Filter By Year

1945 2024


Found 26,510 documents
Search Information

PENDAMPINGAN PERENCANAAN GEDUNG ASRAMA MENGGUNAKAN BUILDING INFORMATION MODELLING Pinta Astuti; Adhitya Yoga Purnama
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.584 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.851

Abstract

Pondok Modern Muhammadiyah Istana Qur’an merupakan satu-satunya pondok pesantren yang terletak di Desa Sarwodadi, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, Jawa Tengah. Pondok ini menampung 108 santriwan dan santriwati. Proses pembangunan asrama untuk santriwati sedang berjalan tetapi santriwan belum memiliki gedung asrama sendiri sehingga pengelola pondok Bersama dengan pimpinan ranting dan cabang Muhammadiyah di daerah tersebut menginisiasi pembangunan asrama untuk santriwan berubah struktur beton bertulang tiga lantai. Di dalam pengabdian masyarakat skema kemitraan pada masyarakat ini, tim pengabdi dan masyarakat Bersama-sama merencanakan pembangunan Gedung Asrama Putra menggunakan lahan berukuran 100x12 m2 untuk 41 kamar tidur. Adapun dokumen perencanaan yang disiapkan dan menjadi target luaran dari kegiatan ini berupa desain gedung secara tiga dimensi dan gambar gambar teknik bangunan (Detail Engineering Drawing). Struktur gedung tersebut telah dianalisis menggunakan program analisis struktur tiga dimensi dan dirancang berdasarkan peraturan SNI struktur gedung tahan gempa yang berlaku kemudian perancangan bangunan tersebut juga diintegrasikan dengan Building Information Modelling (BIM) System dan siap dilaksanakan di lapangan. Dengan ini, mitra pengabdian masyarakat merasakan manfaat dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini.
PENGARUH PERCEIVED SECURITY DAN INFORMATION QUALITY TERHADAP ONLINE PURCHASE INTENTION MELALUI TRUST (Study Kasus Pada Konsumen Sorabel di Yogyakarta) IBN Udayana; Putri Dwi Cahyani; Desti Nur Chotimah
Journal Competency of Business Vol 2 No 1 (2018): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.289 KB) | DOI: 10.47200/jcob.v2i1.659

Abstract

The purpose of this study is to test and find out and determine the effect of perceived security and information quality on online purchase intention through trust in a reliable online store. The effect of perceived security on trust in Sorabel, the effect of information quality on trust in sorabel, the effect of perceived security on online purchase intention, the effect of information quality on online purchase intention and the influence of trust on online purchase intention. This research is quantitative. The population is Sorabel consumers in Yogyakartas. Samples were taken using a probality sampling technique with a total questionnaire of 100 respondents. Primary data collection techniques using questionnaires. The method of data analysis using multiple linear regression previously conducted a classic assumption test consisting of normality test, heteroxidation test and multicolonierity test. The results showed that there was a positive effect on perceived security, a positive influence on information quality, a positive influence on trust and online purchase intention. Significant positive effect of perceived security on trust; significant positive effect of information quality on trust; significant positive effect of perceived security on online purchase intention; significant positive effect of trust on online purchase intention.
Perancangan Quality Information System (Qis) Berbasis Web Pada PT. Cahaya Prima Sentosa Abdul Halim Anshor
Jurnal SIGMA Vol 8 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Teknik Informatika, Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.807 KB) | DOI: 10.37366/sigma.v8i2.207

