cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Kesehatan Hidung pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar Negeri 11 Manado Maramis, Fisky G. A.; Palandeng, Oraetlabora I.; Pelealu, Olivia. C. P.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11022

Abstract

Abstract: Nose is an important organ, which is supposed to received more attention than usual, no exception nose in children of elementary school. In children with severe nose health disorders may experience disruptions in learning activities. This research aims to get an overview of the nose health on the SDN 11 Manado students. This research uses descriptive observational research methods with a cross sectional design. Overall the respondents amounted to 25 people. Inspection results indicate there is edema at right conchae and left conchae respectively 4%. The results of the examination of nasal secretions found mucopurulent secret 8%. Serous secret 4%; Mucoid secret 4%. Post nasal drips is found, right nose 12% and left nose 8%. Examination of nasal cavity, mucosa layer, septum overall results showed normal.Conclusion: Overall the students of SDN 11 Manado have a good nose health.Keywords : Nose health, nasal examination.Abstrak: Hidung merupakan organ penting, yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari biasanya, tak terkecuali kesehatan hidung pada anak-anak sekolah dasar. Pada anak dengan gangguan kesehatan hidung yang berat akan mengalami gangguan dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesehatan hidung pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 11 Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan desain potong lintang. Keseluruhan responden berjumlah 25 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat udim pada konka sebelah kanan dan kiri masing-masing sebesar 4%. Hasil pemeriksaan sekret hidung ditemukan sekret mukopurulen 8%. Sekret serous 4% sekret mukoid 4%. Hasil pemeriksaan post nasal drips ditemukan, hidung kanan 12% dan hidung kiri 8%. Pada pemeriksaan kavum nasi, mukosa, dan septum keseluruhannya menunjukkan hasil normal.Simpulan: Secara umum siswa-siswi SDN 11 memiliki kesehatan hidung yang baik.Kata Kunci : kesehatan hidung, pemeriksaan hidung.
250 Gambaran Benigna Prostat Hiperplasia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2014 – Juli 2017 Adelia, Filzha; Monoarfa, Alwin; Wagiu, Angelica
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18538

Abstract

Abstract: Benign prostatic hyperplasia (BPH) is defined as stromal cell proliferation of prostate gland which causes enlargement of the gland. It manifests as urine flow disturbance, difficult to urinate, and desire to urinate, however, the urine emission is low. In 2013, Indonesia has 9.2 million cases of BPH among men aged over 60 years. This study was aimed to obtain the profile of BPH cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of January 2014 to June 2017. This was a retrospective descriptive study at Medical Record Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. The results showed that during that period of time, the highest percentage of cases was in 2016 (38.46%) and the most common age group was 61-70 years old (46.15%). The main complaint among the patients was difficult to urinate and the most frequently performed action was transurethral resection of prostate (TURP) (51.28%). Conclusion: In this study, BPH cases were most common at the age group 61-70 years old. Moreover, TURP was the most common action performed.Keywords: benign prostatic hyperplasia Abstrak: Benigna prostat hiperplasia (BPH) didefinisikan sebagai proliferasi dari sel stromal pada prostat, yang menyebabkan pembesaran kelenjar tersebut. Manifestasi BPH dapat berupa terganggunya aliran urin, sulit buang air kecil (BAK), dan keinginan buang air kecil namun pancaran urin lemah. Pada tahun 2013 di Indonesia terdapat 9,2juta kasus BPH, umumnya diderita laki-laki berusia di atas 60 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kasus BPH di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2014 – Juli 2017. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif , yang dilakukan di Instalasi Rekam Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus BPH tertinggi pada tahun 2016 (38,46%) dan pada kelompok usia 61-70 tahun (46,15%). Keluhan utama semua pasien ialah sulit BAK. Tindakan yang paling sering digunakan yaitu transurethral resection of prostate (TURP) (51,28%). Simpulan: Kasus BPH terutama ditemukan berusia 61-70 tahun. Tindakan yang paling sering dilakukan yaitu reseksi prostat transuretra (TURP).Kata kunci: benigna prostat hiperplasia
GAMBARAN ELEKTROKARDIOGRAM PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Maradjabessy, Fikri H.; Rampengan, Starry; Langi, Yuanita Asri
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6745

