cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23018119     EISSN : 24431354     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Terhitung sejak tahun 2014, Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram telah menerbitkan secara online Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem (JRPB) sehingga dapat diakses secara luas. Jurnal ini pada umumnya memuat hasil-hasil penelitian dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati di bidang teknik pertanian dan biosistem. JRPB berupaya menjaga eksistensi penerbitannya dan berharap jurnal ini dapat menjadi salah satu media publikasi bagi semua pihak yang meminati kajian-kajian ilmiah dalam bidang ilmu Teknologi Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
MODEL PENGELOLAAN LAHAN KRITIS PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PEUSANGAN MENGGUNAKAN SISTEM DINAMIK Ichwana Ramli; Farah Nabila; Purwana Satriyo; Dewi Sri Jayanti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.735 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.469

Abstract

Lahan kritis menyebabkan menurunnya kualitas dan produktivitas dari lahan sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai media produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi tingkat lahan kritis yang terdapat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan dan mendapatkan model pengelolaan lahan kritis terbaik berdasarkan waktu pada DAS Krueng Peusangan. Penelitian ini dimulai dengan menentukan sebaran lahan kritis di DAS Krueng Peusangan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Setelah didapatkan distribusi lahan kritis di DAS Krueng Peusangan, lalu dibuat model pengelolaan lahan kritis dengan dua skenario yaitu skenario berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan skenario berdasarkan land use protection. Kemudian dibandingkan scenario mana yang terbaik untuk mengelola lahan kritis di DAS Krueng Peusangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada DAS Krueng Peusangan, lahan tidak kritis sebesar 15%, lahan potensial kritis sebesar 10%, lahan agak kritis sebesar 53%, lahan kritis sebesar 9% dan lahan sangat kritis sebesar 13%. Berdasarkan identifikasi lahan kritis di DAS Krueng Peusangan, total luas lahan kritisnya adalah 191.760,02 Ha. Hasil simulasi dengan skenario RTRW yang dijalankan dalam waktu 20 tahun hingga tahun 2042 diprediksi terjadi pengurangan luas lahan kritis yaitu menjadi 174.178,52 Ha. Sedangkan hasil simulasi dengan skenario land use protection diprediksi terjadi pengurangan luas lahan kritis yaitu menjadi 164.914,83 Ha. model pengelolaan lahan kritis yang terbaik berdasarkan waktu pada DAS Krueng Peusangan yaitu dengan berdasarkan skenario land use protection.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAGING BUAH KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA SANTAN KELAPA Sandra Sandra; Bambang Susilo; Rizal Nur Alfian; Nurul Istiqomah Choirunnisa
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.971 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.475

Abstract

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman agroindustri yang sangat berpotensial di Indonesia karena kandungan nutrisinya. Masyarakat Indonesia banyak yang memanfaatkan buah dari tanaman kelapa salah satunya sebagai bahan baku pembuatan santan. Santan didapat dari ekstrak daging buah kelapa tua yang telah diparut, baik dengan penambahan atau tanpa air, cairan santan berwarna putih ini merupakan emulsi minyak dan air. Selama produksi, santan perlu mengalami pretreatment homogen geser berkecepatan tinggi. Umumnya, jenis perlakuan awal ini dapat meningkatkan stabilitas emulsi pada santan. Hal tersebut perlu dilakukan karena sistem emulsi santan sangat mudah tidak stabil setelah pencairan. Suhu pretreatment pada daging buah kelapa menjadi faktor utama yang memberikan pengaruh terhadap kualitas mutu santan kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perubahan kualitas mutu santan kelapa setelah dilakukan pretreatment penyimpanan daging buah kelapa sebelum diparut dan diperas menjadi santan. Penelitian dilaksanakan dengan tahapan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan santan kelapa yang dimulai dengan pembersihan kelapa, kemudian pemberian pretreatment daging buah kelapa dengan 3 perlakuan penyimpanan. Karakteristik kimia santan kelapa terbaik diperoleh dengan pretreatment penyimpanan pada suhu (-16 °C ± 2 °C) dengan nilai Kadar Protein (3,263%), Kadar Lemak (55,87%), Asam Lemak Bebas (0,15%), dan Stabilitas Emulsi (88,38%).      
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) DI GUDANG PENYIMPANAN UNTUK PABRIK GULA Mareli Telaumbanua; Eka Yana; Siti Suharyatun; Budianto Lanya; Febryan Kusuma Wisnu; Winda Rahmawati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.071 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.481

