cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA" : 12 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA KARTU BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB F. Rahmanita; A. Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.143 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p106-111

Abstract

This study aimed at: (1) describing the use of the number card media in mathematics learning for mild mental retardation children in SDLB BC Kepanjen, (2) describing the learning activities of mild mental retardation children in class I of SDLB BC Kepanjen using the number card media in mathematics learning, (3) describing the results of mathematics learning for mild mental retardation children in class I of SDLB BC Kepanjen after using the number card media. The study design was a class action research (CAR) conducted in two cycles of each consisting four stages: planning, implementation, observation and reflection. The instruments were both observation and documentation. The results of the pre-activities were gained an average reach (12.5%), increasing in the first cycle of class learning mastery into (56.25%) and increasing to (73.75%) in the second cycle. Based on these results, we can conclude that the number card media can improve mathematics learning and it becomes one of alternatives allowing children in learning math for mild mental retardation children in SDLB BC Kepanjen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media kartu bilangan dalam pembelajaran matematika anak tunagrahita ringan SDLB B-C Kepanjen, (2) mendeskripsikan aktivitas belajar anak tunagrahita ringan kelas I SDLB B-C Kepanjen menggunakan media kartu bilangan pada pembelajaran matematika, (3) mendeskripsikan hasil belajar matematika anak tunagrahita ringan kelas I SDLB B-C Kepanjen setelah menggunakan media kartu bilangan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus dari masing-masing siklus terdiri empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan pedoman observasi dan dokumentasi. Hasil belajar penelitian pratindakan diperoleh rata-rata mencapai (12,5%), mengalami peningkatan pada siklus I ketuntasan belajar kelas menjadi (56,25%) dan meningkat lagi menjadi (73,75%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bhawa penggunaan media kartu bilangan dapat meningkatkan pembelajaran matematika, aktivitas belajar anak menggunakan media kartu bilangan selama pembelajaran matematika untuk menguasai konsep bilangan, hasil belajar anak dalam pembelajaran matematika menggunakan media kartu bilangan menjadi salah satu alternatif yang memudahkan anak dalam pelajaran matematika pada anak kelas I Tunagrahita SDLB B-C Kepanjen.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DAKON TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN SISWA KELAS IV TUNAGRAHITA DI SDLB Tria Libriani Styaningrum; Tomas Iriyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.989 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p140-145

Abstract

The study aimed at describing: (1) the ability of the addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade in baseline condition at SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri (2) the ability of addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade in intervention condition at SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri (3) the influence Dakon media toward the addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade at SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri. The researcher used Single Subject Research (SSR), it was a study that use different conditions with AB design. 14 years old. Data Collecting was the test of addition counting ability, then it was analyzed with presentation formula.The result of this study are: (1) the mean level of the addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade in baseline condition was 58%, (2) the mean level of the addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade in intervention condition was 98,7%, (3) there is an influence of Dakon media usage toward the addition counting ability of student with mild mental retardation of the fourth grade at SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri. From this study, it can be concluded that there was increasing from baseline to intervention condition in which was influenced by dakon media usage for student with mild mental at SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri.Some suggestions of this research are intended to: (1) headmaster, can make a teacher training in creating an interested learning media for student, (2) teacher, can use dakon media in addition counting learning, (3) next researcher, can develop modification both form and rule of Dakon media in order to correct this research. Masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana kemampuan kemampuan menghitung penambahan siswa dengan keterbelakangan mental ringan dari kelas empat dalam kondisi awal di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri (2) bagaimana kemampuan menghitung penambahan kemampuan siswa dengan keterbelakangan mental ringan dari kelas empat dalam kondisi intervensi di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri (3) Apakah ada pengaruh Dakon Media terhadap kemampuan menghitung penambahan siswa dengan keterbelakangan mental ringan kelas IV di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri. Penggunaan peneliti Tunggal Subyek Penelitian (SSR), itu adalah studi yang menggunakan kondisi yang berbeda dengan desain AB. 14 tahun. Data Mengumpulkan adalah tes kemampuan menghitung penambahan, maka dianalisis dengan hasil presentasi formula.The dari penelitian ini adalah: (1) tingkat rata-rata kemampuan menghitung penambahan siswa dengan keterbelakangan mental ringan dari kelas empat dalam kondisi awal adalah 58%, (2) tingkat rata-rata kemampuan menghitung penambahan siswa dengan keterbelakangan mental ringan dari kelas empat dalam kondisi intervensi adalah 98,7%, (3) ada pengaruh penggunaan media Dakon terhadap kemampuan menghitung penambahan siswa dengan keterbelakangan mental ringan kelas IV di SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dari awal sampai kondisi intervensi yang dipengaruhi oleh dakon penggunaan media untuk siswa dengan ringan mental pada SDLB Dharma Putra Daha Gurah Kediri.Some saran dari penelitian ini dimaksudkan untuk: (1) kepala sekolah, dapat membuat pelatihan guru dalam menciptakan media pembelajaran tertarik untuk siswa, (2) guru, dapat menggunakan media dalam pembelajaran dakon penghitungan Selain itu, (3) peneliti selanjutnya, dapat mengembangkan modifikasi baik bentuk dan aturan media dakon untuk mengoreksi penelitian ini
PENGEMBANGAN HANDOUT BERGAMBAR DENGAN KAMUS ISTILAH MATA PELAJARAN IPA SISWA TUNARUNGU SMALB Hindam Wahaddyan; Saichudin Saichudin
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.504 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p112-116

