cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 602 Documents
Gambaran Status Gizi dan Kejadian Karies pada Anak Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Tinumbala Pesisir Kota Bitung Mongi, Pebrian B.; Mintjelungan, Christy N.; Parengkuan, Wulan G.
e-GiGi Vol. 14 No. 1 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i1.65758

Abstract

Abstract: Age of 24–59 months is a critical early stage in an individual's growth and development. Dental caries in children can cause pain, difficulty in eating, sleep disturbance, and ultimately affect their nutritional status due to disrupted food intake. Children with abnormal nutritional status are at higher risk of health problems, including infectious diseases, growth disorders, and oral health issues such as dental caries. This study aimed to obtain the description of nutritional status and dental caries incidence among children aged 24-59 months. This was a descriptive and observational study with a cross-sectional approach, using purposive sampling on children attending the posyandu (integrated health post) organized by Puskesmas Tinumbala. A total of 87 children were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that 34.48% (n=30) of the children were categorized as stunted based on height-for-age (H/A) assessment, and 58.62% (n=51) had dental caries. Of the 30 children with stunted nutritional status, 50% experienced dental caries, and of the 51 children who had dental caries, 29.4% were also classified as stunted. Several factors influenced these conditions, including exclusive breastfeeding, birth weight, parental education and economic level, toothbrushing behavior, and the number of children in the family. In conclusion, half of the children aged 24-59 months experience dental caries, and  a part of the children  that experience dental caries are categorized as stunted. Keywords: nutritional status, caries incidence, children    Abstrak: Masa anak usia 24-59 bulan merupakan tahap awal yang krusial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Karies gigi pada anak dapat menyebabkan rasa nyeri, kesulitan makan, gangguan tidur, dan pada akhirnya memengaruhi status gizi anak karena asupan makanan terganggu. Anak dengan status gizi tidak normal memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, termasuk penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan, dan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran status gizi dan kejadian karies pada anak. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada anak 24-59 bulan yang menghadiri posyandu yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tinumbala. Sampel penelitian berjumlah 87 anak, diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 34,48% (n=30) anak tergolong dalam kategori stunting berdasarkan penilaian status tinggi badan menurut umur (TB/U) dan sebanyak 58,62% (n=51) anak mengalami karies. Dari 30 anak dengan status gizi stunting, sebanyak 50% mengalami karies gigi, dan dari 51 anak yang mengalami karies gigi, sebanyak 29,4% juga tergolong dalam status gizi stunting. Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut antara lain pemberian ASI-Eksklusif, berat badan lahir, tingkat pendidikan dan ekonomi orang tua, perilaku menyikat gigi, serta jumlah anak dalam keluarga. Simpulan penelitian ini ialah setengah dari anak usia 24-59 bulan dengan status gizi stunting mengalami karies gigi, dan sebagian anak yang mengalami karies gigi tergolong dalam status gizi stunting. Kata kunci: status gizi; kejadian karies; anak usia 24-59 bulan  
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pesisir Utomo, Hestia E.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65759

