cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi" : 22 Documents clear
PERUBAHAN pH SALIVA SISWA MA DARUL ISTIQAMAH MANADO SESUDAH MENYIKAT GIGI DENGAN PASTA GIGI MENGANDUNG XYLITOL Najoan, Stevy B.; Kepel, Billy J.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5832

Abstract

Abstract: Saliva plays a role in the occurrence of dental caries. The low of buffer capacity and secretion of saliva leads to reduced salivary ability in wash away food particles, deadly micro organisms and neutralize the salivary pH. Changes in the salivary pH is influenced by circadian rhythms, the type of food consumed, stimulation of salivary secretion, salivary flow rate, micro organisms of the oral cavity and salivary buffer capacity. Xylitol is a sweetener similar to polyols that are non-acidogenic and non-cariogenic. Xylitolis difficult to be fermented by bacteria in the oral cavity so can help to increasing the decreases of salivary pH due  the consumption of foods containing carbohydrates. In the field of dentistry, xylitol has been applied in a wide range of products such as chewing gums, lozenges, mouth washes and toothpastes. This study was conducted to determine the salivary pH before brushing teeth with tooth paste containing xylitol, the salivary pHafter brushing teeth with tooth paste containing xylitol and the changes of salivary pH after brushing teeth with tooth paste containing xylitol. The research design used was analytics experimental pretest and posttest design. The population used were 56 students of MA Darul Istiqamah Manado. Sampling was done by using simple random sampling technique with 20 samples were obtained by matched-pair research formula. Saliva collection methodsused werethe spittingmethod. The results showed a change in the salivary pH after brushing teeth with tooth paste containing xylitol. The average value ofthe salivary pH after brushing teeth with tooth paste containing xylitol were 7,18 higher than the average value of the salivary pH before brushing teeth with tooth paste containing xylitol were 6.99. Results of statistical tests of paired-samples t-test showed that there were significant differences (p <0.05) of the salivary pH before and after brushing teeth with tooth paste containing xylitol. Conclution: Xylitol has a role in increasing the salivary pH which helps in inhibiting dental caries. Keywords: salivary pH, brushing teeth, toothpaste containing xylitol.     Abstrak: Saliva berperan dalam proses terjadinya karies gigi. Rendahnya sekresi dan kapasitas bufer saliva menyebabkan berkurangnya kemampuan saliva dalam membersihkan sisa makanan, mematikan mikroorganisme serta menetralkan pH saliva. Perubahan pH saliva dipengaruhi oleh irama sirkadian, jenis makanan yang dikonsumsi, stimulasi sekresi saliva, laju aliran saliva, mikroorganisme rongga mulut dan kapasitas  bufer saliva. Xylitol merupakan sejenis pemanis polyols yang bersifat non-asidogenik dan non-kariogenik. Xylitol sulit untuk difermentasi oleh bakteri dalam rongga mulut sehingga dapat membantu dalam meningkatkan pH saliva yang turun akibat konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Dalam bidang kedokteran gigi, xylitol telah banyak diaplikasikan dalam berbagai macam produk seperti permen karet, tablet hisap, obat kumur dan pasta gigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pH saliva sebelum menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol, pH saliva sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol dan perubahan pH saliva sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu analytic experimental pretest and posttest design. Populasi yang digunakan yaitu siswa MA Darul Istiqamah Manado yang berjumlah 56 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan yaitu 20 orang berdasarkan rumus penelitian dua populasi berpasangan. Metode pengumpulan saliva yang digunakan yaitu spitting method. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan pH saliva sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol. Nilai rata-rata pH saliva sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol yaitu 7,18 lebih tinggi dari nilai rata-rata pH saliva sebelum menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol yaitu 6,99. Hasil uji statistik paired-samples t-test memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) pH saliva sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung xylitol. Simpulan: xylitol memiliki peran dalam meningkatkan pH saliva sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi. Kata kunci: pH saliva, menyikat gigi, pasta gigi mengandung xylitol
GAMBARAN PENGGUNAAN MATERIAL RESTORASI SEMEN IONOMER KACA DI POLI GIGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Sarjono, Myrtle Irene; Wicaksono, Dinar A.; Pangemanan, Damayanti H. C.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5762

