Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

E-Module of Speech Listening Skills for BIPA 1 Learners for Children with Indonesian Culinary Content at the Cooperative Education Unit School Arzaqi, Amalia; Idris, Nuny Sulistiany; Sundusiah, Suci
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3240

Abstract

The purpose of this research is to describe 1) the needs analysis profile for the development of e-module listening-speech skills for BIPA 1 students with Indonesian culinary content; 2) the design of an e-module of listening-speech skills for BIPA 1 students with Indonesian culinary content; 3) developing an e-module of listening-speech skills for BIPA 1 students with Indonesian culinary content; and 4) the implementation of the listening-speech skills e-module for BIPA 1 students with Indonesian cuisine content. 5) Response of e-module on listening-speech skills for BIPA 1 students with Indonesian cuisine content. The research and development (R&D) approach was applied in this study with the ADDIE concept. Data collection techniques using literature study and semi-structured interviews. The research data is in the form of words and documents, which are then analyzed with the techniques that will be described descriptively in the form of a collection of words arranged, data reduction, analysis, data interpretation, and triangulation. According to the findings of this development research, the electronic development of the BIPA 1 students' listening-speech skills module with Indonesian cuisine content receives an average percentage of 87% with a very good predicate. As a result, the development of electronic listening-speech skills courses suited to the demands of BIPA 1 pupils is conceivable.
Kesalahan Berbahasa Lisan Penutur BIPA dalam Kanal YouTube “Sarah Johnson”
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : SATU Press Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jpbsi.2023.3.1.22-35

Abstract

This study aims to examine the language errors made by BIPA speakers on Sarah Johnson's YouTube channel. The method used is descriptive qualitative method. Data collection was carried out by looking at two videos on Sara Johnson's YouTube channel and then transcribing the recordings into writing. The analysis are carried out by reducing data, presenting data, and concluding research results. The aims of this research are (1) to describe errors in Indonesian pronunciation. In Indonesian pronunciation errors, 3 types of errors were found caused by phoneme changes, 2 forms of errors caused by adding and subtracting phonemes, and 2 forms of errors caused by pausing errors; (2) describe errors in the formation of Indonesian words. In the errors in the formation of Indonesian words, 6 forms of errors were found in the use of affixes, and 4 forms of errors in the choice of words; (3) errors in sentence construction in Indonesian. In the errors in the preparation of Indonesian sentences, 1 form of language error was found which was caused by ambiguity in the sentence, so that overall 18 forms of Indonesian language errors were found in this study. Errors in spoken language on the YouTube account "Sarah Johnson" are caused by errors or errors experienced by Sarah Johnson. This error is also caused by the influence of the mother tongue (interlingual) and also the lack of understanding and complexity of the second language that is less mastered (intralingual).
Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Mahad Albisat Addiniyah Yalla, Thailand Selatan Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.13117

Abstract

Mahad Albisat Alhaddiniyah Thailand memproyeksikan lulusannya untuk dapat kuliah di luar Thailand, salah satunya Indonesia. Namun perbedaan bahasa Melayu Thailand dengan bahasa Indonesia membuat mereka kesulitan untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan softskills bahasa Indonesia berdasarkan pelafalan huruf dan perkenalan diri. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dengan teknik ceramah, diskusi, dan praktik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan budaya dan permainan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para siswa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam melafalkan huruf dan memperkenalkan dari yang ditunjukkan dari perubahan signifikan antara hasil pretes dan postes.
Pemanfaatan tiga ruang belajar (cave, campfire, watering hole) dalam konteks pembelajaran BIPA Krishandini Krishandini; Renny Soelistiyowati; Mukhlas Ansori
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v5i1.8476

Abstract

Era digital saat ini telah mendisrupsi berbagai profesi di dunia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan profesi pengajar (dalam hal ini pengajar BIPA) akan tergantikan oleh berbagai aplikasi. Namun demikian, konsep society 5.0  tetap menempatkan sumber daya manusia sebagai komponen utamanya. Untuk tetap memiliki peran di era digital saat ini, pengajar BIPA harus mahir memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran agar tidak monoton dalam penyampaian sehingga capaian pembelajaran dapat maksimal. Pemelajar akan memiliki pengalaman yang berbeda antara saat berhadapan (tatap muka) dengan pengajar dan saat berselancar di dunia maya mencari materi yang mereka butuhkan. Hal tersebut perlu dielaborasi agar menjadi pengalaman yang menarik bagi pemelajar. Untuk itu, penelitian ini akan mendeskripsikan hal yang terkait dengan tiga jenis ruang dalam konteks pembelajaran BIPA, yaitu campfire (lecture space), watering hole ( collaborative space), cave (reflective space). Bagaimana pengajar memanfaatkan tiga ruang pembelajaran ini dalam konteks pembelajaran BIPA? Apa saja materi yang dapat ditransfer kepada pemelajar melalui tiga ruang pembelajaran tersebut? Dengan demikian, pengajar dapat mengelaborasikan makna lingkungan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pemelajar pada waktu dan tempat yang berbeda. Jadi, karakteristik pemelajar BIPA yang esensinya datang dari berbagai tempat di belahan dunia ini dan memiliki perbedaan waktu dapat menikmati pembelajaran dengan baik.
ANALISIS EVALUASI SUMATIF PADA KETERAMPILAN MENYIMAK JENJANG BIPA 4 DI BALAI BAHASA UPI (UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA) Salis Hilda Yoviyani; Nanda Gultom
Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Vol 9, No 2 (2022): jurnal EDUKASI KULTURA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/edukasi kultura.v9i2.43395

