Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

UJI KESESUAIAN CT NUMBER IN WATER PADA PESAWAT CT SCAN MERK PHILIP DI INSTALASI RADIOLOGI RSU. BMC PADANG : THE COMPATIBILITY TEST OF CT NUMBER IN WATER ON CT SCAN AIRCRAFT BRAND PHILIP IN RADIOLOGY INSTALLATION OF BMC PADANG GENERAL HOSPITAL Nansih, Livia Ade; Artitin, Cicilia
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jtkes.v6i1.105

Abstract

CT number is the value of the X-ray attenuation coefficient determined by the average energy of X-rays and the absorber atomic number is expressed by the attenuation coefficient. The role of the CT number on a CT scan machine to assess and differentiate abnormalities in human organs. Compliance tests are carried out to ensure that the CT-Scan aircraft meets radiation safety requirements and provides precise and accurate diagnostic information. This research is a quantitative research with an experimental approach, carried out at the Radiology Installation of RSU Bunda Padang in June 2022 for 5 days. The population of all CT number tests, samples at five measurement points with ROI in the center of the image, at 12 o'clock, 3 o'clock, 6 o'clock and 9 o'clock directions. Research data was taken by observing, experimenting and documenting. Data analysis was compared with PERKA BAPETEN Number 9 of 2011 concerning quality assurance of QA and QC of CT Scan aircraft. The results showed that the CT number value in the middle of the image on the first day was 4.83 HU, the second was 4.83 HU, the third was 4.14 HU, the fourth was 5.15 HU and the fifth was 5.16 HU while the average standard deviation on the first day was 3, 48 HU, the second day 3.42 HU, the third day 3.41 HU, the fourth day 3.43 HU and the fifth day 3.50 HU, the ROI uniformity results at the image and noise center show that it has exceeded the tolerance limits set by PERKA BAPETEN No. 9 of 2011.
Tinjauan Pelaksanaan Informed Concent Pemeriksaan Kontras Colon in Loop di Instalasi Radiologi RSUD Kota Yogyakarta Zhazha Sulistya Nengrum; Eniyati Eniyati; Zakharias KP; Ika Fitria A
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 1 No. 03 (2022): JURINSE, Desember 2022
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.896 KB)

Abstract

Background: Medical records play a major role in improving the quality of medical services in hospitals. In the patient’s medical record section, there are several sheets, one of which is the Informed Consent sheet. Informed consent plays a major role for service providing medical facilities, because on the sheet it can create an agreement on health actions. Meanwhile, in the implementation of informed consent there are still discrepancies in its implementation. Purpose: To determine the implementation of informed consent for colon in loop contrast examination at the radiology installation of the Yogyakarta City Hospital. Method: This research was used the descriptive research methods using a qualitatif approach that is in depth interviews. Result: The results showed that the implementation of informed consent at the Yogyakarta City Hospital was not in accordance with the rules, namely in the implementation of informed consent there were still some that were carried out orally. Items in the delivery of informed consent include, at least include the patient’s diagnosis, the action to be given, the procedur for action, action, and actions and alternative actions. Overall, the completeness of the informed consent was not comprehensive and precise. Conclusion: The implementation of informed consent has not been carried out properly and there are still incomplete and correct sheets. It is recommended to the officer who is responsible for filing out the sheet.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUANGAN CT-SCAN INSTALASI RADIOLOGI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Devi Purnamasari; Annisa Annisa; Shelly Angella; Repila Susmita
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i1.2958

Abstract

Analisis nilai Computer Tomography Dose Index (CTDI) dan Dose Length Product (DLP) pada pemeriksaan Multislice Computed Tomography (MSCT) trauma kepala dewasa di instalasi radiologi Rumah Sakit Balimed Denpasar, Bali Rachmat S. Masuku
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 10 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya optimasi proteksi dan keselamatan radiasi dalam pelaksanaan prosedur radiologi diagnostic yaitu MSCT bagi pasien adalah dengan menerapkan Diagnostik Reference Level (DRL) sesuai jenis dan objek pemeriksaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Nilai CTDI dan DLP pada Pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey yang bertujuan untuk meganalisis nilai CTDI dan DLP pada pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali. Perhitungan nilai kuartil 3 (75 percentil) dari CTDI dan DLP yang diterima pasien pada Pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar Bali, diperoleh sebanyak 30 sampel. Nilai DRL atau kuartil 3 (75 percentil) yang diperoleh sebesar 66,70 mGy untuk CTDIvol dan 1760,87 mGy*cm untuk DLP. Berdasarkan perbandingan dosis pada pemeriksaan MSCT trauma kepala dewasa di instalasi Radiologi RS Balimed Denpasar dengan nilai 75 percentil dari CTDI dan DLP yang diterima pasien pada pemeriksaan MSCT Trauma kepala Dewasa diinstalasi Radiologi RS Balimed Denpasar,Bali yaitu sebesar 66,70 mGy untuk nilai CTDIvol dan 1760,87 mGy*cm untuk nilai DLP, melebihi nilai standar yang direkomendasikan BAPETEN/IDRL 2021.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE 3 DIMENSI ORGAN MANDIBULA MENGGUNAKAN CITRA MEDIS RADIOLOGI Amillia Kartika Sari; Riries Rulaningtyas; Khusnul Ain; Suryani Dyah Astuti; Soegianto Soelistiono; David Buntoro Kamandjaja
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i4.762

