cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 153 Documents
D. N. AIDIT, SASTRA, DAN GELIAT ZAMANNYA Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v7i1.972

Abstract

D. N. Aidit merupakan salah satu pemimpin PKI terpenting dalam sejarah organisasi tersebut. Menurut Hindley (1962: 409), ada tiga periode sejarah PKI yang menarik untuk diperhatikan. Periode I (1920 1927) adalah periode tujuh tahun pertama sampai dengan kegagalan dalam perang 1927. Pada masa ini, aktivitas-aktivitas komunis dipandang sebagai aksi ilegal atau aksi teroris oleh penguasa kolonial. Periode II (1945 1948) adalah periode tiga tahun, sejak kemerdekaan RI sampai dengan September 1948 yaitu masa kegagalan kudeta di Madiun. Periode III (1951-1965) adalah periode sebelas tahun masa kepemimpinan Aidit yang mengontrol partai secara penuh. Jumlah penganut komunis bertumbuh pesat, terutama di bawah kepemimpinan D. N. Aidit. Tidak banyak yang mengenal Aidit sebagai seorang penyair. Tulisan ini bermaksud merunut dan mengungkap puisi-puisi Aidit dari segi struktur maupun gagasangagasannya dalam geliat zamannya untuk memaparkan wajah lain tokoh pengkhianat itu.Kata kunci : Partai Komunis Indonesia (PKI), Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), formasidiskursif, geliat zaman.
WACANA SAMPUL BELAKANG NOVEL POPULER TERBITAN 2000-AN Wahyuni, Wulan
Sintesis Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v13i1.1909

Abstract

Novel merupakan karangan prosa panjang yang bercerita mengenai kehidupan seseorang. Novelditulis dan dibentuk menjadi buku. Sebagai buku, novel memiliki bagian-bagian yang disebut sampuldepan, punggung buku, dan sampul belakang. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan gayabahasa wacana sampul belakang novel populer terbitan 2000-an Metode dan teknik yang digunakanuntuk menganalisis data adalah metode padan dan teknik pilah unsur penentu (PUP). Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa wacana sampul belakang novel populer terbitan 2000-anmenggunakan satu atau lebih gaya bahasa (i) hiperbol, (ii) metafora, (iii) repetisi, (iv) simile, dan (v)personifikasi.
PERIBAHASA YANG BERUNSUR NAMA BINATANG DALAM BAHASA INDONESIA Suyanti, Suyanti
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1019

Abstract

Tulisan ini membahas peribahasa yang berunsur nama binatang (NB) dalam bahasa Indonesia. Ada dua permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Pertama, nama binatang apa saja yang digunakan di dalam peribahasa bahasa Indonesia? Kedua, Apa maksud yang direpresentasikan oleh nama binatang dalam peribahasa bahasa Indonesia? Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ada 54 nama binatang yang digunakan di dalam peribahasa bahasa Indonesia, yaitu (i) anjing, (ii) ayam, (iii) babi, (iv) badak, (v) bangau, (vi) belacan, (vii) belalang, (viii) belut, (ix) beruk, (x) biawak, (xi) buaya, (xii) burung, (xiii) cacing, (xiv) elang, (xv) enggang, (xvi) gagak, (xvii) gajah, (xviii) harimau, (xix) ikan, (xx) itik, (xxi) kambing, (xxii) katak, (xxiii) keledai, (xxiv) kera, (xxv) kerakap, (xxvi) kerbau, (xxvii) kijang, (xxviii) kodok, (xxix) kucing, (xxx) kuda, (xxxi) kumbang, (xxxii) kura-kura, (xxxiii) kutu, (xxxiv) laba-laba, (xxxv) lalat, (xxxvi) langau, (xxxvii) lebah, (xxxviii) lembu, (xxxix) lintah, (xxxx) merpati, (xxxxi) monyet, (xxxxii) musang, (xxxxiii) nyamuk, (xxxxiv) pipit, (xxxxv) rusa, (xxxxvi) sapi, (xxxxvii) semut, (xxxxviii) sepat, (xxxxix) serigala, (xxxxx) tikus, (xxxxxi) tupai, (xxxxxii) udang, (xxxxxiii) ular, (xxxxxiv) unta. Kedua, maksud yang terdapat di dalam peribahasa bahasa Indonesia ada empat, yaitu (i) digunakan untuk menyatakan apa yang terasa dihatinya, (ii) dipakai untuk tujuan mengejek, (iii) dipakai untuk tujuan memuji, dan (iv) dipakai untuk tujuan memberi nasihat.Kata kunci : Peribahasa, Nama binatang, Bahasa Indonesia, Pragmatik.
NAMA-NAMA BAKSO DALAM BAHASA INDONESIA Sinungharjo, F.X.
Sintesis Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v13i2.2294

