cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Uji efek ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap kadar kolesterol total pada tikus wistar (Rattus norvegicus) Suhendra, Abraham T.; Awaloei, Henoch; Wuisan, Jane
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.11376

Abstract

Abstract: Indonesia is a tropical country that has more than 1,000 kinds of medicinal plants. Medicinal plant is the use of part(s) of plants as ingredients in traditional medicine or synthetic drugs. One of the traditional medicine is avocado. Several studies have concluded that the avocado fruit and leaves can reduce total blood cholesterol levels while the seed is used in Nigeria for treating hypertension. This was an experimental study. Samples consisted of 12 male Wistar rats, divided into 4 groups (3 rats in each group). The treated groups were given propylthiouracil (PTU) for 14 days then the rats were given 125 mg/kg or 250 mg/kg of avocado seed extract for 14 days. The positive control group was given PTU 8 mg/rat for 14 days, followed by simvastatin 0.2 mg for 14 days. The negative control group was only given food and water. The results showed that the average level of total blood cholesterol in Wistar rats after treated with 125 mg/kg and 250 mg/kg avocado seed extract decreased by 18.1% and 31.2%, respectively. Conclusion: Avocado seed extract had an effect in reducing total blood cholesterol of Wistar rats.Keywords: avocado seed, total cholesterol levelAbstrak: Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki banyak tumbuhan dimana lebih dari 1000 tumbuhan tersebut dapat digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman obat ialah penggunaan bagian dari tanaman atau tumbuhan sebagai bahan dalam pembuatan obat tradisional maupun obat sintetik. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional ialah alpukat. Beberapa penelitian mengenai tanaman alpukat menunjukkan bahwa buah dan daun dari tanaman Alpukat dapat menurunkan total kolesterol dalam darah, sedangkan biji alpukat digunakan di Nigeria sebagai pengobatan untuk hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampel ialah 12 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 3 tikus). Kelompok-kelompok perlakuan diberikan propiltiourasil (PTU) selama 14 hari kemudian diberikan 125 mg/kg atau 250 mg/kg ekstrak biji Alpukat selama 14 hari. Kelompok kontrol positif diberikan PTU selama 14 hari kemudian diberikan simvastatin 0,20 mg/kg selama 14 hari. Kelompok kontrol negatif hanya diberikan pakan dan air. Hasil penelitian memperlihatkan rerata kadar kolesterol total tikus Wistar setelah diberikan 125 mg/kg dan 250 mg/kg ekstrak biji alpukat menurun sebesar 18,1% dan 31,2%. Simpulan: Ekstrak biji Alpukat berefek menurunkan kadar kolesterol total pada tikus Wistar.Kata kunci: biji alpukat, kadar kolesterol total
PENGARUH SENAM BUGAR LANJUT USIA (LANSIA) TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI Setiawan, Gilbert W
eBiomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.2.2013.3632

Abstract

Abstract: Hypertension is the most common illness experienced by residents in Indonesia. Hypertension is known as high blood pressure resulting from various factors. Hypertension is a serious illness and most often occur to the elderly, which greatly affect their quality of life. Focus on this research is finding the influence of elderly aerobic exercise on hypertension patients’ quality of life in BPLU senja cerah paniki bawah Manado. This research is a field experiment with pre-post one group test plan. To test the significance of this study, statistic test such as t paired with level of error of 5% or 0,05 is applied. Elderly aerobic exercise is instructed to 30 elderly patients with hypertension as respondents in this study. Experiment is performed by comparing the quality of life scores, measured by filling up a short- form 36 questioners by hypertension patients before and after elderly aerobic exercise. There is a significant effect of elderly aerobic exercise towards the quality of life of hypertension patients in BPLU senja cerah paniki bawah, where the value of significance is 0,00. This means there is an influence of quality of life before and after elderly aerobic exercise, where an increase in quality of life score emerges. Keywords: Elderly Aerobic Exercise, Quality of life, Hypertension   Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh penduduk di Indonesia. Hipertensi dikenal sebagai penyakit darah tinggi akibat dari berbagai macam faktor. Hipertensi ini merupakan penyakit serius dan paling sering terjadi terutama pada lansia yang sangat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Fokus pada penelitian ini yaitu untuk mencari pengaruh senam bugar lansia terhadap kualitas hidup penderita hipertensi pada BPLU Senja Cerah Paniki bawah Manado. Jenis penelitian ini adalah eksperimental lapangan dengan rancangan pre-post one group test. Untuk menguji signifikan dari penelitian ini maka digunakan uji statistik berupa uji t berpasangan dengan taraf kesalahan yaitu 5 % atau 0,05. Senam bugar lansia dilakukan oleh 30 responden yang menderita hipertensi. Eksperimen dilakukan dengan membandingkan skor kualitas hidup yang diukur dengan  pengisian short-form 36 yang dilakukan lansia penderita hipertensi sebelum dan sesudah senam bugar lansia. Terdapat pengaruh yang signifikan antara senam bugar lansia terhadap kualitas hidup pasien penderita hipertensi di BPLU Senja Cerah Paniki Bawah dimana nilai signifikannya 0,000. Artinya ada pengaruh kualitas hidup sebelum dan sesudah senam buagr lansia, dimana terjadi peningkatan skor kualitas hidup. Kata Kunci: senam bugar lansia, kualitas hidup, hipertensi
PROFIL KANDIDIASIS KUTIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO PERIODE 2009-2011 Seru, Rara Safira; Suling, Pieter Levinus; Pandeleke, Herry E. J.
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4599