Abstract

Gula merupakan salah satu komoditas kebutuhan pokok. Proses produksi untuk menghasilkan gula di pabrik terdiri dari beberapa tahapan yaitu penggiingan, pemurnian, penguapan, kristalisasi,  pemisahan dan penyelesaian. Setelah itu, gula yang telah dikemas, disimpan dalam gudang sebelum di kirim ke pasar. Kondisi lingkungan gudang penyimpan gula harus sesuai dengan standar. Faktor lingkungan yang tidak sesuai, mampu merusak gula. Beberapa faktor lingkungan penting dalam gudang penyimpanan yaitu suhu, kelembaban, CO2, dan api. Ketersediaan alat ukur portable berbasis internet of things merupakan salah satu bentuk pengawasan keamanan pabrik gula di dalam gudang, sehingga gula yang disimpan tidak menggumpal, meleleh dan menjadi rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat monitoring gudang pabrik gula menggunakan sistem internet of things (IoT). Alat monitoring ruang yang dibuat terdiri dari komponen utama Wemos D1 R2, sensor MQ-135 untuk deteksi CO2, sensor DHT22 untuk deteksi suhu dan kelembaban dan sensor api. Semua komponen disusun di dalam kotak elektronik berwarna hitam dengan ukuran 15 cm x 9,5 cm x 5 cm. Terdapat 5 alat yang digunakan dalam penelitian ini. Uji kinerja sistem meliputi, tingkat stabilitas, Reliabilitas, respon sistem, akurasi pengiriman data. perhitungan penggunaan daya listrik dan biaya operasional alat diukur dalam penelitian ini. Uji kinerja dilakukan selama 7 hari dengan jarak antar ruang 50-100 meter. Dari hasil uji kinerja, seluruh sistem telah bekerja stabil. Hasil pengujian dengan menggunakan Cronbach Alpha taraf 5% menunjukan alat 1 sampai 5 menghasilkan nilai reliabilitas tinggi. Rerata respon sistem ke 5 alat yaitu 8,28 detik. Rerata akurasi transmisi data dari 5 alat meliputi data suhu adalah 0,00124, kelembaban 0,00434, dan Nilai CO2 adalah 0,00678. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa alat telah bekerja dengan baik sesuai harapan.
KAJIAN SISTEM HIDROPONIK MENGGUNAKAN ULTRASONIC ATOMIZER UNTUK PEMBIBITAN TSS (TRUE SHALLOT SEED) BAWANG MERAH Lilis Sucahyo; Mohamad Solahudin; Shandra Amarillis
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.911 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.488

Abstract

TSS (True Shallot Seed) merupakan benih botani alternatif selain umbi yang sangat potensial untuk digunakan dalam proses budidaya bawang merah. Proses pembibitan di petani umumnya menggunakan metode tebar langsung pada lahan dengan tingkat persentase tumbuh yang rendah. Hal tersebut menjadi permasalahan dalam penerapan TSS di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi pembibitan benih TSS menggunakan metode hidroponik, khususnya sistem aeroponik dengan modul ultrasonic atomizer sebagai pengabutan larutan nutrisi. Percobaan menggunakan 3 jenis varietas TSS yaitu Lokananta, Tuktuk dan Sanren. Proses penyemaian bibit dilakukan selama 7 minggu pada ruangan dengan kisaran suhu 23,5-29 oC serta kelembapan relatif sebesar 54,1-75,7 %. Penyinaran fotosintesis menggunakan cahaya LED White dengan nilai photosynthetic photon flux density (PPFD) rata-rata sebesar144 mmol/m2/s. Diperolah hasil performa performa pengabutan ultrasonic atomizer sebesar 89,71 % pada konsentrasi larutan nutrisi 135-1.048 ppm. Sistem aeropnik mampu menghasilkan bibit bawang merah TSS dengan performa keberhasilan pembibitan rata-rata sebesar 89,29 %. Varietas Lokananta, Tuktuk dan Sanren secara berurutan memiliki tinggi tanaman rata-rata sebesar 32 ± 3,61 cm, 34,47 ± 4,52 cm dan 30,2 ± 3,53 cm dengan jumlah daun rata-rata sebanyak 4,07 helai, 4,33 helai dan 4,01 helai. Keragaan tanaman tersebut sesuai dengan kriteria bibit TSS bawang merah. Penggunaan TSS dapat menjadi alternatif penyediaan bibit berkualitas untuk petani bawang merah di Indonesia.  
Denitrification Decomposition (DNDC) Model for Estimation CH4 Emissions in Rice Cultivation through SRI Method Badi'atun Nihayah; Bayu Dwi Apri Nugroho; Nur Aini Iswati Hasanah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.08 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.278