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan nama-nama bakso dalam bahasa Indonesia menggunakan sudut pandang semiotik. Nama-nama tersebut dianalisis melalui hubungan makna kata dan referennya dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dilaksanakan melalui studi pustaka pada mesin pencari Google menggunakan metode simak teknik sadap dibantu dengan teknik catat. Tahap kedua, tahap analisis dilaksanakan dengan menggunakan metode padan referensial. Tahap ketiga, penyajian dilakukan dengan menggunakan metode formal dan informal.Referen bakso pada bahasa Indonesia mengacu pada bahan, bahan pelengkap sajian, asal, ukuran, bentuk, warna, isian, pengolahan, dan penyajian bakso pada masyarakat Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh selera, kebutuhan, dan pengalaman penikmat dalam menyantap bakso. Penamaan bakso pada masyarakat Indonesia memanfaatkan nama-nama bahan (utama, isian, maupun tambahan), cara pengolahan, nama daerah, cara penyajian, dan ciri-ciri benda sekitar (ukuran dan bentuk benda) maupun pengalaman saat menyantap. Penamaan tersebut dilatarbelakangi oleh upaya penggambaran yang jelas mengenai bakso yang dituju dan upaya menarik perhatian bahasawan.
TINDAK TUTUR DAN PERWATAKAN DALAM CERPEN HARGA SEORANG PEREMPUAN KARYA OKA RUSMINI Wijana, I Dewa Putu
Sintesis Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i1.2711

Abstract

Eventhough it has been aware that the speech uttured by the novel characters can be used to identify their own attitudes and personalities, the pragmatic studies on the use of utturance types in relation to the literary characterization are rare. This study seeks to prove that speech acts together with their strategies in literary works are essentially the reflection of those story characters behaviour, and therefore pragmatic approach is an important tool for analyzing and understanding characters of literary works.KEY WORDS character, speech act, utturance
KETRANSITIFAN VERBA DENOMINATIF DALAM KONSTRUKSI KALIMAT BAHASA INDONESIA Nugraha, A. Danang Satria
Sintesis Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v11i2.1735

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan ciri sintaktis verba denominatif (VDn) dalam konstruksi kalimat bahasaIndonesia (bI). VDn merupakan konstruksi verba turunan dari nomina, seperti cerita bercerita,rencana merencanakan, nasihatdinasihati, malamkemalaman, jeratterjerat, dan sejenisnya. Metodeobservasi (simak) digunakan dalam penyediaan data dan metode distribusi (agih) digunakan dalamanalisis data. Data berwujud kalimat yang bersumber pada penggunaan bI baik secara lisan maupuntertulis. Penelitian ini menemukan konstruksi VDn bI, berdasarkan pemarkah kategorial dan pemarkahfungsional,memiliki ketransitifan yang dapat diklasifikasikan ke dalam (a) intransitif, (b) transitif,dan (c) dwitransitif.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS Isodarus, Praptomo Baryadi
Sintesis Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v11i1.927