Abstract

Abstract: Candidiasis is a diverse group of infections caused by Candida albicans. Superficial skin infections are one of the forms of cutaneous candidiasis infection. The purpose of this research is to evaluate the patient’s profile of cutaneous candidiasis in the Dermatovenereology clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2009–2011. This research was perform retrospectively to patients with cases of cutaneous candidiasis who came to Dermatovenereology clinic in 2009–2011. Data regarding number of patients, types of cutaneous candidiasis, sex, and age were recorded from medical record. The study showed that of a total of 10,003 visits in the years 2009–2011 there were 160 (0.53%) new cases of cutaneous candidiasis, 26.27% of the 598 new cases of fungal disease, the type of intertriginous candidiasis is the highest (95.63 %), most often women who suffer from cutaneous candidiasis (61.25%), mostly in the 45­–64 age group (38.13%). It can be conclude that cutaneous candidiasis is quite often found in the department of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keywords: cutaneous candidiasis, dermatomycoses.   Abstrak: Kandidiasis adalah berbagai kelompok infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans dan spesies lain dalam genus Candida. Infeksi kulit superficial merupakan salah satu bentuk infeksi dari kandidiasis kutis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil kandidiasis kutis pada poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof Dr R. D. Kandou Manado pada tahun 2009–2011. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif pada pasien dengan kandidiasis kutis yang datang ke poliklinik  Kulit dan Kelamin pada tahun 2009–2011. Dilakukan pencatatan data dari catatan medik mengenai jumlah pasien, jenis kandidiasis kutis, jenis kelamin dan umur. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dari total 10003 kunjungan pada tahun 2009–2011 terdapat 160 orang (0,53%) penderita baru kandidiasis kutis, 26,27% dari 598 kasus baru penyakit jamur, dengan jenis kandidiasis tertinggi ialah kandidiasis intertriginosa (95,63%), perempuan yang paling sering menderita kandidiasis kutis (61,25%), paling banyak pada kelompok umur 45–64 (38,13%). Dapat simpulkan bahwa kandidiasis kutis cukup sering didapatkan di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci: dermatomikosis, kandidiasis kutis.
Higiene Sanitasi Rumah Makan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Tahun 2019 Assa, Yunita M.; Boky, Harvani; Umboh, Jootje M. L.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.24142