Abstract

Budidaya padi merupakan salah satu sektor pertanian yang menyumbang emisi gas rumah kaca terutama CH4. Upaya penurunan emisi gas CH4 pada penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan komponen teknologi antara varietas, penggunaan pupuk dan irigasi berselang melalui metode budidaya System of Rice Intensification. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemupukan terhadap emisi gas CH4 selama satu musim tanam serta melakukan pemodelan simulasi untuk estimasi emisi CH4. Model yang digunakan adalah Denitrification-Decomposition (DNDC) berdasarkan parameter data input kondisi iklim, sifat tanah dan praktik manajemen pertanian (termasuk pemupukan, irigasi, pengolahan tanah, produksi biomassa). Rancangan yang digunakan adalah Nested Design dengan dua faktor perlakuan, yaitu pemupukan yang terdiri dari 1) Pupuk kandang dan MOL (P1); 2) Pupuk kandang, ZA, SP36 dan KCl (P2); dan perlakuan varietas 1) Ciherang dan 2) IR-64. Hasil observasi menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan P2-C menghasilkan total emisi CH4 13,41% lebih rendah daripada P1-C dan perlakuan P2-IR 39,43% dibanding P1-IR. Begitu pula hasil simulasi DNDC yang menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan (P2) menghasilkan total emisi CH4 dari kedua varietas, yaitu Ciherang 53,57% dan IR-64 sebesar 58,74% lebih rendah dibanding pemupukan (P1). Evaluasi model antara hasil observasi dan simulasi DNDC menunjukkan nilai R2 dan RMSE setiap perlakuan, yaitu P1-C; P1-IR; P2-C dan P2-IR berturut-turut sebesar (R2 = 0,65; RMSE = 13,19); (R2 = 0,003; RMSE = 3,55); (R2 = 0,17; RMSE = 32,06) dan (R2 = 0,35; RMSE = 12,25). Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil simulasi DNDC belum cukup memuaskan dan dibutuhkan kalibrasi.
ansys fluent; CFD; PCRD; simulation; sago starch Abadi Jading; Paulus Payung; Reniana Reniana
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.314 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.279

