Articles
173 Documents
HAK GUGAT FORUM WARGA KOTA (FAKTA) SEBAGAI ORGANISASI NON PEMERINTAH (NGO’S STANDING) KE PENGADILAN (Kajian Putusan Nomor 403/Pdt.G/2011/PN.JKT.PST)
Mustakim - -
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.571 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i1.244
Ketidakkonsistenan Majelis Hakim dalam menilai kapasitas Forum Warga Kota Jakarta sebagai organisasi non pemerintah (NGO’s Standing) terlihat dalam memberikan putusan sela dan putusan akhir sebagaimana terlihat dalam Putusan No. 403/Pdt.G/2011/PN.JKT.PST. Putusan terebut memperlihatkan ketidakpakaham dengan mencampur adukkan mekanisme Hak Gugat Organisasi Non Pemerintah (NGO’s Standing) dengan Hak Gugat Warga Negara (Citizen Law Suit). Fakta tersebut terlihat dalam putusan sela menerima kapasitas FAKTA, akan tetapi dalam Putusan Akhir menolak gugatan dengan pertimbangan bahwa Ketua dan Sekjen tidak berhak mewakili FAKTA. Permasalahan adalah apakah setiap Organisasi dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan dan FAKTA mempunyai legal standing mengajukan gugatan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian bahwa FAKTA mempunyai hak gugat ke Pengadilan dengan mendasarkan AD/ART dan pengakuan dari putusan pengadilan dan adanya kekeliruan dari Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut.
CERITA LAMA FREPORT DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Suharyono -
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.05 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i1.242
The purpose of this study is giving a comprehensive and critical explanation about necessary action or effort which should be carried out to overcome the Freeport’s dilemma connected with Science Philosophy, Business Ethics, Corporate Social Responsibility (CSR), and Good Corporate Governance (GCG). The data discussed in this study is a secondary data obtained mainly from web sites and on line media (2005 and 2007). The discussion result showed that most of the comments by Freeport’s managements in their report didn’t support the real condition. Business Ethics Implementation, CSR and GCG at the company were basically uncertain and doubtful in supporting the sustainable development. Freeport has been a dilemma which is necessary to be handled wisely by respecting proportionally the stakeholders’ necessity of the company both primary and secondary. It is necessary for that reason to create ownership proportionality, to determine the rule and regulation and to conduct the law enforcement in accordance with law resemblance.
DARI INTERNASIONALISME KE GLOBALISASI: WHAT NEXT?
Indra - Kusumawardhana
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.715 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i1.245
Since the 1990s, the word "globalization" has become a buzzword to explain how the world is undergoing significant changes. The emergence of new actors in the era of globalization signifies the nature of Plurality which is now a determination in interaction at the global level. Issues that are now beginning to vary and touch the basic essence to be managed together in the shade of governance between various actors in International System. In fact, before those years, the term internationalism became an important keyword in the contestation and constellation of world politics. Thus, the emergence of the term globalization and internationalism becomes an important marker that there has been a significant shift in world politics. In this context two questions arise; Firstly, the significance lies in the discourse on the concept of internationalism and globalization debating whether these two concepts are an evolution, a transformation, or a continuity? The core argument of this paper propose that the concept of internationalism and globalization is not an evolution, transformation, or continuity, but arises in a different context in world political contestation. Secondly, Therefore the challenges faced in the Era of Globalization are also different, this is because globalization comes from the concept of economy, while internationalism comes from the political concept. What kind of challenges will we face in this Era of Globalization in the future? In order to tackle those two questions; this paper will be divided in two parts. The two discussions made in this paper hopefully can be woven into a sufficient argument to deliver us to a picture of the challenges we will face in the Era of Globalization going forward.