Abstract

Abstract: Food sanitation is one of the prevention efforts that focus on activities and actions to relieve food and drinks from all hazards to health. This study was aimed to obtain the hygiene sanitation of restaurants at Sendangan, Kawangkoan. This was a descriptive study. The population consisted of all restaurants located at Sendangan. Food sanitation hygiene in this study was according to Kepmenkes RI No. 1098/MENKES/SK/VII/2003. The results showed that there were six restaurants involved in this study. The scores of restaurant hygiene and sanitation for location and buildings showed one restaurant with a total score of 38 (not fulfilled the requirements); 66 for sanitation facilities in the restaurants (did not meet the requirements); 38 for kitchen, dining room, and food storage warehouse, meanwhile 110 for food and ready-made food (eligible); 10 for food processing (did not meet the requirements); 58 for storage of food and ready-made food at one dining house (not fulfilled the requirements); 40 for serving meals at all restaurants (fulfilled the requirements); 45 for the equipment in all restaurants (eligible); 14 for the workers at the restaurant (did not meet the requirements). In conclusion, most of the restaurant fulfilled the requirement on food ingredients, cooked food, as well as food serving and utilities.Keywords: hygiene, sanitation, restaurants Abstrak: Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi rumah makanan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan. Jenis penelitian ialah deskriptif. Populasi ialah seluruh rumah makan yang berada di Kelurahan Sendangan. Higiene sanitasi makanan ialah menurut Kepmenkes RI N0.1098/MENKES/SK/VII/2003. Terdapat enam rumah makan yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil skor higiene dan sanitasi rumah makan pada lokasi dan bangunan rumah makan mendapatkan satu rumah makan dengan skor total berjumlah 38 (tidak memenuhi syarat); fasilitas sanitasi rumah makan berjumlah 66 (tidak memenuhi syarat); dapur, ruang makan dan gudang bahan makanan berjumlah 38, bahan makanan dan makanan jadi berjumlah 110 (memenuhi syarat); pengolahan makanan rumah makan berjumlah 10 (tidak memenuhi syarat); penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi pada satu rumah makan berjumlah 58 (tidak memenuhi syarat); penyajian makanan 40 di semua rumah makan (memenuhi syarat); peralatan terdapat di semua rumah makan berjumlah 45 (memenuhi syarat); dan tenaga kerja pada rumah makan berjumlah 14 (tidak memenuhi syarat). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar rumah makan sudah memenuhi syarat pada bahan makanan, makanan jadi, penyajian makanan, dan peralatan.Kata kunci: higiene, sanitasi, rumah makan
GAMBARAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA DI BPLU SENJA CERAH PANIKI BAWAH Pinontoan, Prisilia M.; Marunduh, Sylvia R.; Wungouw, Herlina I. S.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6618

Abstract

Abstract: The aim of this study was to find out the profile of muscle strength on elderly at BPLU Senja Cerah Paniki Bawah. This was a descriptive study with cross sectional design. There were 26 respondents who met the inclusion criteria, consisted of 10 elderly men and 16 elderly women. Respondents were selected by using purposive sampling method. The measurements of the muscle strength were done by using 1 RM method while doing elbow flexion, elbow extension, shoulder flexion, shoulder extension, shoulder abduction, knee flexion, knee extension and dorsoflexion. Data were analyzed manually and computerized then presented in tabular form. The result shows that the average muscle strength in elderly men were greater than women and the average muscle strength of respondents that were included in the age group 60-79 years old were greater than those in 80-99 years.Keywords: muscle strength, elderly.1 RMAbstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kekuatan otot pada Lansia di BPLU Senja Cerah Paniki Bawah. Penelitian ini merupakan peneliltian deskriptif dengan rancangan potong lintang. Responden yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 26 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Sampel dipilih menggunakan cara purposive sampling. Kekuatan otot pada lansia diukur dengan menggunakan metode 1 RM yang diukur pada gerakan fleksi siku, ekstensi siku, fleksi bahu, ekstensi bahu, abduksi bahu, fleksi lutut, ekstensi lutut serta dorsofleksi. Data yang sudah didapatkan kemudian dikumpul dan diolah secara manual dan komputerisasi serta disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan otot responden laki-laki lebih besar dibanding perempuan dan rerata kekuatan responden yang termasuk dalam kelompok umur 60-79 tahun lebih besar dibanding kelompok umur 80-99 tahun.Kata kunci: kekuatan otot, lansia, 1 RM.
Gambaran histologik aorta kelinci yang diinduksi dengan lemak babi dan diberi ekstrak beras hitam Polii, Lendy S.F.; Wongkar, Djon; Wangko, Sunny
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.12201

