Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

ANALISIS FAKTOR RISIKO KESELAMAT PADA INSTALASI RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT MEDIKA MULIA TUBAN Sugiantoro, Sugiantoro; Syarifah Has, S.KM., M.Epid, Dwi Faqihatus
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i1.5623

Abstract

Instalasi Radiologi merupakan bagian integral penunjang medik di rumah sakit untuk membantu menegakkan diagnosa suatu penyakit. Rumah Sakit Medika Mulia Tuban memiliki fasilitas peralatan digital radiologi diantaranya CT Scan 2 Slice, USG 2 dan 4 Dimensi, serta radiografi umum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko keselamatan kerja meliputi potensi bahaya fisik, biologi, ergonomi, dan elektrikal yang terdapat pada Instalasi Radiologi RS Medika Mulia Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada Instalasi Radiologi di RS Medika Mulia Tuban menggunakan Teknik purposive yang terdiri dari informan kunci yaitu Direktur RS Medika Mulia Tuban, informan utama petugas radiographer serta administrasi, serta informan tambahan yaitu rekan kerja informan utama di Instalasi Radiologi RS Medika Mulia Tuban. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif frekuensi. Hasil penelitian yang diperoleh di Instalasi Radiologi RS Medika Mulia Tuban adalah terdapat bahaya fisik, bahaya biologi, bahaya ergonomic, dan bahaya elektrikal di Instalasi Radiologi RS Medika Mulia Tuban. Disarankan kepada RS Medika Mulia Tuban untuk menyediakan pelindung gonad atau ovarium, masker N95, handscoon, tempat duduk yang sesuai agar pekerja tidak selalu berdiri saat melakukan penyinaran, handsanitizer atau sabun untuk cuci tangan
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM PERHITUNGAN UNIT COST SEBAGAI METODE ALTERNATIF PADA PENENTUAN TARIF PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN RADIOLOGI (STUDI KASUS DI RSOP) Rini Purwanti; Sudarto Sudarto; Oman Rusmana
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBA) Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.154 KB) | DOI: 10.32424/jeba.v24i1.3006

Abstract

ANALISA KEPATUHAN PENGGUNAAN DOSE CONSTRAINT DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT SEBAGAI IMPLEMENTASI ASAS OPTIMISASI DALAM KESELAMATAN RADIASI Maizza Nadia Putri; Agi Febrian Trihadijaya; Talitha Arabella Hanum
JRI (Jurnal Radiografer Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: No data has yet been found regarding the evaluation of the use of Dose Constraints in a hospital radiology installation. The purpose of this study was to determine the percentage of adherence to the use of dose constraints in a radiology installation as well as analysis and follow-up. Methods: The research was conducted by making observations at 30 Hospitals on the island of Java, the researchers distributed a questionnaire survey in the form of 20 data using the exposure factor for Thorax PA examination which would then be inputted through the Si-INTAN application to obtain ESAK values. Results: Based on 600 data on the use of exposure factors from 30 samples of hospitals on the island of Java, it was found that 21 or 70% of the hospitals adhered to the use of dose constraints and as many as 9 or 30% of hospitals do not comply with the use of the determined dose constraint. Conclusions: Of the 9 hospitals that were not compliant with the use of the dose constraint, the highest ESAK value was obtained from RS-18, which was 0.939 mGy, which reached twice the stipulated I-DRL Thorax examination value. It can be seen that these hospitals used the most mAs. higher than other hospitals. The mAs values used range from 10-28 mAs. When compared with the lowest ESAK value, namely RS-3, it only uses 5 mAs for an adult thorax examination. to suppress ESAK doses to be lower we can use high tube voltages. to obtain an exposure with the same transmission at a patient thickness of 20 cm, namely by increasing one of the irradiation parameters of the tube voltage value by compensating for a decrease in the tube current-time value to produce an image density that is almost the same,and using very low mAs also results in a dose radiation is very small.
KONTRIBUSI MATA KULIAH PRASYARAT ANATOMI DASAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANATOMI RADIOLOGI I MAHASISWA DIII AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI YAYASAN SINAR AMAL BHAKTI MEDAN T.A. 2017/2018 DJAMIANDAR SIMAMORA; Endika Rosalinda Sirait
JURNAL PENELITIAN FISIKAWAN Vol 2 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.633 KB)

