Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

OPTIMALISASI CITRA MRI WRIST JOINT DENGAN PENERAPAN 3D ISOTROPIK PADA PEMBOBOTAN PROTON DENSITY DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG I Putu Eka Juliantara; Wellya Herlina; Triningsih Triningsih
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i12.537

Abstract

MRI is a medical imaging modality that works by utilizing hydrogen atoms in the body. Imaging that does not use ionizing radiation but uses an external magnetic field. MRI is able to provide good soft tissue contrast based on the nature of the tissue. The wrist joint is a complex joint consisting of several bones and joints. The bones of the wrist joint consist of the wrist including the distal radius and ulna, 8 carpal bones, and the proximal part consists of 5 metacarpal bones. This type of research is a quantitative study with an experimental approach. This research will be conducted by comparing isotropic 3D sequences and PDW TSE SPAIR Cor sequences. Data collection was carried out from May to July 2022 at the Radiology Installation of RSUP DR. M. Djamil Padang. The author took the Wrist Joint MRI examination data as many as 10 volunteer samples. Based on the results of the research conducted, the researchers concluded that the results of the Wilcoxon test for each anatomy were used to see differences in the clarity of anatomical information produced by the Isotropic 3D PDW sequence and the PDW TSE SPAIR Coronal sequence. So based on the results of the Wilcoxon test, the anatomical information on the Wrist Joint MRI examination is the most optimal in producing isotropic 3D sequence anatomical information higher than the PDW TSE SPAIR Coronal sequence which is produced from the anatomical criteria of Ligament, Cartilage, TFCC, Bone, except for cartilage anatomy criteria with the isotropic 3D PDW sequence has a lower value than the TSE SPAIR Coronal PDW sequence
DIAGNOSA ROUND PNEUMONIA MENGGUNAKAN RADIOGRAPHIC CHEST X-RAY PROYEKSI AP DAN LATERAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI TAHUN 2022 harahap, veriyon
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 11, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v11i1.122

Abstract

AbstrakRound pneumonia adalah sebuah istilah yang mengacu pada bulat atau oval kepadatan pada rontgen dada. Round pneumonia biasanya terjadi pada anak-anak sedangkan pada orang dewasa kasus ini sangat jarang terjadi. Pasien dengan round pneumonia ditandai dengan gejala demam dan batuk. Radiographic chest x-ray adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kondisi lesi thorax pasien. Proyeksi yang digunakan adalah proyeksi antero-posterior dan lateral ini bertujuan untuk melihat secara keseluruhan kelainan yang terjadi pada thorax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan round pneumonia ini bisa terjadi pada orang dewasa padahal persentase tertinggi yang sering mengidap penyakit ini adalah anak-anak. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan mengambil data pasien dan dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berumur 60 tahun mengalami round pneumonia dimana tampak konsolidasi opak homogen di daerah medial paru kiri.Kata Kunci : Round Pneumonia, Chest X-Ray, Proyeksi             
SOSIALISASI DETEKSI RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI CT CALSIUM SCORE Fani Susanto; Samudra Prihatin Hendra Basuki
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 4 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya ketidakseimbangan antara ketersedian oksigen dan kebutuhan jantung memicu timbulnya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Secara klinis PJK ditandai dengan nyeri dada / terasa tidak nyaman di dada atau dadaterasa tertekan berat. Salah satu jenis pemeriksaan CT Scan untuk deteksi resiko PJK adalah CT Calcium Score.Pemeriksaan Calsium Score /Agatston Score adalah mengkalkulasi volume/densitas pada pembuluh darah arterijantung yang mengalami proses kalsifikasi. Calsium Score adalah menilai banyaknya calsium pada pembuluh darah arteri jantung. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang mengenai deteksi resiko PJKmelalui pemeriksaan radiologi CT Scan Calsium Score. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukandengan cara penyuluhan dan ceramah terkait materi tentang CT Calsium Score kepada masyarakat target,kemudian evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-tset untuk mengetahui tingkatpenambahan pengetahuan masyarakat terkait PJK. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatanpengetahuan tentang mengenai deteksi resiko PJK melalui pemeriksaan radiologi CT Scan Calsium Score.Masyarakat sangat diperlukan mengedepankan dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari agar terhindardari beberapa macam penyakit seperti PJK.
JAMINAN MUTU PESAWAT CT SCAN SINGLE SLICE DI UNIT RADIOLOGI RSU SEMARA RATIH I Made Lana Prasetya; I Putu Juli Arthana
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i3.8666

