cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
Efektivitas Dental Health Education dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Menyikat Gigi Siswa Sekolah Dasar Gonie, Lovely T. A.; Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57297

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem experienced by many children in Indonesia. One of the factors that influence dental caries is behavioral factor. Changing behavior can be done by intervening through dental health education, especially about tooth brushing. One method that encourages the target to participate actively and involves many senses is the demonstration method. This study aimed to find out the effectiveness of dental health education (DHE) accompanied by demonstration method on increasing knowledge of tooth brushing among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design, using pretest and posttest for the treatment and control groups that were already determined. Samples were 100 students of SD Advent Paal 2 Manado, divided into two equal groups: control group (DHE without demonstration method) and treatment group (DHE with demonstration method). The Wilcoxon test showed that the p-value of dental health education with or without demonstration method was 0.000 (p<0.05), which meant an increase in knowledge after treatment with DHE. However, based on the obtained scores, the difference in the increase in the treatment group was greater than that of the control group. In conclusion, dental health education using demonstration method can increase effectively the knowledge about tooth brushing among elementary school students. Keywords: dental health education; demonstration; knowledge about tooth brushing   Abstrak: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh banyak anak di Indonesia. Salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit karies gigi yaitu faktor perilaku. Untuk mengubah perilaku, dapat dilakukan intervensi melalui pemberian dental health education (DHE) pada anak, terutama yang berkaitan dengan menyikat gigi. Salah satu metode yang mendorong sasaran untuk ikut secara aktif dan melibatkan banyak indra yaitu metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas DHE dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest pada kelompok perlakuan dan kontrol yang sudah ditentukan. Sampel penelitian ialah 100 siswa kelas V dan VI SD Advent Paal 2 Manado, dibagi ke dalam dua kelompok; kelompok perlakuan (pemberian DHE disertai metode demonstrasi) dan kelompok kontrol (pemberian DHE tanpa disertai metode demonstrasi). Hasil uji Wilcoxon terhadap kedua kelompok mendapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan DHE. Walaupun demikian, dari perolehan skor yang didapat, selisih peningkatan pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah pemberian dental health education dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Kata kunci: dental health education: demonstrasi: pengetahuan menyikat gigi
Hubungan antara Tingkat Kecemasan dan Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Pencabutan Gigi Mintjelungan, Christy N.; Rompas, Irene F.; Tato, Enjelin M.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57300

Abstract

Abstract: In dental practice, emotional states, stress, and anxiety are often found in patients. This situation can trigger a defense reaction characterized by increased sympathetic nerve activity. Blood pressure can be used as a parameter to detect the increase in sympathetic nerve activity resulting in changes in blood pressure before the tooth extraction procedure. This study aimed to evaluate the relationship between anxiety levels and changes in blood pressure in tooth extraction patients at Public Health Center. This was a descriptive and analytical study with a cross-sectional approach. Samples were taken using purposive sampling method. The results obtained 50 patients at Puskesmas Sario (Public Health Center) as respondents There were 11 respondents who were not anxious: nine (18%) respondents with fixed blood pressure, one (2%) respondent with lower blood pressure, and one (2%) respondent with increased blood pressure. There were 39 respondents with “anxiety” levels of anxiety including nine (18%) respondents with fixed blood pressure, seven (14%) with decreased blood pressure, and 23 (46%) with increased blood pressure. The paired t-test obtained a p-value of 0.001 for the relationship between anxiety level and blood pressure before tooth extraction. In conclusion, there is a relationship between the level of anxiety and changes in blood pressure in patients before the tooth extraction procedure is carried out. Keywords: anxiety; blood pressure; tooth extraction.   Abstrak: Dalam praktik kedokteran gigi, keadaan emosi, stres, dan kecemasan sering dijumpai pada pasien yang berkunjung ke dokter gigi. Keadaan ini dapat memicu reaksi pertahanan yang ditandai dengan peningkatan aktivitas saraf simpatis. Tekanan darah dapat digunakan sebagai parameter untuk mendeteksi adanya peningkatan aktivitas saraf simpatis, yang dapat menghasilkan perubahan  tekanan darah sebelum dilakukan prosedur pencabutan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat kecemasan dan perubahan tekanan darah pada pasien pencabutan gigi di Puskesmas. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan 50 pasien di Puskesmas Sario sebagai responden. Terdapat 11 responden yang tidak cemas dan di antaranya terdapat sembilan (18%) responden yang tekanan darahnya bernilai tetap, satu (2%) responden dengan tekanan darah turun, dan satu (2%) responden dengan tekanan darah meningkat.  Terdapat 39 responden dengan tingkat kecemasan “cemas” di antaranya sembilan (18%) responden tekanan darahnya tetap, tujuh (14%) responden tekanan darah turun, dan 23 (46%) responden dengan tekanan darah meningkat. Hasil uji t berpasangan terhadap hubungan antara tingkat kecemasan dan perubahan tekanan darah sebelum pencabutan gigi mendapatkan nilai p=0,001 (<0,005).  Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan perubahan tekanan darah pada pasien sebelum dilakukan tindakan pencabutan gigi. Kata kunci: tingkat kecemasan; perubahan tekanan darah; pencabutan gigi
Gambaran Pengetahuan tentang Pencabutan Gigi pada Remaja Juliatri, Juliatri; Mariati, Ni Wayan; Simanjuntak, Bintang
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57301