Abstract

The objective of this development was a pictured Handout with term dictionary of Science learning for students in SMALB-B (Senior High School of Special Needs) YPTB Malang help the hearing impairment students in the 10th Grade semester II to understand concept and explore the environmental around that related their life. The development of this pictured Handout was adapted from the seven steps of Borg & Gall model (1983). Subject for product test is material expert, media expert, practitioner expert, user candidate, small group test, and large group test, where each group consists of 2 and 4 students in the 10th Grade SMALB-B YPTB Malang with pre-test and post-test. The development result showed Handout validity level. The research result from material expert was obtained score 94% (very feasible), media expert 99% (very feasible), practitioner expert 82% (very feasible), and for user candidate was obtained many scientific terms that still was not included in term dictionary. The result of small and large group test obtained the assessment of the product of pictured Handout with term dictionary of Science Subject was feasible to be used. Tujuan dari pengembangan ini dihasilkan digambarkan Handout dengan kamus istilah Ilmu Pengetahuan Alam pembelajaran bagi siswa SMALB-B (SMA Kebutuhan Khusus) YPTB Malang yang dapat meringankan siswa gangguan pendengaran di 10 kelas semester 2 dalam belajar memahami konsep dan menjelajahi sekitar lingkungan yang terkait dengan kehidupan. Pengembangan Handout membayangkan ini menyesuaikan langkah-langkah dari Borg & Gall Model (1983) yang terdiri dari 7 langkah. Hasil pengembangan menunjukkan tentang tingkat validitas Handout. Hasil penelitian dari ahli materi diperoleh skor 94% (sangat layak), ahli media 99% (sangat layak), ahli praktisi 82% (sangat layak), dan untuk calon pengguna yang diperoleh banyak istilah ilmiah yang masih belum dimasukkan ke dalam kamus istilah dan itu adalah daya tarik. Dari hasil kelompok kecil dan uji kelompok besar diperoleh penilaian terhadap produk yang digambarkan Handout dengan kamus istilah Ilmu Pengetahuan Alam Subjek layak untuk digunakan
PELAKSANAAN TERAPI OKUPASI DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN PADA ANAK CEREBRAL PALSYJENIS SPASTIK DI SDLB NEGERI PATRANG JEMBER Olivia Nur Isnaini; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.346 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p146-152