Abstract

Abstract: Low knowledge, awareness, and behavior in maintaining dental and oral hygiene are influenced by various things such as environmental condition, education level, knowledge, economic condition, prevailing habits or culture, and access to health services. This study aimed to determine whether there was an influence of education level on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Data were analyzed using univariate analysis with percentages and bivariate analysis with ordinal regression. The results obtained 56 people of coastal communities of Maen Village as respondents. The majority had a high level of education (n=25; 44.6%), and moderate dental and oral hygiene status (OHI-S) (n​​=27; 48,2%). The subjects were dominated by those who had high level of education with moderate dental and oral hygiene status (n=17; 68.0%). Bivariate analysis using the ordinal regression test obtained a significant effect. In conclusion, level of education has a significant effect on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang District. Keywords: education level; dental and oral hygiene status; coastal community    Abstrak: Rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi berbagai hal seperti kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi, kebiasaan atau budaya yang berlaku, serta akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Data dianalisis menggunakan secara univariat untuk melihat distribusi data berdasarkan persentase serta analisis bivariat untuk melihat pengaruh menggunakan regresi ordinal. Hasil pnelitian mendapatkan 56 orang masyarakat pesisir Desa Maen sebagai responden penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah (n=25; 44,6%), dan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) kondisi sedang (n=27; 48,2%). Responden penelitian didominasi memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah dengan status kebersihan gigi dan mulut sedang (n=17; 68,0%). Analisis bivariat menggunakan uji regresi ordinal menunjukkan pengaruh bermakna. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pendidikan berpengaruh bermakna terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Kata kunci: tingkat pendidikan; status kebersihan gigi dan mulut; masyarakat pesisir
Gambaran Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Elektronik Gigi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2023-2024 Veronica, Regina R.; Khoman, Johanna A.; Wahyuni, Rizka
e-GiGi Vol. 14 No. 1 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i1.65806

Abstract

Abstract: Along with technological advances, the Electronic Medical Record (EMR) system has begun to be widely implemented, including in dental services. This system has been proven to improve the efficiency, safety, and quality of health services. However, its implementation still faces various challenges. Incompleteness in filling out the EMR can impact the accuracy of diagnosis, the effectiveness of treatment, as well as the legal and ethical aspects of the profession. In the field of dentistry, completeness of fields such as odontograms, treatment notes, and supporting attachments is crucial to ensure comprehensive and quality services. This study aims to determine the completeness of filling out the electronic dental medical record at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital in 2023-2024. This type of research is descriptive observational using a simple random sampling method with a population of all patient electronic dental medical record data at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado General Hospital in 2023-2024. The results showed that the completeness of the electronic dental medical record section of the patient's identity, odontogram, dental treatment table, supplementary/supporting sheets in 2023-2024 has been completely filled out. In conclusion, the completeness of filling out the electronic dental medical record at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital has been achieved completely. Keywords: completeness; electronic dental medical record; hospital    Abstrak: Seiring kemajuan teknologi, sistem Rekam Medis Elektronik (RME) mulai banyak diterapkan, termasuk pada layanan kedokteran gigi. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Ketidaklengkapan dalam pengisian RME dapat berdampak pada akurasi diagnosis, efektivitas perawatan, serta aspek legal dan etis profesi. Di bidang kedokteran gigi, kelengkapan isian seperti odontogram, catatan perawatan, dan lampiran pendukung sangat penting untuk menjamin pelayanan yang menyeluruh dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian rekam medis elektronik gigi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2023-2024. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional menggunakan metode simple random sampling dengan populasi seluruh data rekam medis elektronik gigi pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan rekam medis elektronik gigi bagian identitas pasien, odontogram, tabel perawatan gigi, lembar pelengkap/penunjang pada tahun 2023-2024 sudah terisi lengkap. Simpulan penelitian ini ialah kelengkapan pengisian rekam medis elektronik gigi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sudah terisi lengkap. Kata kunci: kelengkapan; rekam medis gigi elektronik; rumah sakit
Penerapan Aplikasi Monopoly Dental (Molydent) Game sebagai Media Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa Sekolah Dasar Amran, Ricky; Ferdina, Resa; Ningrum, Princess R. S.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.60674

