Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

KISAH PENAMAAN TEMPAT WISATA DI BANTEN SEBAGAI BAHAN PROMOSI WISATA DIGITAL DAN BAHAN AJAR BIPA (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING) DI ERA PANDEMI COVID-19 Ade Husnul Mawadah; Ilmi Solihat
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KREDO VOLUME 5 NO 1 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v5i1.6537

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, wisata Banten mengalami penurunan drastis. Diperlukan upaya untuk mempromosikan potensi wisata Banten agar kembali menarik perhatian banyak orang. Promosi wisata secara digital menjadi pilihan yang paling tepat di zaman ini. Banten memiliki tempat wisata dengan berbagai nama menarik, tetapi masih banyak wisatawan yang tidak mengetahui tentang latar belakang nama tempat wisata tersebut, mulai dari asal usul hingga makna setiap namanya. Hal ini disebabkan minimnya dokumentasi cerita sejarah dari setiap nama tempat wisata di Banten. Jika dikaji lebih dalam, kisah sejarah penamaan (naming) tempat wisata tersebut dapat menjadi daya pikat bagi wisatawan, termasuk mahasiswa asing yang sedang belajar bahasa Indonesia di Banten. Penelitian ini bermaksud menemukan dan mengidentifikasi asal mula penamaan tempat wisata di Banten. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penamaan menurut Abdul Chaer yang mengungkapkan sembilan jenis penamaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara. Setelah data dianalisis, hasilnya diolah dan  disajikan dalam bentuk video digital yang disebarluaskan melalui kanal YouTube. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan promosi wisata Banten dan bahan ajar daring dalam pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
PERINTISAN DAN PENGEMBANGAN KELAS BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI TINGKAT PERGURUAN TINGGI DI INGGRIS: PELUANG DAN TANTANGAN Leni Amelia Suek
Jurnal Lazuardi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Lazuardi
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.578 KB) | DOI: 10.53441/jl.Vol3.Iss3.39

Abstract

ABSTRACT This research is a descriptive study that analyzes the opportunities and challenges in pioneering and developing an Indonesian language class for foreign learners (BIPA) at the University of Nottingham in England. This study is based on the experience of the author who is also the pioneer of the BIPA program at the University of Nottingham which is supported by literature studies. Opportunities of BIPA program in overseas are the internationalization of Indonesian in the world, strengthening diplomatic relations between the two countries, promoting and widening cooperation between various universities in Indonesia and abroad both in academics and scholarships affairs, enlarging the community of Indonesian language and culture overseas, business for universities in Indonesia and other language institutions, and increasing the number of tourists in Indonesia. The challenges are related to curriculum development, quality of teaching, teaching methods and management of BIPA program at the University of Nottingham in United Kingdom. This BIPA program ran succesfully despite the challenges because the opportunities have been realized. Keywords: BIPA, Opportunities, Challenges, Pilot Program
TEACHING BIPA: CONDITIONS, OPPORTUNITIES, AND CHALLENGES DURING THE PANDEMIC Maharany, Elva Riezky; Laksono, Prayitno Tri; Basori, Basori
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4 No 2 (2021): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v4i2.3856

Abstract

Pandemi telah berimbas pada pendidikan dunia, tak terkecuali pembelajaran BIPA. Tidak diperbolehkannya pertemuan pembelajaran mengakibatkan pembelajaran BIPA konvensional berubah. Tujuan kajian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran BIPA di masa pandemi. Aspek apa saja yang menjadi perhatian, peluang serta tantangan tersendiri. Dengan kajian ini, diharapkan pengajar serta pebelajar BIPA memiliki gambaran untuk mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran BIPA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus kepada studi kasus. Kajian ini mendeskripsikan kondisi pembelajaran BIPA di masa pandemi ini meliputi kurikulum, strategi pengelolaan kelas, media dan asesmen telah dilaksanakan sedemikian rupa. Ada dua peluang dalam pembelajaran BIPA yaitu peluang bagi lembaga penyelenggara BIPA serta peluang meningkatkan jumlah mahasiswa asing. Selain itu, tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA di masa pandemi ini adalah tantangan sistem pembelajaran, tantangan bagi pengajar, kondisi internet, serta literasi digital. Temuan tersebut diharapkan mampu menjadi gambaran bagi pengajar untuk menyiapkan pembelajaran BIPA di masa yang akan datang dengan lebih baik. Selain itu, diharapkan lembaga penyelenggara BIPA menangkap peluang tersebut dengan maksimal dengan cara mewujudkan tantangan di masa yang akan datang dengan baik.Keywords: BIPA, Pembelajaran, Pandemi, Tantangan
Analisis Kesalahan Bahasa Tulis Pemelajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Level 2B Wisma Bahasa Yogyakarta wijayanti, Yanuar; Siroj, Muhammad Badrus
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2020): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i2.31568

