FENOMENOLOGI PENGALAMAN GURU EKONOMI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45475

Abstract

Penelitian fenomenologi transendental ini bertujuan memahami secara mendalam pengalaman subjektif guru ekonomi dalam menghadapi tantangan evaluasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada Kurikulum Merdeka di Kota Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap lima guru ekonomi yang dipilih secara purposif. Analisis menggunakan metode Stevick-Colaizzi-Keen (Moustakas, 1994) mengungkap lima kluster makna esensial: (1) kebingungan instrumental yang berdimensi eksistensial dalam merancang rubrik; (2) dilema moral dalam mewujudkan keadilan penilaian individu pada kerja kelompok; (3) tekanan struktural akibat alokasi waktu yang mengancam integritas evaluasi; (4) disonansi standar dan bias persepsi tersadari dalam menilai keberagaman produk proyek; serta (5) transformasi identitas profesional dari penilai produk menjadi fasilitator yang menghargai proses berpikir siswa. Sintesis esensi mengungkapkan pengalaman guru sebagai perjalanan transformatif dari ketidakpastian eksistensial menuju penemuan makna kejujuran profesional dan adaptivitas, diperkuat oleh solidaritas komunal dalam komunitas belajar. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pendampingan profesional yang menyentuh dimensi psikologis guru, reformasi kalender akademik, dan penguatan komunitas praktik sebagai sumber resiliensi.
Pengembangan Model Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Kurikulum Merdeka di Madrasah Nurman, Muhammad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v9i2.34919

Abstract

This study aims to produce a product model for evaluating civic education learning based on the independent curriculum. The research method uses the Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research was conducted at Madrasah Aliyah involving civic education teachers and students. Data collection methods used observation, interviews, and questionnaires. The collected data were analyzed using quantitative and qualitative analysis techniques, namely descriptive analysis, inferential analysis, and covariance analysis. Qualitative analysis, namely data from interviews and observations were analyzed qualitatively using thematic analysis techniques. Triangulation was used to determine the credibility of the research results, namely triangulation of data sources (teachers, students, experts) and triangulation of methods. The research data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the study indicate that the main problems in evaluating civic education learning in the implementation of the independent curriculum include the dominance of cognitive assessments, the lack of authentic assessments, and suboptimal measurement of the Pancasila student profile dimensions. The developed civic education learning evaluation model has the following characteristics: (a) comprehensively measuring the dimensions of civic knowledge, skills, and character; (b) using diverse and authentic assessment techniques, especially projects and portfolios; (c) integrating formative and summative assessments; and (d) oriented towards the development of Pancasila student profiles. The project- and portfolio-based civic education learning evaluation model with the integration of continuous formative assessment can improve students' critical thinking skills by 45% and civic skills by 30% compared to conventional evaluation models. The developed evaluation model received high validation (a score of 4.74 out of 5) from curriculum and civic education learning experts, as well as a good level of practicality (a score of 4.30 out of 5) based on teacher assessments.

Page 2 of 2 | Total Record : 16