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dapat terganggu oleh adanya karies. Gigi yang karies dapat dikembalikan fungsinya dengan cara membuang jaringan karies dan merestorasinya dengan material restorasi. Salah satu material restorasi yang digunakan di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado ialah Semen ionomer kaca (SIK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan material restorasi SIK di Poli Gigi RS Bhayangkara Manado tahun 2011 – 2013 berdasarkan waktu penumpatan, usia pasien, regio gigi dan jenis kelamin. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 rekam medik dan 67 tindakan. Berdasarkan waktu penumpatan, pada tahun 2011 terdapat 11 penumpatan dan mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi 17 penumpatan dan tahun 2013 menjadi 39 penumpatan. Distribusi frekuensi usia berdasarkan waktu penumpatan, pasien usia dewasa lebih banyak terdapat penumpatan dibanding kelompok umur lainnya. Frekuensi regio gigi berdasarkan tahun restorasi didapatkan hasil penumpatan paling banyak pada posterior. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penumpatan paling banyak pada jenis kelamin perempuan dibanding laki-laki. Kata kunci: Semen ionomer kaca, material restorasi, RS Bhayangkara Manado   Abstract: Dental health can be damage by the caries. Dental caries can be restored by removing carious tissue and restore it with restoration materials.One of the restorative material that used in Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital is Glass ionomer cement (GIC). The purpose of this research is to describe the use of restorative material GIC at Poly Dental of Manado Bhayangkara Hospital years 2011 – 2013, based on years of restoration, age, dental regions and gender.This research is a descriptive research that used cross sectional approach. The study sample number is 55 medical record and 67 action. Based on the time of fillings, in 2011 there were 11 fillings. It increased in 2012 to 17 fillings and in 2013 to 39 dental fillings. The frequency distribution of age base on years of restoration, adult patients get more fillings than other age groups. The frequency of dental regions based on years restoration show that teeth fillings most occur in posterior. By gender, the number of teeth fillings most occur in the female than male. Keywords: Glass ionomer cement, restorative materials, Manado Bhayangkara Hospital
GAMBARAN KECEMASAN PENCABUTAN GIGI ANAK DI PUSKESMAS BAHU MANADO Rehatta, Vivian C.; Kandou, Joyce; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5830

Abstract

Abstrak: Masalah dalam pencabutan gigi yang sering timbul terutama pada pasien anak merupakan suatu tantangan yang tidak akan berakhir. Banyak anak merasa cemas jika harus berkunjung ke dokter gigi karena anak merasa bahwa alat-alat yang berada di dalam tempat praktek menakutkan dan mengakibatkan rasa nyeri. Kecemasan adalah suatu keadaan atau perasaan afektif yang tidak menyenangkan yang disertai dengan sensasi fisik yang memperingatkan orang terhadap bahaya yang akan datang. Hal ini menyebabkan pasien anak menjadi cemas sehingga memengaruhi kunjungan rutin pasien anak untuk ke dokter gigi. Kecemasan dalam praktek dokter gigi merupakan halangan yang sering memengaruhi perilaku pasien dalam perawatan gigi,  terutama prosedur pencabutan gigi merupakan penyebab kecemasan dental paling tinggi yang ditakutkan pada anak-anak. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang gambaran kecemasan prosedur pencabutan gigi pada anak di Puskesmas Bahu. Metode penelitian yang dipakai bersifat deskriptif dengan menggunakan cross sectional study dan dilakukan wawancara pada orangtua beserta anak dengan menggunakan kuisoner. Rasa cemas pada penelitian ini diukur menggunakan Corah’s Dental Anxiety Scale (DAS). Hasil penelitian dari 55 sampel yang didapat, sebanyak 28 sampel ( 50,91 %) mengalami cemas berat. Sampel berjenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami kecemasan daripada laki-laki. Penyebab kecemasan adalah cemas terhadap alat-alat yang berada di dalam tempat pratek menakutkan dan mengakibatkan rasa nyeri. Kata kunci: Kecemasan Anak, Pencabutan Gigi.     Abstract: Problems in tooth extraction which commonly occurs especially in children are one never ending challange. Most Children feel anxious to visit a dentist because they feel the equipment in the dentist office was very fraightened and causing pain.  Anxiety is an affective state or feeling of uncomfort accompanied by physical sensation that warn people of the danger ahead. This causing the children patients tend to anxious about his/her routin visit to the dentist. Anxiety in dental practice is the most common obstacle to the children patients behaviour in dental healthcare. Particularly tooth extraction is the most common dental anxiety to the children. based on the background above, the writer have enormous interest to study about the representation of anxiety in tooth extraction procedure in children at Bahu Community Healthcare Center. Rresearch method that was used is descriptive cross sectional study and inteview to the parents and children with questionaire. Anxiety feeling numbered using corah's Dental Anxiety Scale (DAS). The result 28 (50,91%) of 55 samples having hard anxiety. Sample with woman sex tend to felt more anxious compare to the man. The cause of anxiety is the fear of dental equipment in dental office and causing of feelinf pain. Keywords: Children Anxiety, Tooth Extraction.
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PASIEN POLIKLINIK GIGI PUSKESMAS PANIKI BAWAH MANADO Tuhuteru, Daul R.; Lampus, B. S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5437