Abstract

The objective of this study were to describe: (1) the implementation of the occupation therapy for the spastic Cerebral Palsy children (SCPC) in SDLB Negeri Patrang related to the design, implementation, and evaluation; (2) the implementation of therapy in the classroom (3) the obstacles of th therapy implementation; (4) the solutions of the obstacle during the implementation of occupation therapy. This research type was case study with qualitative approach. Data collection technique was observation, interview, and documentation technique. The research was conducted in SDLB Negeri Patrang Jember. The data sources were of the class teacher in the 3rd-D1 Grade, Cerebral Palsy Spastic student, and many documents that made as secondary source from the researcher. The research result showed that: (1) the implementation of occupation therapy for the spastic Cerebral Palsy children (SCPC) provided in SDLB Negeri (State Special Elementary School) Patrang Jember has not been appropriate with the planning made in the therapy design arrangement, (2) the occupation therapy was implemented with unqualified equipment, and the therapist was often absent, (3) the therapy evaluation was applied as the coordination training and score giving. The obstacle faced in this research was need time and too long design arrangement, therapist rarely come to the school. Thus, therapy implementation must be delayed and cannot run as what has been scheduled. Besides that, the obstacle also came from the parent giving less support for therapy implementation in school, and now the facility of the school physical therapy was inadequate. Thus, the therapy room still cannot be arranged well and tidy.  Tujuan penelitian ini: (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan terapi okupasi pada anak CP Spastik di SDLB Negeri Patrang terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya, (2) Untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan terapi okupasi didalam kelas (3) Untuk mendeskripsikan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan terapi, (4) Untuk mendeskripsikan bagaimana solusi dalam mengatasi kendala yang dijumpai selama pelaksanaan terapi okupasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Terapi Okupasi pada anak CP Spastik di SDLB Negeri Patrang belum sesuai perencanaan yang dibuat dalam penyusunan perencanaan terapi, pelaksanaan terapi okupasi dengan peralatan seadanya dan seringnya terapis tidak hadir, serta evaluasi terapi yang dilakukan berupa latihan koordinasi dan pemberian skor. Kendala yang dijumpai yaitu penyusunan perencanaan yang terlalu lama dan membutuhkan waktu, terapis jarang datang kesekolah sehingga pelaksanaan terapi harus ditunda dan tidak berjalan sesuai yang dijadwalkan. Selain itu, kendala lain juga datang dari pihak orang tua yang kurang mendukung pelaksanaan terapi disekolah, serta saat ini untuk fisik sarana sekolah masih kurang sempurna, sehingga ruang terapi masih belum bisa tertata dengan baik dan rapi
ADAPTASI MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR ANAK AUTIS Pamuji Pamuji
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.959 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p117-127

Abstract

Autism is a developmental disorder of the brain function condition (brain nerve cells) that can affect all aspects of the individual development. Being different among others, the children with autism require special facilities to be able to learn. This paper aimed at identifying the images learning media and  explaining how it was used in order to enhance the learning activity in the classroom. Image Instructional media is a medium that can visualize information, messages, values and skills for the students. The images media will be more used effectively for the students with visual learning type. In the field, the children with autism are known as children with visual learn. They can understand the information, act and do something like what they see. The children with autism are interested in colored object, specific shaped and textured. This interest can be used in learning activities and directed learning activities. Based on the description, What type of the images media and how to use it so that the learning activities of children with autism can be increased. Autis merupakan kondisi gangguan perkembangan fungsi otak (sel saraf otak) yang dapat mempengaruhi hampir semua aspek perkembangan individu.Cara belajar anak autis berbeda dengan aktivitas belajar anak pada umumnya.Mereka memerlukan fasilitas khusus untuk bisa belajar. Penulisan makalah ini bertujuan mengidentifikasi media gambar dan menjelaskan cara menggunakan media tersebut agar dapat meningkatkan akvitas belajar anak autis dalam kelas. Media pembelajaran gambar merupakan media yang dapat memvisualisasikan informasi, pesan, nilai dan keterampilan kepada anak didik. Media gambar akan lebih efektif digunakan jika anak didik bertipe belajar visual. Di lapangan anak autis diketahui sebagai anak yang bertype belajar visual.Anak dapat memahami informasi, berbuat dan mengerjakan sesuatu seperti yang dilihatnya.Disamping itu anak autis tertarik pada objek berwarna, berbentuk dan bertekstur tertentu.Ketertarikan anak pada objek tersebut dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan mengarahkan kegiatan belajar. Berdasarkan uraian diatas bahwa media gambar seperti apa dan bagaimana cara menggunakannya sehingga aktivitas belajar anak autis dapat meningkat
PENINGKATAN KEMAMPUAN BINA DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SEMESTER 2 DI SLB Yulianti Yulianti; Wiwik Dwi Hastuti; Saichudin Saichudin
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.816 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p153-159

