Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENERJEMAHAN PRAGMATIK TEKSTUAL DALAM PENGAJARAN BIPA Nana Raihana Askurny
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 14, No 1 (2016): Vol. 14, No. 1, Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v14i1.1171

Abstract

Study of teaching learning of BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) or Indonesian Language for Non Native Speakers becomes a specific and identical field in education. Balai Bahasa Medan operates BIPA class since 2009 until today; this practically shows that translation method is undeniable. The researcher and also as BIPA teacher found that process of translating applied consciousness whether by the students and also by the teacher. Translation happened from the source language (Indonesia) to English as education language practiced by the teacher, and form his mother language to Indonesian language, practiced by the student. The data of this research is words, phrases, and clauses, they are observed, collected, and analyzed. Finally, its concluded that pragmatic translation was applied by teacher and students, and specifically occurred by words, phrases, and clauses which are different colucution, routine personal pronoun, and pragmatic translation in the matter of diction.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Modul Interaktif Bagi Pemelejar BIPA Tingkat A1 Dyah Ayu Utami; Laili Etika Rahmawati
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KREDO VOLUME 3 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.982 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v3i2.4747

Abstract

Program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tengah menjadi kajian yang menarik untuk ditekuni. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya lembaga atau universitas yang menyelenggarakan BIPA. Dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan BIPA yang berkualitas, diperlukan ketersedian bahan ajar yang melimpah. Riset ini memanfaatkan metode R D atau penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dirancang dengan tahap penggalian potensi dan masalah, mengumpulkan data terkait, membuat rancangan bahan ajar,  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain modul pembelajaran untuk pemelajar BIPA level A1 (pemula). Berdasarkan riset yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa: (1) pengembangan bahan ajar berbasis modul dibutuhkan oleh pembelajar mengingat buku ajar yang digunakan hanya satu, perlu tambahan lain untuk memperkaya sumber belajar dan ketidaksesuaian konten dalam buku ajar dengan karakteristik (2) pengembangan produk berupa modul interaktif bagi pemelajar BIPA bertajuk ‘’Gemar Berbahasa Indonesia A1’’ telah dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dari persepsi pembelajar dan karakteristik pemelajar dewasa. Implikasi dari riset ini adalah modul yang dikembangan dapat dijadikan salah satu referensi bahan ajar pengajaran BIPA.
INTERFERENSI FONOLOGI PADA PEMBELAJAR BIPA ASAL EROPA DI BALI Ida Ayu Putri Adityarini; I Wayan Pastika; I Nyoman Sedeng
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.157 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.409.167-186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali dengan analisis interferensi didasarkan pada bahasa Inggris. Data yang digunakan, yaitu data lisan dan data tulisan yang diperoleh dari tuturan dan tulisan pemelajar ketika belajar bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini berpedoman pada teori interferensi menurut Weinreich (1953). Data lisan dikumpulkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik perekaman, dan pencatatan. Data tulisan dikumpulkan dengan metode tes. Data tersebut kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa interferensi fonologi yang terjadi pada pemelajar BIPA asal Eropa di Bali, yaitu berupa interferensi bunyi vokal (terjadi pada vokal [a], [u], dan [ə]), interferensi bunyi konsonan (terjadi pada konsonan [r], [ŋ], dan [t]), interferensi berupa penambahan bunyi (terjadi pada bunyi [ŋ] dan [ɲ]), dan interferensi berupa penghilangan bunyi (terjadi pada konsonan [r], deret vokal [e] dan [a], serta konsonan [h]). Interferensi ini terjadi karena adanya perbedaan bunyi vokal dan bunyi konsonan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu, interferensi ini juga disebabkan oleh adanya perbedaan pelafalan sebuah bunyi vokal atau bunyi konsonan yang sama pada kedua bahasa tersebut. Kata kunci: Pemelajar BIPA, interferensi, fonologiThis study aimed to determine phonological interference that occurs on BIPA learners from Europe in Bali. Oraland written data are used in this research that were obtained from learners' speeches and writings when learning Indonesian in the class. This research was guided by interference theory according to Weinreich (1953). Oral data were collected using proficient inversion techniques (SLC), skillful in-flight listening techniques (SBLC), recording techniques, and note taking. Writing data were collected by the test method. The data analyzed and presented in formal and informal forms. The results of data analysis showed that phonological interference that occurred in BIPA learners from Europe in Bali, namely in the form of vocal noise interference (occurred in vowels [a], [u], and [ə]), consonant sound interference (occurred in consonants [h] , [r], [g], [ŋ], [t], [g], and [ɲ]), interference in the form of sound addition (occurred in the sounds [ŋ] and [ɲ]), and interference in the form of sound removal ( occurred in consonants [r], vowel series [e] and [a], and consonants [h]). This interference occurred because of differences in vowel and consonant sounds in Indonesian and English. In addition, this interference was also caused by the different pronunciation of a vowel sound or consonant sound in both languages. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DADU BERGAMBAR UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA BIPA TINGKAT MENENGAH Ivena Violensia
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.013 KB)

