cover
Contact Name
Benny Nawa Trisna
Contact Email
mathdidactic@stkipbjm.ac.id
Phone
+6282255002263
Journal Mail Official
mathdidactic@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Banjarmasin Sultan Adam Street, Complex H. Iyus Number 18 RT 23, Jingah River, North Banjarmasin, 70121 Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia Telp./Fax: (0511) 4315443
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 24423041     EISSN : 25793977     DOI : https://doi.org/10.33654/math
Core Subject : Education,
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika welcomes high-quality manuscripts resulted from a research project or literature review in the scope of mathematics education, which includes, but is not limited to the following topics: Realistic Mathematics Education, Design/Development Research in Mathematics Education, PISA Task, Mathematics Ability, ICT in Mathematics Education, Lesson Study for Learning Community, Cooperative Learning Models, Higher-Order Thinking Skills in Mathematics Education, Learning Evaluation, Metacognitive in Mathematics Education, and Ethnomathematics.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2022)" : 19 Documents clear
Student response to teacher performance: A review based on teacher's mathematics anxiety level Kristianus Viktor Pantaleon; Marselus Ruben Payong; Apolonia Hendrice Ramda; Gabariela Purnama Ningsi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hubungan teoretis antara kecemasan matematika guru dan respon siswa terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian mix-method ini melibatkan dua orang calon guru matematika, yaitu HA dan LA. HA mempunyai tingkat kecemasan matematika tinggi, sedangkan LA mempunyai tingkat kecemasan matematika rendah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 64 orang siswa yang ditugaskan untuk menilai kinerja HA dan LA. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, penugasan, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa 97% siswa memberikan respon positif terhadap kinerja LA, dan hanya 76% siswa yang memberikan respon positif terhadap kinerja HA. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai = 45,86 > nilai kritis =3,84, yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan respon siswa terhadap kinerja kedua orang guru. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang lebih baik terhadap guru dengan tingkat kecemasan matematika lebih rendah.
Development of business mathematics learning media based on macromedia flash Ari Sriantini; Dedy Kristiawan
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1816

Abstract

Media pembelajaran merupakan sarana penunjang pembelajaran untuk membantu merangsang pikiran, serta memudahkan menyampaikan informasi dari dosen ke mahasiswa atau sebaliknya. Dengan adanya media pembelajaran yang interaktif, dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mahasiswa, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan media pembelajaran matematika bisnis berbasis macromedia flash yang interaktif agar nantinya mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Media pembelajaran yang dikembangkan dibatasi pada materi fungsi linier dan penerapannya di bidang bisnis, khususnya bisnis pelayaran. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan (Research and Development), yang mempergunakan model pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Manajemen Pelabuhan, Program Diploma Pelayaran-Universitas Hang Tuah Surabaya. Media yang dikembangkan memuat tentang layer judul, petunjuk penggunaan, capaian pembelajaran, materi, latihan, evaluasi, profil pengembang. Hasil media pembelajaran yang telah dikembangkan layak untuk digunakan, serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang dikembangkan hanya pada pokok bahasan penerapan fungsi linier, khususnya dibidang bisnis pelayaran, sehingga perlu dikembangkan media pembelajaran untuk mata kuliah dan pokok bahasan yang lainnya. Perlu juga ditambahkan video dan audio, sehingga mahasiswa dapat belajar secara mandiri.
Analysis of junior high school mathematics reasoning ability from multiple intelligence in hybrid learning Wildan Azhar Zamani; Benny Hendriana
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMPIT Raudhatul Jannah ditinjau dari multiple intelligence pada pembelajaran hybrid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdapat 3 siswa dari kelas 9E. Teknik pengumpulan data dengan metode tes soal kemampuan penalaran matematis, metode tes angket multiple intelligence, dan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu subjek yang memiliki kecerdasan visual-spatial dan kecerdasan linguistik memenuhi indikator analisis, generalisasi, dan sintesis. Pada indikator justifying dan penyelesaian persoalan non-rutin pada kecerdasan visual-spasial dan kecerdasan linguistik masih belum terpenuhi. Subjek yang memiliki kecerdasan logical-mathematical memenuhi indikator analisis, generalisasi, sintesis, dan penyelesaian persoalan non–rutin. Pada indikator justifying subjek yang memiliki kecerdasan logical-mathematical masih belum terpenuhi. Pada pembelajaran hybrid, logical mathematics intelligence lebih baik terhadap kemampuan penalaran matematis dibandingkan linguistic intelligence dan visual spatial intelligence.
Problem-solving ability and mathematical disposition of students in solving HOTS problems of arithmetic sequences and sequences based on gender Nurapni Sopia; Devia Ananda; Fajar Nur Afifah
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1835