Abstract

The purpose of this research is investigating whether are contributing the lecture preconditions of Basic Anatomy to the learning out comes Anatomy of radiology 1. The three Diploma of Akademi Teknic Radiodiagnostik dan Radioterapi Yayasan Sinar Amal Bhakti Medan. Populations of research are all of academic students who have followed the Basic Anatomy and Anatomy of Radiology I lecture, there are 40 academic student. As the research sample is totality of population. This research shown that contribution of precondition lecture Basic Anatomy to learning out comes Anatomy of Radiology I, where the Fregression are 1,08 < Ftable are 2,40 and rcorrelation are 0,82 > rtable are 0,31 on the significances degree 0,05 and index determinant (I) = 0,99.
Penatalaksanaan Pemeriksaan Radiologi Pada Kasus Obstruksi Ileus Maulis Taroh; Arya diva nugrahaning prayoga
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i5.594

Abstract

Ileus Obstruktif merupakan keadaan dimana isi lumen saluran cerna tidak bisa disalurkan ke distal atau anus. Adapun pada ketiga jurnal yang dibahas penulis, masing-masing jurnal memiliki prosedur pemeriksaan yang berbeda yaitu proyeksi pemeriksaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiologi pada kasus obstruksi ileus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau kajian literature dengan metode kualitatif. Waktu penelitian agustus-september 2022. Penulis melakukan pencarian bahan pustaka, kemudian menganalisa isi, menuangkan hal yang dipertanyakan kedalam rumusan masalah, mengkaji topik yang dibahas, menganalisa data, melakukan pembahasan kemudian membuat kesimpulan serta saan. Hasil Penelitian Pemeriksaan awal pada pasien dengan gejala kardinal ileus obstruktif meliputi pemeriksaan foto polos abdomen posisi erect dan left lateral decubitus. Pada hasil rontgen abdomen 3 posisi pasien ini menunjukkan adanya dilatasi beberapa loops proyeksi usus halus, serta terdapat gambaran batas udara cairan yang tersususn step ladder atau pola tangga pada posisi erect. Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan radiologi pada kasus obstruksi ileus agar hasil didapatkan maksimal dan menegakkan diagnosa yaitu AP abdome polos, AP setengah duduk dan LLD.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN RADIASI PADA RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI RSU MAYJEN H.A THALIB KERINCI Santa Mareta
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1736