Abstract

Kesalahan bahasa tulis dapat timbul pada pembelajaran BIPA karena pemelajar kurang menguasai tata bahasa, kurang memahami kandungan makna suatu kata, satuan-satuan linguistik pembangun kalimat bahasa Indonesia, dan penggunaan bahasa Indonesia yang masih dipengaruhi oleh bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan pilihan diksi, afiksasi, tanda baca, dan struktur kalimat pada kalimat yang ditulis pemelajar BIPA level 2B Wisma Bahasa Yogyakarta. Berdasarkan 224 kalimat pada angket soal, terdapat 50 kalimat dengan 80 kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pemelajar. Kesalahan berbahasa yang paling banyak dilakukan adalah kesalahan penggunaan partikel pada aspek pilihan diksi, yaitu sebanyak 61.25%. Kesalahan pilihan diksi yang dilakukan oleh pemelajar adalah kesalahan verba, nomina, adjektiva, adverbia, numeralia, partikel, dan klitik. Kesalahan afiksasi sebanyak 6.25% meliputi prefiks, sufiks, dan konfiks. Kesalahan tanda baca sebanyak 20% meliputi tanda titik dan koma. Kesalahan struktur kalimat sebanyak 12.5% meliputi subjek, predikat, dan keterangan. Hasil penelitian ini mampu memperkaya ilmu pengetahuan pada tataran morfologi dan sintaksis di dalam pembelajaran BIPA dan mengenal kesalahan-kesalahan berbahasa tulis yang dilakukan oleh pemelajar BIPA level 2B Wisma Bahasa Yogyakarta atau di lembaga BIPA lain. Pengajar BIPA juga dapat menekankan materi yang akan memunculkan banyak kesalahan berbahasa, sehingga dapat mengantisipasi adanya kesalahan berbahasa dan ketidakefektifan kalimat.
PRAKTIK KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA MAHASISWA EKSPATRIAT DALAM PROGRAM BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) Anindita Anindita; Novica Woelandari
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v3i1.966

Abstract

Language is one of cultures that cannot be separated from human life. Indonesian language studied by expatriate students in the BIPA program becomes a bridge and a means of communication that can produce interaction between foreign students who have different cultures. However, as Indonesian Language learners, expatriate students from various countries certainly experience obstacles in communication. This study aims to find out more about intercultural communication practices among expatriate students in the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program at the International Language Institute, Faculty of Cultural Sciences, University of Indonesia. The research method used in this research is descriptive qualitative, using a post-positivistic paradigm in which the data obtained in this study are through interviews and participant observation. Interviews were conducted with four informants from different countries representing the majority and minority countries. The results showed that in the practice of intercultural communication, students used a lot of primary communication patterns, where students used verbal and non-verbal symbols, and secondary communication patterns, where students used tools / media that helped the communication process such as the use of dictionaries and Google Translate. In this study also found that students experience various cultural phenomena including cultural adaptation, acculturation, assimilation, and culture shock.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Kosakata Melalui Aplikasi Kuis Kosakata Daring bagi Pemelajar BIPA Level A2 Christine Permata Sari
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4209

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi permainan kosakata daring untuk meningkatkan pemahaman kosakata dan makna dalam konteks pada pemelajar BIPA level A2. Penelitian ini didasarkan pada evaluasi performa pemelajar dalam memahami kosakata ketika berada pada level sebelumnya Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dan menggunakan observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Aplikasi kuis daring yang dipakai adalah Quizizz dan Wordwall yang dipakai secara bergantian karena mempunyai fitur yang berbeda – beda. Ada lima set kuis yang dibuat dengan model latihan soal yang bervariasi. Hasil kuis dianalisis termasuk skor dan jenis eror yang dibuat oleh pemelajar. Selanjutnya untuk tahap terakhir, murid mendapatkan tes kosakata tertulis sebagai ujian akhir program. Semua hasil kuis dan tes diolah bersama dengan hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunaan aplikasi permainan kosakata daring murid lebih menguasai kosakata dan memakainya sesuai dengan konteks yang benar. Pemelajar juga mampu memahami kalimat secara reseptif dan mampu memproduksi tuturan yang bermakna baik secara lisan dan tertulis. 
Sastra Lisan Kidung Rumeksa Ing Wengi Karya Sunan Kalijaga sebagai Materi Ajar BIPA Tingkat Lanjut Sri Lestari Sunardi
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4204