Abstract

Abstract: There were so many theories and hypotheses association between DM type 2 and cardiovascular diseases (CVD). 5,1 million mortality due to DM (3/4 associated to CVD as DM complication). Early diagnosis of CVD on DM type 2 is crucial, such as ECG sign. The study population, derived from DM type 2 patients visited in Policlinic of Endocrine Prof. Dr. R. D. Kandou Manado hospital for 1 month (September 2014). We design a descriptive retrospective study consisting of non-randomly selected DM type 2 patients medical record with an ECG traces. We evaluated the altered ECG of DM type 2 patients. During the study, there were 53 LAH/LAE traces, coroner vascular diseases 41 traces (18 ischemic myocardium traces, 23 old myocardium infarct traces), bundle branch block (12 LAHB/LAFB, 7 RBBB complete, 3 RBBB incomplete, 1 LBBB traces), 9 LVH traces. Conclusion: there were a significant number of LAH/LAE, coroner vascular diseases and bundle branch block on DM type 2 patient ECG traces in Policlinic of Endocrine Prof. Dr. R. D. Kandou Manado hospital.Keywords: DM type 2, CVD, ECG.Abstrak: Ada begitu banyak teori dan hipotesis tentang hubungan antara DM tipe 2 dan penyakit kardiovaskular (PKV). 5,1 juta kematian akibat DM (3/4 terkait dengan PKV sebagai komplikasi dari DM). Diagnosis dini untuk PKV pada DM tipe 2 sangat penting, seperti gambaran EKG. Populasi penelitian didapatkan dari kunjungan pasien DM tipe 2 di Poliklinik Endokrin BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama 1 bulan (September 2014). Penelitian di menggunakan desain deskriptif retrospektif terdiri dari rekam medis pasien DM tipe 2 dengan rekam EKG yang dipilih secara non-random. Kami mengevaluasi kelainan EKG pada pasien DM tipe 2. Selama penelitian, ditemukan 53 gambaran LAH/LAE, gangguan pembuluh darah koroner 41 gambaran (18 gambaran iskemik miokard, 23 gambaran infark miokard lama) , blokade cabang berkas 33 gambaran (12 gambaran LAHB / LAFB, 7 gambaran RBBB, 3 gambaran RBBB lnkomplit , 1 gambaran LBBB), dan 9 gambaran LVH. Simpulan: Ditemukan sejumlah besar gambaran EKG untuk LAH/LAE, pembuluh darah koroner, dan blokade cabang berkas pada pasien DM tipe 2 di Poliklinik Endokrin BLU RSUP Prof. Dr, R. D. Kandou Manado.Kata kunci: DM tipe 2, PKV, EKG.
HASIL VISUM ET REPERTUM KORBAN PERKOSAAN DI RS.BHAYANGKARA MANADO TAHUN 2012 Pemasela, Irianti; Siwu, James; Tomuka, Djemi
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.3.2015.10154

Abstract

Abstract: Visum et repertum is a description made by a doctor at the request of official investigator about the results of medical examination on human, whether alive or dead, or which suspected as part of human's body, based on medical sciences and under the oath for the sake of judiciary. The increasing of rape cases are related to the socio-cultural aspect. The culture is increasingly open, the way woman's dress also more tempting than before, and sometimes with variety of expensive jewelry, the habit to traveling alone are dominant factors that affect the high frequency of rape cases. This study aimed to find out the results of visum et repertum on rape victims in 2012 at Bhayangkara Manado Hospital. The study design used is descriptive using secondary data from rape victims at Bhayangkara Manado Hospital. The results of this study from 100 samples is 28 people was pregnant and 72 people was not pregnant, obtained from distribution of visum are 60 people does not take the visum results, obtained from distribution by age mostly from age 15 are 16 people, obtained from distribution based on resort is Polresta Manado, obtained from distribution based on signs of violence that proved the existence of copulation are only 1 people. This study proves that the results of Visum et Repertum can be found in existence of sexual violence to victims.Keywords: visum et repertum , rape victimsAbstrak: Visum et repertum adalah keterangan yang di buat oleh dokter atas permintaan penyidik yang wenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, baik hidup atau mati ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah, untuk kepentingan peradilan. Meningkatnya kasus perkosaan yang terkait pula dengan aspek sosial budaya. Budaya semakin terbuka, pergaulan yang semakin bebas, cara berpakaian perempuan yang semakin merangsang, dan kadang-kadang dengan berbagai perhiasan mahal, kebiasaan bepergian jauh sendiri, adalah faktor-faktor dominan yang juga mempengaruhi tingginya frekuensi kasus perkosaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil visum et repertum korban perkosaan tahun 2012 di RS. Bhayangkara Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder korban perkosaan di RS. Bhayangkara Manado. Hasil penelitian yang di dapat dari 100 sampel yang didapatkan 28 orang yang hamil dan 72 orang tidak hamil, dari distribusi visum didapatkan ada 60 orang yang tidak mengambil hasil visum, dari distribusi umur didapatkan yang terbanyak pada umur 15 tahun yaitu 16 orang, dari distribusi resor terbanyak polresta manado, dari distribusi tanda kekerasan yang terbukti adanya persetubuhan 1 orang. Penelitian ini membuktikan bahwa hasil visum et repertum bisa ditemukan adanya kekerasan seksual yang di alami korban.Kata kunci: visum et repertum, korban perkosaan
Perbedaan kadar hemoglobin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi berdasarkan kualitas tidur Sarjono, Lillian; Pandelaki, Karel; Ongkowijaya, Jeffry
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14480