Pengungsi dalam Perspektif Hubungan Internasional
Zulkarnain
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.188 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.342
Isu pengungsi internasional kembali mengemuka dalam diskursus hubungan internasional semenjak perang dunia kedua usai. Jika pada masa perang dunia isu pengungsi ini muncul kepermukaan adalah karena perang, maka setelah perang dunia kedua, tepatnya setelah perang dingin, isu ini kembali menjadi bahan perbincangan sebagai akibat munculnya konflik internal di negara-negara tertentu sehingga memunculkan gelombang pengungsi internasional. Secara umum para pengungsi yang demikian ini menginginkan rasa aman dan sekaligus menghindari tekanan-tekanan sosial, keamanan dan politik dari negara induknya. Sistem internasional sebenarnya sudah sangat mendukung terciptanya upaya perlindungan terhadap pengungsi ini, namun secara bersamaan masih banyak negara yang enggan mengurusi pengungsi. Bisa saja sebagai akibat dari status pengungsinya yang dianggap gelap atau ilegal dan bisa saja karena negaranya yang belum meratifikasi Konvensi tentang Pengungsi. Tetapi apapun alasannya, studi hubungan internasional kembali menunjukkan ciri khasnya sebagai studi yang selalu bergerak dinamis dan ditandai dengan kondisi yang selalu change and continuity. Kata Kunci : Pengungsi Internasional, Migrasi Internasional
PENGARUH INVESTASI CHINA TERHADAP PENANGANAN KETENAGAKERJAAN ASING DI INDONESIA
Muhammad Badaruddin;
Suciliana Octavia
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.608 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.339
Ambisi Presiden Joko Widodo dalam menarik investasi asing ternyata bertemu dengan kepentingan China yang sedang bergerak secara massif dalam berinvestasi ke berbagai negara. Selanjutnya China menggelontorkan dana yang sangat besar bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang di sisi lain juga menuntut pelonggaran kebijakan ketenagakerjaan asing di Indonesia. Artikel ini akan membahas mengenai pengaruh investasi China di Indonesia terhadap penanganan ketenagakerjaan asing pada masa pemerintahan Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus untuk menganalisis berbagai kasus yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan investasi China di Indonesia membawa pengaruh terhadap penanganan ketenagakerjaan asing. Hal ini dapat dilihat dengan ketidaktegasan pemerintah terhadap TKA dan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing ilegal asal China. Serta, adanya berbagai perubahan dan penghapusan peraturan terkait ketenagakerjaan asing yang melanggar peraturan Undang-Undang sehingga memberikan pelonggaran terhadap TKA ilegal asal China. Meski demikian, Pansus TKA telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun, adanya kesan kesengajaan pemerintah untuk melakukan pembiaran terhadap kasus TKA ilegal asal China. Kata kunci:Investasi Asing, Kebijakan Ketenagakerjaan, Tenaga Kerja Asing Ilegal
KEKUATAN POLITIK BIROKRASI PADA KEMENANGAN AIRIN RACHMI DIANY DAN BENYAMIN DAVNIE DALAM PEMILUKADA TANGERANG SELATAN 2010-2011
Raden Iwan Siswadijaya
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.29 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.341
The influence of bureaucratic politics in South Tangerang General Election is very relevant to assess the political situation in the country especially when elections. With kualitati method and the case study approach, then we will see to what extent the bureaucratic politics the role power victory Rachmi Diany Airin and Benjamin Davnie in South Tangerang General Election 2010-2011 Keywords: Politik Birokrasi, PEMILUKADA, Tangerang Selatan
Peran Institusi Internasional Dalam Penanggulangan Ancaman Cyber
Iqbal Ramadhan
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.821 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.338
This article describes about managing cyber threat by using the role of international institution. Cyber threat is borderless and state is hard to maintain its security in digital age. Managing cyber threat is not like arms control. It also cannot rely on realist’s self-help concept because the threat comes from state and non-state actor. In order to anticipate the threat, cooperation through international institution is very important. The state actor can share information and cooperate in managing the threat by using international institution. In South East Asia, ASEAN Economic Community must be supported by stable cyber environment. Indonesia and other members should work together to prevent any cyber threat that can jeopardize ASEAN Economic Community.
ANALISIS KEBIJAKAN DALAM MENGAMANKAN PULAU MIANGAS PROVINSI SULAWESI UTARA
Heru Dian Setiawan
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.501 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.343
Kajian ini dilatar-belakangi oleh semakin tingginya ancaman keamanan dan pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia. Pasca lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan pada tanggal 17 Desember 2002 merupakan salah satu pembelajaran sangat penting bagi Indonesia untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan untuk menghindari terjadinya kembali konflik antar Negara tetangga. Oleh karenanya, dengan menggunakan metode kajian yang berproses deskriptif kualitatif berdasar pada konsep Kartasasmita (1997:142) dan Anderson (dalam Islamy, 1994:20-21), maka kajian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengamankan Pulau Miangas Provinsi Sulawesi Utara. Kata kunci : Kebijakan, Konflik Antar Negara, Teritory
PROBLEMATIKA DAN PROSPEK MPR: DULU, KINI, DAN NANTI
Efriza Efriza
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.005 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.344
Tulisan ini membahas problematika dan prospek MPR berdasarkan konsep dan praktiknya, dari hasil penelitian ini menghasilkan wacana untuk menjadi rekomendasi memperbaharui tipe parlemen Indonesia dari keragaman parlemen (MPR/DPR/DPD) sehingga menjadi jelas pilihannya antara unikameral atau bikameral. Penulisan ini mengaplikasikan kategorisasi konsep lembaga perwakilan dalam sistem presidensial menurut Jimly Asshiddiqie, serta format lembaga perwakilan dan kriteria untuk menentukan Kamar dalam Parlemen menurut Fatmawati. Sehingga, dapat dipahami konsep dan implikasi dari diterapkannya lembaga MPR.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA
Suadi Sapta Putra
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.737 KB)
|
DOI: 10.47313/pjsh.v2i2.345
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap niat kewirausahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 500 mahasiswa dari fakultas di Universitas Nasional. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat kewirausahaan yang ditunjukkan oleh F hitung lebih besar dari F tabel, sehingga hipotesis penelitian diterima. niat kewirausahaan tersebut juga diperkuat oleh variabel demografi gender, pengalaman kerja, dan pekerjaan orang tua. niat kewirausahaan pria lebih tinggi daripada wanita. Mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja juga memiliki niat kewirausahaan yang lebih tinggi. Mahasiswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani memiliki niat yang paling rendah dalam bidang kewirausahaan.