cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) merupakan jurnal ilmiah nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinis, gizi masyarakat, gizi olahraga, gizi molekular, biokimia gizi, pangan fungsional, serta pelayanan dan manajemen gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan enam bulan sekali sejak terbit Januari 2014 hingga Agustus 2016 (Volume 1-3). Jurnal Gizi dan Kesehatan (JGK) diterbitkan oleh Prodi S2 Ilmu Gizi, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Oleh karena itu, JGK juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
Pendidikan Gizi Melalui Permainan Model Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Dan Konsumsi Protein Hewani Bagi Anak Taman Kanak-Kanak Desi, Desi; Hanim, Diffah; Kusnandar, Kusnandar
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Masalah anemia adalah masalah gizi yang penting dan banyak ditemui di dunia, termasuk Indonesia (26,4%). Konsumsi protein hewani yang kurang memiliki kemungkinan untuk menderita anemia. Pendidikan gizi pada anak usia dini bertujuan untuk membentuk perilaku gizi menjadi lebih baik. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan gizi dapat dilakukakan dengan media yang tepat, menarik, dan mudah dipahami bagi anak diantaranya permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan gizi melalui permainan model ular tangga untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan kadar hemoglobin bagi anak taman kanak-kanak.Metode: Penelitian ini merupakan experimental menggunakan rancangan pre-post test with control group. Subjek penelitian adalah anak taman kanak-kanak diwilayah Kabupaten Kubu Raya. Penentuan sekolah TK dipilih menggunakan metode simple random sampling. Sebanyak 160 subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode porposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung, pengukuran antropometri dan pemeriksaan hemoglobin dengan alat Hb Mission. Data dianalisis dengan uji t-independen untuk melihat perbedaan konsumsi protein hewani dan kadar hemoglobin.  Hasil Penelitian : Rata-rata konsumsi protein hewani pada anak taman kanak-kanak sebelum pendidikan gizi kurang dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan (58,75%). Sesudah pendidikan gizi angka kecukupan gizi kurang menjadi 42,5%. Kadar hemoglobin normal kedua kelompok penelitian sebelum pendidikan gizi  sebesar 88,13%. Ada peningkatan kadar hemoglobin normal sesudah pelaksanaan pendidikan gizi yaitu 95%. Ada perbedaan konsumsi protein hewani sesudah pendidikan gizi antara kelompok ceramah dan permainan ular tangga (p=0,000). Ada perbedaan peningkatan Hb sesudah pendidikan gizi antara kelompok ceramah dan permainan ular tangga (p=0,000). Terdapat pengaruh secara signifikan antara pendidikan gizi melalui permainan model ular tangga dengan konsumsi protein hewani (p=0,000) dan peningkatan hemoglobin (p=0,000).Simpulan Penelitian : Pendidikan gizi melalui permainan model ular tangga mampu meningkatkan konsumsi protein hewani dan hemoglobin pada anak taman kanak-kanak dibandingkan dengan pendidikan gizi melalui ceramah. Kata kunci : Permainan Ular tangga, Protein Hewani, Kadar Hemoglobin.