Abstract

Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut yang baik berdampak pada kesehatan mulut, sebaliknya kebersihan mulut yang kurang terjaga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada rongga mulut sebagai akibat akumulasi debris dan kalkulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pasien Poliklinik Gigi Puskesmas Paniki Bawah Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional studydengan populasi terjangkau pasien pengunjung poliklinik gigi yang berusia 20-44 tahun dan jumlah sampel 55. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin indeks debris tererndah pada perempuan sebesar 1,1 dan indeks kalkulus terrendah juga pada perempuan sebesar 1,2; berdasarkan kelompok usia, indeks debris  terrendah pada kelompok usia 26-35 tahun  sebesar 1,1; indeks kalkulus terrendah pada kelompok usia 26-35 tahun dan 36-44 tahun sebesar 1,3; indeks kebersihan mulut (OHI-S) terrendah pada perempuan sebesar  2,3; berdasarkan kelompok usia, indeks kebersihan mulut (OHI-S) terrendah berada pada usia 26-35 tahun sebesar 2,4. Indeks kebersihan mulut rata-rata keseluruhan  adalah 2,5.  Sebagai kesimpulan bahwa indeks debris dan indeks kalkulus terbaik pada pasien berjenis kelamin perempuan sedangkan berdasarkan kelompok usia, indeks debris terbaik pada pada kelompok usia 26-35 tahun; dan indeks kalkulus terbaik pada pasien kelompok usia 26-35 tahun dan kelompok usia 36-44 tahun. Status kebersihan mulut (OHI-S) rata-rata pasien  baik laki-laki maupun perempuan termasuk dalam kategori sedang, sedangkan status kebersihan mulut (OHI-S) rata-rata berdasarkan kelompok usia semuanya juga termasuk kategori sedang. Saran penulis, pemerintah hendaknya lebih memerhatikan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, melalui berbagai program peningkatan  pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas. Kata kunci: Status Kebersihan Mulut, Indeks Kebersihan Mulut, Indeks Debris, IndeksKalkulus
UJI PENGARUH SALIVA BUATAN TERHADAP KEKUATAN TEKAN SEMEN IONOMER KACA TIPE II YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK Fitriyana, Dwi Cahya; Pangemanan, D. H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5900