Abstract

This research aim to produce a learning media product for BIPAstudents of intermediate skill level which is used for speakinglearning. This product has three main aspect (1) graphics, (2)language, and (3) appearance. This research use Borg and Gallresearch and development model with modification which haveeight stages. The result of data that obtained from initial trial canproved that Dadu Bergambar as a learning media is valid andfeasible to be used in BIPA intermediate speaking skills learningactivities.Keyword: media pembelajaran, keterampilan berbicara, BIPA
STUDI GEOGRAFI IMAGINATIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIPA Lindayani, Lilik Rita
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1: Mei 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.37 KB) | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i1.38557

Abstract

Abstrak Hubungan ideologis pada proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) tidak dapat dielakkan, karena program BIPA adalah  sebuah program yang berelasi dengan banyak pembauran budaya di dalamnya. Bentuk bahasa (kata, kalimat, dan variasi bahasa) adalah bagian dari faktor keberhasilan pengetahuan bagi pembelajarnya sebagai penerima konvensi. Bahasa tanpa karakteristik budaya sama artinya dengan mempelajari bentuk gramatikal semata tanpa memperhatikan makna.  Sementara, inti dari berbahasa ialah apabila komunikasi yang terjalin dipahami karena adanya makna dari bahasa itu sendiri. Artikel ini menjelaskan kemungkinan pola belajar dari titik geografi imajinatif untuk menyoroti dan membangun identitas bahasa Indonesia yang dipelajari melalui pendekatan Orientalisme Edward Said. Persepsi persoalan bahasa yang dipelajari dan konstuksi identitas penutur yang mempelajarinya menjadi sebuah fenomena, hingga peran geografi imajinatif menjadi penting.  Ide dasar dalam artikel ini adalah mendesposisikan pengalaman belajar dan mengajar menjadi strategi yang terpolakan sebagai langkah awal dalam memahami karakteristik pembelajaran BIPA melalui dasar-dasar pengenalan dan pengetahuan geografi imajinatif dalam prosesnya. Dalam hal ini, ide belajar bahasa biasanya mempertimbangkan kekuatan kelas serta tingkat kebutuhan terhadap bahasa yang dipelajari. Studi tentang otoritas kelinguistikan dibahas dengan menggunakan metode referensial, di dalamnya pembelajar bahasa asing menghadapi genre teks budaya secara umum. Dua instrumen metodologis digunakan untuk menelaah lebih jauh, yaitu memperhatikan karakateristik pembelajar  BIPA dengan menggunakan perangkat formasi strategis dan posisi strategis.   Kata Kunci: Geografi imajinatif, Pembelajaran BIPA, Metode Formasi Strategis, Metode Posisi Strategis   Abstract The ideological relationship in the Indonesian language learning process for foreign learning (BIPA) is inevitable, because the BIPA program is a program related to much cultural assimilation there. The form of language (sentences, sentences, and variations of language) is part of the success factors of knowledge for students as convention recipients. Language without cultural characteristics is synonymous with grammatical form features only without regard to meaning. Meanwhile, the core of the conversation about communication is intertwined because of the meaning of the language itself. This article explains about learning patterns from the point of imaginative geography to discuss and build Indonesian language identity which is learned through the discussion of Edward Said's Orientalism. The perspective of the language learned and the construction of the identity of the speakers who study it become a phenomenon, so the role of imaginative geography becomes important. The basic idea in this article exposes the experience of learning and teaching into a strategy that is thought of as a first step in understanding the characteristics of BIPA through the basics of knowledge and knowledge imaginative geography in the process. In this case, the idea of ??learning a language usually considers class and the level of need for the language being studied. The study of linguistics authority is discussed using referential methods, in which language expenditures translate cultural texts in general. Two methodological instruments are used to explore further, namely paying attention to the characteristics of BIPA spending using strategic formation and strategic positions tools. Keywords: Imaginative Geography, BIPA Learning, Strategic Formation Methods, Strategic Position Methods
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERCAYA DIRI DAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI KELAS BIPA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG MELALUI PROYEK PEMBUATAN VIDEO Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2020): May 2020
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.521 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v2i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan kemampuan berbicara di kelas BIPA Universitas PGRI Semarang melalui proyek pembuatan video. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dalam lima tahap. Mereka mengumpulkan data, mengkode data, membandingkan data, membangun interpretasi, dan melaporkan hasilnya. Selain itu, untuk mengatasi masalah siswa, beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara mereka dengan menerapkan beberapa perawatan dalam proses belajar mengajar, melakukan permainan peran, dan melakukan simulasi di kelas. Setelah itu, siswa mempraktikkan kemampuan berbicara mereka dalam situasi nyata; siklus pertama adalah membuat video proyek di sekitar Kota Semarang sedangkan siklus kedua adalah di Kota Magelang. Data penelitian ini disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proyek pembuatan video mampu 1) meningkatkan kepercayaan diri dan pelafalan siswa secara signifikan, 2) meningkatkan keterampilan bahasa Indonesia mereka, terutama kelancaran, kosa kata, dan akurasi dalam tata bahasa, dan 3) peningkatan motivasi dan antusiasme siswa yang mendorong mereka untuk belajar bahasa Indonesia dengan lebih baik di kelas BIPA.
Evaluasi Laporan Pelaksanaan Tugas Tenaga Pengajar BIPA Wilayah ASPASAF Masa Tugas 2015-2018 Hernina Hernina
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v2i1.2117