Abstract

The research aimet at describing: (1) the implementation of picture and picture learning model in improving self-help ability for mild mental retardation student in the 2nd Grade Semester 2 SLB Sari Wiyata Wlingi, (2) the activity of mild mental retardation student in the 2nd Grade Semester 2 SLB Sari Wiyata Wlingi in the self-help learning with picture and picture learning model and (3) the implementation of picture and picture learning model that can improve self-help ability for mild mental retardation student in the 2nd Grade Semester 2 SLB Sari Wiyata Wlingi. This research result shows that the implementation of self-help learning with picture and picture learning model can improve student self-help ability in the 2nd Grade Semester 2 SLB Sari Wiyata Wlingi Blitar Regency. It is proven by the average value of self-help ability in the pre-action with value of 64, cycle I with the value of 77, and cycle II with the value of 81. Self-help ability passing (completeness) in the pre-action is 33%, in the cycle I for 67%, and in the cycle II for 83%. Self-help ability in the 2nd Grade of mental retardation has an improvement in each cycle. Tt can be concluded that the implementation of picture and picturelearning model can improve self-help ability to the mild mental retardation children in the 2nd Grade  Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan gambar dan model pembelajaran picture, (2) untuk menggambarkan aktivitas ringan siswa retardasi mental dan (3) untuk menjelaskan pelaksanaan gambar dan model pembelajaran gambar yang dapat meningkatkan kemampuan self-help untuk ringan siswa retardasi mental di kelas 2 Semester 2 SLB Wiyata Sari Wlingi. PTK ini menunjukkan bahwa penerapan kemampuan Self-help di kelas 2 keterbelakangan mental memiliki peningkatan setiap siklus, dalam siklus I untuk 67%, dan pada siklus II 83%. Oleh karena itu, dapat disarankan bagi guru untuk menggunakan gambar dan gambar model pembelajaran dalam pembelajaran self-help dalam rangka meningkatkan kemampuan self-help siswa
PENGARUH PENGGUNAAN CURRICULUM BASED MEASUREMENT (CBM) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS EJAAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR Novia Nuril Firdaus; Imanuel Hitipeuw
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.043 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p93-100

Abstract

The purpose of this research was to describe the implementation of the CBM in teaching of spelling writing and to describe the influence of CBM usage toward spelling writing ability for student with learning disability in MI Al-Ghozali Rogotrunan Lumajang. The research used was an experimental method with a Single Subject Research (SSR), A-B-A-B design. Data were analyzed by using a visual analysis of graphic technique. The result of research shows that a CBM influence on spelling writing. This condition was shown by spelling writing at baseline before being given CBM (A1) mean stable in 62,5%, condition after being given CBM (B1) became 70,4%. But, condition after the CBM intervention stop (A2) became 62% and condition after being given again CBM intervention (B2) became 82%. Conclusion of this research is the CBM has influence to improve the ability of spelling writing Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan CBM dalam pengajaran menulis ejaan dan untuk menggambarkan pengaruh penggunaan CBM terhadap kemampuan menulis ejaan untuk siswa dengan ketidakmampuan belajar di MI Al-Ghozali Rogotrunan Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal Penelitian (SSR), desain ABAB. Data dianalisis dengan menggunakan analisis visual teknik grafis. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh CBM pada penulisan ejaan. Kondisi ini ditunjukkan dengan menulis ejaan pada awal sebelum diberikan CBM (A1) berarti stabil di 62,5%, kondisi setelah diberi CBM (B1) menjadi 70,4%. Tapi, kondisi setelah berhenti intervensi CBM (A2) menjadi 62% dan kondisi setelah diberikan lagi CBM intervensi (B2) menjadi 82%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah CBM memiliki pengaruh untuk meningkatkan kemampuan menulis ejaan
HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA SMALB Ratna Wijayanti; Mohammad Efendi; Usep Kustiawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.891 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p128-134

Abstract

This research aimed at describing the relationship between learning guidance and learning motivation and mentally retarded students. This study applied descriptive correlation researcher model. The results show that there is a correlation between variables tutoring and student achievement, with a value of R = 0773 and the correlation between the variable of learning motivation and the variable of the learning achievement, with a value R = 0767. Based on the results, this study concluded that there is a relationship learning guidance and learning motivation and mentally retarded student achievement, with a value of R = 0.891 and the value of R Square (R2) = 0.794, meaning that 79.4% of the variation in achievement is explained by a tutoring learning and motivation to learn, the rest 20.6% influenced by other factors. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara belajar bimbingan dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara variabel bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa, dengan nilai R = 0,773 dan korelasi antara motivasi belajar dan prestasi variabel yang diteliti, dengan nilai R = 0,767. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara bimbingan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi siswa retardasi mental, dengan nilai R = 0,891 dan nilai R Square (R2) = 0,794, yang berarti bahwa 79,4% dari variasi dalam pencapaian dijelaskan oleh belajar les dan motivasi belajar, sisanya 20,6% dipengaruhi oleh faktor lain
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBELANJA SISWA TUNAGRAHITA DENGAN MEDIA GAMBAR Rifqi Syahrul Azizah; Imanuel Hitipeuw; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.039 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p160-165