Abstract

Abstract: Person's awareness of the importance of dental health can be seen from his/her knowledge. To improve a person's dental and oral health, various media can be used; one of which is the Monopoly Dental (Molydent) game. Molydent is a monopoly game that contains learning materials about dental and oral health. This study aimed to analyze the effect of using the Molydent application as an educational medium on the knowledge of elementary school students with a one-group pre-test post-test design on 27 respondents. The results obtained 27 students of grade 3B at SDN 10 Sungai Sapih Kota Padang as respondents. Male students were predominant than female students (55.56% vs 44.44%). The most frequent age was nine years (63%). The mean score before intervention of molydent game was 8.30, and after intervention was 9.59, with a maximum score of 10. The Wilcoxon signed ranks showed that there was a significant influence of education using the  molydent game on the students’ knowledge about dental and oral health with a p-value of 0.000 (p<0,05). In conclusion, Molydent game  is effective in improving the knowledge of dental and oral health among elementary school students. Keywords: Molydent game; education media; interactive application    Abstrak: Kesadaran seseorang akan pentingnya kesehatan gigi dapat dilihat dari pengetahuan yang dimilikinya. Untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seseorang, dapat dilakukan dengan berbagai media, salah satunya media monopoly dental (molydent) game. Molydent adalah permainan monopoly yang mengandung materi pembelajaran mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Molydent sebagai media edukasi terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar dengan desain one group pre-test post-test pada 27 responden.  Hasil penelitian mendapatkan 27 siswa kelas 3B SDN 10 Sungai Sapih Kota Padang sebagai responden penelitian. Jenis kelamin laki-laki (55,56%) lebih banyak daripada perempuan (44,44%), dengan usia terbanyak ialah usia 9 tahun (63%). Nilai rerata sebelum intervensi menggunakan aplikasi molydent game ialah 8,30 dan setelah intervensi ialah 9,59 dengan nilai maksimumnya ialah 10. Hasil uji Wilcoxon signed ranks menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media Molydent game terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 10 Sungai Sapih Kota Padang dengan  nilai p=0,000 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah aplikasi Molydent game berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. Kata kunci: Molydent; media edukasi; aplikasi interaktif
Tingkat Pengetahuan Kanker Mulut pada Pasien Lansia di Puskesmas Satelit Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung Ariani, Dwi; Rivazka, Nadhira; Pindobilowo, Pindobilowo
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.62437

Abstract

Abstract: Oral cancer is one of the prevalent oral health conditions among the elderly population. Thuis study aimed to obtain the level of knowledge about oral cancer among elderly patients at the Satelite Community Health Center in Kedamaian District, Bandar Lampung City. This was a descriptive study with cross-sectional design. This study used a questionnaire (google form) consisting of 20 general questions about risk factors and predisposing factors related to oral cancer. Respondents' knowledge was categorized into three levels: good, moderate, and low. Data were analyzed using the SPSS software. The results obtained 128 elderly patients as respondents; male and female’s numbers were equal. Based on the distributed questionnaires, 19 elderly patients (14.8%) showed good knowledge about oral cancer, while 109 elderly patients (85.2%) had moderate knowledge about oral cancer. In conclusion, the majority of elderly patients at the Satelite Community Health Center in Kedamaian District, Bandar Lampung City, have moderate level of knowledge about oral cancer. Keywords: knowledge; oral cancer; elderly    Abstrak: Kanker mulut merupakan salah satu kondisi kesehatan mulut dengan prevalensi tinggi di antara populasi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat pengetahuan tentang kanker mulut pada pasien lansia di Puskesmas Satelit Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner (google form) yang terdiri dari 20 butir pertanyaan bersifat umum mengenai faktor risiko dan faktor predisposisi tentang kanker mulut. Pengetahuan responden digolongkan dalam skala tiga tingkat, yaitu baik, cukup dan rendah. Data diolah dengan software SPSS. Hasil penelitian mendapatkan 128 responden; jenis kelamin laki-laki dan perempuan sama banyak. Berdasarkan kuesioner yang didistribusikan, sebanyak 19 pasien lansia (14,8%) memiliki pengetahuan tentang kanker mulut dengan kategori baik, 109 pasien  lansia (85,2%) memiliki pengetahuan tentang kanker mulut dengan kategori cukup. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien lansia di Puskesmas Satelit Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung memiliki pengetahuan tentang kanker mulut tergolong cukup. Kata kunci: pengetahuan; kanker mulut; lansia
Artificial Intelligence–Driven Innovations in Forensic Odontology for Human Identification: A Narrative Review Pasaribu, Roben S.; Muliawati, Dian; Yunus, Aditia D.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65713