Abstract

Pengering pati sagu tipe pneumatic conveying ring dryer (PCRD) skala mini kapasitas 80 kg/hari telah diaplikasikan pada pengolahan pati sagu untuk memproduksi pati sagu kering. Kapasitas produksi dari mesin pengering PCRD tersebut, dapat ditingkatkan dengan memodifikasi pipa resirkulasi. Adapun bagian pipa yang dimodifikasi adalah diameter pipa venturi dan pipa vertikal upriser ditingkatkan. Diameter pipa vertikal upriser 2,5 kali lebih besar dari pipa u-bend dan pipa vertikal downcomer sehingga terbentuk buffer. Selain itu, dengan perbedaan diameter pipa resirkulasi tersebut dapat meningkatkan waktu tinggal (residence time) bahan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan simulasi menggunakan ANSYS FLUENT R.15 untuk mengetahui profil suhu, kecepatan aliran udara, dan tekanan di dalam pipa pengering pati sagu tipe pneumatic conveying ring dryer (PCRD) kapasitas 1 ton per hari. Simulasi dilakukan dengan teknik Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan paket perangkat lunak (software) ANSYS FLUENT R.15. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu di sepanjang pipa mengalami penurunan sekitar 2oC (100oC menjadi 98oC) pada berbagai variasi kecepatan udara input dan variasi outlet pada kondisi batas. Begitupula dengan kecepatan udara pada ujung pipa outlet (pipa vertikal downcomer) meningkat (89 m/s sampai 166 m/s) karena adanya perbedaan diameter dengan pipa inlet. Tekanan pada pipa vertikal upriser lebih tinggi (8566,2 Pa sampai 26638,2 Pa) daripada tekanan pada pipa u-bend dan pipa vertikal downcomer. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa rancangan pipa resirkulasi sangat baik digunakan, sehingga dapat dilanjutkan untuk pembuatan pengering pati sagu tipe PCRD skala 1 ton per hari. Hal ini, sesuai dengan polasebaran suhu, kecepatan aliran udara, dan tekanan yang dihasilkan.
Kajian Pengaruh Kombinasi Iradiasi Sinar Gamma Dan Pelapisan Lilin Lebah Pada Buah Mangga Arumanis Lu’lu’i Zulaikho; Usman Ahmad; Siti Mariana Widayanti; Fajar Kurniawan
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.213 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.290

Abstract

Mangga arumanis tidak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga merupakan salah satu komoditas ekspor bagi Indonesia. Namun, ekspor dalam jumlah besar masih sulit dilakukan karena umur simpan yang relatif pendek. Untuk meningkatkan volume ekspor diperlukan penanganan pascapanen yang dapat menurunkan laju penurunan mutu dan memperpanjang umur simpan. Iradiasi sinar gamma dan lilin lebah telah lama digunakan sebagai penanganan pascapanen buah secara terpisah, tetapi tidak untuk kombinasinya terhadap buah mangga arumanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlakuan iradiasi sinar gamma dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dalam memperpanjang umur simpan buah mangga arumanis. Buah mangga yang telah diinvestasi telur lalat buah selanjutnya diberi perlakuan pascapanen berupa iradiasi sinar gamma menggunakan dua dosis (0,50 kGy dan 0,80 kGy) dan dikombinasikan dengan pelapisan lilin lebah dengan konsentrasi 6%. Berdasarkan pengamatan didapatkan hasil bahwa penggunaan dosis 0,50 kGy dan 0,80 kGy tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap parameter mutu buah manga arumanis. Hasil penelitian ini memberikan klarifikasi bahwa perlakuan sinar gamma dapat mematikan serangan lalat buah dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dapat menurunkan laju penurunan beberapa parameter mutu buah. Kombinasi iradiasi sinar gamma 0,80 kGy dan lilin lebah 6% memberikan nilai susut bobot terendah, nilai hue dan L* tertinggi, dan total padatan terlarut terendah. Kombinasi iradiasi sinar gamma 0,50 kGy dan lilin lebah 6% menghasilkan kandungan vitamin C tertinggi. Iradiasi sinar gamma dosis 0,50 kGy menghasilkan nilai kadar air terendah. Pemberian perlakuan iradiasi sinar gamma dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dapat menjaga mutu buah mangga arumanis hingga 30 hari.
Sifat Fisik Garam Hasil Pengeringan Sari Air Laut (SAL) menggunakan Pengering Semprot Ansar Ansar; Rahmat Sabani; Murad Murad
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.947 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.308

Abstract

Pengering semprot merupakan salah satu alat pengering buatan yang sering digunakan untuk mengeringkan bahan yang berbentuk cairan. Namun, masalah yang sering terjadi adalah rendemennya rendah karena produk sering lengket di permukaan ruang pengering. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi pengeringan terhadap sifat fisik garam hasil pengeringan sari air laut menggunakan pengering semprot. Proses pengeringan dilakukan dengan menvariasi suhu udara pengering 105, 115, dan 125°C dan konsentrasi laktosa 20, 30, dan 40% v/g. Sedangkan kecepatan aliran udara pengering dibuat konstan, yaitu 40 m/s dan kecepatan aliran bahan adalah 45 ml/s. Parameter penelitian adalah kadar air, kadar NaCl, dan laju pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara pengering yang tinggi menyebabkan proses perpindahan panas dari medium udara pengering ke permukaan droplet juga besar. Akibatnya, proses perpindahan massa bahan melalui penguapan juga besar. Semakin tinggi konsentrasi laktosa, semakin tinggi pula kadar air garam yang dihasilkan karena laktosa mampu mengikat kadar air.
Evaluation of the suitability of a sugarcane plant in mount argopura's volcanic land using a geographic information system Basuki Basuki; Marga Mandala; Cahyoadi Bowo; Vivi Fitriani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2779.083 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.315

