Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Inovatif Bahasa Inggris Smp Dengan Menggunakan Artificial Intelligence (AI) Dan Game-Based Instructions (GBI) Sujana, I Made; Saputra, Agus; Melani, Bonista Z.; Munandar, La Ode Alfin H.; Riyanto, Andra A.
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 3 (2023): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i3.5096

Abstract

Perubahan kurikulum sekolah dari KTSP 2013 menjadi Kurikulum Merdeka memberikan dampak pada guru di sekolah dan dosen LPTK. Guru harus menyesuaikan perangkat dan implementasi pembelajarannya; sedangkan dosen LPTK harus menyesuaikan (merekonstruksi) muatan kurikulum mata kuliah pembelajaran untuk mengakomodasi perkembangan lapangan. Untuk membantu guru bahasa Inggris di sekolah, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Ajar Inovatif secara kolaboratif berbasis berbagai aplikasi (AI dan aplikasi berbasis permainan) untuk menunjang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kegiatan melibatkan 12 guru Bahasa Inggris dari 4 SMP yang berada di Kota Mataram dan 4 mahasiswa FKIP Universitas Mataram dan dilaksanakan secara bauran yaitu 3 kali tatap maya dengan Zoom meeting untuk penanaman konsep dan latihan terbimbing dan 1 kali secara offline untuk kegiatan praktik dan diskusi. Dari serangkaian kegiatan PkM ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini telah berjalan sesuai rencana. Khalayak sasaran telah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan terkait modul ajar inovatif, berbagai aplikasi untuk menunjang pengembangan modul ajar inovatif seperti Artificial Intelligence (AI), game-based instruction (quizizz, canva, classpoint, dll.). Khalayak sasaran telah menghasilkan draft modul ajar inovatif dengan menggunakan AI (ChatGPT/Google Bard) dan aplikasi permainan (GBI). Selain hasil di atas, kegiatan PkM ini juga menghasilkan materi pelatihan yang dikemas dengan Google Classroom yang digunakan oleh guru dan mahasiswa untuk pendalaman materi workshop.
Melalui Pengenalan Lapangan persekolahan (PLP) Kita Tingkatkan Profesionalisme Guru Biologi SMA Negeri 1 Gerung Dalam Pengembangan Modul Ajar dan Perangkat Pendukung Merta, I Wayan; Nuradilia, Debby; Seftiyani, Ditayara; Pebrianti, Hasita; Wardani, Heny
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8015

Abstract

Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka menanamkan nilai-nilai Pencasila. Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang berisi muatan pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan bertujuan membentuk peserta didik menjadi warga negara yang cerdas, amanah, jujur, dan bertanggung jawab. SMA Negeri 1 Gerung pertama kali menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun 2023. Disisi lain kebanyakan guru-guru terutama guru Biologi belum memahami seutuhnya Kurikulum Merdeka, untuk meningkatkan pemahaman guru Biologi tentang Kurikulum Merdeka maka perlu dilakukan diskusi untuk menyamakan persepsi terutama menyusun modul ajar dan perangkat pendukung sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyampaian materi, diskusi, tanya jawab dan pendampingan menyusun modul ajar dan perangkat pendukung pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa guru-guru Biologi SMA Negeri 1 Gerung telah menunjukkan peran aktifnya dalam menghasilkan modul ajar dan perangkat pendukung pembelajaran berupa : media pembelajaran, LKPD, instrument penilaian, dan uraian materi ajar.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR VIRUS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK FASE E SMA Maharani, Annisa; Fuadiyah, Sa’diatul
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i4.1263