Abstract

Abstract: Sleep is defined as a subconscious condition when the individual may be arose from sleep by giving him or her with stimulation which is a crucial process for human beings in the formation of new body cells, the improvement of damaged cells, and to maintain the balance of body metabolism and biochemistry. The quality of sleep described by less time of sleep have impact on the body, as biological process taking place at the moment of sleep would be disturbed. One of them is disturbance in the formation of hemoglobin in which a change shall be occurring where the content of hemoglobin is lower than its normal value. This study is analytical descriptive using a cross-sectional approach. Of 78 samples under study, the good quality sleep is 7 persons (9.0%) and the bad is 71 persons (91.0%). Normal content of hemoglobin is 40 person (51.3%) and abnormal is 38 persons (48,7%). The good quality sleep and normal content of hemoglobin is 4 persons (57.1%) and abnormal is 3 persons (42.9%). The bad quality sleep and normal content of hemoglobin is 36 persons (50.77%) and abnormal is 35 persons (49.3%). Conclusion: Most of students at Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, have bad quality sleep and normal content of hemoglobin. There are no differences between the content of hemoglobin from the 5th semester student in Medical Faculty student with who has good and bad sleep quality.Keywords: quality of sleep, hemoglobin Abstrak: Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian ransangan yang juga merupakan proses yang sangat dibutuhkan manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan biokimiawi tubuh. Kualitas tidur yang digambarkan dengan waktu tidur yang kurang akan membawa dampak bagi tubuh karena proses biologis yang terjadi saat tidur akan ikut terganggu. Salah satunya adalah pembentukan kadar hemoglobin yang terganggu dimana akan terjadi perubahan dimana kadar hemoglobin menjadi lebih rendah dari nilai normalnya. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang. Dari 78 sampel pemelitian, kualitas tidur yang baik sebanyak 7 orang (9,0 %) dan yang buruk sebanyak 71 orang (91,0 %). Kadar hemoglobin normal sebanyak 40 orang (51,3 %) dan tidak normal sebanyak 38 orang (48,7 %). Kualitas tidur baik dengan kadar hemoglobin normal adalah 4 orang (57,1 %) dan kadar hemoglobin tidak normal adalah 3 orang (42,9 %). Kualitas tidur buruk dengan kadar hemoglobin normal adalah 36 orang (50,7 %) dan kadar hemoglobin tidak normal adalah 35 orang (49,3 %). Simpulan: Sebaigan besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat mempunyai kualitas tidur yang buruk dan mempunyai kadar hemoglobin yang normal. Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran Unsrat dengan kualitas tidur yang baik dan yang buruk. Kata kunci: kualitas tidur, hemoglobin
HUBUNGAN KONSUMSI AIR SUMUR DI PESISIR PANTAI DENGAN HIPERKALSIURIA PADA ANAK DI PESISIR PANTAI MAASING Lombogia, Indri Ayu Pratiwi
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3744