Abstract

Latar Belakang: Pesawat CT Scan single slice Merk SIEMENS/Dura 302 MV di unit Radiologi Rumah Sakit Umum Semara Ratih Kabupaten Tabanan Bali terpasang pada bulan Nopember 2020 merupakan alat second hand dengan tahun produksi 2012. Pelaksanaan kendali dilakukan pada saat penerimaan (acceptance test) meliputi pengujian terhadap indeks dosis  CT (CTDI) untuk  kepala, indeks dosis  CT (CTDI untuk badan, CT-Number udara, kesesuaian table slice dengan setting semua slice, indikator posisi meja (sumbu z), laser penanda dan pada bulan april 2021 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya meliputi uji teknis generator dan tabung sinar-X (uji akurasi tegangan tabung, uji kualitas berkas sinar-X), uji kualitas citra (uji akurasi CT number air, keseragaman CT number), dan pelaksanaan kendali mutu rutin peralatan radiologi jarang dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menjaga kinerja pesawat CT Scan. Metode penelitian: kualitatif deskriptif dengan pendekatan survey. Hasil dan Pembahasan: Pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai rata rata CT number untuk water phantom pada lima posisi yang berbeda adalah -1,68; -0,76; -2,21; -1,77; -1,53 HU dan semua berada pada rentang nilai toleransinya yaitu -4 sampai 4 HU. Pengujian Dry laser printer dengan dengan hasil sebagaian besar masih sesuai parameter uji yang berlaku, hanya pada pattern 0% terdapat nilai uji yang melebihi standar artinya quality control untuk Dry laser printer di Unit Radiologi RSU Semara Ratih tidak sasuai dengan standar sehingga di perlukan kalibrasi. Pada Pengujian form check list yang telah dilakukan di Unit Radiologi RSU Semara Ratih untuk mengetahui ada tidak nya  tombol alat yang tidak berfungsi dengan hasil semua fungsi dan tombol masih berfungi dengan baik. Kesimpulan: Hasil uji kesesuaian pada Pesawat CT Scan single slice Merk SIEMENS/Dura 302 MV di unit Radiologi Rumah Sakit Umum Semara Ratih Kabupaten Tabanan Bali dalam batas normal kecuali pada dry laser printer.
LITERATURE REVIEW TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOLOGI MOLAR PADA KLINIS IMPAKSI DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMODALITAS Sri Hartati; Maya Puspitasari
JRI (Jurnal Radiografer Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55451/jri.v5i1.107

Abstract

Background: Dental tooth impaction is a state of latent or not erupted or partly erupted after a normal eruption time, Impacted teeth can be estimated clinically and can be confirmed by radiographic examination. Methods: This study aims to determine the radiological examination technique of molars in clinical impaction using multimodality based on a literature review. This research is library research. The data collection method used in this research is the method of theory study/literature study/library study. Results: Based on studies from several journal literatures, there are several radiological techniques that can be performed in clinical molar impaction such as periapical intraoral radiography, panoramic, CBCT, and MRI. On periapical intraoral radiology, the molars and panoramic radiographs do not clearly show molars impacted with the mandibular canal and inferior alveolar nerve, but on CBCT and MRI they are clearly visible using existing sequences and techniques. However, with the use of CBCT modalities, the radiation obtained is very high. Therefore, the use of a radiation-free MRI modality is a highly invasive examination for clinically impacted molars. Conclusions: With a variety of available modalities for clinically impacted molars, it is recommended to use intraoral periapical and panoramic if the case or clinical can still be seen in that modality, if not or less visible in that modality with certain cases or clinical can be used CBCT examination but do not overuse of these modalities because the ionizing radiation emitted is very high/dangerous. It is suggested that the use of dental MRI modalities could be increased in an important step towards being radiation free, improving intervention planning and thereby increasing the overall patient benefit.
Prosedur pemeriksaan MRI Ankle pada Kasus Achiles Tear Ruptur di Instalasi Radiologi General Hospital Kasih Ibu Denpasar Nur Rahman, Muhammad Farid Novrie; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Triningsih, Triningsih
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i3.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pemeriksaan MRI pada achiles tear ruptur menggunakan head coil. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan MRI ankle pada kasus Achiles Tear Ruptur dengan menggunakan head coil. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa head coil merupakan coil yang dapat berperan sebagai pemancar RF sckaligus dan penerima sinyal schingga sering disebut transreceiver. Keuntungan head coil yaitu merupakan coil yang memiliki dua preamplifier (penerima dua sinyal) yang mendapatkan phase 90° yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan SNR dan mengurangi pulse power sampai setengahnya. Keuntungan yang lainnya yaitu menghasilkan homogenitas yang baik dibanding semua koil, dan penggunaan head coil pada pemeriksaan MRI Ankle sudah cukup untuk menampilkan informasi diagnostic ankle jika ada kelainan kasus Achiles Tear Ruptur.
Estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras berdasarkan nilai CTDI dan DLP di Instalasi Radiologi RS TK II Pelamonia Yull Aviva Virgin; I Kadek Yuda Astina; Sayang Pratista
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 10 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat proses scanning CT-Scan, pasien menerima dosis radiasi sinar-X, sehingga perlu dilakukan pengukuran besarnya estimasi dosis radiasi yang diterima pasien dalam setiap pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT Scan kepala dan Menganalisis Nilai Dosis Radiasi dengan acuan IDRL. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif yaitu dengan melakukan pengamatan yaitu dengan mengamati nilai dosis CTDIvol dan DLP, penulis mengambil 151 sampel dan dari data yang didapatkan dilakukan analisis menggunakan software SPSS. Berdasarkan data hasil perhitungan uji statistik Estimasi Nilai kuatil 3 dari CTDIvol pada pemerikaan CT-Scan Kepala Non Kontras sebesar 49.90 mGy dan DLP sebesar 1199.10 mGy*cm, jika dilihat dari panduan IDRL 2021, masih dibawah dari nilai yang dianjurkan oleh BAPETEN, dimana nilai yang ditetapkan untuk CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras yaitu sebesar 60 untuk nilai CTDI dan 1275 mGy*cm untuk nilai DLP.
PROSEDUR PEMERIKSAAN MSCT UROGRAFI PADA KASUS MASSA GINJAL DI INSTALASI RADIOLOGI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Ikhsan, Kurnia; Yuda Astina, I Kadek; Dharmawan, I Bagus Gede
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2904