Abstract

One of the differences between the Merdeka Curriculum and the 2013 Curriculum is the making of teaching modules. Teaching modules, also known as lesson plans, have more complete components compared to the lesson plans in the 2013 Curriculum. In the Merdeka Curriculum, students are required to be active in learning and can think critically. Thus, the Problem Based Learning (PBL) model is a learning model that helps students understand the material. This PBL model helps learners actively investigate information about reasons and potential solutions to problems in everyday life. The research method used was distributing questionnaires to 34 Phase F students and conducting interviews with one of the biology teachers at SMAN 5 Padang, with qualitative data collection analyzed using descriptive analysis. The results of the analysis showed that as many as 94% of students chose virus material as material that was difficult to understand because as many as 88% of students considered the material to be memorized, 74% chose material that could not be observed directly and as many as 64% of students chose because there were too many terms that caused students' understanding of virus material to be quite low. For this reason, it is necessary to develop a virus teaching module based on Problem Based Learning (PBL) for Phase E SMA. Salah satu perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 adalah pembuatan modul ajar. Modul ajar atau dikenal dengan RPP ini memiliki komponen yang lebih lengkap jika dibandingkan RPP yang ada di Kurikulum 2013. Pada Kurikulum Merdeka, peserta didik diharuskan untuk aktif dalam belajar dan dapat berpikir kritis. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang membantu peserta didik dalam memahami materi. Model PBL ini membantu peserta didik secara aktif menyelidiki informasi tentang alasan dan solusi potensial untuk masalah dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu menyebarkan angket kepada 34 peserta didik Fase F dan melakukan wawancara kepada salah satu guru biologi di SMA Negeri 5 Padang, dengan pengumpulan data kualitatif yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 94% didik memilih materi virus sebagai materi yang sulit dipahami karena sebanyak 88% peserta didik menganggap materi bersifat hafalan, 74% memilih materi tidak dapat diamati secara langsung dan sebanyak 64% peserta didik memilih karena terlalu banyak istilah yang menyebabkan pemahaman peserta didik terhadap materi virus cukup rendah. Untuk itu diperlukan pengembangan modul ajar virus berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Fase E SMA.
Pengembangan Modul Ajar Problem Based Learning pada Materi SPLTV Pratiwi, Ika Yulia
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2024): JURNAL FIBONACI: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v5i1.57683

Abstract

Modul ajar adalah perangkat penting untuk mendukung kurikulum merdeka di sekolah. Menurut beberapa penelitian, terdapat guru yang belum membuat modul ajar yang sesuai dengan ciri siswanya. Dengan demikian, diperlukan modul ajar problem based learning untuk materi SPLTV. Tujuan studi ini adalah menghasilkan modul ajar problem based learning yang valid, praktis, dan efektif pada materi SPLTV. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan model ADDIE. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas X-1 MA Manbaul Ulum. Data penelitian diperoleh dari wawancara, lembar validasi, kuesioner guru dan siswa, serta hasil asesmen sumatif. Hasil wawancara digunakan untuk analisis awal. Rata-rata skor hasil validasi adalah 4,38 yang dapat dikategorikan sebagai sangat valid. Hasil analisis kuesioner guru dan siswa dinilai sangat praktis dengan rata-rata skor berturut-turut adalah 4,41 dan 4,47. Hasil asesmen sumatif seluruh kelas X-1 diperoleh nilai rata-rata 92,5 yang dapat dikategorikan sebagai sangat efektif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa modul ajar dengan model problem based learning pada materi SPLTV yang dihasilkan layak digunakan sebagai alat pembelajaran .
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS FLASH PADA MATERI IDE POKOK KELAS V SDN SAWOJAJAR 5 MALANG Lila Miftakhul Rohma; Lila Miftakhul Rohma; Muhammad Arafik
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i2.2024.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji modul berbasis flash dalam pembelajaran materi ide pokok di kelas V SDN Sawojajar 5 Malang. Metode pengembangan modul ini mengikuti model Lee & Owens, dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan guru, serta respon siswa. Hasil validasi menunjukkan modul layak dan menarik digunakan dalam pembelajaran, dengan persentase kelayakan 95% dari ahli materi dan 85% dari ahli bahan ajar. Respon siswa juga positif, dengan persentase kemenarikan modul sebesar 97,3%. Kesimpulannya, modul berbasis flash efektif dan dapat meningkatkan pemahaman serta minat belajar siswa pada materi ide pokok.%.
Optimalisasi Pembelajaran Interaktif melalui Pengembangan Modul Ajar Digital Berbasis Flip HTML5 untuk Mata Pelajaran Produktif di Sekolah Menengah Kejuruan Erlanda, Rendi; A, Yufrizal; K, Arwizet; Prasetya, Febri
TSAQOFAH Vol 4 No 2 (2024): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v4i2.2763