Abstract

Abstract: Knowledge about tooth extraction can help teenagers to understand the importance of maintaining dental health and preventing more serious dental problems in the future. This study aimed to obtain the overview of level of knowledge about tooth extraction among adolescents. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Sampling technique was stratified proportionate random sampling. Samples consisted of 175 students of SMP Katolik Santa Theresia (junior high school) Manado obtained by using the Slovin formula. The results showed that from 175 students, 52% had very good level of knowledge, 32.8% had good knowledge, and 21.2% had poor knowledge. Number of female respondents that had very good level of knowledge was higher than of male respondents (53,2% : 51%). Elder respondents had higher level of knowledge compared to the younger ones. In conclusion, the number of students having very good level of knowledge is higher than those having good level and poor level of knowledge. Female students have higher level of knowledge than male students, and elder students have higher level of knowledge compared to the younger ones. Keywords: knowledge about tooth extraction; adolescence    Abstrak: Pengetahuan tentang pencabutan gigi dapat membantu remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mencegah masalah gigi yang lebih serius di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan tentang pencabutan gigi pada remaja. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified proportionate random sampling. Sampel berjumlah 175 siswa SMP Katolik Santa Theresia Manado yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebanyak 52% siswa memiliki tingkat pengetahuan sangat baik, 32,8% memiliki pengetahuan baik, dan 21,2% memiliki pengetahuan kurang baik. Responden perempuan (53,2%) yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak daripada responden laki-laki (51%). Responden yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan yang berusia lebih muda. Simpulan penelitian ini ialah siswa yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan kurang baik. Siswa perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan laki-laki, dan siswa yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik. Kata kunci: pengetahuan mengenai pencabutan gigi; remaja
Perbaikan Retensi pada Gigi Tiruan Lengkap: Laporan Kasus Anita, Anita; Melisa, Melisa
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.57575