Abstract

Abstract: The immersion of GIC type II in acid drink like isotonic drink could reduce the compressive strength (CS) of GIC type II. This is due to the matrix degradation process of  GIC in acid condition. But on the other hand, there is artificial saliva that can neutralize this condition. Purpose: Purpose of this study was to evaluate the effect of artificial saliva on compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Method: The GIC specimens of 6mm x 6mm x 12mm (length x width x depth) were immersed for 24 hours in water, 24 hours in isotonic drink, 24 hours in isotonic drink and continue with 72 hours in artificial saliva, 48 hours in isotonic drink, and 48 hours in isotonic drink and continue with 144 hours in artificial saliva. The compressive strength was determined using Universal Testing Machine with a crosshead speed of 0.5 mm/min. Statistical analysis was performed by one-way ANOVA and post-hoc LSD test ( = 0.05). Result: Statistic test shows significant difference of CS (p<0,05). Conclusion: conclusion of this study artificial saliva gives effect to the rising of the compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Keywords: Isotonic drink, artificial saliva, compressive strength, Glass Ionomer Cement       type II.  Abstrak: Perendaman SIK tipe II dalam minuman asam seperti minuman isotonik dapat mengurangi kekuatan tekan SIK tipe II. Hal ini disebabkan proses degradasi matriks SIK pada kondisi asam. Namun di sisi lain, saliva buatan yang dapat menetralkan kondisi ini. Tujuan: untuk untuk mengetahui pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK yang direndam dalam minuman isotonik. Metode: Spesimen SIK tipe II berukuran 6mm x 6mm x 12 mm (panjang x lebar x tinggi) direndam selama 24 jam dalam air, 24 jam di dalam minuman isotonik, 24 jam di dalam minuman isotonik dan lanjutkan dengan 72 jam pada saliva buatan, 48 jam di minuman isotonik, dan 48 jam di minum isotonik dan lanjutkan dengan 144 jam dalam saliva buatan. Kekuatan tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine dengan kecepatan 0,5 mm / min. Analisis statistik dilakukan dengan one-way ANOVA dan post-hoc uji LSD ( = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kekuatan tekan (p <0,05). Simpulan: terdapat pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK tipe II yang direndam dalam minuman isotonik. Kata kunci: minuman isotonik, saliva buatan, kekuatan tekan, Semen Ionomer Kaca tipe II.
PENGARUH KONSUMSI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENURUNKAN INDEKS DEBRIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 103 MANADO Mandalika, Wandha Cindhy; Wicaksono, Dinar A.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5778

Abstract

Abstract: Oral hygiene and consumption patterns of poor foods can affect oral health, including dental caries. Debris or food waste is one of the causes of dental caries. Consuming fresh fruit that consist with rich fiber and water can naturally cleanse the tooth, thus the width of the debris surface can be reduced, and the risk of the karies to be form could be prevent. On this research, a papaya from “Kota Manado” was used with a purpose to get the information if there is an influence by consuming papaya (Carica papaya) in reducing debris index to child age 10 to 12 years old at “SDN 103 Manado”. The type of this research is a experiment research with apparent experiment designs with pre-test approach and post-test approach treatment. Population is the child age 10-12 years old in grade V and VI at”SDN 103 Manado”. Sample was taken with total sampling method with a total of 40 samples. Differences of the debris index before consuming papaya and after was used Wilcoxon test. The results showed there is a significant difference from the evaluation result of the debris index before consuming papaya and after (p < 0,05). Consuming papaya can reducing debris index to students at “SDN 103 Manado” Keywords: debris, papaya fruit, primary school.   Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut, serta pola konsumsi makanan yang kurang baik dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya karies gigi. Debris atau sisa makanan merupakan salah satu faktor penyebab karies gigi. Konsumsi buah yang segar yang kaya akan serat dan air dapat memicu pembersihan alami pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi dan resiko terjadinya karies dapat dicegah. Pada penelitian ini digunakan buah pepaya yang berasal dari Kota Manado yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh konsumsi pepaya (Carica papaya) dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 10-12 tahun di SDN 103 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen semu dengan pendekatan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Populasi ialah anak usia 10-12 tahun yang duduk di kelas V dan VI di SDN 103 Manado. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 40 sampel. Perbedaan sebelum dan sesudah mengonsumsi pepaya di uji dengan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dari hasil pemeriksaan indeks debris sebelum mengonsumsi pepaya dan sesudah mengonsumsi pepaya (p < 0,05). Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya dapat menurunkan indeks debris pada siswa di SDN 103 Manado. Kata kunci: debris, buah pepaya, sekolah dasar.
GAMBARAN PENGGUNAAN SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO TAHUN 2011-2013 Tulaka, Bonie; Wicaksono, Dinar A.; Tumewu, Ellen
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5034