Abstract

Abstract: Forensic odontology is a branch of forensic science that plays a role in identification, including age and sex estimation. The identification results acted as valid evidence based on the science of forensic dentistry, which is used in the judicial process. Traditional methods of identification have the disadvantage of subjectivity on the part of the examiner. The analysis results can be biased, leading to incorrect conclusions. The rapid development of technology has impacted the field of forensic odontology. This review aimed to evaluate the potential and applications of AI in forensic odontology. Artificial intelligence (AI) is a computer-based system designed using principles of human intelligence. The application of artificial intelligence to assist forensic experts is growing and being explored increasingly. Artificial intelligence in forensic odontology plays a role in gender determination, age estimation, lip print analysis, toothmark analysis, personal identification, and facial reconstruction. The AI-based identification process is expected to eliminate the researcher's subjectivity and improve the accuracy of the results. In conclusion, artificial intelligence (AI) has significantly influenced forensic odontology by supporting key forensic tasks, including age estimation, sex determination, cheiloscopy analysis, and facial reconstruction. Keywords: forensic odontology; artificial intelligence; identification process; application
Hubungan antara Konsumsi Ikan Laut dengan Status Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun Karamoy, Keysha A.; Kawengian, Shirley E. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.66072

Abstract

Abstract: Dental caries is one of the most common oral health problem among children and serves as an important indicator in assessing oral and dental health. One of the factors that plays a role in preventing caries is fluoride intake, which can be obtained from food sources such as marine fish. Coastal areas like Munte Village have high access to marine fish; however, a high prevalence of dental caries is still found among school-aged children. This has prompted research on the relationship between marine fish consumption and dental caries status. This study aimed to determine the relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang Barat. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Data were collected through a questionnaire on marine fish consumption frequency and dental caries examination using the DMF-T index. Data analysis was conducted using the Spearman Rank test. The results obtained 61 students as subjects selected using total sampling technique. The majority of subjects reported very frequent consumption of marine fish (63.93%) and had dental caries status in the moderate category (40.98%) with an average DMF-T index of 3.3. The Spearman test showed a p-value of 0.003 and a correlation coefficient of -0.371, indicating a significant and inverse relationship between marine fish consumption and dental caries status. In conclusion, there is a significant relationship between marine fish consumption and dental caries status in children aged 10–12 years at SD Negeri Munte, Likupang. Keywords: marine fish consumption; dental caries; school-aged children    Abstrak: Karies gigi termasuk salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum ditemukan pada anak-anak dan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan gigi dan mulut. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam mencegah terjadinya karies yaitu asupan fluor yang dapat diperoleh dari makanan, seperti ikan laut. Daerah pesisir seperti Desa Munte memiliki akses tinggi terhadap ikan laut, namun masih ditemukan kasus karies gigi yang cukup tinggi pada anak usia sekolah. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian mengenai hubungan konsumsi ikan laut dengan status karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk engetahui hubungan antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10–12 tahun di SD Negeri Munte, Likupang Barat. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi ikan laut dan pemeriksaan status karies menggunakan indeks DMF-T. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan 61 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik total sampling. Mayoritas subjek penelitian memiliki frekuensi konsumsi ikan laut yang sangat sering (63,93%) dan status karies gigi dalam kategori sedang (40,98%) dengan nilai rerata indeks DMF-T sebesar 3,3. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p=0,003 dan koefisien korelasi -0,371 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna dan berbanding terbalik antara konsumsi ikan laut dan status karies gigi. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara konsumsi ikan laut dengan status karies gigi pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri Munte Likupang. Kata kunci: konsumsi ikan laut; karies gigi; anak usia sekolah
Effect of Black Cumin Extract (Nigella sativa Linn.) on Closure Time of Incision Wound in Swiss Webster Mice Febrianto, Verent; Bulan, Susanti; Lesmana, Dian
e-GiGi Vol. 10 No. 1 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i1.39156

