cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kultivasi
ISSN : 14124718     EISSN : 2581138X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Kultivasi diterbitkan oleh Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Agustus, dan Desember. Kultivasi mempublikasikan hasil penelitian dan pemaparan ilmiah dari para dosen dan peneliti di bidang budidaya tanaman. Bidang kajian yang dipublikasikan jurnal ini diantaranya adalah agronomi, pemuliaan tanaman, ilmu gulma, teknologi benih, teknologi pasca panen, ilmu tanah, dan proteksi tanaman.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2019)" : 12 Documents clear
Pengaruh pupuk biosilika terhadap pertumbuhan, hasil, dan kekerasan biji tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) varietas batu dan pulut Tati Nurmala; Ani Yuniarti; Winna Firdawati; Warid Ali Qosim
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.197 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22556

Abstract

Sari. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dosis pupuk silika organik yang tepat yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan, hasil, dan kekerasan biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNPAD, Ciparanje, Jatinangor,  sejak bulan Desember 2015 sampai Mei 2016.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 12 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan terdiri enam taraf dosis pupuk biosilika (arang kulit biji hanjeli pulut yang mengandung 12% SiO2)  masing-masing per ha  adalah  0 kg; 150 kg; 300 kg; 450 kg; 600 dan 750 kg pada dua jenis hanjeli batu (var. Stenocarpa) dan pulut (var. Mayuen). Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam  dengan Uji F pada taraf nyata 5%, sementara nilai beda dengan Uji Duncan pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk biosilika berpengaruh terhadap jumlah malai per rumpun, indeks panen, dan kekerasan biji hanjeli pada kandungan silika tanah tinggi. Dosis 150 kg/ha dan 750 kg/ha pada hanjeli batu berpengaruh terhadap jumlah malai per rumpun dibandingkan kontrol. Dosis 600 kg/ha memberikan IP terbaik dibandingkan kontrol pada hanjeli pulut. Semua dosis silika berpengaruh terhadap kekerasan biji hanjeli batu dibandingkan kontrol. Kata Kunci: Hanjeli, Biosilika, Pertumbuhan dan hasil, Kekerasan biji  Abstract. The research was conducted to determine the dosage of organic silica that can give the best effect to the growth, yield, and seed hardness of Job’s tears. This research was conducted from Desember 2015 to May 2016 at Ciparanje Experiment Station, Jatinangor, West Java in Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The experimental design used Randomized Block Design of twelve treatments and four replication. Treatments consisted of biosilica fertilizer (kg/ha): 0; 150; 300; 450; 600 and 750; that given to two varieties of job’s tears: stenocarpa and mayuen. Data were analyzed by Anova (F test) at 5% significance level, then tested by Duncan test at 5% significance level. The results showed that the biosilica fertilizer influenced panicle number, harvest index; and seed hardness.  Dosage of 150 kg/ha and 750 kg/ha biosilica affected panicle number on Stenocarpa. Dosage of 600 kg/ha gave the better harvest index than no silica fertilizer on Mayuen. All of silica dosage gave higher seed hardness than no silica fertilizer on Stenocarpa.Keywords: Job’s tears, Growth and yield, Seed hardness
Respons pertumbuhan, hasil, dan tingkat kerebahan padi varietas IPB 3S terhadap pupuk hayati dan nano silika Lia Marliani; Sumadi Sumadi; Tati Nurmala
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.103 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.18808