Abstract

ABSTRAK             Salah satu kebijakan kepala BAPETEN Nomor 8 Tahun 2011 adalah Penerapan Keselamatan Radiasi Dalam Penggunaan Pesawat Sinar-X  Radiologi. Untuk mengetahui penerapan keselamatan radiasi di instalasi radiologi RSU. Mayjen H.A Thalib Kerinci peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan 10 orang informan. Hasil penelitian : input, kebijakan belum disosialisasikan, SDM belum mencukupi, pelatihan belum dilakukan, sarana belum mencukupi, ketersediaan dana belum mencukupi. Proses, justifikasi terlaksana dengan baik, Optimasi belum dijalankan sesuai panduan, limitasi dosis radiografer belum patuh menggunakan APD, film badge belum dikirim, pemantauan kesehatan belum dilakukan. Output, pelaksanaan keselamatan radiasi  pada radiografer belum sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 8 Tahun 2011. Disarankan dilakukan elaboasi kebijakan, menambah tenaga fisikawan medis, menyelenggarakan pelatihan, menambah APD, membuat anggaran tahunan program keselamatan radiasi dengan rinci, memberikan punishment dan reward penggunaan APD, menyelenggarakan pemantauan kesehatan kepada radiografer dan membentuk unit K3 Rumah Sakit.Kata Kunci : Keselamatan, Radiasi, Radiologi ABSTRACT                One of the policies of the head of the BAPETEN Number 8 of 2011 is the Application of Radiation Safety in the Use of Radiological X-Ray Equipment. To find out the application of radiation safety in the RSU radiology installation. Major General H.A Thalib Kerinci researchers used a qualitative approach with ten informants. Research results: input, policies have not been disseminated, human resources have not been sufficient, training has not been carried out, facilities have not been sufficient, availability of funds has not been sufficient. The process, the justification was carried out well, the optimization had not been carried out according to the guidelines, the radiographer's dose limitation had not complied with using PPR, the film badge had not been sent, health monitoring had not been carried out. Output, the implementation of radiation safety for radiographers is not in accordance with Regulation of the Head of BAPETEN Number 8 of 2011. It is recommended to elaborate the policy, add medical physicists, organize training, add PPR make an annual budget for radiation safety programs in detail, provide punishment and reward the use of PPR, carry out health monitoring to radiographers and form a hospital K3 unit.Keywords: Safety, Radiation, Radiology
Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Hasil Pemeriksaan Jantung Unit Radiologi Berbasis Web di Rumah Sakit X Ayu Lestari Wulandari; Johni Pasaribu
Jurnal ICT: Information Communication & Technology Vol. 23 No. 1 (2023): JICT-IKMI, Juli 2023
Publisher : LPPM STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pemeriksaan jantung sangat berarti untuk proses diagnosis serta penyembuhan pasien. Tetapi, proses pengelolaan informasi hasil pemeriksaan jantung kerapkali jadi permasalahan untuk pihak rumah sakit.. Penelitian ini bertujuan buat membangun suatu sistem pengelolaan hasil pemeriksaan jantung di rumah sakit x menggunakan teknologi Mysql serta php. Metode ini menggunakan metode waterfall dengan sampel penelitian berupa pasien yang telah menjalani pemeriksaan jantung di Rumah Sakit X. Data yang dikumpulkan meliputi data observasi, wawancara pasien dan studi Pustaka. Data kemudian dikembangkan menggunakan metode waterfall untuk membuat aplikasi hasil pemeriksaan jantung berbasis web. Dalam forum hasil pemeriksaan jantung ini hendak dilansir secara terperinci menimpa laporan hasil pemeriksaan jantung pasien dengan metode secara praktis sederhana terhadap aplikasi berbasis web.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sistem informasi hasil pemeriksaan jantung berbasis web di Rumah Sakit X telah berhasil dikembangkan dan diimplementasikan. Pengguna aplikasi oleh staff medis, melaporkan adanya peningkatan efisiensi dalam proses pengiriman dan aksesibilitas hasil pemeriksaan
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Mengenai Radiologi Forensik Kedokteran Gigi (Kajian pada Dokter Gigi di Jakarta Barat) Mariyah; Rizki Tanjung; Intan Farizka
Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jkgt.v5i1.17180

Abstract

Background: A dentist is able to be requested for help investigating a crime handled by the authorities. Hence, the knowledge of forensic odontology has to be possessed by not only forensic dentists but also all practicing dentists require having the knowledge. Dental identification is the most general method used in forensic odontology, not only tooth; dental radiology can also be used. Radiographic methods are often used because this method is relatively easy, the technique is efficient, recordings can be obtained both on and off, and it is more economical than DNA technology. Radiographs have been proven and considered valid in court. Purpose: To obtain an overview of the knowledge of dentists in West Jakarta regarding the use of radiology on forensic odontology. Method: Descriptive observational study with cross sectional design conducted through online. The data collected from 99 respondents, all are dentists who practice in West Jakarta. A questionnaire used to measure the dentists’ knowledge. It consists of 11 closed-ended questions; score 2 given for correct answer, score 1 given for incorrect answer. Result: The result of data calculation from respondents’ answers was divided into three knowledge categories. The study obtained 30.3 % respondents have good knowledge, 36.4% respondents have adequate knowledge, and 33.3% respondents have lack knowledge. Conclusion: Based on the research data calculation, 36 respondents (36.4%) have adequate knowledge (56%-75%).
UJI KOLIMATOR ANTARA LAPANGAN PENYINARAN DENGAN BERKAS RADIASI YANG DIHASILKAN PADA PESAWAT SINAR-X KONVENSIONAL DI INSTALASI RADIOLOGI Kartika Sari; Nadia Surahmi; Supriyanti
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 2 No. 2 (2023): Juni Jurnal Perisai
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/perisai.v2i2.251