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk soal sumatif keterampilan menyimak BIPA 4 di Balai Bahasa UPI dan kesesuaian soal dengan indikator kelulusan pada SKL BIPA 4 menurut Permendikbud No 27 Tahun 2017. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk soal berupa UAP (Ujian Akhir Program) dengan jenis  soal objektif berupa soal pilihan ganda berjumlah 20 soal yang terbagi menjadi sesi A dan sesi B. Keduanya telah sesuai dengan indikator lulusan pada SKL BIPA 4 menurut Permendikbud No 27 Tahun 2017 yakni pada elemen kompetensi 2.1. (Mampu memahami diskusi/pidato/ceramah dengan alur argumen yang kompleks dengan topik yang sudah dikenal) dan 2.2. (Mampu menyimpulkan informasi dari berita yang berasal dari media elektronik). Sedangkan untuk elemen kompetensi 2.3. (Mampu memahami film Indonesia berdurasi pendek yang beralur sederhana) tidak muncul baik di sesi A maupun sesi B, karena topik yang diangkat adalah seputar musik favorit dan lowongan pekerjaan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN MEDIA DIGITAL BAGI PEMELAJAR BIPA Williyansen, Kangga Ega; Yen, Lee; Rosliani, Rosliani
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak dengan media digital bagi pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan media digital dalam peningkatan kemampuan menyimak bagi pemelajar BIPA dan mendeskripsikan bentuk peningkatan kemampuan menyimak melalui media digital bagi pemelajar BIPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa menyimak, menulis, dan pustaka. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa eksplorasi. Hasil penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak efisien bagi pemelajar BIPA, peningkatan dapat diperoleh melalu media digital seperti media audio, visual, audiovisual dan lirik-lirik lagu. Media tersebut dapat digunakan untuk belajar tata bahasa, pembelajaran kosakata, mengajarkan keterampilan berbahasa, memberi contoh model pada materi pembelajaran, dan memberikan pengalaman belajar yang nyata.
PENERAPAN KAIDAH TATA BAHASA PADA BAHAN AJAR BIPA Seriana, Seriana; Fitri, Aidi; Marina, Marina; Nurdiana, Nurdiana; Nasution, Jamaluddin
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2739

Abstract

Penerapan kaidah tata bahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) memiliki peran penting dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Penelitian ini membahas mengenai penerapan kaidah tata bahasa dalam bahan ajar BIPA tingkat pemula. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat tentang kaidah tata bahasa menjadi dasar yang penting dalam menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Penerapan kaidah tata bahasa melalui latihan dan aktivitas komunikatif dapat memperkuat pemahaman dan kemampuan berkomunikasi para pembelajar BIPA. Melalui pemahaman yang baik terhadap kaidah tata bahasa, Pemelajar BIPA dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat serta membangun kemampuan berbicara, membaca, menulis, dan memahami bahasa Indonesia secara keseluruhan. Diharapkan bahwa pemelajar BIPA akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya penerapan kaidah tata bahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia tingkat pemula, yang akan membantu mereka berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif dalam bahasa Indonesia serta melanjutkan pembelajaran bahasa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI PROGRAM BIPA (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING) DI LAOS TAHUN 2016-2022 Christina Savira Raharja
Jurnal Pena Wimaya Vol 3, No 2 (2023): Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v3i2.10024

