Filter By Year

1945 2024


Found 1,210 documents
Search PENELITIAN DI INDONESIA

Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Penyuluhan Pertanian di Indonesia Balqis, Adinda Sultanah Urfani; Nabila, Aisyah Putri; Farhana, Nadia; Wati, Dewi Rohma
Jurnal Agristan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i2.13611

Abstract

Penelitian ini mengkaji tren penelitian penyuluhan pertanian di Indonesia dari tahun 2019-2024 menggunakan metode analisis bibliometrik. Dari 100 publikasi yang telah dianalisis, ditemukan total 566 sitasi dengan rata-rata 5,66 sitasi per artikel yang menunjukkan dampak yang relatif terbatas. Topik yang sering muncul seperti kinerja penyuluh pertanian, peran sebagai fasilitator, dan interaksi dengan petani. Visualisasi blibiometrik menunjukkan pergeseran fokus dari permasalahan kinerja individu penyuluh ke penguatan organisasi seperti balai penyuluhan. Hasil ini menyoroti pentingnya meningkatkan fungsi kelembagaan dan hubungan petani-petani untuk keberlanjutan pertanian dan memberikan arahan untuk penelitian di masa depan yang berfokus pada efisiensi dan efektivtas penyuluhan pertanian.
Eksplorasi Tren Penelitian PISA Sains di Indonesia dan Implikasinya Bagi Pembelajaran Fathurohman, Apit; Hikmah, Chika
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i2.4772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren penelitian PISA Sains di Indonesia dan implikasi bagi Pembelajaran khususnya pembelajaran Sains. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan analisis isi dengan teknik systematic literature review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan seluruh artikel yang memiliki penelitian terkait dengan PISA. Artikel yang diperoleh dan digunakan dalam penelitian ini sebanyak 17 artikel yang dipublikasi pada periode 2019-2024 kemudian dijadikan acuan untuk dikaji. Hasil penelitian menunjukkan literasi sains dan matematika siswa Indonesia umumnya masih berada pada level rendah, dengan tren penelitian yang lebih banyak berfokus pada literasi matematika dan dilakukan di wilayah perkotaan. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan literasi Sains juga bukan hanya literasi matematika. Pada pembelajaran hendaknya dihubungkan dengan pemahaman tentang PISA dan dikoneksikan dengan soal-soal PISA. Literasi PISA Sains ini bukan hanya digalakan pada sekolah-sekolah perkotaan namun perlu digalakan juga di sekolah-sekolah pedesaan.
Analisis Prinsip Etika Penelitian sebagai Landasan Moral dalam Karya Ilmiah: Perspektif Etika Akademik di Perguruan Tinggi Indonesia Zulfa Rahmat Hidayati; Syahran Jailani; Risnita
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.196

Abstract

Research ethics serve as the moral foundation of scholarly work, emphasizing integrity, honesty, and social responsibility in producing authentic and beneficial research. However, ethical violations persist among academics due to factors such as easy access to information that promotes careless plagiarism, pressure to publish, inadequate competence, and limited understanding of ethical principles. This uneven awareness of ethical values highlights the need for continuous reinforcement. Using a qualitative approach and literature review method, this article examines the core principles of research ethics, researchers’ codes of conduct, common ethical violations, and strategies to strengthen ethical awareness. The findings reveal that consistent application of ethical standards requires clear regulations, structured training, and a sustained culture of integrity. Ultimately, research ethics should not be viewed merely as formal compliance, but as intrinsic moral values that define the identity of a responsible and professional researcher.
Tren Penelitian Artificial Intelligence dalam Manajemen dan Bisnis Digital di Indonesia: Analisis Bibliometrik 2015–2024 Judijanto, Loso
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3824