Abstract

Abstrak Cahaya Prima Sentosa adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang Offset printing, dimana membutuhkan sistem informasi yang relevan, akurat, cepat, dan efisien untuk menunjang keberlangsungan perusahan. Dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi selalu ada bagian Quality Control (QC) yang bertugas mengontrol kualitas barang produksi, dengan Quality Control yang baik berpengaruh bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. PT Cahaya Prima Sentosa belum memiliki sistem yang digunakan dalam menginformasikan isu-isu kualitas yang terjadi dalam proses bisnis berupa klaim pelanggan maupun isu internal yang berkaitan dengan kualitas barang hasil produksi. Selain faktor tersbut, masih bergantungnya Departemen QC kepada catatan penulisan data dalam bentuk penyimanan konvensional berupa buku catatan yang memiliki kerentanan rusak ataupun hilang sangat beresiko dalam menunjang kemandirian data yang lebih baik kedepannya. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Metode pengembangan yang dipakai ialah metode waterfall. Penulisan ini dimulai dari analisa sistem berjalan menggunakan UML, elisitasi kebutuhan sistem, serta penggambaran sistem yang diusulkan menggunakan UML. Quality Information System (QIS) merupakan sebuah sistem informasi berbasis web yang menggunakan bahasa pemrograman PHP. Database Management System (DBMS) yang digunakan dalam sistem ini ialah MySQL. Tujuan dari hasil akhir laporan ini yaitu terbentuknya rancangan pengembangan program yang dapat menampilkan informasi quality issue yang terjadi, data hasil pengecekan, diagram hasil pengecekan, dan dapat mencetak laporan untuk mempermudah kerja staf Quality Control. Kata kunci : Offset Printing, Quality Control, waterfall, MYSQL, Database Management System (DBMS), UML
Keberaksaraan Informasi (Information Literacy) Sebagai Program Peningkatan Kualitas Pengguna Perpustakaan Ikhwan Arif
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.382 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.966

Abstract

Keberaksaraan Informasi (information literacy) merupakan prasyarat bagi masyarakat maju dan sangat penting untuk pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dalam semua disiplin ilmu dan semua tahap dan jenjang pendidikan di masa sekarang. Keberaksaraan Informasi diperlukan karena adanya perkembangan akses dan sumber informasi sebagai dampak meluasnya aplikasi teknologi informasi dan komunikasi. Individu-individu dihadapkan pada keanekaragaman pilihan informasi yang ada di mana pun mereka berada, ditempat belajar, di tempat kerja maupun tempat tinggal mereka. Informasi berkembang melalui berbagai sumber baik perorangan, organisasi masyarakat, organisasi pemerintah, perpustakaan, internet dan lain sebagainya. Bentuk informasi tersebut tersebar dalam berbagai bentuk baik cetak maupun digital multimedia seperti teks, gambar, audio, video, animasi, hyperlingking. Informasi berkembang secara cepat dan menjadi tidak tersaring lagi. Perkembangan ini memunculkan banyak pertanyaan seputar keotentikan, validitas dan reliabilitas datanya. Keadaan ini mengundang tantangan khusus dalam mengevaluasi, memahami dan menggunakan informasi dalam lingkup etika dan legalitas. Kualitas informasi yang tidak pasti dan kuantitasnya yang semakin meluas juga mengundang tantangan besar dalam masyarakat. Keberagaman informasi dan teknologi tidak akan menciptakan masyarakat yang lebih berpengatahuan dalam informasi tanpa adanya suatu pemahaman dan kapasitas menyeluruh dalam menggunakan informasi secara efektif dan efisien. Layanan bimbingan pengguna dalam mendayagunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber media menggunakan sarana teknologi informasi seperti program ”Keberaksaraan Informasi” merupakan salah satu tugas pokok perpustakaan yang sudah saatnya diberikan. Keterlibatan perpustakaan dalam proses pembelajaran memberikan peluang pustakawan sebagai mitra pengajar maupun pembelajar dengan memfasilitasi keterpaduan informasi digital ke dalam standar atau kurikulum pembelajaran Keberaksaraan Informasi dengan menawarkan jasa dan keahliannya dalam memberikan keterampilan informasi kepada masyarakat pengguna perpustakaan (pembelajar).
Two way flow of information: paradigma baru pengelolaan informasi dan perpustakaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dalam perspektif Library 2.0 Yulianti Yulianti
Media Pustakawan Vol 18, No 2 (2011): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.752 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i2.812