Abstract

Abstract: Hypercalciuria is a metabolic disorder infected in children with bladder stone. The bladder stone has a long term consequence toward the growth of the Hypercalciuria due to an increase in one of the calcium intake. Well water in the coastal area is predicted to have experience an intrusion from the sea water and contained high level of calcium. Aim – To find out the level of the calcium consumed, the urinary calcium, as well as the relations between the well water consumption in the coastal area and the hypercalciuria. Methodology – This research is using an observational analytic research design using cross sectional approach with simple random sampling tool in the village of Maasing, Tuminting, Manado, from November to December 2013. The urinary calcium level is examined to the research subject of 50 children. The water hardness level is also examined throughout 20 samples of well water. Result of the Experiment – The result of the experiment includes 30 children (60%) consumed well water and 20 children (40%) did not consume, with distribution of 27 boys (54%) and 23 girls (46%). One child (2%) is diagnosed with positive hypercalciuria and 49 negative. On the examination of the water hardness level, 19 wells (95%) contained unfeasibly consumed water and 1 well feasible. Conclusion – The well water in Maasing Coast has higher hardness value above the feasible consumption. There is no relation between the well water consumption in the coast with hypercalciuria. Keyword: well water, hypercalciuria, children, coast  Abstrak: Hiperkalsiuria merupakan kelainan metabolik tersering pada anak dengan batu saluran kemih. Batu saluran kemih mempunyai konsekuensi jangka panjang terhadap tumbuh kembang Hiperkalsiuria disebabkan salah satunya oleh peningkatan intake kalsium. Air sumur di pesisir pantai diperkirakan mengalami intrusi air laut dan mengandung kadar kalsium yang tinggi. Tujuan Penelitian - Untuk mengetahui kadar kalsium air sumur yang dikonsumsi, kadar kalsium urine, serta hubungan antara konsumsi air sumur di pesisir pantai dengan hiperkalsiuria. Metode Penelitian - Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan cara simple random sampling di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Manado dari bulan November sampai Desember 2013. Subjek penelitian sebanyak 50 anak dan dilakukan pemeriksaan kadar kalsium urine, serta 20 air sumur dilakukan pemeriksaan tingkat kesadahan air. Hasil Penelitian – Hasil penelitan didapatkan 30 anak (60%) mengonsumsi air sumur dan 20 anak (40%) tidak mengonsumsi air sumur, dengan distribusi laki-laki 27 anak (54%) dan perempuan 23 anak (46%). Hasil pemeriksaan 1 anak (2%) positif hiperkalsiuria dan 49 anak (98%) negatif hiperkalsiuria. Pada pemeriksaan kesadahan air didapatkan 19 sumur (95%) merupakan air yang tidak layak dikonsumsi dan 1 sumur layak dikonsumsi. Kesimpulan – Air sumur di pesisir pantai Maasing bernilai kesadahan diatas kelayakan konsumsi. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi air sumur di pesisir pantai dengan hiperkalsiuria.Kata kunci: air sumur, hiperkalsiuria, anak, pesisir pantai
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, SPUTUM BTA DENGAN GAMBARAN RONTGEN PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS Wokas, Jonathan A. J.; Wongkar, M. C. P.; Surachmanto, Eko
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6833

Abstract

Abstract: Tuberculosis is an infectious disease that is transmitted through the air. In 2012, WHO estimated that there were 8.6 million new cases and 1.3 million deaths from tuberculosis. Objective: To investigate the relationship between nutritional status, sputum AFB and x-ray images of the lungs in patients with tuberculosis. Methods: This study is Analytical Observational with cross-sectional approach. The research sample was patients who diagnosed with tuberculosis that are in Pulmonary Clinic and Inpatient RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Samples were examined Body Mass Index (BMI) and albumin levels, then analyzed by Pearson and Spearman. Results: From the analysis of BMI with albumin has p value of 0.016, between nutritional status with the results of sputum examination AFB and chest x-ray images has p value of 0.467 and 0.348, and the results of sputum AFB with x-ray images has a p value of 0.151. Conclusion: There is a positive correlation between BMI with albumin levels, there was no correlation between nutritional status and the results of sputum examination AFB and X-ray images, and also there was no correlation between the results of sputum examination AFB with x-ray images of the lungs in patients with tuberculosis.Keywords: tuberculosis, nutritional status, sputum AFB, lung x-ray imagesAbstrak: Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang menular lewat udara. Pada tahun 2012, WHO memperkirakan terdapat 8,6 juta kasus baru dan 1,3 juta kematian akibat penyakit tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi, sputum BTA dengan gambaran rontgen paru pada pasien tuberkulosis. Metode: Penelitian ini bersifat Analitik Observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian merupakan pasien yang didiagnosis tuberkulosis yang berada di Poliklinik Paru dan Instalasi Rawat Inap Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel dilakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar albumin, selanjutnya dilakukan analisis dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil: Dari hasil analisis didapatkan antara IMT dengan kadar albumin mempunyai nilai p sebesar 0,016, antara status gizi dengan hasil pemeriksaan sputum BTA dan gambaran rontgen paru mempunyai nilai p sebesar 0,467 dan 0,348 serta antara hasil pemeriksaan sputum BTA dengan gambaran rontgen paru mempunyai nilai p sebesar 0,151. Simpulan: Terdapat hubungan positif antara IMT dengan kadar albumin, tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan hasil pemeriksaan sputum BTA dan gambaran rontgen paru serta tidak terdapat hubungan antara hasil pemeriksaan sputum BTA dengan gambaran rontgen paru pada pasien tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis, status gizi, sputum BTA, gambaran rontgen paru
Kematian akibat kecelakaan lalu lintas Kota Tomohon tahun 2012-2014 Rompis, Arischa; Mallo, Johannis; Tomuka, Djemi
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10837