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan MSCT Urografi pada kasus massa ginjal dengan menggunakan metode biphase atau penggunaan fase non kontras, fase Nephrographic dan fase Excretory serta penambahan pengolahan gambaran CPR (Curva Planar Reformation) di RS Bhayangkara Makassar. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. penulis melakukan prosedur suatu pemeriksaan Multi Slice Computed Tomography (MSCT) Urografi. Hasil dari penelitian ini yaitu Pemeriksaan MSCT Urografi sangat efektif dalam menegakan diagnosa massa ginjal, yang dapat menilai perubahan dinamik dari kelainan ginjal serta organ lain seperti liver dan spleen, serta meningkatkan sensitifitas dan spesifisitas misalnya untuk mengetahui tumor tersebut ganas atau tidak, menentukan staging (penderajatan atau tingkatan). Teknik MSCT urografi pada kasus massa ginjal diawali dengan pasien puasa minimal 6 jam sebelum pemeriksaan, cek ureum creatinin, sebelum dilakukan scanning pasien meminum air kemasan botol sebanyak 600ml atau semampu pasien. kemudian dilakukan scaning dengan diawali fase Non kontras, lalu fase Nephrographic yang dilakukan 65 detik setelah injeksi media kontras dan fase excretory yang dilakukan 7,5 menit setelah fase nephrographic, dengan media kontras sebanyak 60 ml dan saline 50 ml, dan pengolahan gambaran CPR (Curve planar Reformation) yang dapat menjadi solusi bagi seorang dokter spesialis radiologi untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelainan pada sistem urinaria khususnya pada saluran ureter.
PERBEDAAN INFORMASI ANATOMI ACL MRI KNEE JOINT T2W TSE DENGAN T2*GRE PADA POTONGAN SAGITAL DENGAN KASUS RUPTUR ACL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Siagian, Mega Krisna; Prasetya, I Made Lana; Dharmawan, Bagus Gede
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2907

Abstract

Protokol Survey_Full, Survey_Right, T2W_TSE_Tra, T2W_TSE_tra, T2W_TSE_Sag, T2W_SPIR, T1W_TSE_sag, T2W_TSE_sag, T2W_SPIR_cor sering digunakan untuk pemeriksaan MRI Knee Joint di RSUD Provinsi NTB, di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sekuens T2*GRE tidak menjadi sekuens rutin, sehingga penulis tertarik ingin membandingan hasil citra MRI Knee Joint T2W TSE dengan T2*GRE pada kasus ruptur ACL. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penulis mengumpulkan data berupa 12 pasien hasil citra hasil radiograf dari pemeriksaan MRI Knee Joint terhadap 12 jumlah sampel pasien menggunakan sekuens T2W TSE dan T2*GRE Kemudian dari 12 hasil citra dilakukan penilaian berupa check list oleh responden yaitu 2 dokter radiolog. Data kemudian diolah dengan menggunakan spss. Hasil check list yang sudah diolah menggunakan spss, menurut hasil uji wilcoxon bahwa adanya perbedaan informasi anatomi ACL dengan sekuens T2W TSE dan T2*GRE sehingga diambil kesimpulan dengan hasil mean rank 2.00 jika sekuens T2W TSE lebih informatif dalam menilai anatomi ACL dari pada sekuens T2*GRE.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROTEKSI RADIASI DI RUANG RADIOLOGI INTERVENSI INSTALASI RIR RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH Wulan Dari, Dian; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2942

Abstract

Risiko radiasi pada radiologi intervensi relatif lebih besar dibandingkan dengan radiologi diagnostik. Dengan potensi risiko radiasi yang besar pada radiologi intervensi, maka diperlukan sistem proteksi radiasi yang tepat bagi pekerja dan pasien di fasilitas radiologi intervensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk evaluasi proteksi radiasi di ruang radiologi intervensi instalasi RIR RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah ditinjau dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 dan Peraturan Bapeten Nomor 4 Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proteksi radiasi di ruang radiologi intervensi pada instalasi RIR RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 dan Peraturan Bapeten Nomor 4 tahun 2020.

Page 32 of 85 | Total Record : 841