Abstract

SARIPeningkatan produktivitas tanaman pangan merupakan salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Penggunaan pupuk hayati dan nano silika secara mandiri mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman serta menurunkan tingkat kerebahan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk hayati dan nano silika yang tepat sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan ketegaran tanaman padi sawah (Oryza sativa L) varietas IPB 3S. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah yang berlokasi di Kampung Bojongloa, Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, yakni aplikasi pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf (h0 = 0 g.plot-1, h1 = 0,8 g.plot-1, dan h2 = 1,6 g.plot-1) dan perlakuan aplikasi pupuk silika yang juga terdiri dari 3 taraf (s0 = 0 mL.plot-1, s1 = 2 mL.plot-1, dan s2 = 4 mL.plot-1) dengan jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan masing – masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi pada parameter pertumbuhan dan hasil varietas IPB 3S. Pemberian pupuk hayati dan silika dengan dosis 1,6 g.plot-1 dan 4 mL.plot-1 merupakan kombinasi terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot 1000 butir gabah isi, dan tingkat sudut kerebahan. Keyword :Padi varietas IPB 3S, Pupuk hayati, Nano Silika, Kerebahan ABSTRACTIncreasing the productivity of food crops is one of the efforts to support food security along with the increasing population in Indonesia. The use of biofertilizer and nano silica with each application had could increase growth and yield also todecrease the level of fall down of rice plant. This study aimed to obtain the appropriate dosagecombination of biofertilizers and nano silica so as to increase the growth, yield and straighten of rice (Oriza sativa L) variety IPB 3S. The experiment was conducted in paddy fields located in Bojongloa, Tegalsawah village, East Karawang District, Karawang City from March to July 2017. The experimental design was used factorial Randomized Block Design (RBD). The treatment consisted of 2 factors, namely the application of biological fertilizer consisting of 3 levels (h0 = 0 g.plot-1, h1 = 0.8 g.plot-1, h2 = 1.6 g.plot-1) and the application of silica fertilizer application consists of 3 levels (s0 = 0 mL.plot-1, s1 = 2 mL.plot-1, s2 = 4 mL.plot-1) with 9 treatment combinations and repeated 3 times. The results showed that the application of biofertilizers and silica significantly affected the component parameters of growth, yield, and degree of angularity of IPB 3S varieties. The interaction between biofertilizers and silica at a dosage of 1.6 g. plot-1 and 4 mL.plot-1 was the best treatment on parameters of plant height, number of tillers, weight of 1000 grains of filled grain, and level of angle of lodging. Keyword : IPB 3S rice variety, biofertilizer, nano silica fertilizer
Pengaruh asam giberelat (GA3) dan waktu panen terhadap kualitas hasil buah zukini (Cucurbita pepo L.) Kusumiyati Kusumiyati; Syariful Mubarok; Ine Elisa Putri; Risa Nurul Falah
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.813 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.21766

Abstract

Sari. Zukini merupakan sayuran buah yang banyak diminati oleh konsumen. Sayuran ini memiliki kadar air yang tinggi. Petani memerlukan teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan kualitas buah zukini, diantaranya dengan penggunaan hormon giberelin (GA3) dan waktu panen yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan GA3 dan perbedaan waktu panen terhadap kualitas hasil buah zukini, yaitu nilai total padatan terlarut (TPT), kekerasan, dan kadar air buah. Penelitian menggunakan metode percobaan rancangan acak lengkap (RAL) factorial, dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi GA3 (0 part per million (ppm) dan 300 ppm) dan faktor kedua yaitu waktu panen 5 hari setelah berbunga (HSB), 10 HSB, dan 15 HSB. Data diuji dengan analisis sidik ragam (ANOVA), dilanjutkan uji lanjut Duncan dengan taraf nyata 5% dan diolah menggunakan software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara GA3 dan waktu panen terhadap kadar air buah zukini. Konsentrasi GA3 300 ppmmenghasilkan kulit buah yang lebih keras dibandingkan dengan GA3 0 ppm kemudian 10 HSB dan 15 HSB memiliki nilai kekerasan lebih keras dibandingkan 0 HSB. Nilai TPT untuk GA3 300 ppm dan GA3 0 ppm menghasilkan nilai yang sama, sedangkan 5 HSB dan 10 HSB menampilkan nilai TPT lebih tinggi ketimbang 15 HSB. Kata Kunci: Cucurbitaceae ∙ hormon ∙ kadar air ∙ kekerasan buah ∙ total padatan terlarut  Abstract.  Zucchini is a fruit vegetable that is a lot of demand by costumers. This vegetable has a high water content. The farmers needs proper cultivation techniques to improve the quality of zucchini, including the used of the hormone gibberelin (GA3) and the harvest periods. The aim this research was to know effect used GA3 and harvest periods toward zucchini fruit quality, that were total soluble solids (TDS), firmness and fruit water content. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern with 2 factors and 5 replications. The first factors was concentration of  GA3  (0 part per million (ppm) and 300 ppm) and the second factor was harvest periods (5 days after flowering (DAF), 10 DAF, and 15 DAF). Data were tested by analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan Multiple Range test with a significance level of 5% and processed using SPSS 24 software. The results of the study showed that there were interactions between GA3 and harvest periods on moisture content of zucchini fruit. Concentration of GA3 300 ppm obtained fruit skin that is harder than GA3 0 ppm and 10 DAF, then 15 DAF have a harder firmness values than 0 DAF. TDS values for GA3 300 ppm and GA3 0 ppm presented the same value, then 5 DAF and 10 DAF showed TDS value higher than 15 DAF.  Keywords: Cucurbitaceae ∙ fruit firmness ∙ hormone ∙ water content ∙ total soluble solids
Pengaruh campuran herbisida berbahan aktif atrazin 500 g/L dan mesotrion 50 g/L terhadap gulma dominan pada tanaman jagung (Zea mays L.) Denny Kurniadie; Uum Umiyati; Sarah Shabirah
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.06 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22558

