cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
Peningkatan Kognitif AUD dalam Mengenal Angka Melalui Media Piring Bergambar Umi Hanik
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.596 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12020p25-30

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pembelajaran mengenal angka di kelompok A TK Walisongo Sawohan Buduran Sidoarjo masih dalam perkembangan karena terdapat permasalahan yang membuat perkembangan peserta didik dalam mengenal angka terhambat. Salah satu permasalahan tersebut adalah kurangnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan media piring bergambar. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan kognitif AUD kegiatan mengenal angka peserta didik kelompok A TK Walisongo Sawohan Buduran Sidoarjo melalui media piring bergambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan yang terdiri dari 3 siklus. Subjek ini adalah peserta didik kelompok A TK Walisongo Sawohan Buduran Sidoarjo yang berjumlah 23 peserta didik yang terdiri dari 12 perempuan dan 11 laki-laki. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal angka melalui media piring bergambar pada pra siklus hanya 17%, siklus I sebanyak 52% dan pada siklus II meningkat menjadi 91% dari jumlah 23 peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan media piring bergambar dapat meningkatkan pengembangan kognitif AUD kegi
Persepsi Anak terhadap Pola Asuh Orangtua Tunanetra Anggara Lisanto; Sri Joeda Andajani; Ari Wahyudi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.425 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12020p50-61

Abstract

Persepsi Anak Terhadap Pola Asuh Orangtua Tunanetra dilatarbelakangi oleh pengalaman anak yang memiliki orangtua penyandang tunanetra yang telah mengasuh anak hingga sukses menjadi seorang sarjana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) persepsi kognisi anak terhadap pola asuh orangtua tunanetra, (2) persepsi afeksi anak terhadap pola asuh orangtua tunanetra, dan (3) persepsi konasi anak terhadap pola asuh orangtua tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Rancangan penelitian terdiri atas tahap pra lapangan (studi pendahuluan), tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, tahap pelaporan hasil penelitian. Data dianalisis melalui model Miles, Huberman, & Saldana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) orangtua sangat tegas, disiplin, perhatian, bertanggung jawab, dan selalu memberikan keteladanan bagi anak, (2) anak merasakan perasaan senang, sedih, bangga, terharu selama di asuh oleh orangtua penyangan tunanetra. (3) anak termotivasi untuk selalu jujur, bersikap sopan, patuh terhadap orangtuanya dan selalu mendukung apapun yang diajarkan orangtua terhadap anak. 
Melatih Motorik Halus Anak Autis Melalui Terapi Okupasi Riza Mahdalena; M Shodiq Shodiq; Dimas Arif Dewantoro
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.01 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12020p1-6

Abstract

Pengaruh Terapi Okupasi Menggunting untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Autis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh keterampilan menggunting pada motorik halus anak Autis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan rancangan Single Subject Research (SSR). Data dianalisis dengan pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi menggunting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak autis.
Pengembangan Kreatifitas dan Penciptaan Inovasi Serta Modifikasi Olahraga Adaptif untuk Anak Berkebutuhan Khusus Dewi Sri Rejeki
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.576 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12020p31-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Kreatifitas dan Penciptaan serta modifikasi olahraga adaptif bagi anak berkebutuhan khusus yang terwujud daalm kegiatan lesson study dan di susunnya modul olahraga adaptif bagi para guru olahraga dalam rangka meningkatkan kempuan guru dalam pembelajaran olahraga adaptif. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian dari Borg dan Gall  yaitu yang prosedurnya dimodifikasi menjadi 5 tahap ,yaitu (1) analisis olahraga adaptif yang akan dikembangkan, (2) Lesson study, (3) validasi instrument oleh para ahli dan revisi pertama, (4) Uji lapangan skala kecil, (5) modul olahraga adaptif. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) ragam olahraga adaptif anak Berkelainan Pendengaran ( 35 % ), anak dengan kelainan penglihatan (30 %), U anak dengan kelainan mental rendah (25%),  anak tuna daksa ( 10% ), (2) Lesson study yang di laksanakan digunakan untuk  menyusun modul olahraga adaptif, (3) diketahui bahwa olahraga adaptif dapat meningkatkan ABK dalam pendidikan, sosial, psikomotor 90 %, (4) Penelitian telah berhasil mengembangkan ragam olahraga adaptif dan telah di susun dalam modul dan visibel untuk diujicobakan secara empiris. 
Deteksi Dini Anak Autism Agung Kurniawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i12021p57-61

Abstract

Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain, dan gejalanya sudah tampak sebelum anak berusia 3 tahun. Dengan melihat riwayat kehamilan ibu dan mengingat kesehatan anak setelah dilahirkan, perkembangan attachment hingga anak berusia 3 tahun dan juga gejala-gejala autism hingga anak berusia 3 tahun, maka sesungguhnya autism dapat dideteksi oleh orang tua sejak anak masih kecil. Dengan melakukan dideteksi dini diharapkan akan banyak penyandang autism yang dapat disembuhkan.
Brain Gym sebagai Sarana untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Siswa Autis Rina Khasanah; M Shodiq A M; Muchammad Irvan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i12021p1-7