Abstract

Abstract: Incision wounds in dentistry can be caused by several procedures inter alia incision of abscess, odontectomy, extraoral incision, parotidectomy, and others. Certain drugs are needed to accelerate wound healing and prevent infection. Generally, anti-inflammatory drugs such as steroids and non-steroids are given to accelerate wound healing. Herbal remedies such as black cumin extract can also be an alternative to be applied topically.  This study aimed to evaluate the effect of black cumin extract on closure time of incision wound on the back of male Swiss Webster mice. This was a laboratory and experimental study. Subjects were 36 Swiss Webster mice divided into two groups. Incision wounds were performed on the back of each subjects. Group I was not given any treatment meanwhile group II was treated with topical application of black cumin extract. The Mann Whitney test showed that the mean wound closure time of group II was 9.7 days, meanwhile of group I was 12.7 days (p=0.0000855). In conclusion, there was a significant effect of black cumin extract on the closure time of the incision wound on the back of Swiss Webster mice which resulted in the fastest complete wound closure on the 8th day.Keywords:  black cumin extract; wound closure time Abstrak: Luka insisi dalam bidang kedokteran gigi dapat disebabkan oleh berbagai prosedur, seperti insisi abses, odontektomi, insisi ekstraoral, parotidektomi, dan sebagainya. Pemberian obat diperlukan untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi. Umumnya, obat anti-inflamasi seperti steroid maupun nonsteroid dapat diberikan untuk mempercepat penyembuhan luka. Obat herbal seperti ekstrak jintan hitam dapat menjadi alternatif yang diaplikasikan secara topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap waktu penutupan luka insisi pada punggung mencit Swiss Webster jantan. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik. Subyek penelitian berjumlah 36 ekor mencit Swiss Webster jantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Semua subyek dibuat luka insisi pada punggung. Kelompok I tidak diberikan perlakuan sedangkan kelompok II diberi perlakuan aplikasi ekstrak jintan hitam secara topikal. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan rerata waktu penutupan luka insisi kelompok II ialah 9,7 hari, sedangkan pada kelompok I 12,7 hari (nilai p=0,0000855). Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh bermakna dari ekstrak jintan hitam terhadap waktu penutupan luka insisi pada punggung mencit Swiss Webster yaitu terjadi penutupan luka sempurna paling cepat pada hari ke-8.Kata kunci: ekstrak jintan hitam; waktu pentupan luka
Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Staphylococcus Aureus Secara In Vitro Herryawan, Herryawan; Nawawi, Azkya P.; Rindiani, Vadya D.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65689