Abstract

Abstract: Dyslipidemia is an abnormal lipid metabolism, marked by the alteration of lipid fractions within the blood plasma. World Health Organization reported that dyslipidemia was associated with heart diseases in general with 4 million deaths each year. Dyslipidemia is mostly caused by unhealthy lifestyle. The change of lifestyle can be initiated by the modification of diet. Black rice (Oryza sativa L.) is a type of local rice which contains a different pigment than the regular or any other colored rice. This study aimed to identify the histological changes of rabbit aorta induced with lard and black rice extract diet. This was an experimental study with a post-test design. Subjects were three rabbits New Zealand white divided into 3 groups (A. B. And C) of 1 rabbit each. Group A was fed with standard diet (Vitamax), group B with high fat diet, meanwhile group C was fed with high fat diet added with black rice extracts. This study was carried out for 28 days, after that all the rabbits were terminated to obtain their aortas. The results showed that there were reductions of LDL and total cholesterol levels of group C. Foam cells were found in the tunica intima and tunica media in group A, B and C. However, the foam cells in group C were less than the other groups. Conclusion: Black rice diet could reduce the LDL and total cholesterol levels as well as the number of foam cells in the aorta tunica of rabbits. Keywords: aorta, rabbits, foam cells, black rice extracts, lard Abstrak: Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. WHO memperkirakan dislipidemia berhubungan dengan kasus penyakit jantung secara luas, serta menyebabkan empat juta kematian per tahun. Dislipidemia umumnya disebabkan karena gaya hidup. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan mulai dari memodifikasi pola diet. Beras hitam (Oryza sativa L.) merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen berbeda dengan beras putih atau beras berwarna lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran histologik aorta kelinci yang diinduksi dengan lemak babi dan diberi pakan beras hitam. Jenis penelitian ini eksperimental dengan rancangan post test. Subyek penelitian kelinci New Zealand white dibagi menjadi tiga kelompok (A, B, dan C), masing-masing kelompok terdiri dari 1 kelinci. Kelompok A diberikan pakan standar (Vitamax), kelompok B diberikan diet tinggi lemak, dan kelompok C diberikan diet tinggi lemak serta ekstrak beras hitam. Perlakuan diberikan selama 28 hari dan selanjutnya dilakukan terminasi untuk mengambil aorta kelinci dan kemudian dianalisis. Hasil penelitian memperlihatkan penurunan kadar kolesterol LDL dan total pada kelompok C. Gambaran histologik aorta kelompok A, B dan C menunjukkan adanya sel-sel busa di lapisan tunika intima dan tunika media, namun jumlah sel busa di kelompok C lebih sedikit dari kelompok yang lain. Simpulan: Ekstrak beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan total, serta jumlah sel busa di lapisan aorta pada kelinci.Kata kunci: aorta, kelinci, sel busa, ekstrak beras hitam, lemak babi
PERBANDINGAN TEKANAN DARAH ANTARA PENDUDUK YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH Sukarno, Inka A. T.
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.3700

Abstract

Abstract: Blood pressure is the pressure generated by the blood against the blood vessel. Blood pressure is affected by blood volume and elasticity of blood vessels. Increased blood pressure is caused by an increase in blood volume or blood vessel elasticity. Conversely, a decrease in blood volume will lower blood pressure. The aim of this study was to compare the profile of blood pressure among people living in the highlands and lowlands (coast). This was an analytic survey research methods using 160 samples. The data obtained through the measurement of blood pressure using sphygmomanometers ABN and Littman stethoscope. Data distribution based on blood pressure classification (WHO criteria) was tested using Chi-Square test. The results showed that the number of people with normal systole and diastole are more in the highlands (75 % and 72.5 %) than in the lowlands (55 % and 36.25 %). There are more respondents with hypertension both systolic and diastolic in the lowlands (45 % and 63.75 %) than in the highlands (25 % and 27.5 %). Furthermore, blood pressure measurement data were analyzed using the Mann Whitney U test. Based on tests, there is  a significant difference between people living in the higlands and lowlands ( α < 0.05 ), so that H1 is accepted and HO is rejected. Conclusions: There is a  significant difference in the measurement of blood pressure among people living in the highlands and lowlands. Keywords: blood pressure, highland, lowland (coast)     Abstrak: Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah. Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. Sebaliknya, penurunan volume darah akan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil tekanan darah antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah. Metode penelitian survey analitik dengan 160 sampel. Data di peroleh melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter ABN dan stetoskop Littman. Distribusi data berdasarkan klasifikasi tekanan darah WHO di uji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dengan tekanan darah normal sistole 75% dan diastole 72,5% lebih banyak di dataran tinggi dibandingkan dengan dataran rendah berturut-turut  55% dan  36,25%. Lebih banyak ditemukan hipertensi dengan sistole 45% dan diastole 63,75% di dataran rendah di bandingkan dengan dataran tinggi masing-masing 25% dan 27,5%. Selanjutnya, data hasil pengukuran tekanan darah di analisis menggunakan uji Mann Whitney U. Berdasarkan uji statistik di dapatkan ada  perbedaan yang signifikan antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah (α < 0.05), sehingga H1 diterima dan HO ditolak. Simpulan: terdapat perbedaan yang bermakna pada pengukuran tekanan darah antara penduduk yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah. Kata Kunci: tekanan darah, dataran tinggi, dataran rendah (pesisir pantai)
Hubungan penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 2016 Bawelle, Christo F.N.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14865

