cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
PENGARUH SENAM BUGAR LANJUT USIA (LANSIA) TERHADAP KADAR ASAM URAT PENDERITA HIPERTENSI Tatara, Hubert I.; Wungouw, Herlina I. S.; Polii, Hedison
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4364

Abstract

Abstract: The increase of life expectancy contributes to complex impact on diseases suffered by the elderly. Although it is yet to be considered as a risk factor, data suggests that uric acid is one of the risk factors of cardiovascular disease. Exercise is an effort which prevents the increase of uric acid levels. 'Senam Lansia' (Elderly Aerobics) is a light, simple & easy to apply to the elderly. This study has purposed to know about elderly aerobics effects on uric acid levels in patients with hypertension. This study is a one group pre-post test, that was conducted as a field at BPLU Senja Cerah. Elderly aerobics has been doing 3 times in a week for 3 weeks in 30 subjects. The result shows a significant decrease of uric acid levels before and after the exercise, with an average difference of 1,56 mg/dl. The confidence interval value for lower is 0,84 & 2,28 for upper. Based on the result of statistic test, (p) value which is the signification value is 0,00 smaller than the value of alpha (a = 0,05). This study proves that elderly aerobics contributes significantly in the levels of uric acid in patients with hypertension. Keywords: elderly, elderly aerobics, hypertension, uric acid     Abstrak: Usia harapan hidup yang semakin meningkat, membawa dampak semakin kompleks dalam hal penyakit yang bisa diderita oleh orang lanjut usia. Meskipun belum dianggap sebagai faktor resiko, namun data yang ada menunjukkan asam urat merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. Salah satu pencegahan dari meningkatnya kadar asam urat yakni dengan berolahraga. Senam lansia adalah olahraga ringan, mudah dilakukan dan tidak memberatkan untuk diterapkan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Penelitian bersifat eksperimental lapangan dengan rancangan one group pre-post test yang dilakukan pada 30 penderita hipertensi di BPLU Senja Cerah. Dilakukan senam bugar lansia 3 kali seminggu dengan lama latihan selama 3 minggu. Kadar asam urat sebelum dan sesudah senam diukur, dan dianalisa. Hasil yang didapat, terjadi penurunan bermakna kadar asam urat antara sebelum dan sesudah senam bugar lansia dengan selisih rata-rata sebesar 1,56 mg/dl. Nilai confidence interval, yaitu 0,84 untuk lower dan 2,28 untuk upper. Nilai signifikasi (p) dari hasil uji statistik yaitu 0,00 lebih kecil dari nilai alpha (α = 0,05). Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan senam bugar lansia terhadap kadar asam urat penderita hipertensi. Kata Kunci: asam urat, hipertensi, lansia, senam bugar lansia
Pengaruh Pemberian Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Terpapar Asap Rokok Gunawan, Prilly P.; Turalaki, Grace L.A.; Tendean, Lydia E.N.
e-Biomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i2.18517

Abstract

Abstract: Lycopene is a potent antioxidant that provides protection against spermatozoa cell damage due to cigarette smoking. The high number of conjugated double bonds makes lycopene has a singleton oxygen cooling ability higher than beta-carotene and alphatocopherol. This was an experimental study with the post test only control group design. The dependent variables in this study were spermatozoa quality which included motility, morphology, and concentration while the independent variables were tomato paste (Solanum lycopersicum) and cigarette smoking. Subjects of this study were 7 Wistar rats (Rattus norvegicus) divided into 2 groups: the control group (P0), exposed to two cigarette smoke per day and the treatment group (P1), given tomato paste once a day. Treatment was given for 48 days. Based on data analysis, the results showed significant differences in spermatozoa motility and morphology of the control and treatment groups (P <0.05), but in spermatozoa concentration the P value was >0.05. Conclusion: Tomato paste (Solanum lycopersicum) administration to Wistar rats could improve the spermatozoa motility and morphology significantly but not the spermatozoa concentration.Keywords: sperm quality, lycopene, smoking, cigarette Abstrak: Likopen merupakan antioksidan kuat yang memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel spermatozoa yang disebabkan oleh asap rokok. Tingginya jumlah ikatan rangkap terkonjugasi membuat likopen memiliki kemampuan pendinginan oksigen singleton lebih tinggi dibandingkan beta-karoten dan alpha tocopherol. Jenis penelitian ini ialah eksperimental dengan post test only control group design. Variabel tergantung ialah kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, morfologi, dan konsentrasi sedangkan variabel bebasnya ialah pasta tomat (Solanum lycopersicum) dan asap rokok. Subjek penelitian sebanyak 7 ekor tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (P0), diberikan paparan asap rokok dua batang per hari dan kelompok perlakuan (P1), diberikan pasta tomat satu kali sehari. Perlakuan diberikan selama 48 hari. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada motilitas dan morfologi spermatozoa kelompok kontrol dan perlakuan (P <0,05), dan tidak ditemukan pengaruh terhadap konsentrasi spermatozoa (P >0,05). Simpulan: Pemberian pasta tomat (Solanum lycopersicum) pada tikus Wistar jantan dapat memperbaiki motilitas dan morfologi spermatozoa secara bermakna, tetapi tidak untuk konsentrasi spermatozoa.Kata kunci: kualitas spermatozoa, likopen, rokok
TUNGAU DEBU RUMAH DI KELURAHAN RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Kokali, Friska M.
eBiomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.2.2013.5487