Abstract

Vocational education, as a specialised form of education, is designed to prepare students with practical and theoretical skills in various fields of technical, technological, and business expertise, in accordance with the demands of the labour market. The use of teaching modules in the PDTM class X Machining Engineering subject is not optimal, causing the learning process to be less effective. This study aims to develop a FlipHTML5-based PDTM teaching module at SMK Negeri 2 Banda Aceh, adopting the R&D development model with reference to the 4D model. The steps of the 4D model include definition, design, development, and dissemination. Research data were obtained through a questionnaire validation sheet, and data analysis using quantitative descriptive statistical methods with Aiken's V formula. The results showed that the developed module was feasible as a self-learning media. The validity of material experts reached (∑V) 0.842, and media experts reached (∑V) 0.909, with valid criteria. Based on the validity assessment, this PDTM learning module for class X Machining Engineering can be concluded as a feasible additional learning media for students.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Kurikulum Merdeka Pada Materi Aljabar Fauzi, Moch.
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2024): Range Januari 2024
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.Vol5.Iss2.5899

Abstract

This research aims to (1) produce a mathematics teaching module for class VII algebra material based on the independent curriculum that can improve the process, learning outcomes and students' love for the mathematics subject of algebra material, (2) be able to make students interested in learning mathematics, and (3) increase enthusiasm for learning and mastering the subjects you like, especially mathematics. The development model used in this research is adapting the ADDIE model, with stages (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The deployment stage was limited to the research location due to limited research time. The data analysis technique used is qualitative data analysis and quantitative data. From the research results, it is known that the development of an independent curriculum-based mathematics teaching module in class VII algebra material at SMP Ma'arif NU Darul Amin is valid and very good for improving learning outcomes. This is proven by the material expert validation results which obtained a score of 77.2%, including the feasible category, the media expert validation results obtained a score of 79.33%, including the appropriate category, the individual trial results obtained a score of 83.67%, including the very good category and the test results Trying a small group obtained a score of 87.33%, including the very good category
Strategi Teoritis dan Praktis dalam Pengembangan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka safitri, syaila
Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tarbiyah
Publisher : STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul ajar adalah kelompok kurikulum terpisah yang menggantikan rencana pembelajaran. Program pelatihan Kurikulum merdeka menggantikan RPP dengan berbagai sifat dan karakteristik mencakup materi pembelajaran/isi pembelajaran yang sistematis dan bermotivasi tinggi, metode pembelajaran, keterampilan interpretasi dan metode perhatian untuk mencapai hasil yang diharapkan. berhasil Guru melakukan sesi pelatihan sebelum mengajar di kelas. Salah satu manfaat program pelatihan adalah untuk memangkas tanggungan guru dalam menyajikan mata pelajaran, sehingga dapat mencurahkan lebih banyak waktunya sebagai guru untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran. Penerapan kurikulum merdeka pada mata kuliah sejarah dilaksanakan sesuai dengan metode pengajaran yang menggunakan berbagai metode pembelajaran, seperti pembelajaran kooperatif, diskusi, ceramah dan latihan. Evaluasi penyelenggaraan pendidikan sejarah meliputi evaluasi analitis, evaluasi formatif, dan evaluasi sumatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data teks. Data diperoleh dari tinjauan literatur berbagai penelitian terdahulu dan kebijakan pemerintah.Dengan demikian, Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui tentang konsepsi modul ajar dalam kurikulum merdeka, komponen-komponen modul ajar, langkah-langkah pengembangan modul ajar, implementasi dan evaluasi modul ajar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI II JEREBU’U Liku, Fransiska; Wangge, Maria Carmelita Tali; Bhoke, Wilibaldus
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 7, No 3: DESEMBER 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i3.306