Abstract

Abstract: Dental caries is still problem among other oral diseases, one of the overcame by restorative. The restorative materials are most frequently used in RS. RW. Mongisidi Manado is glass ionomer cement . The purpose of this research is to know the description of the use of the glass ionomer cement as an ingredient in dental clinic restorative RS. R W. Mongisidi Manado in 2011-2013. This research is descriptive research, the data obtained with the patient's medical record which do restorative throughout the years 2011-2013. The data retrieval is done by the method of the total sample, as 769. The result of this research shows categories sex, male more often done restorative with 394 (51.3%), patients with adult age category more often do restorative with 609 (79,2%). The teeth on the anterior portion is more often performed than in the posterior part of the restorative. Keywords: restorative materials, glass ionomer cement.   Abstrak: Karies gigi masih merupakan masalah di antara penyakit gigi dan mulut lainnya, salah satu cara mengatasinya yaitu dengan melakukan penumpatan. Bahan tumpatan yang paling sering digunakan di RS. RW. Mongisidi Manado ialah semen ionomer kaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan semen ionomer kaca sebagai bahan tumpatan di poliklinik gigi RS R.W Mongisidi Manado pada tahun 2011-2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dari rekam medis pasien yang telah melakukan penumpatan sepanjang tahun 2011-2013. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling, didapatkan sepanjang tahun 2011-2013 sebanyak 769.Hasil dari penelitian sepanjang tahun 2011-2013 menunjukkan kategori jenis kelamin, laki-laki lebih sering dilakukan penumpatan dengan 394 (51,3%), pasien dengan kategori usia dewasa lebih sering melakukan penumpatan dengan 609 (79,2%). Gigi pada bagian anterior lebih sering dilakukan penumpatan dibandingkan pada bagian posterior. Kata kunci: bahan tumpatan, semen ionomer kaca.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DI KECAMATAN TONDANO BARAT Padu, Fonda; Lampus, Bennedictus S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5831

Abstract

Abstract: Teeth are one of the important components in the mouth that has a function of speech and mastication process. Although the science and technology of dentistry allows preventing tooth decay as early as possible, but there are still many cases of tooth loss. Treatment with the use of dentures as a replacement for the loss of the teeth is very important, but not all the people who have lost teeth are wearing dentures. In Indonesia, there are many cases of tooth loss but not in proportion to the number of users denture. According to a survey there are still a few people who wear dentures. Knowledge is one of the factors that cause a person to do things. The purpose of this study is to describe the level of public knowledge of Tondano Barat about dentures. This descriptive type of reasearch with a cross-sectiona study involving 67 respondents which is representative of a population of 3.295 people. Collecting data obtained through a questionnaire which includes characteristics of the respondents, level of knowledge about the use of denture. The results showed the level of public knowledge about the purpose of the use of denture is good with a percentage of 77,1% and the level of public knowledge about the benefits of the use of denture relatively good with a percentage of 71,4%. The conclusion of this study, the average level of public knowledge about denture use is good. Keywords: Public knowledge, use of denture   Abstrak: Gigi geligi merupakan salah satu komponen penting dalam mulut yang berperan dalam proses bicara maupun pengunyahan. Walaupun ilmu dan teknologi kedokteran gigi memungkinkan mencegah kerusakan gigi sedini mungkin, namun masih saja banyak dijumpai kasus kehilangan gigi. Perawatan dengan pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti daerah yang kehilangan gigi sangat penting, akan tetapi tidak semua orang yang kehilangan gigi memakai gigi tiruan. Di Indonesia banyak terdapat kasus kehilangan gigi namun tidak sebanding dengan jumlah pemakai gigi tiruan. Menurut survei yang ada, pemakai gigi tiruan masih sangat sedikit. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat di kecamatan Tondano Barat terhadap pemakaian gigi tiruan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 67 responden yang merupakan perwakilan dari populasi sebesar 3.295 jiwa. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik serta tingkat pengetahuan masyarakat mengenai tujuan dan manfaat pemakaian gigi tiruan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tujuan dari pemakaian gigi tiruan tergolong baik dengan persentase sebesar 77,1% dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dari pemakaian gigi tiruan tergolong baik dengan persentase sebesar 71,4%. Kesimpulan dari penelitian ini, rata – rata tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemakaian gigi tiruan tergolong baik. Kata kunci:Pengetahuan masyarakat, pemakaian gigi tiruan
GAMBARAN PENGETAHUAN STAIN GIGI PADA PEROKOK DI KELURAHAN BAHU LINGKUNGAN V Sinaga, Christina Putri Amin; Lampus, B. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5761