Abstract

Abstract: Dust compossed of destrimen particles from hair, dirt, animal dander, food scraps, pollen, squama, bacteria, fungi and small insects. House dust mites which commonly found on carpet, mattress, pillow and other house furniture with moise enviroment. The goal of this research was to find out the density of  house dust mites and to know the species of  house dust mites in Ranotana Weru. Methods: The study is descriptif survey with cross sectional study design for two month’s which in November-December 2012. The sample which in collected from the house will be selected by the simple random sampling technic. The size of the sample will be determine using of the Snecdor Cochcran. Results: The results there is 5 species of house dust mites which is Dermatophagoides spp, Glycyphagus destructor, Acarus spp, Cheyletus spp, Tarsonemus spp. The density of the house dust mites in Ranotana Weru  is low. Conclusion: There are five  species of house dust mites are found in Ranotana Weru. The density of the house dust mites in Ranotana Weru  is low. The most common found in Ranotana Weru is the Acarus spp in the bedroom and the living room, but mostly ini the living room. Keywords: Species, density, house dust mite.    Abstrak: Debu terdiri atas partikel destrimen yang berasal dari rambut, daki, bulu binatang, sisa makanan, serbuk sari, skuama, bakteri, jamur dann serangga kecil. Di dalam debu rumah terdapat tungau debu rumah ( TDR ) yang banyak ditemukan pada rumah yang lembab, kasur, bantal, guling, karpet serta berbagai perabot rumah yang lain. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan TDR dan jenis TDR yang ditemukan dikelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode: Penelitian menggunakan metode survey deskriptif dilakukan secara potong lintang (cross sectional) selama 2 bulan yakni bulan November - Desember 2012 di Kelurahan Ranotana Weru. Sampel penelitian yakni debu yang dikumpulkan dari kasur, sofa, lantai  ruangan-ruangan serta perabotan yang ada pada rumah penduduk dipilih oleh peneliti menggunakan teknik Simple random sampling. Besar sampel ditentukan dengan menggunakan  rumus Snecdor Cochran. Hasil: Penelitian ini ditemukan 5 spesies tungau debu rumah yakni Dermatophagoides spp, Glycyphagus destructor, Acarus spp, Cheyletus spp, Tarsonemus spp. Kepadatan tungau debu di kelurahan Ranotana Weru rendah. Simpulan: Ada lima jenis tungau debu rumah yang ditemukan di kelurahan Ranotana Weru, tungau debu rumah Acarus spp paling banyak ditemukan di ruang tidur maupun di ruang keluarga, tungau debu rumah jenis Acarus spp lebih dominan ditemukan pada ruang keluarga dibanding ruang tidur, kepadatan tungau debu rumah di Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea cukup rendah. Kata Kunci: Jenis, Kepadatan, Tungau debu.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA DI KOTA BITUNG Hendra, Christine; Manampiring, Aaltje E.; Budiarso, Fona
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.11040