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis mempunyai peran dominan dalam pembelajaran matematika. Sehingga dunia pendidikan perlu menyiapkan generasi baru agar dapat berpikir kritis, analitis, logis, sistematis, kreatif, berkolaborasi dan memecahkan masalah HOTS. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa berdasarkan gender. Adapun metode deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan instrumen tes berupa soal HOTS dan wawancara yang berkaitan dengan indikator pemecahan masalah serta angket disposisi matematis yang diberikan kepada 8 siswa dari 34 siswa kelas X MAN 1 Sintang yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Adapun teknik analisis data yang digunakan berupa kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan gender memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda dalam: 1) memahami masalah; 2) membuat rencana penyelesaian masalah; 3) menyelesaikan masalah; dan 4) memeriksa kembali. Selanjutnya, disposisi matematis berdasarkan gender memiliki perbedaan yang signifikan. Disposisi matematis siswa laki-laki lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa perempuan. Hal tersebut membuktikan bahwa disposisi matematis bukan syarat absolut agar siswa dapat menyelesaikan soal HOTS materi barisan dan deret aritmetika.
Creative thinking ability and student learning motivation with project based blended learning model for students of class XI Rosyidatul 'Ulya; Kartono Kartono; Scolastika Mariani
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1843

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan kemampuan siswa dalam berpikir kreatif dan motivasi belajar yang dimiliki siswa selama memperoleh model pembelajaran Project Based Blended Learning (PjB2L) dengan descriptive feedback di kelas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 2 Rembang dengan 6 subjek penelitian yang dipilih berdasarkan tingkatan motivasi belajar siswa tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui tes, observasi, wawancara dan angket. Indikator yang digunakan pada kemampuan berpikir kreatif meliputi berpikir lancar, luwes, orisinal dan rinci. Hasil dari penelitian yaitu bahwa siswa pada kategori motivasi belajar yang tinggi memenuhi 4 indikator pada kemampuan berpikir kreatif. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi aktif pada saat pembelajaran dan belajar rajin latihan soal. Pada siswa pada kategori motivasi belajar yang cukup atau sedang, mampu memenuhi 3 indikator. Siswa dengan kategori rendah, hanya dapat memenuhi 1 indikator berpikir kreatif. Model PjB2L dengan descriptive feedback ini menjadi model pembelajaran yang inovatif dan meningkatkan kreativitas pada saat pembelajaran matematika.
Student’s obstacles in learning volume of cube and cuboid Gita Safitri; Dadan Dasari
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1844