Abstract

Pemerintah Indonesia mencanangkan swasembada gula nasional sejak tahun 2015. Di sisi lain luas areal lahan pertanian di Jawa terutama Jawa Timur semakin menurun, sedangkan konsumsi gula nasional meningkat 1,51% per tahun. Peningkatan konsumsi tidak diimbangi dengan peningkatan produksi tebu di lahan, rata-rata produksi tebu di lahan di bawah 60 ton/ha menurun 50% dari 15 tahun terakhir. Tujuan dari penelitian adalah mengevaluasi kesesuaian lahan aktual dan potensial dengan sistem informasi geografis (SIG) guna meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2021 di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah metode deskriptif eksploratif dengan me-matching-kan data karakteristik tanah dan lingkungan dengan deskripsi lingkungan tumbuh ideal bagi tanaman tebu yang dilanjutkan dengan pemetaan spasial menggunakan analisis SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember berdasarkan matching dan analisis spasial dengan SIG didapatkan luas kelas kesesuaian lahan aktual kelas tidak sesuai (N) seluas 7224,97 ha (46,38%), sesuai marginal (S3) seluas 5226,31 ha (33,55%), cukup sesuai (S2) seluas 3124,89 ha (20,06%). Kesesuaian lahan potensial untuk tanaman tebu kelas tidak sesuai (N) dengan luas sebesar 7224,97 ha (46,38%), kelas sesuai marginal (S3) luas 5226,31 ha (33,55%), dan kelas sesuai (S1) luas 3124,89 ha (20,06%). Desa yang potensial untuk pengembangan tanaman tebu kelas S1 di Kecamatan Sumberbaru meliputi Desa Jamintoro, Desa Yosorati, Desa Pringgowirawan, dan Desa Rowotengah.
Effect of Biogas Slurry Fertilizer on Dynamics of Soil Consistency and Tillage Power Requirement Cicilia Candra Palupi; Ngadisih Ngadisih; Joko Nugroho Wahyu Karyadi; Rose Tirtalistyani; Muhammad Heikal Ismail; Hanggar Ganara Mawandha
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.344 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.318

Abstract

Biogas slurry (BS) is a waste used as an organic fertilizer that could improve soil properties. This study was aimed to explore the dynamic of soil consistency and tillage power requirement due to BS fertilizer. Soil consistency and tillage power requirement were analyzed by the liquid (LL), plastic (PL), and adhesive (AL) limits, plasticity index (PI), workability range (WR), and liquidity index (LI). The study was conducted with incubation time and the BS type factors that include control (K), liquid BS (P1), and solid BS (P2). The incubation time factors comprised 2 (I1), 4 (I2), 6 (I3), 8 (I4), 10 (I5), and 12 weeks incubation (I6). The ANOVA test showed that BS fertilizer significantly affected LL, PL, AL, PI, and LI but did not significantly impact WR. The liquid BS fertilizer decreased LL and PI by 2%, increased LI 0.022, and decreased tillage power requirement by 1 horse power (HP). The solid BS, increased LL and PL 3%, PL 3% and AL 2%, while LI decreased by 0.074. The mathematic modeling with a first-order kinetic model was acceptable to describe soil consistency and tillage power requirement (R2>80% and X2<X2 table). The rate of AL for K, P1, and P2 were -0.022/day, -0.032/day, and -0.049/day, respectively. The minus is symbol of decreasing rate. The rate of WR for K, P1, and P2 were 0.024/day, 0.046/day, and 0.079/day, respectively. The form of BS fertilizer (liquid, solid) has changed the soil consistency which in turn has an impact on tillage power requirement.

Filter by Year

2015 2025