Abstract

Abstract: Losing all teeth in the oral cavity is a challenge for dentist, especially in patients who never use dentures or in patients who have a history of uncomfortable dentures. We reported a 70-year-old male patient who complained that his newly made dentures were loose and difficulty in swallowing. The dentures were made three months ago and he felt uncomfortable while using them. After observing the old complete dentures, we found that the denture flanges were overextension, therefore, the dentures often fell off when used. The patient wanted to have new dentures, so he could eat properly. The new complete denture was made by paying attention to the flanges and posterior palatal seal areas to obtain better retention and stability. Individual tray and border molding as well as physiological impression were made carefully to obtain optimal result. In conclusion, the new dentures provide better retention and the patient is satisfied with the result. Good retention and stability of complete dentures can improve the quality of life of patients, especially the eldery. Keywords: retention; stability; border molding; posterior palatal seal    Abstrak: Kehilangan semua gigi dalam rongga mulut merupakan tantangan bagi dokter gigi terutama pada pasien yang belum pernah menggunakan gigi tiruan lepasan sebelumnya atau pada pasien yang telah memiliki riwayat dimana gigi tiruannya tidak nyaman. Kami melaporkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun dengan keluhan gigi tiruan yang baru dibuat tiga bulan lalu terasa sering lepas dan kesulitan menelan. Setelah diobservasi gigi tiruan lengkap yang lama memiliki sayap gigi tiruan yang terlalu panjang sehingga sering lepas ketika digunakan. Pasien ingin dibuatkan gigi tiruan baru dengan harapan dapat makan dengan lebih baik. Gigi tiruan lengkap yang baru dibuat dengan memperhatikan tepi-tepi sayap dan daerah posterior palatal seal sehingga didapatkan retensi dan stabilitas yang lebih baik. Sendok cetak perorangan dan penutupan batas tepi serta pencetakan fisiologis dilakukan dengan seksama untuk mendapatkan hasil yang optimal. Simpulan kasus ini ialah gigi tiruan baru memberikan retensi yang lebih baik dimana pasien puas dengan gigi tiruan yang baru. Retensi dan stabilitas yang baik dari gigi tiruan lengkap dapat meningkatkan kualitas hidup pasien terutama pada lansia. Kata kunci: retensi; stabilitas; penutupan tepi; batas posterior palatum
Efektifitas Berbagai Macam Teknik Penggunaan Topical Application Fluoride terhadap Karies Anak Lestari, Nurasisa; Farhan, Muhammad S. A.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.57611

Abstract

Abstract: Fluoride can be utilized in two ways, systemically, through the digestion of the mineral; and locally, through the topical application of fluoride containing solutions. When fluoride is applied to tooth surface, the fluoride ions replace hydroxide ions in the hydroxyapatite crystals of the tooth form, which will promote remineralization by reducing tooth solubility. The direct approach of fluoride to the tooth base is known as topical fluoride application (TAF). This study aimed to determine the effectiveness of various topical application fluoride (TAF) application techniques on pediatric caries in the form of a systematic review. Article searching used google schoolar database, pubmed, web of science, and manual searching. The results obtained eight articles that met the criteria from 258 article searching results. The use of trays with fluoride gel was effective in reducing caries in children and adolescents. Fluoride varnish applied every 3-6 months could significantly reduce the incidence of dental caries. The use of fluoride mouthwash twice a day could reduce plaque and improve overall dental health. Regular use of fluoride toothpaste could reduce the incidence of caries by 30%. In conclusion, each type of topical fluoride application technique has its own superiority. Moreover, the right combination of techniques and frequency of application according to individual need provides the best result. Keywords: topical application fluoride; dental caries; application method   Abstrak: Fluorida dapat dimanfaatkan dengan dua cara, yaitu secara sistemik melalui pencernaan mineral oleh tubuh, dan secara lokal melalui aplikasi fluorida secara topikal menggunakan larutan fluorida. Ketika fluorida diaplikasikan pada permukaan gigi, ion fluorida menggantikan ion hidroksida dalam kristal hidroksiapatit pada bentuk gigi, yang akan meningkatkan remineralisasi dengan mengurangi kelarutan gigi. Pendekatan langsung fluorida ke dasar gigi dikenal sebagai aplikasi fluorida topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas berbagai macam teknik penggunaan topical application fluoride (TAF) terhadap karies anak dalam bentuk systematic review. Penelusuran menggunakan database google schoolar, pubmed, web of science, dan manual searching. Hasil penelitian mendapatkan delapan artikel yang memenuhi kriteria dari 258 hasil pencarian artikel. Penggunaan tray dengan gel fluoride efektif dalam mengurangi karies pada anak dan remaja. Fluoride varnish yang dioleskan setiap 3-6 bulan dapat mengurangi insiden karies gigi secara bermakna. Penggunaan obat kumur fluorida dua kali sehari dapat mengurangi plak dan meningkatkan kesehatan gigi secara menyeluruh. Penggunaan pasta gigi berfluorida secara rutin dapat mengurangi kejadian karies hingga 30%. Simpulan penelitian ini ialah setiap macam teknik aplikasi topical application fluoride yang tepat memiliki keunggulan masing-masing, serta kombinasi teknik dan frekuensi sesuai dengan kebutuhan individu memberikan hasil terbaik. Kata kunci: topical application fluoride; karies gigi; metode aplikasi
Tingkat Pengetahuan tentang Xerostomia pada Pasien Lansia di Puskesmas Ariani, Dwi; Az Zahra, Septiana A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57901

