Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN MAMMOGRAFI PADA KASUS TUMOR DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PORVINSI ACEH 2020 Kartika Sari; Nadia Surahmi; Supriyanti
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 2 No. 1 (2023): Februari Jurnal Perisai
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.159 KB) | DOI: 10.32672/perisai.v2i1.141

Abstract

Penelitian karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahuipenatalaksanaan pemeriksaan mammografi pada kasus tumor denganmenggunakan pesawat mammomat, penelitian ini dilakukan diinstalasi Radiologi RSIA Provinsi Aceh mulai dari terhitung tanggalmulai 07 Februari s.d 16 Juni 2020. Penelitian dilakukan denganpendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif, yaitu tehnikpengumpulan data yang terdiri dari Observasi (pengamatan),Wawancara, Dokumentasi. Tehnik analisa data penelitian ini bersifatkualitatif, data yang diperoleh dari lapangan dilakukan analisismelalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Hasil penelitian didapatkan bahwa pemeriksaan mammografi padakasus tumor dengan menggunakan pesawat mammomat,pemeriksaan mammografi adalah pemeriksaan yang dilakukan untukmendeteksi kanker dan tumor yang ada di payudara. Teknikpemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibu dan AnakProvinsi Aceh dilakukan dengan menggunakan 4 proyeksi denganyaitu Proyeksi Rcc, Poyeksi Lcc, Proyeksi Rmlo, Proyeksi Lmlo. Darihasil penelitian ini teknik pemeriksaan mammografi pada kasus tumordengan menggunakan proyeksi Rcc dan Rmlo terlihat gambarantumor Mammae Dexra dengan ukuran I cm pada quadran lateral atasMammae Dextra dan dengan proyeksi Lcc dan Lmlo terlihat gambaranMammae Sinistra normal.
Implementasi Pemeriksaan Lumbosacral pada Kasus Scoliosis di Instalasi Radiologi BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh Pocut Zairiana Finzia; Dewi Febriyanti; Shoriyah Sartika
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i1.1190

Abstract

The aim of this study was to find out how the implementation of the lumbosacral examination in cases of Scoliosis and how to describe the quality of radiographic images on lumbosacral examination using Anterior Posterior (AP) Projection, Lateral Projection, and Anterior Posterior Projection bending left and right in terms of detail and sharpness. This study was conducted with three exposures to one patient who was diagnosed with lumbosacral scoliosis using the same distance but with different projections. The results of this study are in the form of lumbosacral radiographs and distribution frequency tables of ten radiographer respondents. The results showed that the lumbosacral examination in cases of scoliosis at the Radiology Installation BLUD, Cut Nyak Dhien Hospital, Meulaboh, West Aceh can use three different projections, namely anterior posterior projection, lateral projection and anterior posterior bending left right projection. The quality of the lumbosacral radiograph images produced in cases of scoliosis is clear and good in detail and has a sharpness level from the distance, patient movement, and the use of the viewing box.
ANALISA PENGULANGAN (REPEAT) CITRA RADIOGRAFI DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT AWAL BROS PANAM PEKANBARU T.Mohd Yoshandi; Ahmad Sayuti; Marido Bisra
Journal of Hospital Administration and Management Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Administrasi Rumah Sakit dan Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.356 KB) | DOI: 10.54973/jham.v1i2.55

Abstract

Repeat analysis is a systematic process to categorize repeated images and determine the causes of repeat, so that repeat can be minimized or eliminated. Radiology Facility at Awal Bros Panam Pekanbaru Hospital has a repeat percentage of digital images in March to May 2020 of 7.50%, which exceeds the rejection rate limit in the Decree of the Minister of Health Number 129 / Menkes / SK / II / 2008. The purpose of this study was to determine the percentage of repeated digital image along with the repeat factors and the efforts made to decrease the repeat rate. The population in this study were all digital images on Computed Radiography that occurred in March to May 2020. The research sample was the number of digital images which were repeated during March to May 2020. Data obtained from the observation within a span of three months. Data analysis was carried out using a formula to be compared with the tolerance limit set by the Ministry of Health. Quantitative research with a descriptive approach and data collection methods carried out by means of survey. Quantitative research is research that connects or compares one variable to another The resulting data is numerical or numeric has a hypothesis as the initial assumption of research. Data collection is through tests and non-tests, data analysis with statistics measurment, and research results or conclusions can represent population. The results showed the percentage of repeat digital images at the Radiology Facility at Awal Bros Panam Pekanbaru Hospital in March to May 2020 was 7.50%. The repeat factors were patient position (66.5%), patient movement (19.9%), artifact (10.2%), and mechanical exposure factor (4.2%). Solution to decrease the repeat rate were to improve the communication between doctors and patients, to improve the radiographer’s ability, and maintanance and repairment of equipment periodically. The percentage of repeat radiography images at the Radiology Facility of Awal Bros Panam Pekanbaru Hospital in period of March to May 2020 is 7.50% and the factors that cause the repeats were patient position (66.5%), patient movement (19.9%), artefact (10.2%), and mechanical (4.2%).
Peran Radiologi untuk Mendiagnosis Lipoblastomatosis Biddulth
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 12 (2018): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i12.690