Abstract

Abstract: Obesity is defined as a condition of abnormal or excessive fat accumulation in adipose tissue which can be harmful for health. The risk factors that can affect obesity in adolescent are dietary habit, lifestyle, physical activity, environmental factor, genetics, health factor, psychological and hormonal drugs. The purpose of this study was to determine the prevalence and risk factors for obesity in adolescent. This study used cross sectional method with descriptive approach, the sampling technique used in this study is simple random sampling. Samples are 966 students which met the inclusion criteria were 15 to 18 years old, was willing to be sampled. Data retrieval is done by measuring waist circumference. Conclusion: Based on the waist circumference measurement of 966 populations, 220 peoples are found obese with presentation of 22,8% consisting of 59 boys with presentation 6,1% and 161 girls with presentation of 16,7%. Based on the research result, dietry habit is the most affecting factor in obesity, followed by genetic factor, lifestyle, physical activity and environmental factor and the last are health factor and psychological.Keywords: obesity, adolescents, risk factor.Abstrak: Obesitas didefinisikan sebagai suatu kondisi akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sampai kadar tertentu sehingga dapat merusak kesehatan. Faktor-faktor risiko yang dapat menpengaruhi terjadinya obesitas pada remaja adalah pola makan, pola hidup, aktivitas fisik, faktor lingkungan, genetik, faktor kesehatan, psikis dan obat-obatan hormonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor risiko terhadap obesitas pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode cross sectionaldengan pendekatan dekskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan cara simple random sampling. Sampel penelitian sebanyak 966 siswa yang memenuhi kriteria inklusi yang berusia 15-18 tahun, bersedia menjadi sampel. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran lingkar pinggang. Simpulan: Berdasarkan hasil pengukuran lingkar pinggang pada 966 populasi didapatkan 220 orang mengalami obesitas dengan presentasi 22,8% yang terdiri dari 59 orang laki-laki dengan presentase 6,1% dan 161 orag perempuan dengan presentase 16,7%. Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan bahwa pola makan merupakan faktor risiko paling berpengaruh pada obesitas kemudian diikuti dengan faktor genetik, pola hidup, aktivitas fisik dan faktor lingkungan dan yang terakhir adalah faktor kesehatan dan psikis.Kata kunci: obesitas, remaja, faktor risiko.
PERBANDINGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE TANPA SYOK DAN SYOK DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Heatubun, Cristina E.
eBiomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.2.2013.5472

Abstract

Abstract: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted by Aedes mosquitoes aegypty. Platelet counts dengue fever phase decreased, reaching even the lowest amount in the event of shock. The decrease in platelet count due to impaired function and platelet counts due to the formation of immune complexes in response to dengue virus antigens. This study aims to determine the ratio of the number of platelets in DHF without shock and shock in the department of Prof.. dr. R. D. Manado Kandou the period January to December 2012. This type of research is a cross sectional analytic study with a retrospective design, using secondary data from medical records in the Department of Pediatrics. The research sample was aged 1-13 years,  diagnosis of DHF according to WHO 1997 criteria, the examination of platelet counts as the first day of admission. This study used medical record notes, and for statistical analysis Mann-whitney test was used. Values ​​obtained significant (p = 0.00 <0.05). From the results of research conducted concluded that the platelet counts in children with DHF without shock is higher than children who suffer from DHF with shock (SSD). Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) without shock, DHF with shock (SSD), Platelet counts   Abstrak: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. Jumlah trombosit penyakit DBD pada fase demam mengalami penurunan, bahkan mencapai jumlah terendah pada saat terjadinya syok. Penurunan jumlah trombosit disebabkan gangguan fungsi dan jumlah trombosit akibat pembentukkan kompleks imun sebagai reaksi antigen virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah trombosit pada DBD tanpa syok dan syok di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado periode Januari-Desember 2012. Jenis penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik dengan desain waktu retrospektif, menggunakan data sekunder dari rekam medik di Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Sampel penelitian adalah umur 1-13 tahun, diagnosis DBD menurut kriteria WHO 1997, pemeriksaan jumlah trombosit hari pertama saat masuk RS. Penelitian ini menggunakan catatan rekam medik, dan untuk analisis statistik digunakan uji mann-whitney. Nilai yang didapatkan signifikan (p=0,00< 0,05). Dari hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa jumlah trombosit pada anak yang menderita DBD tanpa syok lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah trombosit pada anak yang menderita DBD dengan syok (SSD). Kata kunci: DBD (Demam Berdarah Dengue) tanpa syok, DBD dengan syok (Sindrome Syok Dengue), jumlah trombosit.
SIKAP ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK PADA KELUARGA PETANI DI DESA TALAWAAN BANTIK KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Teintang, Yunemey; Sinolungan, Jehosua S.V.; Opod, Henry
eBiomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.2.2015.8127