Abstract

Pembelajaran BIPA berbasis kearifan lokal dengan mengenalkan lagu sebagai wujud dari kekayaan budaya nusantara merupakan sebuah cara menarik minat pelajar asing. Budaya nusantara yang memiliki keanekaragaman dapat dimanifestasikan melalui lagu yang bernafaskan ajaran moral dan tata nilai untuk hidup seimbang. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan sastra lisan yang berupa kidung rumeksa ing wengi sebagai materi ajar untuk mahasiswa asing yang berminat mendalami budaya nusantara khususnya Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Teknik validasi data menggunakan triangulasi teori dan teknik analisis data dengan semiotik Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar sastra lisan Kidung Rumeksa ing Wengi dapat diberikan kepada pembelajar BIPA tingkat lanjut dengan cara mengartikannya terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia kemudian baru diperdengarkan versi aslinya.  Kata kunci: BIPA,  materi ajar, sastra lisan, kidung
Pemanfaatan Linguistik Korpus dalam Menentukan Kata Berfrekuensi Tinggi pada Buku Sahabatku Indonesia BIPA 1 Diyah Wahyuningtyas; Tri Mastoyo Jati Kesuma
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4125

Abstract

The purpose of writing this article is describing parts of speech ‘kelas kata’ in the book “Sahabatku Indonesia BIPA 1 Umum”. The parts of speech were analyzed using a tool-based corpus, namely AntConc. The aim of using AntConc is for deciding the frequent or word using on that book. The result of this research is shown (1) ten high frequency words in the book “Sahabatku Indonesia BIPA 1 Umum” is: dan (402); di (289); saya (219); yang (199); ada (159); ini (159);  dengan (145); untuk (125); kegiatan (113); apa (106); and also (2) the frequency of occurrence of parts of speech is noun (4.783); verb (2.134); particle (1.756); adjektive (948); pronoun (923); adverb (415); numeral (207); dan clitic (10).
Pemanfaatan Media Digital G Suite For Education dalam Pembelajaran BIPA Jarak Jauh di University Of Vienna Hilda Septriani
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4174

Abstract

The Covid-19 pandemic has affected almost all social structures, including education. Learning Indonesian language for Foreign Speakers (BIPA) is one of the teaching fields that are affected. The targets of BIPA learners to be discussed in this study are Austrian citizens who studied Indonesian language at the University of Vienna for winter semester between 2020-2021. The use of various technological media and digitalization strategies carried out during BIPA teaching is a precise effort that is implemented to deal with the effectiveness of distance learning. The research method that will be used by the author is descriptive analysis and literature study to describe digitalization strategies in online BIPA teaching for students in Austria. The purpose of this study is to identify the utilization of digital media G Suite for Education in online BIPA teaching for students at the University of Vienna. However, the ability to access digital media is still considered difficult by some students in the class. These various digitalization and implementation strategies will be described in more detail in the research results as a representation of the effectiveness of using various technology platforms in the teaching of BIPA.
Representasi Budaya Jawa dalam Film “Lagi-Lagi Ateng” Karya Monty Tiwa serta Implementasinya sebagai Bahan Ajar BIPA Tingkat Mahir Tiya Agustina
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.4324

Abstract

AbstractThere are many ways to improve the quality of BIPA institutions, one of which is through teaching materials. Films can be used as an alternative choice of media for delivering teaching materials in introducing language and culture to foreign students. This research is a qualitative descriptive study with a content analysis strategy in the film "Lagi-Lagi Ateng" by Monty Tiwa. The data sources in this research are shot/sequence/scene and dialogue text contained in the film. The data collection technique used the listening and note-taking technique. The data validity technique uses source triangulation and theory. Finally, the data analysis technique uses the Miles & Huberman model. Based on the results and discussion, it was found that the cultural aspects of objects in the film "Lagi-Lagi Ateng" include, among others, a) clothing, in the form of palace clothing and buns, b) technology, in the form of wooden rakes and buffalo for plowing the fields, c) cultural arts, in the form of caping and songong, and d) typical food such as tempeh. The representation of Javanese culture in the category of non-object culture includes, among others, a) belief, in the form of kejawen which has animist and shamanic belief patterns, b) values and norms, in the form of adjusting attitudes and speech aimed at creating harmony between human beings. This teaching material can be developed based on the innovativeness of the teacher.Keywords: Cultural Representation, Film, BIPA

Page 37 of 118 | Total Record : 1176