cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23018119     EISSN : 24431354     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Terhitung sejak tahun 2014, Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram telah menerbitkan secara online Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) sehingga dapat diakses secara luas. Jurnal ini pada umumnya memuat hasil-hasil penelitian dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati di bidang teknik pertanian dan biosistem. JRPB berupaya menjaga eksistensi penerbitannya dan berharap jurnal ini dapat menjadi salah satu media publikasi bagi semua pihak yang meminati kajian-kajian ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
STUDI PENDAHULUAN APLIKASI CITRA SENTINEL UNTUK DETEKSI LUAS SAWAH IRIGASI DI KABUPATEN JEMBER Rufiani Nadzirah; Indarto Indarto; Degita Fahmi Brillyansyah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.002 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.319

Abstract

Sentinel-2 merupakan satelit Eropa yang dapat digunakan dalam beragam bidang. Pada bidang pertanian citra Sentinel-2 dapat dimanfaaatkan untuk memetakan luas sawah di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah data citra Sentinel-2 menjadi peta luasan sawah Kabupaten Jember dengan metode Maximum Likelihood Classification (MLC), dan membandingkan luasan pada musim kemarau dan hujan. Tahapan penelitian ini adalah unduh data satellite Sentinel-2 pada bulan Juni dan Oktober 2019 dan survei lapang Ground Control Point (GCP), digunakan sebagai training area; pra pengolahan data; pengolahan data; uji akurasi; analisa hasil. klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini adalah hutan, badan air, pemukiman, tegalan, lahan kering/lahan kosong, sawah, Pada hasil klasifikasi terdapat perbedaan luas sawah pada bulan Juni dan Oktober sebesar 134,332 km2. Hasil dari confussion matrix menunjukkan bahwa terdapat kesalahan pada kedua klasifikasi, yaitu pada kelas sawah dengan hutan dan kelas tegalan dengan lahan kering. Nilai akurasi hasil klasifikasi bulan Juni untuk uji Overall: 93,3% dan Kappa accuracy: 0,90. Untuk hasil klasifikasi bulan Oktober untuk uji Overall: 94,27% dan Kappa accuracy: 90,55%. Terdapat perbedaan luas sawah pada daerah irigasi (DI) Salmon2 antara hasil klasifikasi dengan digitasi lapang. Hal ini menandakan bahwa klasifikasi citra Sentinel-2 dengan metode maximum likelihood belum dapat menginterpretasikan luas sawah dengan baik.
Pengaruh Ukuran Partikel Mocaf pada Karakteristik Fisik Tepung Slamet Sulistiadi; Hanis Adilla Lestari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.491 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i2.320

Abstract

Ukuran partikel pada tepung MOCAF sangat dibutuhkan untuk pengembangan produk dan menyelesaikan permasalahan dalam proses produksi. Penelitian ini mengkaji pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik fisik tepung MOCAF seperti dentitas gembur, densitas padat, swelling index dan dispersibility tepung. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel MOCAF mesh 60, mesh 80, dan mesh 100 terhadap sifat fisik dentitas gembur, densitas padat, swelling index, dan dispersibility. Tahapan penelitian yang dilakukan, yaitu pembuatan starter MOCAF, pembuatan MOCAF, pengayakan MOCAF, analisis karakteristik fisik, dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel MOCAF berpengaruh nyata terhadap densitas gembur, densitas padat, swelling index, dan dispersibility. Nilai densitas gembur berkisar 0,30-0,44 kg/L, nilai densitas padat berkisar 0,38-0,58 kg/L, swelling index berkisar 1-1,25, dan nilai dispersibility berkisar 0,4-0,73.
OPTIMASI OPTIMASI WAKTU ¬PRE-HEATING DAN WAKTU PULSED ELECTRIC FIELD TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN SIFAT FISIK SUSU Angky Wahyu Putranto; Anugerah Dany Priyanto; Teti Estiasih; Widyasari Widyasari; Hadi Munarko
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.182 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.321