Abstract

Lipoblastomatosis merupakan kasus jarang, berupa tumor jinak jaringan lunak mengandung komponen embrionik lemak putih, terdiri atas selsel adiposit dan lipoblas (adiposa immatur) yang menginvasi jaringan sekitarnya. Predileksi tersering pada anak-anak, di subkutis atau jaringan lunak lebih dalam di regio ekstremitas atas atau bawah. Pemeriksaan radiologi konvensional berfungsi membedakan massa jaringan lunak dari keterlibatan tulang atau tumor primer tulang. Modalitas radiologi lain adalah CT scan ataupun MRI, yang membantu mengevaluasi massa, juga menilai ekstensi massa ke jaringan sekitarnya. Pemeriksaan histopatologi diperlukan sebagai standar baku emas untuk diagnosis. Lipoblastomatosis is a benign rare soft tissue mass containing embryonic white fat of adipocytes and lipoblasts that invade adjacent structures. It mostly occurs in children with predilection in subcutanous or deeper structure of upper or lower extrimities. Conventional radiographs serves to distinguish soft tissue mass with bone involvement or bone primary tumors. Other radiological modalities, such as CT scan or MRI, assess mass extension into the surrounding tissue. Histopathological examination is required as diagnosis gold standard
Pencegahan Efek Radiasi pada Pencitraan Radiologi Reginald Maleachi; Ricardo Tjakraatmadja
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.773

Abstract

Efek radiasi dalam bidang radiologi tidak dapat dihindari. Ahli radiologi perlu berhati-hati terhadap bahaya dan efek radiasi, mengetahui batasan dosis radiasi yang aman, cara meminimalkan paparan radiasi, dosis terkecil untuk visualisasi pencitraan yang baik. Keselamatan pasien dan petugas medis perlu mendapat perhatian khusus. Proteksi radiasi penting untuk pasien, staf, serta ahli radiologi sendiri dengan cara menaati indikasi pemeriksaan yang tepat, jumlah pemeriksaan seminimal mungkin, dan sedapat mungkin memilih modalitas pencitraan yang tidak memerlukan radiasi.   The effects of radiation in radiology can not be avoided. Radiologists need to be cautious of the radiation effects, know the limit of radiation dose, and minimize radiation exposure, to get the best visualization image with minimal dose. Safety of patients and medical staffs need special attention. Radiation protection is important for patients, staffs, and radiologists through proper indications, minimizing examinations, and to prioritize non-radiation imaging modalities.
Analisis Kontur Isodosis Radiasi pada Pesawat Sinar-X di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Muhammad Ivana Harika Putra; Rico Adrial; Amel Oktavia S
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.083 KB) | DOI: 10.25077/jfu.12.2.328-333.2023

Abstract

Telah dilakukan analisis kontur isodosis radiasi dari pesawat sinar-X di instalasi radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas menggunakan  software surfer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sebaran laju dosis radiasi pada jarak dan ketinggian yang berbeda agar pekerja radiasi dapat mengetahui titik aman bagi pekerja. Pengukuran radiasi dilakukan menggunakan surveymeter fluke pada 9 titik pengukuran dengan 3 variasi ketinggian yang berbeda. Pengambilan data dimulai dengan mengukur radiasi latar kemudian laju dosis radiasi sesaat dan 20 s setelah pesawat sinar-X dipaparkan. Pengolahan data dimulai dengan menghitung laju dosis radiasi sebenarnya yang selanjutnya dibuat dalam kontur isodosis radiasi menggunakan software surfer dengan cara menginterpolasi data yang tidak beraturan menjadi bentuk grid data teratur yang dipisahkan garis-garis dengan rentang nilai yang sama. Hasil perhitungan menunjukan laju dosis radiasi tertinggi saat pesawat sinar-X dipaparkan 0,9 mSv/jam dan turun menjadi 0,002 mSv/jam setelah 20 s dipaparkan. Perubahan nilai paparan yang terlihat pada kontur menunjukkan terjadinya perubahan kontur dimana sebaran laju dosis radiasi tertinggi berada pada ketinggian 1,5 m saat pesawat sinar-X dipaparkan dan pada ketinggian 1,0 m setelah pesawat sinar-X dipaparkan selama 20 s.
PEMBUATAN PHANTOM RADIOLOGI MENGGUNAKAN CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGGANTI BAHAN TULANG Ayu Wita Sari; Alpha Olivia Hidayati; Dwi Mahdo Hapiza; Achmad Ridwan
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i2.22303