Abstract

Sari. Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida tunggal bila dilakukan terus menerus akan menimbulkan gulma resisten. Pencampuran herbisida perlu dilakukan untuk menanggulanginya. Campuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif dapat bersifat sinergis, aditif, atau antagonis. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui sifat campuran herbisida Atrazin 500 g/L + Mesutrion 50 g/L terhadap beberapa jenis gulma dominan pada tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Januari 2019, di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Unpad,  Jatinangor. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida dengan enam tingkat dosis, yaitu herbisida tunggal Atrazin (1200, 600, 300, 150, 75, 0 g/ha), Mesotrion (120, 60, 30, 15, 7,5, 0 g/ha) dan campuran herbisida dari Atrazin 500g/L dan Mesotrion 50 g/L (1056, 528, 264, 132, 66, 0 g/ha) dengan empat ulangan. Gulma target adalah gulma A. conyzoides, S. nodiflora, C. rotundus, dan E. indica. Analisis data menggunakan analisis regresi linear dan metode MSM untuk menentukan LD50 perlakuan dan LD50 harapan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pencampuran herbisida berbahan aktif Atrazin 500 g/L dan Mesotrion 50 g/L memiliki nilai LD50 perlakuan (85,11 g/ha) lebih kecil dari nilai LD50 harapan (86,9 g/ha) sehingga dapat disimpulkan sifat campuran herbisida tersebut bersifat sinergis.Kata kunci : Atrazin, Mesotrion, Herbisida campuran, Gulma dominan tanaman jagung  Abstract. Weed control by using a single herbicide continuously will cause weeds resistant, so it is necessary to mix herbicides. Mixture of herbicide with two or more types of active ingredient can be synergistic, additive, or antagonistic. The objective of this research is to know the effect of herbicide mixture of Atrazin 500 g/L and Mesotrion 50 g/L to several types of dominant weeds. The research was conducted from November 2018 until January 2019, at the Green house of Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor. The treatment was consisted of three types of herbicide with six level of doses. There were herbicide Atrazine 500 g/L (1200, 600, 300, 150, 75,0 g /ha), Mesotrion 50 g/L (120, 60, 30, 15, 7.5, 0 g/ha) and herbicide mixtures Atrazine 500 g/L and Mesotrion 50 g/L (1056, 528, 264, 132, 66, 0 g/ha) with four replications. The target weeds were A. conyzoides, S. nodiflora, C. rotundus and E. indica. Data was analyzed by linear regression and MSM method to determine the value of LD50 treatment and  LD50 expectation. The results showed that herbicides mixture of Atrazine 500 g/L and Mesotrion 50 g/L had a value of LD50 treatment 85.11 g/ha which is smaller than the value of LD50 expectation (86.9 g/ha), this  indicating that the herbicide mixtures was synergistic.Keywords: Atrazine, Mesotrion, Mixed herbicides, dominant weeds of corn
Ekstrak daun bunga pukul empat dan daun pagoda sebagai tanaman antivirus untuk mengendalikan penyakit keriting pada cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Shalahuddin Mukti Prabowo; Sangrani Annisa Dewi
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.593 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.19615