Abstract

Latar belakang: Tumor pada mandibula dapat menyebabkan kecacatan tulang. hal ini memberikan dampak negatif pada kehidupan sosial penderita. Solusi pada kasus ini adalah operasi rekonstruksi mandibula. Untuk mengoptimalkan operasi tersebut salah satunya dapat digunakan prototipe 3D sebagai perencanaan pra-bedah. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada proses pembuatan prototipe 3D yang menggunakan pencitraan dari modalitas CT-Scan. Hasil: Pembuatan prototipe 3D diawali dari akuisisi data citra CT-Scan yang selanjutnya dilakukan proses segmentasi citra dan visualisasi 3 dimensi, pada proses terakhir dilakukan pencetakan 3 dimensi. Prototipe 3D yang telah jadi dilakukan analisa kualitatif melalui pengukuran dimensi panjang di daerah ramus, angulus, dan body of mandible dan dibandingkan dengan hasil pengukuran organ mandibula cadaver. Didapatkan hasil rerata panjang ramus pada mandibula cadaver adalah 33,62±0,34 mm, sedangkan panjang ramus pada mandibula prototipe 3D adalah 32,98±0,44 mm. Nilai rerata pengukuran pada daerah angulus adalah 31,26±0,25 mm pada mandibula cadaver, dan nilai 31,23±0,22 mm pada mandibula protptipe 3D. Dan pengukuran pada daerah body of mandible  mandibula cadaver adalah 32,05±0,98mm, sedangkan apada mandibula prootipe adalah 32,06±1,03 mm, secara keseluruhan akurasi pada prototipe 3D sebesar 99,317%.  Kesimpulan: Penggunaan citra radiologi sebagai data awal untuk membuat prototipe 3 dimensi mandibula dapat dilakukan, pengukuran akurasi prototipe 3D harus dievaluasi untuk masing-masing tahap fabrikasi.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BAJA-BETON KOMPOSIT PADA GEDUNG RADIOLOGI DAN OK (OPERATION KAMER) DI RSUD PAMEUNGPEUK KABUPATEN GARUT Agustina Heryanti Suwandy; Herianto Herianto; Rosi Nursani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.5473

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Seiring dengan kompleksnya permasalahan kesehatan serta pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut  yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut menuntut adanya ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. RSUD Pameungpeuk mengembangkan faslitasnya dengan membangun gedung radiologi dan OK (Operation Kamer)  dengan kontruksi struktur baja Square Tube bertingkat 6 lantai dengan kapasitas tampung lebih banyak. Sebagai bahan studi perencanaan pada penelitian ini penulis merencanakan untuk mengubah perencanaan awal pada Gedung Radiologi dan OK (Operation Kamer) yang semula struktur baja Square Tube menjadi struktur baja beton komposit karena mengingat salah satu keuntungan dari penggunaan struktur komposit adalah kapasitas pemikul bebannya meningkat. Struktur komposit merupakan struktur yang memanfaatkan kelebihan dari beton dan baja yang bekerja bersama-sama satu kesatuan, dimana beton kuat terhadap tekan sedangkan baja kuat terhadap tarik. Dari hasil analisa dan perhitungan dengan menggunakan program bantu ETABS diperoleh hasil dimensi terhadap bangunan meliputi balok induk WF 500x200x10x16, profil balok anak WF 450x200x9x14, profil kolom K1 488x300x11x18, kolom K2 450x200x9x14, profil balok tangga utama 250x125x5x8, pelat lantai menggunakan dek baja gelombang dengan tebal 10 cm pada pelat atap dan 12 cm pada pelat lantai 1-6 serta sambungannnya bervariasi sesuai dengan konvigurasi rangka. Perencaan ulang ini juga menggunakan dinding geser dengan tebal 25 cm yang berfungsi menahan 75% beban lateral. Perencanaan pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 80 cm pada kedalaman 8 m.Kata Kunci : Perencanaan, Gedung Radiologi dan OK, Komposit, Baja, Beton  
Pemeriksaan Radiologi dan Imaging untuk Perforasi Hollow Organ Abdomen Komang Ady Widayana
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 1 (2022): Bedah
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i1.191