Abstract

Abstract: Xerostomia is defined as a subjective complaint of dry mouth associated with salivary gland hypofunction, mostly found among elderly. This study aimed to obtain the level of knowledge about xerostomia in elderly patients at Pasir Jaya Health Center, Cikupa, Tangerang. This was a descriptive study with a cross-sectional design using a questionnaire method (google form) consisting of an overview of the sociodemographic and health characteristics of respondents, Abbreviated Mental Test (AMT), and Summated Xerostomia Inventory Indonesia Version (SXI-ID) instruments. Respondents' knowledge was classified into three-level scales, namely good, fair and low. Data were processed with SPSS software. The results obtained 106 elderly patients as respondents. Based on the distributed questionnaires, 56 respondents (53%) had good level of knowledge and 50 respondents (47%) had moderate level of knowledge. Respondents with systemic condition as many as 76 patients (71.70%), xerogenic drug consumption 76 patients (71.70%), and status as smoker 28 patients (26.42%). In conclusion, among elderly patients at Pasir Jaya Health Center, Cikupa, Tangerang, the level of knowledge about xerostomia is classified as good and fair. The most frequent factors related to xerostomia are systemic condition and xerogenic drug consumption. Keywords: level of knowledge; xerostomia; elderly    Abstrak: Xerostomia di definisikan sebagai keluhan subjektif dari mulut kering yang berhubungan dengan hipofungsi kelenjar saliva, terutama dijumpai pada lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang xerostomia pada pasien lansia di Puskesmas Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian ialah deskriptif edngan desain potong lintang menggunakan metode kuesioner (google form) yang terdiri dari gambaran umum karakteristik sosiodemografi dan kesehatan responden, Instrumen Abbreviated Mental Test (AMT), dan Summated Xerostomia Inventory Indonesia Version (SXI-ID). Pengetahuan responden digolongkan dalam skala tiga tingkat, yaitu baik, cukup dan rendah. Data diolah dengan software SPSS. Hasil penelitian mendapatkan 106 pasien lansia sebagai responden. Berdasarkan kuesioner yang didistribusikan sebanyak 56 responden (53%) dengan tingkat pengetahuan baik dan 50 responden (47%) dengan tingkat pengetahuan cukup. Responden dengan kondisi sistemik sebanyak 76 orang (71,70%), minum obat xerogenik 76 orang (71,70%), dan status perokok saat ini 28 orang (26,42%). Simpulan penelitian ini ialah pengetahuan mengenai xerostomia pada pasien lansia di Puskesmas Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, tergolong baik dan cukup. Faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya xerostomia pada pasien lansia yaitu kondisi sistemik dan konsumsi obat xerogenik. Kata kunci: tingkat pengetahuan; xerostomia; lanjut usia
Analysis of Impacted Mandibular Second Premolar Finding Trough Panoramic Radiograph: A Case Report Arsyad, Muhammad A.; Muchlis, Muhammad R. E.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.58487