Abstract

 Sari. Banyak petani cabai yang menggunakan pestisida kimia sebagai pilihan utama untuk mengendalikan penyakit keriting. Penelitian ini bertujuan mempelajari potensi ekstrak tumbuhan berdaya antivirus: bunga pukul empat dan pagoda,  dalam mengendalikan penyakit keriting pada cabai yang disebabkan virus. Penelitian ini dilakukan di lahan endemi penyakit keriting pada cabai merah di daerah Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai Juni 2018. Bahan yang digunakan adalah tanaman sebagai bahan pesisida nabati: bunga pukul empat dan pagoda. Alat yang digunakan blender, sprayer, jerigen, baskom dan alat tulis. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan, yaitu tanpa perlakuan pestisida nabati; ekstrak daun bunga pukul empat konsentrasi 50 mL/L; ekstrak daun bunga pukul empat konsentrasi 100 mL/L; ekstrak daun pagoda konsentrasi 50 mL/L; dan ekstrak daun pagoda konsentrasi 50 mL/L. Setiap plot perlakuan terdiri dari 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak daun pukul empat dan pagoda memberikan insidens penyakit dan keparahan penyakit lebih rendah daripada tanpa perlakuan pestisida nabati, sehingga memberikan hasil yang lebih baik. Hasil cabai terbesar, yaitu sebesar 255 g, diperoleh dari perlakuan ekstrak bunga pukul empat dengan konsentrasi 100 mL/L. Kata Kunci: Cabai rawit, bunga pukul empat, pagoda, ekstrak daun  Abstract. Many chili farmers use chemical pesticides as the main choice for controlling curly diseases. This study aimed to redundant the potential of leaves extracts: four o'clock flower and pagodas, in controlling chili disease caused by viruses. This research was carried out in the endemic area of curly disease in red chili , Sukoharjo Districts. This research was carried out from April to June 2018. The material used plants as organic pesticides: leaves of four o'clock flowers and pagodas. Tools are used: blenders, sprayers, jerry cans, basins and stationery. The study used a Randomized Block Design (RBD) with five treatments of leaf extracts application. There were without organic pesticides application, leaves of four o'clock flower with concentration 50 mL/L; leaves of four o'clock flower with concentration 100 mL/L; leaves of pagoda flower with concentration 50 mL/L; and leaves of pagoda flower with concentration 100 mL/L. Each treatment plot replicated three times. The results showed that leaves extract of four o’clock flower and pagoda gave lower disease incidence and disease severity than without organic pesticide, so yield of plants are higher. the best yield, about 255 g, is given by leaf extract of four o'clock flower at the dose of 100 mL/L. Keywords: Cayenne pepper, four o'clock flower, pagoda, leaf extract
Keragaman dan kelimpahan arthropoda pada tajuk tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) varietas TM 999 yang diberi aplikasi insektisida klorantraniliprol 35% Sudarjat Sudarjat; Annisa Handayani; Siska Rasiska; Wawan Kurniawan
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.075 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22149