Abstract

Perforasi saluran gastrointestinal melibatkan organ lambung, duodenum, usus kecil, atau usus besar terjadi akibat kerusakan dinding saluran gastrointestinal disertai pelepasan konten intraluminal ke dalam rongga peritoneal atau retroperitoneal. Perforasi saluran gastrointestinal merupakan keadaan darurat medis umum dengan angka kematian tinggi; biasanya membutuhkan pembedahan darurat. Diagnosis dan pengobatan segera sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. Foto polos abdomen dapat menjadi bantuan penting untuk diagnosis perforasi saluran gastrointestinal. Ultrasonografi dapat berguna untuk menentukan tidak hanya keberadaan, tetapi juga penyebab pneumoperitoneum. Multidetector computed tomography merupakan modalitas pilihan untuk evaluasi dugaan perforasi karena sensitivitas dan akurasinya yang tinggi. Perforation of the gastrointestinal tract involves organs of the stomach, duodenum, small intestine, or large intestine that result from damage of the gastrointestinal tract accompanied by intraluminal content release into the peritoneal or retroperitoneal cavities. Gastrointestinal perforation is a common medical emergency associated with high mortality; usually requires emergency surgery. Prompt diagnosis and treatment is essential. Plain abdominal radiographs can be an important aid for diagnosis gastrointestinal perforation. Ultrasound can also be used to determine not only the presence, but also the cause of pneumoperitoneum. Multidetector computed tomography is the modality of choice for the evaluation of suspected perforation because of its high sensitivity and accuracy.
Peran Pemeriksaan Radiologi pada Penanganan Kegawatdaruratan Pneumothorax Sekunder pada Pneumonia COVID-19 Jessieca Liusen
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i4.224

Abstract

Pneumothorax pada COVID-19 memerlukan penanganan segera untuk mencegah mortalitas dan morbiditas. Pencitraan radiologi foto polos thorax dan CT (computed tomography) scan thorax merupakan modalitas imaging yang sering digunakan untuk deteksi dini COVID-19 beserta pneumothorax. Pemasangan chest tube menjadi pilihan untuk penanganan pneumothorax pada COVID-19. Pleurodesis dan bulektomi merupakan alternatif tindakan pembedahan definitif pada pneumothorax refrakter atau persisten. Pneumothorax in COVID-19 patient needed to be immediately managed. Plain thorax radiographs and CT scan thorax were the main imaging modalities for diagnosis. Chest tube insertion is the gold standard for management. Pleurodesis or bullectomy are an alternative surgery method to relieve recurrent pneumothorax or persistent pneumothorax.
Modalitas Pemeriksaan Radiologi untuk Diagnosis Batu Saluran Kemih Veranita
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i1.341

Abstract

Batu saluran kemih merupakan penyakit yang umum dijumpai pada segala usia dan jenis kelamin. Insiden batu saluran kemih juga meningkat. Berbagai modalitas pemeriksaan radiologi dapat digunakan untuk diagnosis batu saluran kemih agar dapat menentukan jenis terapi. Urinary tract stones are common disease at any age and gender. Its incidence has also increased. Multiple radiology modalities can be used to aid diagnosis and determine treatment approach.
Karsinoma Serviks: Gambaran Radiologi dan Terapi Radiasi Arini Pramodavardhani Puteri
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 4 (2020): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i4.368

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) subtipe onkogenik, terutama subtipe 16 dan 18. Gambaran radiologi tumor terlihat setidaknya pada stadium IB. MRI adalah modalitas pencitraan pilihan untuk menggambarkan tumor primer dan menilai persebaran lokal, sedangkan penyebaran metastasis jauh terbaik dinilai dengan CT scan atau PET scan. Radioterapi terdiri atas kombinasi radiasi eksterna daerah pelvis dan brakiterapi. Kombinasi pembedahan dan radiasi ataupun kemoradiasi pada stadium I dan II merupakan tindakan radikal dan dapat memberikan hasil memuaskan. Cervical cancer is a malignancy originating from the cervix. The cause of cervical cancer is HPV (Human Papilloma Virus) oncogenic subtype, especially subtypes 16 and 18. Radiological features of the tumor are seen at least at stage IB. MRI is the imaging modality of choice for primary tumors description and assessing local distribution while distant metastatis is best assessed by CT scan or PET scan. Radiotherapy consists of a combination of external radiation for the pelvic region and brachytherapy. Combination of surgery and radiation as well as chemoradiation in stages I and II is a radical treatment and can provide satisfactory results.

Page 33 of 85 | Total Record : 841