Abstract

Abstract: The stain is a pigmented deposits in the teeth surface and is one of the aesthetic problem. Smooking increaces one factor contributing to the occutence of multiple disordersin in the oral cavity, one of which can cause tooth stain on the tooth surface. The habit of smooking cigarettes include the type, duration of smooking and number of cigarettes smoked a day. The purpose of this study to determine the knowledge of stain teeth in smokers in kelurahan Bahu lingkungan V. This is a descriptive study with cross-sectional approach. The research instrumen used was a questionnaire containing some questions about stain teeth. The result is 25 of the subject (29,4%) have a good knowledge, 39 of the subject (45,9%)enough knowledge and 21 of the subject (24,7%) poor knowledge. Based on this study, the are some suggestions, one of it is to keep the good knowledge and reduce smooking to prevent the foemation of tooth stain on tooth surface. Keywords: stain of the teeth, knowledge, smoker.     Abstrak: Stain gigi adalah deposit berpigmen pada permukaan gigi dan merupakan salah satu masalah estetik. Kebiasaan merokok meningkatkan salah satu faktor penyebab terjadinya beberapa kelainan di rongga mulut, salah satunya dapat menimbulkan stain gigi pada permukaan gigi. Kebiasaan merokok meliputi jenis rokok, lama merokok dan jumlah rokok yang dihisap per hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan tentang stain gigi pada perokok di kelurahan Bahu lingkungan V. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian yang digunakan ialah kuesioner yang berisi tentang beberapa pertanyaan tentang stain gigi. Hasilnya ialah sebanyak 25 responden (29,4%) mempunyai pengetahuan baik, 39 responden (45,9%) mempunyai pengetahuan cukup dan 21 responden (24,7%) mempunyai pengetahuan kurang. Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa hal yang disarankan antara lain mempertahankan pengetahuan yang sudah cukup baik dan mengurangi kebiasaan merokok agar tidak terjadinya pembentukan stain gigi pada permukaan gigi. Kata kunci: Stain gigi, pengetahuan, perokok.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BAHU Sembel, Mariane; Opod, Henry; Hutagalung, Bernart S. P.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5855

Abstract

Abstract: Patient satisfaction with dental care is a comparison between the perceptions of care received by expectations before getting treatment. The study in Bahu Health centers based on seven dimensions of service quality is the guarantee, empathy, reliability, responsiveness, physical appearance, medical services and professionalism using Likert scale. The study was descriptive with a sample of 48 people. How sampling is total sampling. Results showed patient satisfaction with dimensions of guarantee 80,9% very satisfied with the category. On the dimension of empathy showed 86,4% of patients very satisfied. On the dimension of reliability showed 84,5% of patients very satisfied. On the dimension of responsiveness showed 84,1% of patients very satisfied. On the dimension of physical appearance showed 80,7% of patients very satisfied. On the dimension of medical services showed 89,1% of patients very satisfied. On the dimension of professionalism showed 91,6% of patients very satisfied. Based results of patient satisfaction with dental care in Bahu Health centers based on seven dimensions showed rate index 85,32% of patients very satisfied. Keywords: Patient satisfaction, Dental care and oral.    Abstrak: Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan perbandingan antara persepsi terhadap pelayanan yang diterima dengan harapannya sebelum mendapatkan pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahu berdasarkan tujuh dimensi mutu pelayanan yaitu jaminan, empati, kehandalan, daya tanggap, tampilan fisik, pelayanan medis dan profesionalisme berdasarkan skala Likert. Jenis penelitian yaitu deskriptif dengan jumlah sampel 48 orang. Cara pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien terhadap dimensi jaminan sebesar 80,9% dengan kategori sangat puas. Pada dimensi empati menunjukkan 86,4% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi kehandalan menunjukkan 84,5% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi daya tanggap menunjukkan 84,1% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi tampilan fisik menunjukkan 80,7% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi pelayanan medis menunjukkan 89,1% pasien merasa sangat puas. Pada dimensi profesionalisme 91,6% pasien merasa sangat puas. Berdasarkan hasil penelitian tentang kepuasan pasien terhadap perawatan gigi dan mulut di Puskesmas Bahu ditinjau dari dimensi pelayanan menunjukkan indeks rata-rata sebesar 85,32% dengan kategori sangat puas. Kata kunci: kepuasan pasien, perawatan gigi dan mulut.

Page 2 of 3 | Total Record : 22