Abstract

Tulisan ini membahas perihal pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks yang merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan pada pembelajaran bahasa Indonesia menurut Kurikulum 2013. Ada dua hal yang dibahas dalam tulisan ini. Hal pertama berkenaan dengan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh peserta didik dalam belajar berbahasa Indonesia yang berbasis teks. Hal kedua bersangkutan dengan bekal pengetahuan apa saja yang berkaitan dengan teks yang harus dimiliki guru agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks.Kata kunci: pembelajaran bahasa, bahasa Indonesia, Kurikulum 2013, berbasis teks
MAKIAN DALAM BAHASA MANGGARAI DIALEK COLOL MANGGARAI TIMUR Ranus, Maria Julmitri Grey Wendardins
Sintesis Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v12i2.1903

Abstract

Artikel ini membahas makian dalam bahasa Manggarai dialek Colol Manggarai Timur di desa Colol,Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Artikelini mendeskripsikan (i) sejarah masyarakat Manggarai, keadaan geografis, penduduk, dan keadaanbahasa Manggarai, (ii) jenis-jenis makian menurut referennya dalam bahasa Manggarai dialek CololManggarai Timur, (iii) faktor-faktor yang memengaruhi makian dalam bahasa Manggarai dialekColol Manggarai Timur. Ditemukan ada sebelas jenis makian dalam bahasa Manggarai dialek CololManggarai Timur di desa Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur,Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu (i) makian yang menunjuk pada binatang, (ii) makian yangmenunjuk pada tubuh binatang, (iii) makian yang menunjuk pada sikap atau watak jelek manusia,(iv) makian yang menunjuk pada bagian tubuh manusia, (v) makian yang menunjuk pada mahlukhalus, (vi) makian yang menunjuk pada pekerjaan nista, (vii) makian yang menunjuk pada bendamati, (viii) makian yang menunjuk pada keadaan tertentu, (ix) makian yang menunjuk pada hubunganseksual, (x) makian yang menunjuk pada warna kulit, (xi) makian yang menunjuk pada ukuranbadan. Terdapat empat faktor yang memengaruhi penutur bahasa Manggarai dialek Colol ManggaraiTimur menggunakan makian, yaitu (i) menunjukkan keakraban, (ii) mengungkapkan emosi, (iii)menghina, dan menciptakan kesetaraan sosial.
A SIMPLIFIED READING ON TSAO HSUEH-CHINS NARRATOLOGY IN HUNGLOUMENG ( ) OF DREAM OF THE RED CHAMBER Mulyani, Sri
Sintesis Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v8i1.1014

Abstract

This article attempts to analyze the narrative aesthetics in Tsao Hsueh-Chins Hung Lou Meng or Dream of the Red Chamber through a feminist framework. Hung Lou Meng written in the mid-18th century is regarded to be one of the best and famous Chinese novels. Among several studies on Hung Lou Meng, there are at least two different perspectives that in fact is rooted in the old theoretical battle in viewing literature: one as a mimesis and the other as a linguistic construct. Employing feminist narratology, this article ventures to bridge those two different opposing views to unveil the narrative discourse of Hung Lou Meng. This feminist perspective reveals the rich artistic quality of Hung Lou Meng as well as its flexibility, fluidity, polyphony, and dialogical qualities that enable to liberate different voices present simultaneously including those of the muted and oppressed gender.Keywords : Asian Novel, Narrative Discourse, Feminist Perspective
METAFORA TENTANG TUHAN DALAM KITAB MAZMUR Sudarsono, Sony Christian
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.165

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan metafora-metafora tentang Tuhan dalam KitabMazmurdanmenginterpretasikan mengapa metafora-metafora tersebut digunakan. Pendekatan yang digunakandalam artikel ini adalah pendekatan linguistik kognitif dan linguistik antropologis. Pendekatanlinguistik kognitif digunakan untuk menjelaskan bagaimana Tuhan dimetaforakan. Sementara itu,pendekatan linguistik antropologis digunakan untuk menjawab mengapa Tuhan dimetaforakandemikian. Dari hasil kajian, diketahui bahwa Tuhan dimetaforakan sebagai (i) manusia dan (ii)benda. Metafora-metafora tersebut dapat diinterpretasikan sebagai usaha penulis dan penggunaMazmur dalam memahami Tuhan yang transenden menjadi Tuhan yang imanen.

Page 8 of 16 | Total Record : 153