Abstract

BIPA program is a program designed for foreigners to study the Indonesian language as well as the Indonesian culture. This study attempts to analyze the quality of the final report of BIPA teachers from 2015- 2018 in ASPASAF (Australia, Egypt, India, Japan, and Tunis). The author uses a descriptive qualitative research method to evaluate the 20 final reports of BIPA teachers based on the checklists. The instruments were adapted from the theories and the guidelines of BIPA reports made by PPSDK. The results of the study indicate that the quality of the teachers’ reports is already good, however, the reporting guidelines for the implementation of the BIPA teaching workforce need to be refined by adding the intercultural understanding concepts included in the report introduction section. Besides, to provide a good service, PPSDK should give an intercultural understanding for the teachers in special training. It is expected that this study will be significant to the field of intercultural communication and education in Indonesia. Keywords: BIPA, evaluation report, ASPASAF
Pendekatan Imersi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) (Penerapan Program Imersi Di Australia) Derri Ris Riana
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v2i1.2318

Abstract

Various learning strategies have been carried out in BIPA teaching. One approach that is quite interesting in BIPA teaching, especially in Australia is immersion approach. Immersion approach is an approach taken to improve language skills by immersing participants in the target language, Indonesian. Therefore, the problems are how the characteristics of BIPA learners and participants of the immersion program and how the program design and implementation of the immersion program, especially in Victoria, Australia. This study aims to describe the characteristics of BIPA learners and teachers in the immersion program and describe the program design and implementation of immersion program, particularly in Australia. The results are BIPA learners and teachers in the immersion program are multicultural because the participants come from different ethnic communities with diverse cultural backgrounds. The immersion program is designed with interesting activities in the form of games, discussions, cultural materials that are able to improve Indonesian language skills and deepen the Indonesian culture of immersion program participants.
KESALAHAN BERBAHASA DALAM KETERAMPILAN MENULIS PEMELAJAR BIPA DI UNIVERSITAS MAEJO, CHIANG MAI, THAILAND Hertiki Hertiki
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.133

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan kesalahan berbahasa Indonesia pada hasil tulisan pemelajar BIPA di Universitas Maejo, Chiang Mai – Thailand. Masalah pada penelitian ini adalah kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam menulis kalimat pada satu paragraf. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitan ini. Penelitian ini mengarah pada kesalahan berbahasa Indonesia, seperti ejaan, penggunaan kalimat yang tidak sesuai dan juga kata serapan asing. Video dan foto juga digunakan dalam penelitian ini. Sebagai informasi tambahan, ada 7 pemelajar BIPA di Maejo University yang mengambil kelas BIPA saat ini: mahasiswa jurusan Pertanian, mahasiswa jurusan Pariwisata dan mahasiswa jurusan Arsitektur. Kuesioner juga diberikan kepada para pemelajar BIPA untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yang telah dilaksanakan di Universitas Maejo dalam kurun waktu 1 November 2019 – 30 Desember 2019.
Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Model Pembelajaran Tutorial Zulfahmi HB
Tarbiyah al-Awlad Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.521 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v7i2.429

Abstract

Bahasa  Indonesia  sebagai  bahasa  nasional  pada  awalnya  tertuang  dalam  SumpahPemuda, 28 Oktober 1928, dan ditetapkan sebagai bahasa negara dalam Pasal 36 UUD 1945, bahasa Indonesia hingga saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan itu telah mengantarkan bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa dan sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama,  dan  bahasa  daerahnya.  Di  samping  itu,  bahasa  Indonesia  juga  telah  mampu mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dan seni.Akhir-akhir ini berbagai permasalahan tentang program BIPA, perihal instruksional (pembelajaran) merupakan isu yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan tersendiri. Pentingnya  isu  pembelajaran  ini  tidak  hanya  karena  cukup  dominannya  dibahas  pada berbagai forum pertemuan BIPA, melainkan persoalan pembelajaran memang memiliki peran cukup esensial dan strategis dalam program BIPA. Peranan pembelajaran terutama terkait dengan upaya penciptaan dan pengkondisian belajar BIPA. Dalam program BIPA, pengkondisian belajar berhubungan secara langsung dengan proses belajar mengajar yang dapat diamati mekanisme serta hasilnya (Long, 1987; Rodgers, 1990; Baradja, 1991). Bahkan, secara empiris dinyatakan, bahwa problematik yang sering muncul dalam penyelenggaraan program BIPA banyak bersumber pada persoalan pembelajaran (Kartomihardjo, 1996).

Page 23 of 118 | Total Record : 1176