Abstract

Berdasarkan PERKA-BAPETEN No.9 Tahun 2011 Tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik Dan Intervensional, setiap orang atau badan yang mengajukan permohonan izin baru, perpanjang izin, dan memiliki izin penggunaan pesawat sinar-X wajib melaksanakan uji kesesuaian pesawat sinar-Xujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penyimpangan antara lapangan penyinaran kolimator dengan berkas radiasi yang dihasilkan pada pesawat sinar-X konvensional di rumah sakit pertamedika ummi rosnati banda aceh pada tanggal 18 juni sampai tanggal 30 juni 2020. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi lapangan meliputi obsevasi dan wawancar, studi pustaka yang meliputi studi literatur dan penelusuran data online. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan pada pengujian kolimator pada pesawat sinar-X konvensional dengan menggunakan FFD 100 cm pada bidang 14 x 18 cm dengan tiga kali percobaaan mengalami ketidak sesuaian atau pergeseran dan pergeseran terbesar tedapat pada sumbu vertikal sudah melebihi batas toleransi yang ditetapkan, ∆X + Y∆ masih dalam batas toleransi yang ditetapkan
Gambaran Radiologi Foto Toraks Penderita Tuberkulosis Paru Aktif dan Inaktif Pada Usia Dewasa di RS Muhammadiyah Lamongan Fahmi Nuur Fauzan, Mohammad; Nurwanto, Nurwanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.687 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i2.11416

Abstract

Latar Belakang : Mycobacterium Tuberculosis, kuman yang dapat menyebabkan suatu penyakit menular yaitu Tuberkulosis (TB) yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan. Tahun 2020, Indonesia menjadi negara penyumbang kasus TB terbanyak peringka kedua di dunia sedangkan provinsi Jawa timur menduduki peringkat kedelapan sebanyak 42.922 kasus. Untuk mendiagnosis TB Paru di bidang radiologi salah satunya menggunakan foto toraks. Foto toraks ialah pemeriksaan yang relatif murah, tidak invasif dan lesi tuberkulosis mudah ditemukan. Tujuan : Mengetahui gambaran radiologi foto toraks TB lesi aktif dan inaktif, distribusi lesi tunggal, ganda, tiga dan empat, serta derajat keparahan pada penderita tuberkulosis paru dewasa. Metode : Desain cross sectional. 115 pasien hasil bacaan foto toraks TB paru didapatkan dari data rekam medis dan SITB periode 1 Juni 2021-31 Agustus 2022 yang terkomfirmasi klinis, mikrobiologis (BTA) atau tes cepat molekuler (TCM). Dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi tabel dan prosentase. Hasil : Didapatkan gambaran foto toraks TB Paru lesi aktif 15%, lesi inaktif 1%, dan lesi kombinasi inaktif-aktif 84%. Lesi aktif terbanyak yaitu infiltrat 61% sedangkan lesi inaktif terbayak yaitu fibrosis 91%. Terdapat kemunculan Lesi ganda 50%, lesi tiga 29%, lesi empat 15%, dan lesi tunggal 6%. Karakteristik lesi ganda terbanyak yaitu fibro-infiltrat 91%, lesi tiga terbanyak yaitu fibro- infiltrat-efusi 55%, dan lesi empat terbanyak yaitu fibro-infiltrat-cavitas-efusi 72%. Distribusi derajat lesi terbanyak yaitu Far advanced 44%. Kesimpulan : Distribusi gambaran foto toraks TB paru terbanyak yaitu kombinasi lesi inaktif-aktif, lesi aktif terbanyak infiltrat sedangkan lesi inaktif terbanyak fibrosis dan terbanyak muncul lesi ganda serta derajat lesi terbanyak yaitu far advanced.

Page 35 of 85 | Total Record : 841