Abstract

Pulsed electric field (PEF) atau metode kejut listrik tegangan tinggi merupakan salah satu metode pengolahan non-termal yang dapat diaplikasikan untuk membunuh mikroorganisme pada susu segar. Penggunaan PEF untuk pasteurisasi susu dapat dikombinasikan dengan perlakuan pemanasan awal (pre-heating) untuk meningkatkan letalitas terhadap mikroorganisme maupun untuk menghasilkan susu dengan karakteristik mutu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi waktu pre-heating dan waktu PEF pada pengolahan susu pasteurisasi. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode response surface methodology model central composite design (RSM-CCD). Susu segar dengan volume 2,5 L dipanaskan pada suhu 70°C selama 10-30 menit (perlakuan pre-heating) dilanjutkan dengan pemberian kejut listrik (15 kV/cm, 8,197 kHz, 66 µs) selama 2-6 menit. Proses pasteurisasi dilakukan di dalam bejana berpengaduk dengan kecepatan 50 rpm. Respon yang diuji terdiri dari total cemaran (TPC), viskositas, stabilitas emulsi, dan tingkat kecerahan. Hasil optimasi waktu pasteurisasi yang direkomendasikan berdasarkan analisis RSM-CCD, yaitu pre-heating selama 10 menit dilanjutkan dengan PEF selama 3,907 menit dengan nilai desirability 0,614. Optimasi proses pasteurisasi menghasilkan prediksi nilai TPC, viskositas, stabilitas emulsi, dan kecerahan susu hasil optimasi secara berurutan sebesar 2,126 log cfu/ml, 4,997 cP, 14,862 %, dan 93,703.
KARAKTERISTIK MINYAK SAWIT PADA METODE PEMANASAN BUAH SAWIT Adi Ruswanto; Sri Gunawan; Ngatirah Ngatirah; Reza Widyasaputra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.669 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.323

Abstract

Bahan baku dan proses sterilisasi dalam pengolahan minyak sawit mempunyai peranan sangat penting terhadap sifat minyak sawit. Sampai saat ini bahan baku berupa tandan buah sawit dan proses pemanasan menggunakan uap panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak sawit dari metode pemanasan berbeda dengan bahan baku buah sawit yang lepas dari tandannya (brondolan). Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah metode pemberian panas terdiri dari 3 taraf ; P1 = pemanasan dengan cara dikukus, P2 = pemanasan dengan udara panas, P3 = pemanasan dengan steam dari sterilizer. Faktor II adalah waktu pemanasan terdiri 3 taraf ; t1 = 30 menit, t2 = 60 menit, t3 =  90 menit. Parameter pengamatan meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar minyak mesokarp, deterioration of bleachability index (DOBI), dan kadar kotoran. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu pemanasan berpengaruh terhadap ALB, DOBI, dan kadar minyak mesokarp, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar kotoran. Semakin lama pemanasan semakin meningkatkan ALB dan menurunkan DOBI. Metode pemanasan brondolan buah sawit berpengaruh pada ALB dan DOBI, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar kotoran, kadar minyak mesokarp dan metode dikukus memberikan hasil yang lebih baik.
PENGGUNAAN PERSAMAAN MATEMATIKA UNTUK PENIMBANG BERBASIS SENSOR JARAK PADA ALAT ANGKUT TBS KELAPA SAWIT Muhammad Murdzany Billy; Andreas Wahyu Krisdiarto
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.14 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.326

Abstract

Salah satu aspek krusial pada pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa sawit dari kebun sampai pabrik adalah keutuhan kuantitas, mengingat jaraknya yang sering jauh dan melewati berbagai kondisi. Saat ini penimbangan TBS hanya dilakukan di titik berangkat dan di titik akhir. Untuk itu diperlukan alat timbang yang terdapat pada alat angkut TBS agar berat buah dapat dipantau kapan pun selama dalam perjalanan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan alat timbang yang terintegrasi di bak angkut. Agar penimbang awet, sensor berat harus tidak secara terus menerus menanggung beban, sehingga dalam penelitian ini digunakan alternatif sensor jarak. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan persamaan matematika konversi jarak ke berat yang akan diterapkan pada model timbangan pada alat angkut TBS dengan sensor jarak (ATSJ) tersebut; 2) menetapkan ketepatan (akurasi) timbangan. Metode penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: 1) membangun model timbangan berbasis mikrokontroler dengan sensor jarak, 2) uji kalibrasi, 3) uji fungsional untuk mendapatkan ketepatan alat. Untuk menguji apakah bacaan ATSJ tidak berbeda dengan berat beban sebenarnya digunakan uji T. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan linier antara perubahan berat (kg) terhadap jarak (cm) pada objek, dan timbangan hasil rancangan dapat membaca perubahan ini. Pada pengujian tahap pertama terhadap timbangan duduk didapatkan persamaan J = 0,9859xBd - 0,1665; dengan R2 =0,9899. Pembuktian tersebut digunakan untuk mendapatkan persamaan di objek alat angkut, dan didapatkan persamaan: J = -0,004xBb + 9,9372; dengan R2 = 0,9312. Persamaan ini yang dimasukkan ke dalam coding pada mikrokontroler ATSJ. Hasil pengujian pada beban 100-1000 kg menunjukkan ATSJ memberikan akurasi penimbangan sebesar 92,9%. 
Pemodelan Matematis Kinetika Pengeringan Cabai Merah Dengan Perlakuan Blansing Suhu Rendah Andi Muhammad Irfan; Nunik Lestari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.116 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.328