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai paradigma baru pengelolaan informasi dan perpustakaan berdasarkan Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dalam perspektif library 2.0. Perkembangan dunia perpustakaan juga didukung oleh perkembangan teknologi informasi. Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan telah mengantisipasi dengan cermat mengenai hal ini. Ada 2(dua) Pasal yang secara eksplisit menyatakan dukungan dan antisipasi pemerintah terhadap perkembangan yang terjadi di dunia perpustakaan, yakni yang terkait dengan pelayanan teknis (Bab V, pasal 14, ayat 3) yang berbunyi: “Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi”, serta yang terkait dengan manajemen dan pengelolaan secara keseluruhan (Bab VI, pasal 19, ayat 2), yang berbunyi : “Pengembangan perpustakaan dilakukan berdasarkan karakteristik, fungsi dan tujuan, serta dilakukan sesuai dengan  kebutuhan pemustaka dan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.” Kedua pasal tersebut di atas membawa konsekuensi yang cukup “menantang “ bagi dunia informasi dan perpustakaan. Konsekuensi untuk tetap memberikan yang terbaik kepada pemustaka, apapun dan bagaimanapun perkembangan yang terjadi. Hal ini didorong juga oleh bunyi Pasal 14 dalam Undang-Undang yang sama, yang menyebutkan bahwa layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka. Pada paradigma lama, pengelola informasi dan perpustakaan menyampaikan informasinya melalui jasa layanan kepada pemustaka. Setelah itu selesai. Umumnya respon atau efek yang muncul kemudian pada diri pemustaka tidak lagi menjadi perhatian pengelola informasi dan perpustakaan. Meskipun mungkin mereka bertemu dan bertatap muka, namun semuanya berlangsung satu arah saja. Pada paradigma baru, setelah pengelola informasi dan perpustakaan menyampaikan informasinya melalui jasa layanan kepada pemustaka, kemudian pemustaka memberikan responnya, sehingga pengelola informasi dan perpustakaan bisa melihat efek yang ditimbulkan dari informasi yang disampaikannya.
INDIKATOR KINERJA PERPUSTAKAAN MENURUT ISO 11620: 2008 (Information and Documentation – Library Performance Indicators) Bagian Pertama dari Dua Tulisan Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 20, No 2 (2013): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.117 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i2.934

Abstract

Mengukur kinerja sebuah perpustakaan merupakan upaya untuk mengetahui pencapaian perpustakaan tersebut terhadap visi, misi, dan tujuan perpustakaan. Sejak tahun 1998 ISO telah menerbitkan standar cara mengukur indikator kinerja perpustakaan yaitu dengan menerbitkan ISO 11620:1998. Sesuai dengan perkembangan layanan yang ada di perpustakaan standar ISO tersebut sudah tidak dapat mengakomodir indikator-indikator kinerja baru, khususnya kinerja yang berkaitan dengan layanan elektronik dan digital. Oleh karena itu ISO merevisi standar yang diterbitkannya tahun 1998 tersebut menjadi standar ISO 11620:2008. Makalah ini akan terbit dua bagian (pada dua nomor yang terpisah). Bagian pertama dari tulisan ini memperkenalkan apa itu ISO 11620:2008 dengan menjelaskan indikator apa saja yang diukur. Sedangkan bagian yang kedua akan membahas bagaimana cara mengukur indikator kinerja tersebut.
INDIKATOR KINERJA PERPUSTAKAAN MENURUT ISO 11620: 2008 (Information and Documentation – Library Performance Indicators) Bagian Kedua dari Dua Tulisan Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 20, No 3 (2013): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.414 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v20i3.941

Abstract

Mengukur kinerja sebuah perpustakaan merupakan upaya untuk mengetahui pencapaian perpustakaan tersebut terhadap visi, misi, dan tujuan perpustakaan. Sejak tahun 1998 ISO telah menerbitkan standar cara mengukur indikator kinerja perpustakaan yaitu dengan menerbitkan ISO 11620:1998. Sesuai dengan perkembangan layanan yang ada di perpustakaan standar ISO tersebut sudah tidak dapat mengakomodir indikator-indikator kinerja baru, khususnya kinerja yang berkaitan dengan layanan elektronik dan digital. Oleh karena itu ISO merevisi standar yang diterbitkannya tahun 1998 tersebut menjadi standar ISO 11620: 2008. ISO 11620: 2008 mengukur indikator sebanyak 45 indikator. Makalah ini adalah bagian dua dari dua tulisan yang akan membahas bagaimana cara mengukur ke 45 indikator kinerja tersebut.
MEMPOSTING INFORMASI PADA WEB SMKN 5 KOTA MATARAM: Posting Information on SMKN 5 Mataram Website Belmiro Razak Setiawan; I Gede Pasek Suta Wijaya; Dedi Ermansyah
Jurnal Begawe Teknologi Informasi (JBegaTI) Vol. 1 No. 1 (2020): JBegaTI
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.204 KB) | DOI: 10.29303/jbegati.v1i1.83