Abstract

Abstract: Periodontal disease is caused by the accumulation of plaque biofilm; one of the bacteria involved is Staphylococcus aureus. Red betel leaf (Piper crocatum) has potential as a therapeutic agent for various diseases, including oral cavity diseases. This study aimed to determine the effect of administering red betel leaf extract (EDSM) in inhibiting the formation of Staphylococcus aureus bacterial biofilms. This was a laboratory experimental study. The test group consisted of EDSM with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%, while the positive control used 0.2% chlorhexidine/ CHX, and 1% DMSO as a negative control. Red betel leaf extract was prepared using the 96% ethanol maceration method. Inhibition of biofilm formation was measured using the microtiter plate biofilm assay method with a wavelength of 595 nm. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney post hoc test. The results showed significant differences between the six groups. Post hoc test revealed significant differences between DMSO 1% vs CHX, DMSO 1% vs EDSM 50% concentration, DMSO 1% vs EDSM 25% concentration, CHX vs EDSM 100% concentration, CHX vs EDSM 75% concentration, CHX vs EDSM 50% concentration, CHX vs EDSM 25% concentration, and EDSM 75% vs EDSM 25% concentration with p values <0.05. In conclusion, red betel leaf extract is most effective in inhibiting Staphylococcus aureus biofilm formation at a concentration of 25%. Keywords: antibiofilm; red betel leaf extract; Staphylococcus aureus   Abstrak: Penyakit periodontal disebabkan oleh akumulasi biofilm plak; salah satu bakteri yang berperan yaitu Staphylococcus aureus. Daun sirih merah (Piper crocatum) berpotensi sebagai agen terapi berbagai penyakit termasuk penyakit rongga mulut. Penelitian ini bertujuan menentukan efek pemberian ekstrak daun sirih merah (EDSM) dalam menghambat pembentukan biofilm bakteri S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium. Kelompok uji terdiri dari EDSM dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, sedangkan kontrol positif menggunakan klorheksidin/CHX 0,2%, dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Ekstrak daun sirih merah dibuat menggunakan metode maserasi etanol 96%. Penghambatan pembentukan biofilm diukur menggunakan metode microtiter plate biofilm assay dengan panjang gelombang 595 nm. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji post hoc Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna antar enam kelompok. Uji post hoc mengungkapkan perbedaan bermakna antara DMSO 1% vs CHX, DMSO 1% vs EDSM konsentrasi 50%, DMSO 1% vs EDSM konsentrasi 25%, CHX vs EDSM konsentrasi 100%, CHX vs EDSM konsentrasi 75%, CHX vs EDSM konsentrasi 50%, CHX vs EDSM konsentrasi 25%, serta EDSM 75% vs EDSM 25% dengan nilai p<0,05. Simpulan penelitian ini yaitu EDSM paling efektif dalam menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25%. Kata kunci: antibiofilm; ekstrak daun sirih merah; Staphylococcus aureus
Perbandingan Efektivitas Media Permainan Monopoli Kesehatan Gigi dan Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Melandani, Annisa P.; Parengkuan, Wulan G.; Wahyuni, Rizka
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.66069

Abstract

Abstract: Oral and dental health issues remain a significant concern in Indonesia, particularly among school-aged children. One preventive effort that can be implemented is through engaging dental health education tailored to children's developmental stages. This study aimed to compare the effectiveness of the Monopoli Kesehatan Gigi (MOKEGI) board game and educational videos in improving oral health knowledge. The study was conducted among 4th to 6th-grade students at SD Negeri Munte, involving stages of socialization, pretest, educational intervention using MOKEGI and educational videos, followed by a posttest. The results showed that both media effectively increased students' oral health knowledge; however, the MOKEGI board game proved to be more effective. The Mann–Whitney test indicated a significant difference in posttest scores (p=0.023), with a higher mean rank in the MOKEGI group (28.94) compared to the video group (20.06). No significant difference was found in the pretest scores (p 0.473), indicating that the improvement was due to the educational media intervention. In conclusion, both education media are effective in improving sudents’ knowledge, however, MOKEGI is more effective than educational videos. Keywords: oral and dental health; elementary school children; educational game; educational video    Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan kesehatan gigi yang menarik dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media permainan Monopoli Kesehatan Gigi (MOKEGI) dan video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas 4-6 di SD Negeri Munte dengan prosedur berupa sosialisasi, pemberian pretest, pelaksanaan intervensi menggunakan media MOKEGI dan video edukasi, serta posttest. Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,023 pada posttest, dengan rerata rank kelompok MOKEGI sebesar 28,94 dan kelompok video edukasi sebesar 20,06. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada hasil pretest (p=0,473), yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan berasal dari intervensi media edukasi yang diberikan. Simpulan penelitian ini ialah kedua media efektif meningkatkan pengetahuan peserta didik, namun permainan MOKEGI terbukti lebih efektif. Kata kunci: kesehatan gigi dan mulut; anak sekolah dasar; permainan edukatif; video edukasi