Abstract

Blansing suhu rendah dalam waktu yang relatif lama masih jarang dilakukan sebagai perlakuan pendahuluan sebelum pengeringan cabai. Blansing suhu rendah sejatinya juga memberikan dampak positif bagi bahan yang dikeringkan. Kondisi operasi pengeringan cabai merah tersebut dapat dioptimalkan dengan mempelajari kinetika pengeringan dan model matematikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinetika pengeringan, menentukan model matematika pengeringan yang paling sesuai, serta untuk menganalisis warna dari cabai kering yang dihasilkan. Proses blansing dilakukan pada suhu 60°C selama 10, 15, dan 20 menit. Proses pengeringan dilakukan menggunakan alat pengering tenaga surya tipe efek rumah kaca. Lima belas model matematika pengeringan lapis tipis dipilih untuk menyimulasikan karakteristik pengeringan cabai merah dengan perlakuan blansing suhu rendah pada beberapa durasi waktu blansing. Nilai moisture ratio (MR) hasil observasi digunakan untuk menentukan MR prediksi dengan curve fitting menggunakan analisis regresi non linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan perlakuan lainnya, perlakuan blansing suhu rendah selama 20 menit sebelum mengeringkan cabai dapat meningkatkan laju pengeringan bahan dan menghasilkan kadar air akhir yang lebih rendah. Warna cabai kering yang dihasilkan juga lebih baik, didukung dengan nilai browning index yang lebih rendah. Adapun model matematika yang paling akurat untuk mendeskripsikan karakteristik pengeringan cabai merah untuk tiap perlakuan adalah Model Modified Midilli-Kucuk, yang dikonfirmasi dengan analisis statistik R2 berkisar antara 0,996 – 0,997, X2 berkisar antara 0,029 x 10-2 – 0,035 x 10-2, SSE berkisar antara 1,027 x 10-2 – 1,239 x 10-2, dan RMSE berkisar antara 1,689 x 10-2 – 1,855 x 10-2.
PENENTUAN POSISI TIGA DIMENSI BUAH JAMBU KRISTAL MATANG MENGGUNAKAN PENGINDERAAN STEREO I Dewa Made Subrata; Fuad Chalim Rusdana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.38 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.329

Abstract

Pemanenan buah matang secara otomatis memerlukan penerapan teknologi yang mampu untuk mendeteksi keberadaan buah pada pohonnya. Buah matang yang memiliki warna hampir sama dengan warna daun seperti buah jambu kristal cukup sulit untuk dikenali. Penggunaan parameter warna untuk mengenali keberadaan buah perlu dikombinasikan dengan parameter lain yang menjadi ciri dari buah jambu. Buah jambu kristal matang memiliki ukuran yang lebih besar dari buah jambu muda sehingga pemilihan parameter luas area citra objek bisa digunakan sebagai alternatif. Selain mengenali keberadaan buah, posisi tiga dimensi dari citra buah juga merupakan faktor yang sangat penting untuk penerapan robot pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali keberadaan buah matang berdasarkan kombinasi warna dan luas area citra objek serta menentukan posisi tiga dimensi buah menggunakan kamera stereo. Tanaman jambu kristal dalam pot yang sudah berbuah diambil citranya menggunakan kamera stereo kemudian citra tanaman yang didapatkan diolah untuk memisahkan citra buah dari komponen lainnya. Citra buah hasil pengolahan citra kemudian dihitung posisi tiga dimensinya menggunakan prinsip triangulasi. Kamera stereo diletakkan pada rentang jarak antara 30 cm sampai 70 cm terhadap tanaman dengan empat perlakuan jarak antar kamera, yaitu 8 cm, 10 cm, 12 cm, dan 14 cm. Hasil pengujian dengan jarak kamera yang berbeda menunjukkan rata-rata ketelitian mengenali buah 90,38% dan ketelitian penentuan posisi tiga dimensi adalah 99,3%, 99,3%, 98,8%, 98,7% secara berurutan.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR EVAPOTRANSPIRASI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Suhardi Suhardi; Bambang Marhaenanto
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.596 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.334