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, seorang siswa autis mempunyai konsentrasi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispsikan pelaksanaan brain gym pada kegiatan terapi siswa autis dan mendeskripsikan pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada kegiatan terapi siswa autis. Rancangan penelitian ini menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A-B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat melakukan gerakan awal dan 5 gerakan brain gym dengan baik. Terdapat pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar yang ditunjukkan dengan mean, level dan trend yang meningkat dan tidak ada latency
The Effectiveness of the Picture and Picture Learning Model to Improve the Teeth Brushing Ability of Intellectual Disability Durrotul Lum'ah; Mohammad Efendi; Dimas Arif Dewantara
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v6i22020p83-87

Abstract

This study aims to describe the influence of the use of picture and picture learning models on the ability to attend (brushing teeth) for Class 3 SDLB C This study uses quasi-experimental research methods (quasi experiment) a form of Time Series Design. The analysis technique used is hypothesis testing using the Wilcoxon test. The results of the data analysis show that the average learning outcomes of students of ten people are five people whose values are below the class average, it can be concluded that the picture and picture learning model can improve the ability of self-brushing teeth to brush third grade students of SDLB C
Pembelajaran Jarak Jauh bagi Anak Hambatan Intelektual pada Masa Pandemi Covid-19 Ashi Thariq Jaatshiah
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i12021p29-33

Abstract

Pembelajaran jarak jauh merupakan suatu metode dalam pembelajaran yang terjadi secara terpisah antara pengajar dengan peserta didik sehingga dalam penerapannya membutuhkan media komunikasi sebagai alat untuk menunjang pelaksanaannya. Media daring dinilai cukup efektif untuk diterapkan pada metode pembelajaran jarak jauh di era pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia saat ini, karenanya pembelajaran jarak jauh berbasis daring tersebut merupakan sebuah solusi atau alternatif agar proses pendidikan tetap berjalan. Hal ini berdampak pada seluruh jenjang pendidikan, termasuk peserta didik dengan hambatan intelektual yang menempuh pendidikan di sekolah inklusi, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran jarak jauh bagi anak hambatan intelektual di sekolah inklusi. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah inklusi di Jakarta Barat yaitu SMPN 191 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Subjek penelitian yaitu salah satu guru pembimbing khusus di SMPN 191 Jakarta. Adapun proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara sehingga dapat diketahui bahwa pembelajaran jarak jauh bagi anak hambatan intelektual dilakukan secara daring dengan menggunakan media platform whatsapp dan google classroom. Dalam pelaksanaannya orang tua dari anak hambatan intelektual ikut terlibat dalam proses pembelajaran sehingga anak dapat memahami materi yang diberikan guru.
Urgensi Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini Muchamad Irvan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v6i22020p108-112

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak berkebutuhan khusus tidak merujuk pada sebutan untuk anak dengan kecacatan, namun merujuk pada layanan khusus yang diperlukan anak berkebutuhan khusus. Terdapat berbagai jenis kategori dalam lingkup istilah anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks pendidikan khusus di Indonesia anak berkebutuhan khusus di kategorikan dengan istilah anak tunanetra, anak tunarungu, anak tunagrahita, anak tunadaksa, anak tunalaras, dan anak cerdas dan bakat istimewa. Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Lebih daripada itu, setiap anak berkebutuhan khusus juga memerlukan layanan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik mereka. Perlu dilaksanakan kegiatan identifikasi dan asesmen untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan mereka. Hal tersebut dianggap penting guna mendapatkan layanan yang tepat sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan kemampuan. Children with special needs (ABK) are children who grow and develop with various differences from children in general. The term children with special needs does not refer to children with disabilities, but instead refers to special services needed by children with special needs. There are various types of categories within the scope of the term children with special needs. In the context of special education in Indonesia, children with special needs are categorized by the terms blind children, deaf children, mentally retarded children, disabled children, children with disabilities, and intelligent children and special talents. Every child with special needs has different characteristics from one another. More than that, every child with special needs also requires special services that are tailored to their abilities and characteristics. It is necessary to carry out identification and assessment activities to determine their characteristics and needs. This is considered important in order to get the right service according to the characteristics, needs and capabilities.
Peningkatan Penguasaan Tata Kalimat pada Siswa Tunar ungu dengan Gambar Berseri Endang Sulistyorini
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v6i12020p62-66

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan penguasaan tata kalimat siswa tunarungu sebelum dan setelah diberikan intervensi melalui gambar berseri pada siswa tunarungu kelas V di SLB-B Dharma Wanita Kab. Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) yang dilakukan oleh peneliti dan guru kolaborator pada kelas V SLB-B Dharma Wanita Kab. Sidoarjo melalui 2 siklus. Dimana setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evalusi, serta refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, hasil yang dicapai pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase aktivitas siswa 57,7%. Pada siklus II persentase aktivitas siswa 69,5%. Sama halnya dengan hasil evaluasi siswa pada setiap siklus juga mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata - rata 59,11, dan hanya 2 siswa atau 40% siswa yang tuntas. Pada siklus II nilai rata - rata 75,85, siswa yang tuntas 5 orang atau 100%. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut dapat diketahui bahwa pembelajaran melalui gambar berseri dapat meningkatkan penguasaan tata kalimat siswa tunarungu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.