Abstract

Konsep volume merupakan konsep yang signifikan diajarkan mulai dari sekolah dasar hingga level sekolah menengah atas. Akan tetapi, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mempelajari konsep volume khususnya konsep volume kubus dan balok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang terjadi pada siswa sekolah menengah pertama terkait konsep volume kubus dan balok. Metode penelitian ini menggunakan paradigm interpretif yang merupakan bagian dari Didactical Design Research (DDR). Data analisis diperoleh dari tes yang terdiri dari 5 soal terkait volume kubus dan balok, diberikan kepada 13 siswa dari salah satu sekolah menengah pertama di Kota Jambi; dan wawancara dengan 3 siswa yang diindikasikan mengalami hambatan belajar. hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami ketiga jenis hambatan belajar; epistemological obstacles, ontogenic obstacles, dan didactical obstacles. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai bahan pertimbangan dalam merancang desain pembelajaran terkait konsep volume kubus dan balok, kemudian menganalisis proses implementasi desain tersebut hingga dirancang sebuah desain didaktis revisi berdasarkan hasil implementasi desain sebelumnya. Melalui desain ini dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran dalam upaya meminimalisir terjadinya hambatan belajar, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Analysis of mathematical communication ability reviewing from learning style of students class VIII in the think-pair-share learning Nida Triana Lathifah; Yuyu Yuhana; Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII pada model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share yang ditinjau berdasarkan gaya belajar yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan subyek penelitian enam orang siswa kelas VIII D SMPN 7 Kota Serang yang dipilih secara purposive sampling yang mewakili setiap gaya belajar. Teknik pengumpulan data dengan dilakukan dengan cara penggunaan angket gaya belajar, tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa dengan gaya belajar visual mampu dalam menghubungkan benda nyata ke dalam bentuk ide-ide matematika, mampu dalam menyajikan ide-ide matematik dalam bentuk simbol-simbol matematika, mampu dalam menjelaskan ide, situasi sehari-hari dan relasi matematik secara tertulis dengan gambar, cukup mampu memahami dan mengevaluasi ide-ide matematika dalam menyelesaikan permasalahan dan mampu dalam mengkomunikasikan kesimpulan jawaban yang sesuai dengan permasalahan yang diberikan. (2) siswa dengan gaya belajar auditorial cukup mampu untuk setiap indikator yang pertama dan mampu untuk indikator kemampuan komunikasi lainnya. (3) siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu dalam menghubungkan benda nyata ke dalam bentuk ide-ide matematika, dan cukup mampu untuk indikator kemampuan komunikasi yang lainnya.
Problem-solving ability in solving linear program story problems based on Polya procedures Muhammad Royani; Abdul Jabar; Benny Nawa Trisna; Winda Agustina; Noviana Nina Lupiana
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah cerita program linier berdasarkan prosedur Polya pada taruna tingkat II SMKN 1 Kapuas Kuala jurusan multimedia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah taruna berkemampuan tinggi dapat melaksanakan empat langkah pemecahan masalah Polya dengan sangat baik, yaitu memahami masalah, merencanakan solusi, mengimplementasikan rencana solusi, dan memeriksa solusi. (2) Kemampuan pemecahan masalah taruna dengan kemampuan sedang sudah mulai menyelesaikan masalah berdasarkan prosedur Polya dengan mengambil langkah-langkah untuk memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali solusi. (3) Kemampuan pemecahan masalah taruna yang memiliki kemampuan rendah sudah mampu melakukan tahap memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah, namun subjek masih kurang dalam mengimplementasikan rencana solusi dan belum mampu kembali. memeriksa solusinya.
Student response to teacher performance: A review based on teacher's mathematics anxiety level Pantaleon, Kristianus Viktor; Payong, Marselus Ruben; Ramda, Apolonia Hendrice; Ningsi, Gabariela Purnama
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hubungan teoretis antara kecemasan matematika guru dan respon siswa terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian mix-method ini melibatkan dua orang calon guru matematika, yaitu HA dan LA. HA mempunyai tingkat kecemasan matematika tinggi, sedangkan LA mempunyai tingkat kecemasan matematika rendah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 64 orang siswa yang ditugaskan untuk menilai kinerja HA dan LA. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, penugasan, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa 97% siswa memberikan respon positif terhadap kinerja LA, dan hanya 76% siswa yang memberikan respon positif terhadap kinerja HA. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai = 45,86 > nilai kritis =3,84, yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan respon siswa terhadap kinerja kedua orang guru. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang lebih baik terhadap guru dengan tingkat kecemasan matematika lebih rendah.
Ilhametics conjecture: The root system of modern mathematics Robbani, Ilham Ali; Maulana, Redi; Nugraha, Regar Esa; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta; Sundayana, Rostina
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1810

Abstract

Saat ini matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan matematika merupakan ilmu yang mendasar dan merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lainnya khususnya teknologi dan informasi. Namun perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi kita untuk terlibat dalam perkembangan matematika saat ini. Apalagi dengan motivasi masyarakat Indonesia juga harus kreatif dan menciptakan inovasi tentang matematika. Maka dengan itu terciptanya konsep Ilhametika. Merupakan konsep yang terdiri dari teknik berhitung, permainan hingga dugaan matematika. Konsep ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi perkembangan ilmu matematika dan motivasi bagi semua untuk terus berkarya di bidangnya masing-masing. Pada artikel ini akan diperkenalkan suatu konjektur matematika yang bernama sistem akar modern. Sistem akar modern merupakan sistem yang terinspirasi dari akar tumbuhan. Dalam hal ini ada beragam sub pembahasan yang membahas beragam konsep yang terkait dengan konjektur ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 19