Abstract

Phantom telah diterapkan secara luas dalam pencitraan medis terutama dalam bidang radiologi untuk penilaian kualitas gambar secara kuantitatif dan kualitatif. Harga phantom yang di pasaran masih sangat mahal dan sulit diperoleh, karena masih jarang yang membuatnya. Sementara pada pendidikan radiologi sangat memerlukan phantom untuk model pembelajaran praktikum menggunakan sinar-X sehingga dapat mengurangi terjadinya paparan radiasi yang berlebih pada mahasiswa dan praktisi. Berdasarkan studi literatur bahwa cangkang kerang memiliki kandungan kalsium karbonat yang merupakan kandungan utama pada tulang. Bekatul merupakan lapisan sebelah dalam dari butiran padi termasuk sebagian kecil endosperm berpati dan kaya akan kandungan mineral yang dibutuhkan oleh tulang, sehingga dua komponen bahan tersebut akan digunakan dalam pembuatan bahan tulang pada phantom radiologi. Komposisi bahan phantom yang dibuat harus dilakukan eksperimen untuk mendapatkan densitas optik yang optimal. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi penggunaan cangkang kerang dan bekatul pada bahan pembuatan tulang phantom dan mengetahui nilai densitas optik yang mendekati tulang asli. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan perbandingan komposisi bahan dan pengukuran densitas optik radiograf bahan menggunakan aplikasi imageJ. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini berdasarkan pengukuran nilai densitas optik sampel yang mendekati tulang asli adalah 1 pada sampel varian 3 dengan perbandingan 2:1 komposisi cangkang kerang dan bekatul.
PENYULUHAN PENANGANAN KASUS PATAH TULANG EKSTREMITAS UNTUK MASYARAKAT DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KAB. SUMEDANG Leny Anggraeni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFracture in medical terms is a loss of continuity of bone tissue which is characterized by pain, swelling, deformity and impaired function at the fracture area, usually caused by trauma to the bone, depending on the type, intensity and direction of the trauma.The most common cause of most fractures is not affected, both work accidents, traffic accidents and so on. The lack of knowledge in handling fracture cases in the community, usually the community will bandage the patient with non-sterile cloth and immediately move the patient to the side of the road without knowing the consequences of complications if done properly will cause fracture complications.The purpose of this PKM is to provide education to patients and the public about the importance of proper handling of fracture cases.Method used is interactive lectures.Results of this PKM are expected to increase public awareness of the importance of proper handling of fracture cases. Keywords :Education, Treatment, Fractures
Gambaran Radiologi untuk Deteksi Prenatal Osteogenesis Imperfecta Inez Kartika; Dewa Gde Mahiswara Suadiatmika
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 6 (2018): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i6.771

Abstract

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan heterogen genetik tulang dan jaringan ikat yang disebabkan mutasi dominan gen kolagen tipe I, COL1A1, dan COL1A2. Pemeriksaan radiologi masih menjadi alat skrining pertama untuk menentukan evaluasi genetik prenatal dini.   Osteogenesis imperfecta (OI) is a genetic heterogenous disorder of bone and connective tissue caused by dominant mutation in collagen type I genes, COL1A1, and COL1A2. Radiological examination remains to be the first screening tool for early prenatal genetic evaluation.
Pemeriksaan Radiologi untuk Deteksi Kanker Ovarium Ni Made Putri Suastari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 4 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i4.804

Abstract

Kanker ovarium merupakan kanker ginekologi terbanyak kedua di dunia. Terdapat beberapa faktor risiko kanker ovarium, namun penyebab pastinya belum diketahui. Kombinasi berbagai modalitas pemeriksaan radiologi seperti USG, CT scan, PET scan, dan MRI dapat digunakan untuk deteksi dini yang akan meningkatkan harapan hidup penderita.   Ovarian cancer is the second most frequent gynecology cancer in the world. Several risk factors are associated with ovarian cancer, but the exact cause is still unknown. Combination of various medical imaging modalities such as USG, CT scan, PET scan, and MRI can be utilized for early detection that can improve survival.

Page 34 of 85 | Total Record : 841