Abstract

Sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan arthropoda yang terdapat pada tajuk tanaman cabai yang diberi aplikasi insektisida klorantraniliprol 35%.  Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dosis insektisida klorantraniliprol 35%.  Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan keragaman pada pengamatan langsung sebanyak 5 ordo, 7 famili dan 7 spesies untuk herbivor, 3 ordo, 4 famili dan 4 spesies untuk predator, serta 1 ordo, 1 famili dan 1 spesies untuk serangga netral. Keragaman yang didapatkan pada pemasangan perangkap kuning yaitu 4 ordo, 4 famili dan 4 spesies untuk herbivor, untuk serangga netral terdiri dari 1 ordo, 2 famili dan 2 spesies, predator terdiri dari 2 ordo, 2 famili, dan 1 spesies, sedangkan untuk parasitoid terdiri dari 1 ordo, 2 famili dan 1 spesies.  Kelimpahan pada pengamatan langsung tertinggi terdapat pada kontrol, sedangkan pada perangkap kuning jumlah tertinggi terdapat pada perlakuan B (Klorantraniliprol 35% dosis 100g/ha).  Aplikasi Insektisida klorantraniliprol 35% pada tanaman cabai dapat menurunkan keragaman herbivor serta predator tetapi pada dosis yang rendah keragaman predator tidak menurun, sedangkan pada serangga netral tidak berpengaruh sama sekali. Aplikasi insektisida klorantraniliprol 35% berpengaruh terhadap kelimpahan herbivor, namun tidak berpengaruh terhadap kelimpahan parasitoid, predator dan serangga netral. Insektisida klorantraniliprol yang diuji aman terhadap lingkungan khususnya bagi serangga dan arthropoda nontarget (parasitoid, predator dan serangga netral) yang hidup pada pertanaman cabai.Kata Kunci: kelimpahan, arthropoda, tajuk, cabai, insektisida, klorantraniliprol  Abstract. The aim of this present study was to determine the diversity and abundance of arthropods found in chili plant canopy treated with klorantraniliprol 35% insecticide. An experimental method with a Randomized Block Design with six treatments of Klorantraniliprol 35% insecticide doses was used. The results of this study discovered the diversity of 5 orders, 7 families and 7 species of herbivores; 3 orders, 4 families and 4 species of predators; and 1 order, 1 family and 1 species of neutral insect species through direct observation. Meanwhile, the diversity through the application of yellow trap verified 4 orders, 4 families and 4 species of herbivores, consisted of 1 order, 2 families and 2 species of neutral insect species, predators made up of 2 orders, 2 families and 1 species, while parasitoid consisted of 1 order, 2 families and 1 species. The highest arthropod’s abundance was found in controls on the direct observation, while application of 100 g/ha of Klorantraniliprol 35% resulted in the highest number of arthropods catch on yellow trap. The application of klorantraniliprol 35% insecticide reduced herbivore and predator diversity but did not decrease the diversity of predators at low doses and no effect on the neutral insect species. Furthermore, the application of klorantraniliprol 35% insecticide affected the abundance of herbivores, but no effect on the abundance of parasitoids, predators and neutral insect species. The tested klorantraniliprol insecticide was safe for the environment, especially for non-target insects and arthropods (parasitoids, predators, neutral insect species) living on chili plant canopy.Keywords: abundance, arthropods, chili, Insecticides, klorantraniliprol
Respons kedelai akibat jarak tanam dan konsentrasi giberelin pada tanah inceptisol Jatinangor Aep Wawan Irwan; Agus Wahyudin; Toto Sunarto
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.759 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22232

Abstract

Sari. Teknik budidaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai antara lain penggunaan jarak tanam yang tepat dan penambahan input berupa giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jarak tanam dan konsentrasi yang tepat agar pertumbuhan dan hasil meningkat. Percobaan dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, dengan ketinggian tempat yaitu ± 780 meter di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial, dengan tiga ulangan. Faktor I adalah jarak tanam, terdiri dari 3 taraf, yaitu: jarak tanam 25 cm X 25 cm, jarak tanam 15 cm X 15 cm  X 40 cm dan jarak tanam 20 cm X 20 cm X 40 cm. Faktor II adalah konsentrasi Giberelin, terdiri dari 3 taraf, yaitu : konsentrasi 150 ppm, 250 ppm dan 350 ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam dan konsentrasi giberelin terhadap indeks luas daun dan jumlah polong per tanaman. Jarak tanam 20 cm X 20 cm X 40 cm memberikan pengaruh yang terbaik terhadap jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan indeks panen. Konsentrasi giberelin 350 ppm memberikan pengaruh terbaik terhadap  jumlah biji per tanaman.Kata Kunci: kedelai, jarak tanam, giberelin, inceptisols.  Abstract. Agronomy innovation to increase soybean productivity were spacing management and giberelin application. This study aims to obtain the right plant spacing and the right concentration so increase growth and yield. The experiment was conducted from July to October 2017 at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, with altitude of ± 780 m above sea level. It used randomized block design with factorial treatment and three replications. The first factor was plant spacing that consisted of 3 levels: spacing 25 cm X 25 cm, spacing 15 cm X 15 cm X 40 cm and spacing 20 cm X 20 cm X 40 cm. The second factor was giberelin concentration that consisted of 3 levels: concentration of 150 ppm, 250 ppm, and 350 ppm. The experimental results showed that there were interaction between the spacing and the concentration of gibberellins on leaf area index and number of pods per plant. The spacing 20 cm X 20 cm X 40 cm gave best effect on number of grain, weight of grain, and harvest index. The giberelin concentration of 350 ppm has the best influence on the number of seeds per plant.Keywords: soybean, plant-spacing, gibberelin, inceptisols.
Pemanfaatan fenomena pembentukan buah partenokarpi dalam perspektif pertanian di Indonesia Firman Rezaldi; Muhammad Abdilah Hasan Qonit; Anne Nuraini; Kusumiyati Kusumiyati; Syariful Mubarok
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.887 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.21172