Abstract

Abstract: An impacted tooth is a tooth that cannot erupt to its normal functional position after the development of the root. The mandibular second premolar is the third most impacted that can potentially cause problems in the tooth and surrounding structures. Panoramic radiography can detect and evaluate the impacted tooth, surrounding tissues, and possible pathologies including cysts and tumors. This study aimed to discuss the findings of impacted mandibular second premolar on panoramic radiograph. We reported a 13-year-old male patient who came to RSIGMP-UMI complaining of protruding upper front teeth and occasional food impaction in the right lower anterior molar area. Panoramic radiograph showed a vertical angulation of tooth 45, with the crown directed towards the occlusal line between teeth 46 and 44, and the apex directed towards the mandibular ramus border approaching the mandibular canal, with an inclination 0° and type I. Panoramic radiographs are essential in dentistry, particularly in orthodontic treatment. In this case, the radiograph revealed an impacted mandibular second premolar. Extraction of this tooth is often necessary for optimal treatment outcomes. However, in this case, the patient's parents were still hesitant to proceed with tooth extraction. Keywords: impacted teeth; second premolar teeth; panoramic radiography
Tingkat Kepercayaan Diri Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi: Studi Pengukuran dengan ABC Test Ardinansyah, Agus; Akbar, Muhamad F.; Ardy, Okky M.; Sugianto, Irfan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.58971

Abstract

Abstract: Academic success among students is often measured by the achievements they attain; one of which is on-time graduation. One factor that can influence academic achievement is academic self-confidence. The ABC test questionnaire is used to measure academic self-confidence. This study aimed to analyze the differences in academic self-confidence between undergraduate and professional students at the Faculty of Dentistry, Universitas YARSI, using the ABC test. This was a comparative and analytical study with a cross-sectional design. Subjects consisted of 270 students, including both undergraduate and professional students. The results showed that the academic self confidence of undergraduate students was assessed, as follows: very good (55.7%), good (43.5%), and low (0.8%). Meanwhile, academic self-confidence of professional students was assessed as follows: very good (46%), good (53.2%), and low (0.7%). Statistical analysis revealed a significant difference in the academic self-confidence levels between undergraduate and professional students, with a p-value of 0.015. In conclusion, there is a significant difference in the academic self confidence levels between undergraduate and professional students at the Faculty of Dentistry, Universitas YARSI. Keywords: self-confidence; dental education; undergraduate student; professional student; ABC test Abstrak: Keberhasilan akademik mahasiswa sering kali diukur melalui prestasi yang dicapai, salah satunya ialah kelulusan tepat waktu. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik ialah kepercayaan diri akademik. Untuk mengukur tingkat kepercayaan diri akademik, digunakan kuesioner ABC test. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepercayaan diri akademik antara mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI, dengan menggunakan ABC test. Jenis penelitian ini ialah analitik komparatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri dari 270 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat sarjana memiliki penilaian kepercayaan diri akademik sangat baik (55,7%), baik (43,5%), dan rendah (0,8%). Mahasiswa tingkat profesi memiliki penilaian kepercayaan diri akademik sangat baik (46%), baik (53,2%), dan rendah (0,7%). Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat kepercayaan diri akademik mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi, dengan nilai p=0,015. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepercayaan diri akademik mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI. Kata kunci: kepercayaan diri; pendidikan kedokteran gigi; mahasiswa sarjana; mahasiswa profesi; ABC test
Hubungan Derajat Keasaman Saliva dan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mariati, Ni Wayan; Pangemanan, Damajanty H. C.; Bangun, Liasma K.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59520