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul ajar berbasis inkuiri terbimbing di tingkat SMA. Modul dimaknai sebagai seperangkat bahan ajar yang di sajikan secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menghasilkan produk modul matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. 2). Untuk mengetahui modul matematika berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear terhadap hasil belajar valid dan praktis.  Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa tenggara Timur. Subjek penelitian adalah siswa di SMA Negeri II Jerebu’u kelas X sebanyak 0 orang. Produk penelitian ini di kembangkan dengan model research & development merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Memilih model pengembangan ini didasari atas pertimbangan bahwa model research & development dikembangkan secara sistematis. Modul berbasis inkuiri terbimbing ini divalidasikan kepada dosen ahli dan prktisi lapangan yakni guru matematika dari sekolah tempat penelitian dilaksanakan. Hasil validasi dari semua ahli menunjukan bahwa modul berbasis inkuiri terbimbing ini valid atau layak digunakan dengan presentase oleh ahli materi dengan skor nilai 80% dengan kriteria baik, ahli desain dengan skor 78,62% dengan kriteria Baik , angket respon guru dengan skor 92,72% dengan kriteria sangat baik dan angket respon siswa dengan skor 94,28% dengan kriteria Sangat baik.Kata Kunci : Modul ajar, Inkuiri terbimbing,Sistem persamaan dan pertidaksamaan linear AbstractThe aim of this research is to produce a guided inquiry-based teaching module at the high school level. A module is interpreted as a set of teaching materials that are presented systematically. The objectives of this research are 1) To produce a guided inquiry-based mathematical module product on systems of linear equations and inequalities. 2). To find out the guided inquiry-based mathematics module on systems of equations and linear inequalities on valid and practical learning outcomes. This research was conducted in Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province. The research subjects were 0 students at SMA Negeri II Jerebu'u class X. This research product was developed using the research & development model, which is a research method used to produce certain products. Choosing this development model is based on the consideration that the research & development model is developed systematically. This guided inquiry-based module was validated with expert lecturers and field practitioners, namely mathematics teachers from the school where the research was carried out. Validation results from all experts show that this guided inquiry-based module is valid or suitable for use with a percentage of material experts with a score of 80% with good criteria, design experts with a score of 78.62% with good criteria, teacher response questionnaires with a score of 92.72 % with very good criteria and student response questionnaires with a score of 94.28% with very good criteria.Keywords : Teaching module, guided inquiry, system of linear equations and inequalities
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERMUATAN CODING TEMA ALAM SEMESTA SUB TEMA BINTANG ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KOBER HARAPAN BARU KECAMATAN AESESA SELATAN KABUPATEN NAGEKEO Oka, Gde Putu Arya; Tuga, Raymunda Nona
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 7, No 3: DESEMBER 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i3.308

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan modul ajar bermuatan codingdengan suplemen video animasi tema alam semesta sub tema bintanganak usia 5-6 tahun di Kober Harapan Baru, (2) mengetahui kelayakan produk modul ajar bermuatan coding tema alam semesta sub tema bintang anak usia 5-6 tahun di Kober Harapan Baru. Penelitain ini menggunakan model pengembangan ADDIE Model ini terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluate. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, metode angket, metode wawancara dan metode dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun baik secara perorangan maupun kelompok kecil yang ada di Kober Harapan Baru. Hasil penelitian pengembangan modul ajar bermuatan coding tema alam semesta sub tema bintang berdasarkan hasil uji coba ahli dan pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) uji coba ahli materi diperoleh nilai rata-rata 90,66% berada pada kategori sangat valid, (2) uji coba ahli media pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 82,66% berada pada kategori valid, (3) uji coba ahli desain pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 85, 33% berada pada kategori valid, (4) uji coba perorangan sebagai pengguna produk diperoleh nilai rata-rata 93,33%% berada pada kategori sangat valid, (5) uji coba kelompok kecil diperoleh nilai rata-rata 75% berada pada kategorivalid. Dengan demikian, pengembangan modul ajar bermuatan coding tema alam semesta sub tema bintang untuk pengembangan aspek kognitif anak layak digunakan pada anak usia 5-6 tahun. Kata-kata kunci: Modul Ajar, Coding, Alam Semesta Abstract This study aims to: (1) produce teaching modules containing coding with animation video supplements for the universe theme, sub-theme star for children aged 5-6 years at Kober Harapan Baru, (2) determine the feasibility of a teaching module product containing coding for the universe theme, sub-theme star for children aged 5-6 years. 5-6 years at Kober Harapan Baru. This research uses the ADDIE development model. This model consists of five steps, namely: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluate. The method used is the method of observation, questionnaire method, interview method and documentation method. The subjects in this study were children aged 5-6 years both individually and in small groups in Kober Harapan Baru. The results of the research on the development of teaching modules containing coding for the universe theme, sub-theme of stars based on the results of expert trials and product users, are as follows. (1) the material expert test obtained an average value of 90.66% in the very valid category, (2) the learning media expert trial obtained an average value of 82.66% in the valid category, (3) the expert trial learning design obtained an average value of 85, 33% was in the valid category, (4) individual trials as product users obtained an average value of 93.33%% were in the very valid category, (5) small group trials obtained values an average of 75% are in the valid category. Thus, the development of a teaching module containing coding for the universe theme, sub-theme of stars for the development of cognitive aspects of children, is appropriate for children aged 5-6 years. Keywords: Teaching Module, Coding, Universe

Page 36 of 90 | Total Record : 896