Abstract

SMKN 5 Kota Mataram merupakan sekolah menengah kejuruan negeri dengan jurusan bidang kesenian di kota mataram. SMKN 5 kota mataram memiliki web sekolah yang berisi informasi mengenai sekolah SMKN 5. Web tersebut menggunakan wordpress, namun web tersebut belum ada informasi yang diposting sehingga masih kosong. Maka dari itu, pada PKL ini dilakukan posting terhadap web SMKN 5 kota Mataram menggunakan wordpress. Hal yang dilakukan dalam memposting di wordpress adalah memposting tulisan, file, gambar, dan menambah halaman. Kegiatan PKL tersebut berhasil dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh SMKN 5 kota Mataram.
SISTEM INFORMASI PELAYANAN DAN PELAPORAN SISWA SMAN 5 MATARAM: Student Service and Reporting Information System of SMAN 5 Mataram Muhammad Naufal Rizqullah; I Gede Pasek Suta Wijaya; Novian Maududi
Jurnal Begawe Teknologi Informasi (JBegaTI) Vol. 1 No. 1 (2020): JBegaTI
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.134 KB) | DOI: 10.29303/jbegati.v1i1.139

Abstract

SMA Negeri 5 Mataram, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Dalam peningkatan kualitas sekolah, SMA Negeri 5 Mataram bersama pegawai, guru dan petinggi melakukan pembahasan satu kali setahun. Pentingnya peningkatan kualitas membuat sekolah membutuhkan masukan berupa pelaporan atau keluhan dari para siswa. Untuk memudahkan sekolah dalam mendapatkan laporan dari siswa maka perlu dibuat sistem informasi yang dapat digunakan siswa untuk melaporkan atau keluhan. Maka dibuat Sistem Informasi Pelayanan dan Pelaporan Siswa berbasis web yang dirancang untuk membantu sekolah dalam membantu siswa dalam menyapikan laporannya kepada sekolah. Sistem informasi ini dibangun menggunakan metode waterfall yang mencakup analisis, desain, pengkodean, pengujian dan pemeliharaan. Pembuatan sistem informasi ini menggunakan framework PHP yaitu Laravel dengan penyimpanan menggunakan basis data MySQL. Hasil dari PKL ini menunjukan bahwa sistem informasi ini dapat membantu sekolah dalam masukan laporan dari siswa tentang apa saja yang harus ditingkatkan sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah. Sehingga berdasarkan laporan tersebut sekolah mampu meningkatkan kualitasnya secara tepat sasaran
SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PEMBELAJARAN PADA SMAN 5 MATARAM: Class Scheduling Information System of SMAN 5 Mataram Muhammad Syulhan Al Ghofany; I Gede Pasek Suta Wijaya; Novian Maududi
Jurnal Begawe Teknologi Informasi (JBegaTI) Vol. 1 No. 1 (2020): JBegaTI
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.32 KB) | DOI: 10.29303/jbegati.v1i1.148

Abstract

Penjadwalan mata pelajaran pada sekolah-sekolah saat ini masih dilakukan secara manual tanpa melibatkan proses komputasi sehingga kurang efektif karena parameter penyusun dan batasannya tentu sangat banyak, seperti waktu yang tersedia baik itu hari dan jam mengajar, ruangan, dan ketersediaan tenaga pengajar. Proses penjadwalan di SMAN 5 Mataram masih diolah secara manual dengan hanya menggunakan Excel, tentunya akan sangat memakan banyak waktu sehingga resiko kesalahan saat penyusunan dan hasilnya akan sangat tinggi. Dengan melihat permasalahan yang ada maka dibutuhkan suatu sistem informasi penjadwalan untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan yang ada. Sistem informasi penjadwalan ini dibuat dengan suatu algoritma yang bernama algoritma genetika dan salah satu framework PHP yaitu Codeigniter yang sudah menyiapkan berbagai macam library untuk dapat mempermudah dalam pengembangan. Algoritma genetika merupakan salah satu solusi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dimana algoritma ini didasarkan atas mekanisme dari seleksi alam yang dikenal dengan proses evolusi biologis seperti seleksi alam, pindah silang dan mutasi. Penerapan algoritma ini akan menghemat waktu dan meminimalisir kesalahan yang akan muncul saat proses penyusunan.

Page 667 of 2651 | Total Record : 26510