Abstract

Abstract: Traffic accident as a health problem being the most causal factor of injury in the world. Most cases of injuries occur in the age range 15-44 years and are dominated by man with disability proportion and also that of traffic accident around 25%. The most important factor who determine level of accident distribution by human error who contribute 75-80% and also affected by disciplinary factor in driving (80-90%), vehicle factor (4%), the road (3%), and environment factor (1%). This study aimed to obtain some information about the death caused by traffic accident in Tomohon city between the years 2012-2014. This was a descriptive retrospective study using data of Police Department in Tomohon from October to November 2015. The results showed that the peak of deaths due to traffic accidents in Tomohon city (2012-2014) was in 2013 with 50 male victims from 59 victims aged 15-24 years. Most of the victims were motorcycle drivers.Keywords: death, traffic accidentAbstrak: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab terbanyak terjadinya cedera di seluruh dunia. Kasus cedera terbanyak terjadi pada rentang usia 15 - 44 tahun yang didominasi kaum pria dengan proporsi disabilitas dan kematian karena kecelakaan sekitar 25%. Faktor yang dianggap menentukan tingginya jumlah kecelakaan dan keparahan korban kecelakaan yaitu faktor manusia yang memberikan kontribusi 75-80% yang juga dipengaruhi oleh faktor kedisiplinan dalam berkendara (80-90%), faktor kendaraan (4%), faktor jalan (3%) , dan faktor lingkungan (1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai kematian akibat kecelakaan lalu lintas di kota Tomohon tahun 2012 – 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif retrospektif yang dilakukan di bagian lalu lintas POLRESTA TOMOHON pada bulan Oktober – November 2015. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menggambarkan kematian akibat kecelakaan lalu lintas di kota Tomohon 2012 – 2014 mengalami puncak kenaikan pada tahun 2013 dengan korban terbanyak laki – laki dan berada direntang usia 15 – 24 yang berstatus sebagai pengendara sepeda motor. Lokasi kejadian kecelakaan tersering di wilayah Tomohon Tengah yang didominasi jalan dalam kota.Kata kunci: kematian, kecelakaan lalu lintas
Gambaran aritmia pada pasien penyakit jantung koroner di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2015 – 31 Desember 2015 Kalangi, Cathleen S.; Jim, Edmond L.; Joseph, Victor F.F.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14556

Abstract

Abstract: Arrhythmia is an abnormal heart rhythm which refer to every disturbance in frequency, regularity, original location or electrical impulses conduction of the heart. Ischemic myocardium characterized by ionic and biochemical alterations creates an unstable electrical substrate capable of initiating and sustaining arrhythmias, meanwhile infarction creates areas of electrical inactivity and blocks conduction, which also promotes arrhythmogenesis. This study was aimed to obtain the description of arrhythmias in coronary artery disease patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from 1 January 2015 to 31 December 2015. This was a descriptive retrospective study. There were 101 data of patients with Coronary Artery Disease (CAD) associated with arrhythmia, as follows: 57 cases (56%) of Stable Angina Pectoris (SAP), 6 cases (6%) of Old Myocardial Infarction (OMI), 16 cases (16%) of Unstable Angina Pectoris (UAP), 20 cases (20%) of Non ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI), and 2 cases (2%) of ST Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI). The majority of cases were males (66%) and aged 51-60 years old (35%). There were 62 cases (41%) of CAD patients associated with arrhythmia that had hypertension as the highest risk factor and 19 cases (12%) for smoker as the lowest risk factor. The highest number of patients was Angina Pectoris Stabil (APS), and the dominant arrhythmia was Premature Ventricular Contraction (PVC).Keywords: description, arrhythmia, coronary artery disease Abstrak: Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang merujuk kepada setiap gangguan frekuensi, regularitas, lokasi asal atau konduksi impuls listrik jantung. Iskemik miokardium ditandai dengan perubahan ion dan biokimiawi, mengakibatkan aktivitas listrik yang tidak stabil yang memicu dan mempertahankan aritmia, dan infark menciptakan daerah aktif dan blok konduksi listrik, yang juga memromosikan aritmogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aritmia pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2015-31 Desember 2015. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Hasil penelitian mendapatkan 101 data pasien PJK yang mengalami aritmia, diantaranya Angina Pektoris Stabil (APS) 57 kasus (56%), Old Myocardial Infarction (OMI) 6 kasus (6%), Unstable Angina Pectoris (UAP) 16 kasus (16%), Non ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) 20 kasus (20%), dan ST Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) 2 kasus (2%). Mayoritas kasus ialah jenis kelamin laki-laki (66%), usia 51-60 tahun (35%). Faktor risiko tertinggi pada pasien PJK dengan aritmia ialah hipertensi (41%) dan terendah ialah merokok (12%). Kasus tertinggi ialah APS, dengan aritmia terbanyak ialah Premature Ventricular Contraction (PVC), Kata kunci: gambaran, aritmia, penyakit jantung koroner
PROFIL PASIEN JAMKESMAS YANG MENJALANI OPERASI DI SMF BEDAH BLU RSU PROF.R.D KANDOU PERIODE AGUSTUS 2012 SAMPAI OKTOBER 2012 Wuwung, Eldy
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.4561