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garsinia mangostana L), EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN KOMBINASINYA TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS WISTAR MODEL DIABETES YANG DIINDUKSI ALOKSAN Hadi, Arinto; Sugiarto, Sugiarto; Dharmawan, Ruben
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang :  Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik multisistem dengan ciri hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Kelainanini  menyebabkan terganggunya  metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Salah satu upaya untuk meningkatkan hormon insulin pada penderita DM menggunakan ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun sirsak.  Xanthone  di dalam kulit  manggis dan flavonoiddi dalam daun sirsak adalah antioksidan  yang  melindungi dan menjaga sel β pankreas dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit  manggis (Garcinia mangostanaL.), ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan kombinasinya terhadap  kadar glukosa darah tikus Wistar  model diabetes yang diinduksi aloksan.Metode: Jenis penelitian adalah ekperimental laboratorium dengan rancangan pre-test/post-test dengan kelompok kontrol. Penelitian  dilakukan  di laboratorium  Pangan dan  Gizi , Gedung Pusat Antar Universitas, UGM Yogyakarta, menggunakan 28 tikus Wistar  jantan yang dibagi menjadi empat kelompok: kontrol tanpa diberi ekstrak (DM); diberi ekstrak kulit manggis (DM+km); diberi ekstrak daun sirsak (DM+ds); diberi kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak (DM+kom). Kadar glukosa darah puasa (GDP) dianalisis tiap minggu  selama 4 minggu. Analisis statistik dilakukan dengan uji - t dan uji-anova, bermakna bila p < 0,05.Hasil:  Ekstrak kulit manggis dosis 100 mg/kg BB  menurunkan kadar glukosa darah puasa tikus Wistar  sebesar 48,93 % (p=0,001) ; Ekstrak daun sirsak dosis 5000 mg/kg BB menurunkan kadarGDP tikusWistar  sebesar 39,50 %(p=0,001) ; Kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak  menurunkan kadar GDP tikus Wistar sebesar 52,08 %  (p=0,001).Kesimpulan: ekstrak kulit manggis, ekstrak daun sirsak dan kombinasinya dapat menurunkan kadar GDP  tikus Wistar. Kata kunci : Diabetes Mellitus, ekstrak kulit manggis, ekstrak daun sirsak, kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP ROS (KADAR MDA) DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN PARU PADA TIKUS WISTAR YANG DIINHALASI ASAP ROKOK Titik Susilowati; Suradi Suradi; Adi Prayitno
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Rokok mengandung berbagai bahan kimia antara lain nikotin, tar, dan karbon monoksida sedangkan asap rokok mengandung molekul oksidan antara lain superoksida, hidrogen peroksida, hidroksil dan peroksil. Paru menjadi organ yang paling sering terpapar radikal bebas luar terutama asap rokok sehingga perlu ditambahkan antioksidan dari luar untuk menangkalnya. Zat yang dapat menetralkan radikal bebas adalah antioksidan yang dapat diperoleh dari daun kelor dan memiliki potensi suplemen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada tikus Wistar yang diinhalasi asap rokok. Metode: Penelitian ekperimental laboratorik dengan Pre and Post Randomized Controled Group Design. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara simple random sampling menjadi 5 kelompok. Kelompok KN diberi diet standar dan tidak diinhalasi asap rokok. Kelompok KP diberi diet standar dan diinhalasi asap rokok 3 batang per hari tanpa diberi ekstrak tepung daun kelor, kelompok P1, P2, P3 diberi diet standar dan ekstrak tepung daun kelor dengan dosis secara bertingkat yaitu 400 mg/200 gr BB/hari, 600 mg/ 200 gr/hari dan 800 mg/200 gr/hari setelah diinhalasi asap rokok 3 batang per hari. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Hari ke-15 semua sampel diterminasi untuk dilakukan pembuatan preparat paru dan pemeriksaan gambaran histopatologi jaringan paru. Uji analisis menggunakan One Way Anova dan uji Post Hoc Test serta uji Regresi. Hasil: Hasil uji One Way Anova untuk kadar MDA, jumlah sel netrofil, limfosit dan eritrosit didapatkan perbedaan yang bermakna antara KN, KP, P1, P2, P3. Hasil uji Kruskall Wallis untuk gambaran histopatologi jaringan paru didapatkan perbedaan yang bermakna antara KN, KP, P1, P2, P3. Hasil uji Post Hoc Test untuk gambaran histopatologi jaringan paru tidak bermakna pada KN dengan P3. Hasil uji Regresi pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor terhadap ROS (Kadar MDA) menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak tepung daun kelor yang diberikan dengan Kadar MDA (Y’ = 11,400 - 0,012X + ԑ). Hasil uji Regresi pengaruh pemberian ekstrak tepung daun kelor terhadap gambaran histopatologi jaringan paru menunjukkan bahwa ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak tepung daun kelor yang diberikan dengan peningkatan efek proteksi terhadap histopatologi jaringan paru (Y’ = 9,481 - 0,010X + ԑ). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian dosis ekstrak tepung daun kelor terhadap gambaran histopatologi jaringan paru pada tikus Wistar yang diinhalasi asap rokok.  Kata kunci: Asap rokok, daun kelor, radikal bebas, antioksidan, paru
HUBUNGAN STATUS GIZI LEBIH DAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI SMA DI KABUPATEN BOYOLALI Sandy, Yatty Destani; Tamtomo, Didik Gunawan; Indarto, Dono
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Anemia pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan global. Anemia dapat disebabkan oleh rendahnya asupan besi, status gizi lebih, usia menarche dini dan kehilangan darah. Siswi dengan status gizi lebih dapat mengalami anemia karena akumulasi lemak dalam jaringan adiposa yang dapat meningkatkan produksi sitokin proinflamasi. Peningkatan kadar sitokin tersebut menyebabkan kadar hepsidin meningkat sehingga menurunkan absorbsi besi. Tujuan: Menganalisis hubungan status gizi lebih, usia menarche dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada siswi SMA di Kabupaten Boyolali. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan Multi Stage Sampling untuk menentukan subjek penelitian pada siswi kelas X. Pengumpulan data usia menarche dan lama menstruasi menggunakan kuisioner, status gizi diukur dengan antopometri, pengukuran kadar Hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji statistik chi square dan regresi logistik berganda. Hasil: Sebanyak 53,3% siswi mengalami anemia. Obesitas ditemukan sebesar 87,8% pada siswi dengan status gizi lebih. Siswi yang memiliki status gizi lebih berisiko secara signifikan sebesar 6,273 kali untuk mengalami anemia (p = 0,013). Semakin lama seorang siswi mengalami haid akan berisiko 4,848 kali untuk mengalami anemia (p = 0,003). Simpulan: Status gizi lebih dan lama menstruasi secara bersama sama berhubungan positif dengan kejadian anemia. Siswi diharapkan dapat mengontrol berat badan dan menghindari makanan yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, perlu penyediaan suplementasi zat besi disekolah. Kata Kunci: Status gizi Lebih, Usia Menarche, Lama Menstruasi, Anemia.
Pengaruh Pendidikan Gizi melalui Teknik Simulasi Monopoli terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perilaku Mengkonsumsi Protein, dan Perubahan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Anemia Karunia, Yuniarti; Tamtomo, Didik Gunawan; Anantanyu, Sapja
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi yang rawan terhadap masalah gizi khususnya anemia. Berbagai pendidikan gizi telah dilakukan, tetapi belum ada terobosan terbaru dalam mengatasi angka kejadian anemia yang cukup tinggi. Melalui pendidikan gizi di sekolah yang dikemas dengan permainan menarik akan menumbuhkan kreativitas (learning by playing). Metode : Penelitian ini merupakan jenis experimental menggunakan rancangan pre-post test with control group. Subjek penelitian remaja putri dengan kadar Hb<12 gr/dl di SMAN 5 dan 6 Kota Madiun. Penentuan tempat penelitian dipilih menggunakan metode Multistage Sampling. Sebanyak 145 siswi dari dua sekolah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dan ditemukan 40 anak anemia. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan metode digital (hemoglobin testing system Quick-Check). Data dianalisis dengan uji t-independent untuk melihat perbedaan pengetahuan, perilaku mengkonsumsi protein, dan kadar hemoglobin. Hasil Penelitian : Ada perbedaan pengetahuan sesudah pendidikan gizi antara kelompok ceramah dan monopoli (p=0.008). Ada perbedaan perilaku konsumsi protein sesudah pendidikan gizi antara kelompok ceramah dan monopoli (p=0.015). Ada perbedaan peningkatan kadar hemoglobin sesudah pendidikan gizi antara kelompok ceramah dan monopoli (p=0.009). Simpulan Penelitian : Pendidikan gizi melalui teknik simulasi monopoli lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku mengkonsumsi protein, dan kadar hemoglobin dibandingkan metode ceramah.  Kata Kunci : Simulasi monopoli, Pengetahuan, Perilaku Mengkonsumsi Protein, Kadar Hemoglobin

Page 1 of 1 | Total Record : 5