Abstract

Studi ini menggunakan pendekatan bibliometrik berdasarkan publikasi yang terindeks Scopus pada periode 2015–2024 untuk mengevaluasi perkembangan penelitian tentang kecerdasan buatan dalam manajemen dan bisnis digital di Indonesia. Data dianalisis menggunakan berbagai indikator bibliometrik, seperti tren jumlah publikasi dan sitasi, pola kata kunci, serta struktur jaringan kolaborasi penulis dan afiliasi. Hasil analisis co-occurrence kata kunci menunjukkan bahwa artificial intelligence, transformasi digital, dan pembelajaran mesin merupakan tema sentral yang menghubungkan berbagai topik lain dalam literatur. Visualisasi overlay juga mengindikasikan pergeseran fokus riset dari kajian infrastruktur dan kesiapan teknologi menuju aplikasi berbasis digital, termasuk digital marketing, model bisnis digital, dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, peta jejaring penulis dan institusi memperlihatkan bahwa lanskap riset bersifat multidisipliner, global, dan tumbuh pesat, yang diperkuat oleh intensitas kolaborasi internasional. Studi ini turut mengidentifikasi topik-topik yang mulai mengemuka, seperti tata kelola dan etika pemanfaatan AI, integrasi AI dalam UMKM, serta kaitannya dengan keberlanjutan bisnis. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai peta ilmu, kesenjangan riset, dan peluang pengembangan kajian di masa depan, khususnya terkait penguatan riset lokal, pembangunan kapasitas peneliti, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam praktik manajemen dan industri di Indonesia. Implikasi praktisnya dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, dunia usaha, dan komunitas akademik dalam merancang strategi pengembangan ekosistem riset dan inovasi AI yang lebih inklusif.
Analisis Bibliometrik Perkembangan Penelitian Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan di Indonesia Elinda Tria Wati; Martina Ayu Sejati
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i2.88546

Abstract

Perempuan memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren penelitian dan publikasi yang berkaitan dengan peran perempuan dalam ketahanan pangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik yang bersumber dari basis data Scopus dan menggunakan aplikasi Vosviewer untuk membuat peta bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terbanyak di tahun 2018 dan 2024 dan kutipan terbanyak tahun 2018. Visualisasi hasil analisis menunjukkan bahwa topik ini mengalami perkembangan intensif setelah 2018, dengan klaster dominan mencakup isu ketahanan pangan, perubahan iklim, pertanian, kewirausahaan, petani, perdesaan Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, petani, dan prempuan. Tren ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran akademik dan praktis terhadap pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pangan nasional. Hasil penelitian ini menekankan urgensi penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif gender, serta perlunya perluasan sumber data pada penelitian selanjutnya, termasuk melalui perbandingan lintas negara untuk memperkaya pemahaman global tentang peran perempuan dalam ketahanan pangan.
Pentingnya Bahasa Indonesia dalam Pembuatan Teks Laporan Penelitian Lian Fitriani Gulo; Putria rindyani; Deby Fahira Siregar; Mutiara; Shofiya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4048

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dan benar sangat penting dalam penyusunan teks laporan penelitian karena berfungsi sebagai alat komunikasi resmi yang menyampaikan ide, hasil, serta analisis penelitian dengan jelas dan teratur. Ketepatan dalam penggunaan bahasa yang standard dan penerapan ejaan yang benar dapat meningkatkan kredibilitas dan keabsahan laporan, di samping mempermudah penyebaran ilmu pengetahuan di kalangan akademisi dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia pada laporan penelitian sekaligus menjelaskan penerapan bahasa ini dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dalam bahasa Indonesia merupakan keterampilan yang sangat penting bagi peneliti guna menghasilkan laporan ilmiah yang efektif, mudah dipahami, serta sesuai dengan norma ilmiah. Selain itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu yang menyebar hasil penelitian secara merata di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia dalam penulisan laporan penelitian harus mendapat perhatian khusus untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan nasional.
Nilai Budaya dalam Penggunaan Bahasa Arab pada Aspek Sosial Masyarakat Indonesia: Studi Kualitatif Antropolinguistik: Penelitian Annisa Putri Asis Lubis; Aulia Pramudita; Hazira Salsabila Arzli; Nursukma Suri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3632

Abstract

This study examines the role of Arabic in shaping the cultural values ​​and social identity of Indonesian society through a qualitative anthropolinguistic approach. Arabic, as the primary language of Islamic teachings, serves not only as a means of religious communication but also as a medium for transmitting cultural values ​​such as religiosity, politeness, solidarity, and morality. Data were obtained through observation, in-depth interviews with two informants (Buk Asmita, 48, and Nenek Murni, 65), and documentation of socio-religious activities. The results show that Arabic terms such as alhamdulillah, bismillah, and masya Allah have become integrated into daily social interactions as symbols of piety, respect, and prayer. Arabic plays an important role in strengthening social cohesion and maintaining the continuity of moral values ​​between generations. This study confirms that the use of Arabic reflects the integration of religion, culture, and the collective identity of the religious and polite Indonesian Muslim community.
Kelas Sosial dan Akses terhadap Keadilan: Kajian Ketimpangan dalam Penegakan Hukum di Indonesia : Penelitian Sri Damayanti; Fauzan Rasyid Adhari; Januar Alpahluzie; Fitra Fajar Ananta
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3708