Abstract

Abstract: Smartphone is a kind of cellular phone that has high capability, and worked by radiate the electromagnetic radiation of radio frequency. The eye is visual sense that can capture the reflected light beam of an object. The increased of using smartphone nowadays made the community worry about the effects of smartphone radiation for health especially on the visual function. Objective: To know the correlation between the duration of using smartphone with visual function, and to know the correlation between the intensity of using smartphone with visual function in students of Medical Faculty Unsrat 2016 generation. Method: The research conducted was analytic survey with used cross sectional approach, the research conducted on Oktober 2016 at Department of Physics in Medical Faculty of Manado Sam Ratulangi University. Result: Based on the analysis result by Chi Square test obtained p= 0,033 which means there was the correlation between the duration of using smartphone with the visual function, and there was no correlation the between intensity of using smartphone with visual function with score p=0,786. Conclusion: There was a correlation between the duration of using smartphone with visual function in students of Medical Faculty Manado Sam Ratulangi University. There was no correlation between the intensity of using smartphone with visual function in students of Medical Faculty Manado Sam Ratulangi University.Keywords: smartphone, visual function Abstrak: Smartphone merupakan sejenis telepon seluler yang mempunyai kemampuan tinggi, dan bekerja dengan cara memancarkan sejenis radiasi elektromagnetik radio frekuensi. Mata merupakan indra penglihatan yang dapat menangkap berkas cahaya yang dipantulkan dari sebuah benda. Peningkatan penggunaan smartphone di era sekarang ini menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat tentang efek radiasi sinar smartphone terhadap kesehatan terutama fungsi penglihatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan, dan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat angkatan 2016. Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2016 di Bagian Fisika Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil: Berdasarkan hasil analisis dengan uji Chi Square diperoleh p=0,033 yang artinya ada hubungan lama penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan. Tidak terdapat hubungan secara statistik antara intensitas pengguanaan smartphone dengan fungsi penglihatan dengan nilai p=0,786. Simpulan: Ada hubungan antara lama penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan fungsi penglihatan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.Kata kunci: smartphone, fungsi penglihatan
GAMBARAN HISTOLOGI AORTA TIKUS WISTAR DENGAN DIET LEMAK BABI SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (annona muricata L.) Maramis, Reinaldo; Kaseke, Marie; Tanudjadja, G. N.
eBiomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.2.2014.4702

Abstract

Abstract: Soursop leaves contain several antioxidants e.g. flavonoid, vitamin C which have antiatherogenic effect that may inhibit the progression of atherosclerotic lession. The risk factor for atherosclerosis is the consumption of food containing highly saturated fatty acids e.g. lard. Low density Lipoproteins (LDL) will be accumulated within the intima and then be oxidized (LDL-ox). This substances ingested by macrophages, resulting in foam-cell formation. The aim of this study is to find out the histological feature of the aorta of wistar rats having lard diets without the addition of soursop leaf extract; having lard diets along with soursop leaf extract; and with which having lard diets followed by soursop extract. This study used experimental method study consisted of 16 wistar rats dividing into 4 groups: group I without treatment (negative control group), group II using lard diet for 14 days (positive control group), group III using lard diet diet with soursop leaf extract for 14 days (treatment group I), and group IV using lard diet for 14 days, and then followed by soursop leaf extract for 14 days (treatment group II). It was found that the aorta of group I showed foam cells in intima and media layers; in the group II showed foam cells in intima and media layers; group III and IV there were not foam cell in their intima and media layers. Summary: the aorta histological features of wistar rats being given lard diets for 14 days, showed foam cells in intima and media layers. Soursop leaf extract adding to lard diets had effect on decreasing foam cells formation (having protective effect), and the effect of giving lard diets following the addition soursop leaf extract showed a reduction of foam cells formation (having therapeutic effect). Keywords: soursop leaf, lard dietary, foam cell, wistar rat.    Daun sirsak mengandung antioksidan (flavonoid, vitamin C) yang berefek anti-aterogenik, sehingga membuat daun sirsak berkhasiat untuk menghambat perkembangan lesi aterosklerosis. Faktor resiko penyebab aterosklerosis adalah mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh yang tinggi, antara lain lemak babi. Konsumsi lemak jenuh berlebih dapat mengganggu fungsi sel endotel, sehingga lipoprotein berdensitas rendah (LDL) dapat masuk dan menjadi LDL teroksidasi (LDL-oks). Makrofag menangkap LDL-oks dan menjadi sel busa (lesi dini aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologi aorta tikus wistar dengan diet lemak babi tanpa pemberian ekstrak daun sirsak, diet lemak babi bersamaan dengan pemberian ekstrak daun sirsak, dan setelah diet lemak babi dilanjutkan pemberian ekstrak daun sirsak. Penelitian bersifat eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari 16 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok I tanpa perlakuan (kelompok kontrol negatif); kelompok II dengan diet lemak babi selama 14 hari (kelompok kontrol positif); kelompok III dengan diet lemak babi serta pemberian ekstrak daun sirsak selama 14 hari (kelompok perlakuan I); kelompok IV dengan diet lemak babi selama 14 hari, dilanjutkan pemberian ekstrak daun sirsak selama 14 hari (kelompok perlakuan II). Hasil penelitian memperlihatkan gambaran histologi aorta tikus wistar kelompok I tampak sel-sel busa pada lapisan intima dan media; pada kelompok II terdapat sel-sel busa; pada kelompok III dan IV tidak terdapat sel busa. Simpulan: tikus wistar dengan diet lemak babi selama 14 hari memperlihatkan gambaran histologi aorta tikus wistar terdapat sel busa pada tunika intima dan tunika media. Pemberian ekstrak daun sirsak bersamaan dengan diet lemak babi berefek menurunkan jumlah sel busa  (efek protektif). Pemberian ekstrak daun sirsak setelah diet lemak babi selama 14 hari berefek mengurangi jumlah sel-sel busa yang terbentuk (efek terapi). Kata kunci: daun sirsak, diet lemak babi, tikus wistar.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA GMIM Mandagi, Fergie M.; Umboh, Jootje M. L.; Rattu, Joy A. M.
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10479