Abstract

Transpirasi merupakan suatu proses pelepasan air yang disertai dengan pelepasan nutrisi mineral dari akar tanaman ke pucuk daun melalui proses fotosintesis. Transpirasi yang tinggi akan menyebabkan kekurangan air terutama di sekitar perakaran. Dengan demikian, transpirasi ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menyatakan status ketersediaan air pada tanaman. Tujuan penelitian ini adalah rancang bangun alat lysimeter berbasis IoT untuk mengukur evapotranspirasi aktual di lapangan dengan akurasi sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lysimeter berbasis IoT berfungsi dengan baik. Begitu pula dengan hasil evaluasi kinerja lysimeter menggunakan Back Propagation Artificial Neural Networks (BPANN) menunjukkan kinerja sangat baik dengan nilai koefisien korelasi R= 0,998343 dengan MSE= 0,00000019 pada tahap training, R= 0,9460054 dengan MSE= 0,0000119 pada tahap validation, dan R= 0,99996 dengan MSE= 0,0000693 tahap testing.
Pengembangan Sistem Pendeteksi Mutu Buah Tomat Cherry Berdasarkan Warna Menggunakan Sensor Optis TCS230 I Dewa Made Subrata; Achmad Zurhafidz Ramadhan; Agus Sutejo
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.428 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i2.389

Abstract

Tomat cherry adalah salah satu jenis tanaman yang kematangan buahnya mengalami perubahan warna dari warna hijau menjadi merah. Buah tomat cherry sangat digemari di kalangan masyarakat karena rasanya manis keasaman. Mutu buah tomat cherry ditentukan berdasarkan warna dan umumnya dipasarkan dalam tiga kelas mutu, yaitu tomat hijau, oranye, dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendeteksi mutu buah tomat cherry berdasarkan warna menggunakan sensor optis TCS230 dan mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai pengolah informasi. Sistem pendeteksian tomat cherry dirancang menggunakan sabuk conveyor yang dipasangi sensor optis TCS230. Pengujian kecepatan conveyor optimum dilakukan dengan menggerakkan tomat yang diletakkan di atas conveyor mulai kecepatan 0 cm/s sampai 60 cm/s. Buah tomat cherry dengan tiga tingkat mutu selanjutnya diletakkan di atas conveyor dengan urutan secara acak pada jarak perlakuan antar tomat sebesar 3 cm, 5 cm, 7 cm dan dengan kecepatan conveyor optimum hasil pengujian tahapan sebelumnya.  Hasil pengujian menunjukkan kecepatan pergerakan tomat optimum pada saat pendeteksian adalah 30 cm/s dengan jarak antar tomat sebesar 7 cm. Persentase keberhasilan perdeteksian mutu untuk tomat warna merah, oranye, dan hijau secara berurutan adalah 89%, 98%, dan 100%. Data pengujian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa sistem pendeteksi mutu yang dikembangkan sudah bekerja dengan baik walaupun ketelitian pedeteksian mutunya masih perlu ditingkatkan untuk tomat merah dan oranye.
Perubahan Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Pacri Nanas Kaleng Selama Penyimpanan Maherawati Maherawati; Tri Rahayuni; Lucky Hartanti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.098 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i2.391

Abstract

Pacri nanas merupakan makanan tradisonal suku Melayu yang dibuat dari buah nanas, bumbu rempah, dan santan. Upaya untuk memperpanjang masa simpan pacri nanas telah dilakukan dengan proses pengalengan. Selama penyimpanan dapat terjadi perubahan kualitas bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik fisikokimia dan sensoris pacri nanas kaleng selama penyimpanan. Pacri nanas kaleng disimpan selama 12 bulan, pengujian yang dilakukan adalah karakteristik fisik (penampakan kaleng), karakteristik kimia (kadar abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, energi, pH), dan sensoris (rasa, aroma, tekstur, warna, kesukaan keseluruhan). Perubahan karakteristik fisik diamati secara visual, data perubahan karakteristik kimia dianalisis menggunakan uji regresi, perubahan karakteristik sensoris dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampakan kaleng masih normal selama penyimpanan (tidak terjadi penggembungan/kebocoran kaleng). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa penurunan nilai pH akan mengubah karakteristik kimia pacri nanas kaleng selama penyimpanan sebesar 43,01 poin. Kadar protein memberikan sumbangan 7,66 poin, sedangkan kadar abu memberikan sumbangan 1,61 poin. Karakteristik kimia lainnya memberikan sumbangan kecil (< 1 poin). Nilai pH pacri nanas menurun selama penyimpanan mengikuti persamaan regresi y = -0,015x + 4,6122 dengan R2 = 0,964. Karakteristik sensori pacri nanas kaleng yang dipengaruhi waktu penyimpanan adalah aroma dan kesukaan keseluruhan.

Filter by Year

2015 2025