Abstract

This study aims to analyze the forms of social inequality in law enforcement in Indonesia and how economic, power, educational, and gender factors influence access to justice. The phenomenon of legal inequality indicates that the Indonesian legal system has not fully implemented the principle of equality before the law. This study uses a descriptive qualitative method with a library research approach. Data were collected through analysis of various secondary sources such as scientific journals. The results show that inequality in law enforcement is still influenced by economic factors, where the poor have difficulty obtaining adequate legal assistance, while influential groups have the financial capacity to influence the legal process. In addition, low legal literacy, geographical inequality, and gender bias also exacerbate inequality in the legal system. Discriminatory practices by law enforcement officers against lower-class communities also weaken public trust in legal institutions. This study emphasizes the importance of structural reform in the legal system so that justice can be accessed equally regardless of social class.
Perlindungan Hukum terhadap Karya Kecerdasan Buatan (AI): Tantangan dan Peluang bagi Sistem HAKI Indonesia: Penelitian Urbanisasi; Agusman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3709

Abstract

Rapid advances in the field of artificial intelligence (AI) have resulted in a variety of original works covering various creative fields, such as images, music, design, and scientific content. However, this raises a fundamental question in Indonesia's intellectual property rights (IPR) system, namely who should own the rights to works produced by AI, should the rights belong to the AI machine itself, the developers of the technology, or the users who utilize AI in the creative process? This study aims to conduct an in-depth analysis of the IPR legal framework in Indonesia in terms of protection for AI-based works, while also examining various challenges, both normative and practical, that arise in this context. The research method applied is juridical-normative with an approach that involves a review of applicable laws and regulations, relevant legal concepts, and comparisons with regulations and legal practices in several countries that have already regulated works produced by AI. The results of this study reveal that positive law in Indonesia currently does not explicitly regulate the ownership and protection of intellectual property rights for works produced by AI. This situation has the potential to create a normative vacuum and legal uncertainty that could have various negative implications for innovators and the creative industry. On the other hand, there are various opportunities to update regulations to accommodate developments in digital innovation, including establishing a new concept of authorship, strengthening the moral and economic rights of creators, and developing a protection scheme that is more adaptive to ever-evolving technological advances. Based on these findings, this study recommends the need to establish specific regulations or revise existing IPR laws to ensure legal certainty, provide fair protection for relevant parties, and support the sustainable development of AI technology in Indonesia.
HKI sebagai Aset Pembiayaan: Kajian Hukum, Mekanisme, dan Tantangan Implementasinya di Indonesia: Penelitian Urbanisasi; Anthony Sutedja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3710

Abstract

Intellectual Property (IP) is currently recognized as one of the valuable assets that can be owned by individuals and business entities. According to the classification of assets regulated in the Indonesian Civil Code (KUHPerdata), Book II, Chapter I, Article 499, it is stated that “under the law, an object is defined as any good and any right that can be owned.” Intellectual Property falls into the category of intangible assets, as it represents non-physical rights that carry economic value and ownership potential. However, for IP to be legally recognized as the property of an individual or a business entity, it must be formally registered with the Directorate General of Intellectual Property (DJKI). Once the registration process is completed, the owner will be granted an official certificate of ownership, providing legal protection and recognition of their intellectual rights. Alongside the rapid growth of business and the creative economy, Intellectual Property no longer serves merely as a form of protection for intellectual works but has evolved into a high-value economic asset that can be leveraged in various financial activities. One innovative approach to utilizing IP is its use as collateral for bank loans. This concept offers a new alternative for entrepreneurs, particularly those in the creative industries, who often face difficulties in accessing credit due to the lack of conventional collateral such as land or buildings. With legal recognition of IP’s economic value, financial institutions can assess and accept these rights as loan guarantees, thereby expanding access to financing for innovators and creative entrepreneurs.The implementation of IP as banking collateral aligns with the government’s efforts to strengthen the creative economy and foster innovation-driven growth in Indonesia. Nevertheless, several challenges remain, including the valuation mechanism of IP assets, legal protection of pledged rights, and the readiness of financial institutions to assess the associated risks and validity. Therefore, effective collaboration among the government, financial institutions, and IP owners is essential to establish transparent regulations and valuation systems. Such cooperation will enable the use of IP as loan collateral to function efficiently and sustainably, contributing to national economic development.

Page 94 of 121 | Total Record : 1210