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas upaya diplomasi kebudayaan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Laos dan menanamkan citra positif Indonesia di Laos melalui Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) pada periode 2016-2022. Program BIPA di Laos diharapkan dapat membantu meningkatkan hubungan kedua negara dan membangun citra positif Indonesia melalui pemahaman bahasa dan budaya. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam pelaksanaan program ini, para pengajar menggunakan berbagai media yang dapat mendukung dalam penyampaian materi dengan berbagai kegiatan diplomasi budaya. Penelitian ini mengacu pada konsep diplomasi kebudayaan dan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang bersifat sekunder dengan menggunakan studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal dan artikel resmi. Hasil Penelitian ini menemukan dalam pelaksanaan diplomasi budaya melalui Program BIPA, Indonesia menerapkan diplomasi dengan cara damai dan memanfaatkan berbagai bentuk yaitu eksibisi, kompetisi, dan pertukaran ahli atau studi. Dengan demikian, dapat menciptakan citra positif terhadap Indonesia di Laos.Kata Kunci: Diplomasi budaya, Program BIPA, Indonesia, LaosAbstractThis research examines the cultural diplomacy efforts of the Indonesian Government to strengthen bilateral relations with Laos and instill a positive image of Indonesia in Laos through the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) Program during the period of 2016-2022. The BIPA Program in Laos is expected to help enhance the relationship between the two countries and build a positive image of Indonesia through language and cultural understanding. The Indonesian Government has made various efforts in implementing this program, with instructors using various media to support the delivery of materials through cultural diplomacy activities. This research is based on the concept of cultural diplomacy and employs a qualitative descriptive research method, utilizing secondary data collection techniques through literature review from books, journals, and official articles. The findings of this research reveal that in the implementation of cultural diplomacy through the BIPA Program, Indonesia applies peaceful diplomacy and utilizes various forms such as exhibitions, competitions, and expert exchanges or studies. Consequently, this can create a positive image of Indonesia in Laos.Keywords: Cultural diplomacy, Program BIPA, Indonesia, Laos
Kartun dan Komik Strip untuk Mengajar Bahasa dan Kepekaan Lintas Budaya Mahasiswa BIPA dari Thailand Puspita Dian Agustin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i3.1306

Abstract

The use of cartoons and comic strips in cross-cultural and language instruction has significant advantages for Thai students' learning abilities. This study aims to: (1) determine Thai students at Muhamadiyah University in Jember's level of Indonesian comprehension through the use of cartoon and comic strip learning materials; ( 2) Using cartoons and comic strips as educational tools to introduce Thai students at Muhamadiyah University of Jember to Indonesian culture; 3) Provide a description of the cartoon and comic strip formats utilized in this study; also (4) Portray the aftereffects of further developing language picking up utilizing animation and funny cartoon gaining media for understudies from Thailand at the Muhamadiyah College of Jember. Descriptive statistics and qualitative descriptive analysis methods were used to analyze the data. The study's findings assign a BIPA level to Thai students enrolled at Muhammadiyah University of Jember. Additionally, the trial's findings demonstrate a rise in Indonesian language proficiency and cross-cultural awareness.
Pemanfaatan tiga ruang belajar (cave, campfire, watering hole) dalam konteks pembelajaran BIPA Krishandini Krishandini; Renny Soelistiyowati; Mukhlas Ansori
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v5i1.8476

Abstract

Era digital saat ini telah mendisrupsi berbagai profesi di dunia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan profesi pengajar (dalam hal ini pengajar BIPA) akan tergantikan oleh berbagai aplikasi. Namun demikian, konsep society 5.0  tetap menempatkan sumber daya manusia sebagai komponen utamanya. Untuk tetap memiliki peran di era digital saat ini, pengajar BIPA harus mahir memanfaatkan berbagai ruang pembelajaran agar tidak monoton dalam penyampaian sehingga capaian pembelajaran dapat maksimal. Pemelajar akan memiliki pengalaman yang berbeda antara saat berhadapan (tatap muka) dengan pengajar dan saat berselancar di dunia maya mencari materi yang mereka butuhkan. Hal tersebut perlu dielaborasi agar menjadi pengalaman yang menarik bagi pemelajar. Untuk itu, penelitian ini akan mendeskripsikan hal yang terkait dengan tiga jenis ruang dalam konteks pembelajaran BIPA, yaitu campfire (lecture space), watering hole ( collaborative space), cave (reflective space). Bagaimana pengajar memanfaatkan tiga ruang pembelajaran ini dalam konteks pembelajaran BIPA? Apa saja materi yang dapat ditransfer kepada pemelajar melalui tiga ruang pembelajaran tersebut? Dengan demikian, pengajar dapat mengelaborasikan makna lingkungan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pemelajar pada waktu dan tempat yang berbeda. Jadi, karakteristik pemelajar BIPA yang esensinya datang dari berbagai tempat di belahan dunia ini dan memiliki perbedaan waktu dapat menikmati pembelajaran dengan baik.

Page 60 of 118 | Total Record : 1176