Abstract

Abstract: Poverty is still a major problem for Indonesia. The increase in poverty has impact on health services. As per the declaration of Human Rights by the United Nations (1984) and the Indonesian Constitution (UUD 1945) Article 28, that health is a fundamental right of all individuals and all citizens are entitled to health care, including the poor. Based on that , Ministry of Health, since 2005, been implementing programs Health Insurance for the Poor (JPKMM) or AKESKIN (2005-2007) and turned into a Public Health Insurance program (JAMKESMAS) since 2008 until now. Constraints on JAMKESMAS implementation including: the number of new births, deaths, moving, changes in socio-economic level, and target users JAMKESMAS improper. This was a descriptive retrospective study through household surveys Jamkesmas card users who underwent surgery at the Surgical SMF period August to October 2012, using the criteria JAMKESMAS acceptors. Samples were 25 respondents, based on criteria established by the government through the Central Bureau of Statistics, the criteria Jamkesmas recipients must meet all the minimum criteria specified. The results showed that overall 25 samples (100%) did not meet the criteria for receiving medical treatment. Of the total sample, none are eligible to receive JAMKESMAS, so it can be concluded that the use of Jamkesmas in North Sulawesi many are not on target, with the number of citizens who are not eligible to use Jamkesmas for treatment.Keywords: the poor, Jamkesmas, criteria of the poor.Abstrak. Kemiskinan masih merupakan masalah utama bagi bangsa Indonesia. Peningkatan penduduk miskin berdampak pada pelayanan kesehatan yang harus dipenuhi. Sesuai deklarasi Hak Asasi Manusia oleh PBB (1984) dan UUD 45 pasal 28, bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warga negara berhak mendapat pelayanan kesehatan termasuk masyarakat miskin. Berdasarkan hal tersebut Kementerian Kesehatan sejak 2005 telah melaksanakan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (JPKMM) atau AKESKIN (2005-2007) dan berubah menjadi program Jaminan Kesehatatan Masyarakat (JAMKESMAS) sejak tahun 2008 sampai sekarang. Kendala penyelenggaraan JAMKESMAS diantaranya: banyaknya kelahiran baru, kematian, pindah tempat tinggal, perubahan tingkat sosial ekonomi, dan sasaran pengguna JAMKESMAS yang tidak tepat. Penelitian bersifat Deskriptif retrospektif, melalui survey rumah tangga pengguna kartu Jamkesmas, yang menjalani operasi di SMF Bedah periode Agustus-Oktober 2012, menggunakan kriteria penerima JAMKESMAS. Penelitian melibatkan 25 responden sampel, berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah melalui data Badan Pusat Statistik, kriteria penerima Jamkesmas harus memenuhi minimal semua kriteria ditentukan, dan hasil yang diperoleh: Keseluruhan 25 sample (100 %) tidak memenuhi kriteria penerima Jamkesmas. Dari keseluruhan sampel, tidak satupun yang memenuhi syarat menerima JAMKESMAS, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Jamkesmas di Sulawesi Utara banyak yang tidak tepat sasaran, dengan banyaknya penduduk yang tidak berhak menggunakan Jamkesmas untuk berobat.Kata kunci : Masyarakat Miskin, Jamkesmas, kriteria masyarakat miskin.

Page 66 of 108 | Total Record : 1074