Abstract

The purposes of this research was to increase the shopping skills of a student with intellectual disability in SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek by using pictures media evaluated based on three aspects: (1) the ability of shoping in minimarket, (2) the ability of items purchasing and (3) the ability of expensive and cheap concepts. The research method was Single Subject Research (SSR) appoarch, reversal design ABAB. The subject was a sixth grade student with intellectual disaility in SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek. The student classified into a mild or intermitten intellectual disability. Data collecting of both shopping ability and the ability of items purchasing was done through observation, and the ability of expensive and cheap concepts was collected by the results of a written test. The analysis of this research was by visual analysis graph. The results of the shopping skill analysis were based on three aspects: (1) the ability of shopping in minimarket, (2) the ability of items purchasing and (3) the ability of expensive and cheap concepts were increasing after being given the intervention. From the results of the graph showing the mean, level and trend were increasing from baseline to intervention. Latency analysis also showed that the changes in behavior occured was less likely to take long time over the intervention. Total Mean of over all aspects in baseline 1 (A1) phase was 22,3, then the mean increasing in intervention 1 (B1) phase was 58,3, the mean total of baseline 2 (A2) phase was 39,5 and the intervention 2 (B2) was 63,5. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan belanja dari siswa dengan cacat intelektual di SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek dengan menggunakan media gambar dievaluasi berdasarkan tiga aspek: (1) kemampuan belanja di minimarket, (2) kemampuan item pembelian dan (3) kemampuan konsep mahal dan murah. Penelitian ini merupakan Subjek Tunggal Desain (SSD). Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan tiga instrumen: pengamatan dan hasil test.The tertulis dari analisis keterampilan belanja didasarkan pada tiga aspek: (1) kemampuan belanja di minimarket, (2) kemampuan item pembelian dan (3 ) kemampuan konsep mahal dan murah yang meningkat setelah diberi intervensi. Dari hasil grafik yang menunjukkan rata-rata, tingkat dan tren yang meningkat dari awal sampai intervensi. Analisis Latency juga menunjukkan bahwa perubahan perilaku terjadi kurang mungkin untuk mengambil waktu yang lama selama intervensi. Total rata-rata lebih dari semua aspek di awal 1 (A1) fase adalah 22,3, maka berarti meningkatnya intervensi 1 (B1) fase adalah 58,3, total rata-rata dasar 2 (A2) fase adalah 39,5 dan intervensi 2 (B2) adalah 63,5.
HUBUNGAN ANTARA DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK AUTIS Dita Fiskasila Putri Hapsari; Agung Kurniawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.181 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p101-105

Abstract

This research was to answer some problems: (1) how much is gluten and casein free diet given for autistic children in the Malang city, (2) how is hyperactive behavior of the autistic children in the Malang city, (3) is there any relationship between gluten and casein free diet and the hyperactivity behavior of autistic children in the Malang city. The results of the correlation analysis is sample k quadratic kai because the ≤ , so, H0 is accepted and H1 is rejected. It could be concluded that there is no positive relationship between gluten and casein free diet and hyperactive behavior of autistic children. If the parents are applying gluten and casein free diet, it would not affect the hyperactive behavior of autistic children. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah-masalah seperti: (1) berapa banyak gluten dan kasein diet bebas diberikan untuk anak-anak autis di kota Malang, (2) bagaimana perilaku hiperaktif pada anak-anak autis di kota Malang, (3) apakah ada hubungan antara gluten dan kasein diet bebas dan hiperaktivitas bevavior dari anak-anak autis di kota Malang. Hasil analisis korelasi sampel k kuadrat kai karena x_0 ^ 2 = 4,04 ≤ x_ (0,05 (2)) ^ 2 = 5.991, sehingga, H0 diterima dan H1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan positif antara gluten dan kasein diet bebas dan perilaku hiperaktif anak-anak autis. Jika orang tua itu menerapkan gluten dan kasein diet bebas, itu tidak akan mempengaruhi perilaku hiperaktif anak-anak autis

Page 1 of 2 | Total Record : 12