Abstract

Sari. Buah merupakan organ reproduktif yang memainkan peranan penting pada tanaman dalam proses perbanyakan tanaman dan penyebaran biji. Biji akan terbentuk akibat adanya proses polinasi dan fertilisasi. Pada beberapa jenis buah keberadaan biji tidak diinginkan, sehingga sekarang sudah banyak dikembangkan buah tanpa biji atau buah partenokarpi. Secara garis besar partenokarpi terdiri dari dua kelompok utama, yaitu partenokarpi alami dan partenokarpi buatan. Pisang, tomat, dan manggis merupakan contoh tanaman yang bersifat partenokarpi alami. Pembetukan buah partenokarpi dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya adalah penggunaan hormone auksin/giberelin, iridiasi polen, perubahan jumlah kromosom, gene  silencing, modifikasi gen, dan genome editing tools. Review ini menjelaskan mengenai pembentukan buah partenokarpi melalui pendekatan bioteknologi.Kata Kunci: Bioteknologi, partenokarpi alami, partenokarpi buatan, buah  AbstractFruit is a reproductive organ that plays an important role in plants for plant propagation and seed dispersal. Seeds will be formed due to the process of pollination and fertilization. In some types of fruit, seed in the fruit is not expected, therfore recently many study have been conducted to develop seedless fruit (parthenocarpic fruit). Seedless fruit consists of two main groups namely natural and artificial partenocarpic. Bananas, tomatoes, and mangosteen are examples of natural parthenocarpy plants. Artificial parthenokarpi fruit can be developed in several methods including the use of plant hormone i.e. auksin or gibberellin, pollen iridiation, changes in chromosome number, gene silencing, gene modification, and genome editing tools. In this review, it is explained about the formation of parthenocarp fruit through a biotechnology approach. Keywords: Biotechnology, natural parthenocarpy, artificial parthenocarpy, and fruit
Pengaruh dosis kascing dan bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan secara organik Agus Wahyudin; Aep Wawan Irwan
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.063 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.22184