Abstract

Abstract: The performance of nurses at the inpatient room in General Hospital Bethesda GMIM Tomohon can be seen from the quality of nursing care. The performance of nurses in implementing nursing care is a quality indicator at a hospital. This study aimed to determine the relationship between motivation, competence, supervision and appreciation to the performance of nurses in implementing nursing care at the General Hospital Bethesda GMIM Tomohon. This was an observational study with a case control design. The case samples were the executive nurses at the inpatient room. The sampling method that was used was Lemenshow formula. The data were collected from questionnaire and observation sheet, and be analyzed with the chi-square bivariate and multivariate logistic regression test. The results showed that there was a significant relationship between motivation (OR 6,98, p=0,004), supervision (OR 4,69, p=0,019), and appreciation (OR 19,79, p=0,000) to the performance of nurses, meanwhile competence (OR 1,91, p=0,409) had no significant relationship with the performance of nurses. The multivariate analysis showed that appreciation was the most dominant variable that affected the performance with an Odds Ratio 16.513 and statistically significant (p=0.004). The nurse’s performance was associated with motivation, supervision and appreciaton. Therefore, those aspects that affect motivation, supervision and appreciaton of work need to be managed properly in order to achieve the best performance of nurses.Keywords: motivation, competence, supervision, apreciation, performance, nurseAbstrak: Kinerja perawat di ruangan inap Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon dapat ditentukan dari mutu asuhan keperawatan yang diberikan. Kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan merupakan indikator mutu pada suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi, kompetensi, supervisi dan penghargaan dengan kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Sampel kasus dalam penelitian ini yaitu perawat pelaksana di ruang inap. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lemenshow. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan uji regresi logisik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara motivasi (OR 6,98, p=0,004), supervisi (OR 4,69, p=0,019) dan penghargaan (OR 19,79, p=0,000) dengan kinerja perawat, sedangkan kompetensi (OR 1,91, p=0,409) tidak terdapat hubungan bermakna dengan kinerja perawat. Analisis multivariat menunjukkan aspek penghargaan merupakan variabel paling dominan mempengaruhi kinerja dengan nilai Odds Ratio 16,513 dan bermakna secara statistik (p=0,004). Kinerja perawat sangat berhubungan dengan motivasi, supervisi dan penghargaan kerja perawat, sehingga aspek-aspek yang memengaruhi motivasi, supervisi dan penghargaan kerja perlu dikelola dengan baik untuk mendapatkan hasil kinerja perawat yang baik.Kata kunci: motivasi, kompetensi, supervisi, penghargaan, kinerja, perawat