Abstract

Abstract: Most farmers are not high educated, however, they can get a lot of information about attitude from other people and media. This study aimed to obtain parents’ attitudes toward the formation of children personality in Talawaan Bantik, Wori, North Minahasa. Ths was a quantitative descriptive study. Data were colleced by using interview and observation, meanwhile data collecting tools were guided by using interviews, questionnaires, and documentation study. The results showed that the attitude of parents influenced the formation of the child's personality. Parents who cared their children with loving personality produced more responsible children, friendly children, and creative children. The attitude of parents who spoiled their children could produce lazy personality. The attitude of parents who gave physically punishment to the children could produced children with moody and timid personality. The attitude of parents who taught children to socialize with their surroundings coould resulted in children who were good in speaking.Keywords: attitudes of parents, farmer family, child's personalityAbstrak: Pekerjaan sebagai petani ditekuni orang tua yang mayoritas tidak berpendidikan tinggi namun sudah mendapat banyak informasi mengenai sikap melalui orang lain dan media. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sikap orang tua terhadap pembentukan kepribadian anak di Desa Talawaan Bantik Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan alat pengumpulan data yaitu panduan wawancara, kuisioner, serta studi dokumentasi. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian mmperlihatkan sikap orang tua berpengaruh terhadap terbentuknya kepribadian anak. Orang tua yang bersikap mendidik anak dengan penuh kasih sayang menghasilkan kepribadian anak yang lebih bertanggung jawab, anak yang ramah, anak yang kreatif. Sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak dapat menghasilkan kepribadian anak yang pemalas. Sikap orang tua yang memberikan hukuman fisik kepada anak dapat menghasilkan kepribadian anak yang pemurung, anak yang penakut. Sikap orang tua yang mengajarkan anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dapat menghasilkan kepribadian anak yang mempunyai ketrampilan berbahasa yang baik.Kata kunci: sikap orang tua, keluarga petani, kepribadian anak
Hubungan lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Eben Haezar Manado Ngantung, Edwin J.; Doda, Vanda; Wungouw, Herlina I.S.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14628

Abstract

Abstract: Central obesity that measured by waist circumference as one of metabolic syndrome’s criteria, is one of many risk factor of metabolic and cardiovascular diseases. Teacher is an occupation which has the risk of high blood glucose and visceral fat accumulation. People with obesity have a tendency to elevation of blood glucose level. The aim of this research is to understand the correlation between waist circumference and blood glucose level on teacher in Eben Haezar junior and senior christian high school Manado. This research is a cross-sectional study that was conducted on September to December 2016. Samples were collected by total sampling method. Research data were analyzed with Spearman Rank Correlation Test. There are 83 research samples which consist of 28 men (33,7%) and 55women (66,7%). Most of teachers experienced central obesity (74,7%) and normal blood glucose level (83,1%). The result of the correlation test between waist circumference and blood glucose level is p-value = 0,9522 and r = -0,00667981. This study found that there is no statistically significant relationship between waist circumference and blood glucose level on teacher in Eben Haezar junior and senior christian high school Manado.Keywords: waist circumference, blood glucose level, teachers Abstrak: Obesitas sentral yang diukur berdasarkan lingkar pinggang sebagai salah satu kriteria sindroma metabolik merupakan salah satu faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Guru merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami peningkatan kadar gula darah dan penumpukan lemak viseral. Orang dengan obesitas memiliki faktor risiko mengalami peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan pada bulan September-Desember 2016. Sampel diambil dengan metode total sampling. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Sampel penelitian berjumlah 83 sampel yang terdiri dari 28 sampel pria (33,7%) dan 55 sampel wanita (66,3%). Mayoritas guru mengalami obesitas sentral (74,7%) dan kadar gula darah yang normal (83,1%). Hasil Uji korelasi antara lingkar pinggang dengan kadar gula darah adalah p-value = 0,9522 dan r = -0,00667981. Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan kadar gula darah pada guru di SMP dan SMA Kristen Eben Haezar Manado. Kata kunci: lingkar pinggang, kadar gula darah, guru
GAMBARAN TEKAN INTRAOKULAR PADA PEMAIN MUSIK BIA Pratasik, Junior; Engka, Nancy; Supit, Siantan
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4573