Abstract

 Sari. Peningkatan produktivitas sawi (Brassica juncea L.) dapat dilakukan secara organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis kascing dan penggunaan bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan dan diulang empat kali, masing-masing kombinasi perlakuan adalah: tanpa kascing dan tanpa bioaktivator; kascing 5 ton/ha dan tanpa bioaktivator; kascing 5 ton/ha dan bioaktivator 4 mL/L; kascing 10 ton/ha dan tanpa bioaktivator; kascing 10 ton/ha dan bioaktivator 4 mL/L; kascing 15 ton/ha dan tanpa bioaktivator; kascing 15 ton/ha dan bioaktivator 4 mL/L; kascing 20 ton/ha dan tanpa bioaktivator; serta kascing 20 ton/ha dan bioaktivator 4 mL/L.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kascing dan bioaktivator memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman dibandingkan dengan tanpa pemberian kascing dan bioaktivator. Dosis pupuk kascing 5 ton/ha tanpa bioaktivator merupakan dosis yang dianjurkan karena memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering yang sama dibandingkan dengan perlakuan lainnya yang diberi pupuk kascing dan bioaktivator pada dosis yang lebih tinggi.Kata kunci: Pupuk Kascing, Bioaktivator, Tanaman Sawi, Budidaya Organik  Abstract: Brown mustard yield can be increased based on organic farming. The purpose of this study was to determine the effect of vermine compost dose and bioactivactor application on the growth and yield of brown mustard.  The experimental design used Randomized Block Design. There were nine treatments: without vermi manure and without bioactivator; vermi manure 5 ton/ha and without bioactivator; vermi manure 5 ton/ha and bioactivator 4 mL/L; vermi manure 10 ton/ha and without bioactivator; vermi manure 10 ton/ha and bioactivator 4 mL/L; vermi manure 15 ton/ha and without bioactivator; vermi manure 15 ton/ha and bioactivator 4 mL/L; vermi manure 20 ton/ha and without biactivator; and vermi manure 20 ton/ha and bioactivator 4 mL/L; with four replications.  The results of experiment showed that all dosages of vermi manure fertilizer and bioactivator increased the plant height, number of leaves, and biomass of plant. Dosage 5 ton/ha vermi manure without biactivator gave the best result on biomass of plant.Keywords: Vermi Manure, Bioactivator, Mustard Green, Organic Farming
Dinamika P-tersedia pada limbah cair kelapa sawit dengan beberapa land application Koko Tampubolon; Melina Vika; Debora Debora
Kultivasi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.763 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i2.21328

Abstract

Sari. Ketersediaan P sangat rendah pada land application perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara dibandingkan unsur N dan K. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan P yang terdapat pada land application, hubungannya terhadap produksi TBS, serta membandingkan dinamika P-tersedia beberapa perkebunan kelapa sawit lainnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengambilan sampel tanah land application pada Blok A88B dan A88E Afdeling 1 Kebun Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Analitik dan Quality Control Asian Agri, Tebing Tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Parameter yang diamati yaitu P-tersedia metode Bray-II, pH tanah metode H2O dan KCl serta produktifitas TBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasaman aktual dan potensial tergolong masam masing-masing sebesar 4,70 dan 4,24. Nilai P-tersedia sebesar 200,26 ppm (sangat tinggi). Terjadi peningkatan produksi TBS kelapa sawit sebesar 45,63% - 81,86% dengan adanya land application. Perubahan pola dinamika P-tersedia pada land application di beberapa perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh pH tanah, bahan organik tanah, mikroba pelarut P, waktu reaksi dan suhu. Kata kunci: Land application, P-Tersedia, pH Tanah  Abstract. P-availability on land application is lower than N and K nutrients in oil palm plantations in the North Sumatra. The research was conducted to determine the P-availability in the land application, the relationship to FFB production, and comparing the dynamics of P-available in several oil palm plantations. This research taken soil sample from the land application on Block A88B and A88E, Afdeling 1 of Teluk Panji Estate, Kampung Rakyat subdistrict, South Labuhanbatu District, North Sumatra. Soil analysis was tested at the Laboratory of Soil Fertility, Faculty of Agriculture, Sumatera Utara University and the Laboratory of Analytical and Quality Control, Asian Agri, Tebing Tinggi. This research was conducted from June until October 2016. This research used the descriptive analytical methods. Parameters included P-available using the Bray-II method, soil pH using H2O and KCl methods, and Fresh Fruit Bunches (FFB) productivity. The results showed that the actual and potential acidity were classified as acid of 4.70 and 4.24 respectively. P-available value of 200.26 ppm (high). An increasing oil palm FFB yield was 45.63% - 81.86% in the presence of land application. Changes pattern of the dynamics of P-available on land applications were influenced by soil pH, soil organic matter, phosphate-solubilizing microbial, reaction time, and temperature.  Keywords: Land application, P-available, soil pH

Page 1 of 2 | Total Record : 12