Abstract

Abstract: The prevalence of caries among people in the age group of 15-24 years is still high. North Sulawesi Province has a caries occurrence rate of 55%. The salivary pH value during resting period has the ability to predict caries status. This study aimed to determine the relationship between the degree of salivary acidity and dental caries in students of SMAN 1 Wori (senior high school). This was an analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. Salivary pH was examined using the spitting technique and dental caries was examined using the DMF-T index. The results obtained 114 students as respondents. Examination of the degree of acidity (pH) of saliva showed that the acid category occupied the highest frequency of 55 students (48.3%) and the least is the alkaline category of five students (4.4%). The highest number of DMF-T score was in the medium category, namely 35 respondents (30.7%), while the high and very high categories had the same number, namely 18 respondents (15.8%) each. The chi-square test obtained a p-value of 0.001 for the relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries.  In conclusion, there is a relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries among students of SMAN 1 Wori. Keywords: saliva acidity; dental caries    Abstrak: Prevalensi karies pada masyarakat dengan kelompok usia 15–24 tergolong tinggi. Provinsi Sulawesi Utara mempunyai angka terjadinya karies sebesar 55%. Nilai pH saliva selama periode istirahat memiliki kemampuan untuk memrediksi status karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat keasaman saliva dan karies gigi di SMAN 1 Wori. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Pada penelitian ini  dilakukan pemeriksaan pH saliva dengan menggunakan teknik spitting dan pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T. Hasil penelitian mendapatkan 114 siswa sebagai responden penelitian. Pemeriksaan derajat keasaman (pH) saliva memperlihatkan bahwa kategori asam menempati frekuensi paling tinggi (48,3%) dan yang paling sedikit ialah kategori basa (4,4%). Jumlah nilai DMF-T terbanyak pada kategori sedang (30,7%) sedangkan untuk kategori tinggi dan sangat tinggi mempunyai jumlah sama banyak (masing-masing15,8%). Hasil uji chi-square terhadap hubungan pH saliva dan karies gigi mendapatkan nilai p=0,001. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara derajat keasaman (pH) saliva dan karies gigi pada siswa di SMAN 1 Wori. Kata kunci: derajat keasaman saliva; karies gigi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Pengguna Perangkat Ortodonti Cekat Sumilat, Briyando E.; Anindita, Pritartha S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59561

Abstract

Abstract: One of the risks of using braces is the increase in dental caries and periodontal diseases. Knowledge of oral dental hygiene is needed so that users of orthodontic devices can properly maintain and maintain oral dental hygiene. This study aimed to obtain the description of the level of oral hygiene knowledge among senior high school students who used fixed orthodontic devices. This was a descriptive st udy with a cross-sectional design. Samples consisted of 30 students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar (high schools) in grades 10−12 with fixed orthodontics, obtained by using the total sampling technique. The results showed that 28 respondents (93.3%) had good level of knowledge about dental and oral health, and two respondents (6.7%) had fair level of knowledge. One female respondent (4.4%) had fair level of knowledge and 22 respondent (95.6%) had good level of knowledge. One male respondent (14.2%) had fair level of knowledge and six respondents (85.8%) had good level of knowledge. In conclusion, most students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar using fixed orthodontic devices regarding oral dental hygiene have good level of knowledge. Keywords: fixed orthodontics; knowledge level; students using fixed orthodontics    Abstrak: Salah satu risiko pemakaian kawat gigi yaitu meningkatnya karies gigi dan penyakit periodontal. Pengetahuan tentang kebersihan gigi mulut diperlukan agar pengguna perangkat ortodonti dapat menjaga dan memelihara kebersihan gigi mulut dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut pada siswa-siswi SMA Katolik Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas 10−12 pengguna ortodonti cekat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 28 responden (93,3%) memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut yang baik, dan dua responden (6,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Responden berjenis kelamin perempuan sebanyak satu siswa (4,4%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 22 siswa (95,6%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu siswa (14,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak enam siswa (85,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan mayoritas siswa SMA Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat mengenai kebersihan gigi mulut dalam kategori baik. Kata kunci: ortodonti cekat; tingkat pengetahuan; siswa pengguna perangkat ortodonti cekat