Abstract

Abstract:Intraocullar Pressure (IOP)closely related to Glaukoma,the 2nd Indonesian blindness causes. Ophtalmology’s riset aproximately during 10 years found an association inflatable music play and increased of IOP. One kind of inflatable music in North Sulawesi which known as Musik Bia (sea shell wind instrument) who had recently recorded in Guiness World Book Of Record as The Biggest Sea Shell Wind Instrument Ensemble. Scientific evidence and fact above have placed inflatable music player especially Bia Music player particularly into high – risk groups of Glaucoma disease This Study aims to reveal the IOP on Bia music player From Batu Villages.Research was done by using cross sectional design. Sample amounted 27 player have fulfilled inclusion criteria that were 11 – 70 years old, physically and mentally healthy, are more than 6 months playing music, be willing to sample and signed the informed consent. The instrument used is the Non – Contack Tonometer. The results of observation shows that The mean IOP in male player is 12.16 mmHg in the right eye and the left eye is worth 12,35 mmHg , whereas the average of IOP in female player is 10.32 mmHg in the right eye and left eye iop mean value is 10.42 mmHg. In 27 bia music player consisting of 23 men and 4 woman had a mean IOP are generallynormal. Keywords: Intraocular Pressure (IOP),Bia Music Player   Abstrak: Tekanan intraokularerat kaitannya dengan penyakit glaukoma yang menjadi penyabab kebutaan kedua di Indonesia. Penelitian dalam dunia Opthalmology kurang lebih 10  tahun terakhir menemukan adanya hubungan bermain musik tiup dan peningkatan tekanan intraokular Salah satu jenis musik tiup di Sulawesi Utara adalah musik bia yang tercatat pada Guiness World Book Of Record sebagai the biggest sea shell music ensemble orchestra.Bukti ilmiah dan fakta diatas menempatkan pemain musik bia kedalam kelompok resiko tinggi penyakit Glaukoma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan intraokular pada pemain musik bia di desa Batu.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 27 pemain yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu berumur 11-70tahun, sehat jasmani dan rohani, sudah lebih dari 6 bulan memainkan musik, bersedia dijadikan sampel penelitian dan menandatangani informed consent. Alat yang digunakan adalah tonometer non – kontak.Hasil pengamatan menunjukan rerata tekanan intraokular mata kanan pada pemain pria sebesar 12,16 mmHg dan pada mata kiri bernilai 12,35 mmHg, sedangkan pada pemain wanita rerata tekanan intraokular sebesar 10,32 mmHg pada mata kanan dan rerata tekanan intraokular mata kiri bernilai 10,42 mmHg.Pada 27 orang pemain musik bia yang terdiri dari  23 pria dan 4 wanita memiliki rerata tekanan intraokular umumnya normal. Kata Kunci: Tekanan Intraokular,Pemain Musik Bia.
Uji Resistensi Bakteri terhadap Arsen yang di Isolasi dari Sedimen di Muara Sungai Totok Rompis, Tessalonicha J.; Bodhi, Widdhi; Budiarso, Fona
e-Biomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v6i2.21997

Abstract

Abstract: Arsenic is still used in lots of human activities that results in environmental pollution. Arsenic is also found in nature in a small quantity. Gold mining industry is one of the human activities that uses arsenic. Mining waste that is not managed properly can inflict environmental pollution and harms the human health due to its toxic-substance content. This study was aimed to isolate and identify bacteria in the soil sediment obtained from the estuary area of Totok River, Southeast Minahasa and tested the bacteria's resistance levels to arsenic. Bacteria were isolated from sediment samples from the estuary area of Totok River, and the isolated bacteria were grown in agar media containing arsenic trioxide. Bacteria identification were perfomed by using morphological, physiological and biochemical tests. The results showed that bacteria grew successfully in 10 isolates; 2 isolates were Gram negative bacteria and 8 isolates were Gram positives bacteria. All isolates showed no motility. Identification of bacteria revealed four genera: Bacillus sp., Streptococcus sp., Acetobacter sp, and Escherichia sp that were resistant to arsenic 1000 ppm. Conclusion: There were 4 genera of arsenic-resistant bacteria identified in the sediment of the estuary area of Totok River, as follows: Bacillus sp., Streptococcus sp., Acetobacter sp, and Escherichia sp. All of them were resistant to arsenic 1000 ppm.Keywords: sediment, arsenic-resistant bacteria Abstrak: Arsen (As) masih banyak ditemukan dalam kegiatan manusia yang berakibat pencemaran terhadap lingkungan. Arsen juga dapat ditemukan di alam secara alami namun dalam jumlah yang sedikit. Industri pertambangan emas merupakan salah satu kegiatan manusia yang menggunakan arsen. Limbah pertambangan yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia karena berpotensi mengandung racun yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri resisten arsen serta tingkat resistensinya yang terdapat pada sedimen di muara Sungai Totok Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara. Bakteri diisolasi dari sedimen di muara sungai Totok dan ditumbuhkan pada media agar yang mengandung arsen trioksida. Identifikasi dari bakteri yang tumbuh menggunakan uji fisiologi, uji morfologi dan uji biokimia. Hasil penelitian mendapatkan 10 isolat dengan bakteri yang berhasil tumbuh, yaitu 2 isolat bakteri Gram negatif dan 8 isolat bakteri Gram positif. Semua isolat tidak menunjukkan adanya motilitas dan dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok genus yaitu Bacillus sp., Streptococcus sp., Acetobacter sp, dan Escherichia sp. Keempat genus bakteri ini resisten terhadap arsen hingga konsentrasi 1000 ppm. Simpulan: Terdapat empat genus bakteri resisten arsen yang teridentifikasi dalam sedimen di muara Sungai Totok, yaitu Bacillus sp., Streptococcus sp., Acetobacter sp, dan Escherichia sp. Kesemuanya resisten terhadap arsen hingga konsentrasi 1000 ppm.Kata kunci: sedimen, bakteri resisten arsen
FORCED EXPIRATORY VOLUME IN ONE SECOND (FEV-1) PADA PENDUDUK YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI Molenaar, Ray E.; Rampengan, J. J. V.; Marunduh, S. R.
eBiomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.3.2014.6200

Abstract

Abstract: Livingin highlands as geographical factors related to the nature of the climate influences the shape of the human body. There is a tendency of people who live in the highlands have bigger circle chest and lungs than the people who live in the lowlands. Numerous studies shows the degree of lung function in people living at highlandsare greater than the people living in the lowlands. This study aims to determine the profile of FEV-1 of the people who lives in highlands. This is a descriptive type of research that uses distribution tables. The subject of this researchare people aged 20-70 years made ​​up of 30 womens who live in the highlands. The data is obtained through the measurement of FEV-1 using Spirometer Sibel TS8248 / 1. Different fromthe results of previous studies and based on the results of the measurement and distribution table of FEV-1 obstructive degree, 29 people of the population have normal value and 1 person has a mild obstructive value. The is, almost all of the subjectsthat were studied has normal value of FEV-1. Keywords: FEV-1, Highlands.   Abstrak: Ketinggian tempat tinggal sebagai faktor geografis yang berhubungan dengan sifat iklim berpengaruh terhadap bentuk tubuh. Ada kecenderungan orang-orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki lingkaran dada dan paru-paru yang lebih besar dari pada orang-orang yang tinggal di dataran rendah.Sejumlah penelitian menunjukkan derajat fungsi paru pada penduduk yang tinggal di dataran tinggi lebih besar dari pada penduduk yang tinggal di dataran rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pengukuran FEV-1 pada penduduk yang tinggal di dataran tinggi.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi.Subjek dari penelitian ini berusia 20-70 tahun terdiri dari 30 orang perempuan yang tinggal di dataran tinggi.Data di peroleh melalui pengukuran FEV-1 menggunakan spirometer SIBEL TS8248/1.Berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya dan berdasarkan hasil pengukuran dan tabel distribusi derajat obstruktif FEV-1, 29 orang penduduk memiliki nilai normal dan 1 orang memiliki nilai obstruktif ringan.Kesimpulan dari hasil peneletian ini adalah, rata-rata subyek yang diteliti memiliki nilai FEV-1 normal. Kata kunci: FEV-1, dataran tinggi.