cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
STUDI TRANSFORMASI GELOMBANG TERHADAP GARIS PANTAI BEO BARAT KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tawoeda, Satria Putra; Tawas, Hansje J.; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pantai Beo Barat sangat memberi pengaruh besar sebagai penghubung antara kecamatan beo dan ibu kota kabupaten melonguane. Berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata telah mengalami pengunduran garis pantai dan kerusakan pada daerah pesisir pantai. Hal ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai seperti abrasi yang berdampak buruk terhadap keadaan keseimbangan sekitar pantai ini.. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan analisis transformasi gelombang dan permodelan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai Beo Barat. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Maritim Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Beo Barat didominasi oleh gelombang arah Barat Daya dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Agustus 2005 dengan  H = 1.6747 m dan T = 4.9629 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.8513 sampai 1.0004 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.6453 sampai 1.5463. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.2889 sampai 2.0315 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Dari model peritungan perubahan garis pntai, erosi terjadi dengan kisaran antara 2 ? 5 m/tahun. Kata kunci: Pantai Beo Barat, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah, garis pantai.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA LANUT KECAMATAN MODAYAG BOLAANG MONGONDOW TIMUR Gunawan, Hendrik Nehemia; Wuisan, Eveline M.; Tanudjaya, Lambertus
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suplai air bersih untuk penduduk Desa Lanut terhenti dikarenakan sistem penyediaan air bersih di desa Lanut mengalami kerusakan dan tidak layak lagi dipakai. Di sekitar daerah ini terdapat sumber air yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber penyediaan air bersih. Debit sesaat mata air desa Lanut sebesar 2,37 liter/detik dianalisis dengan metode volumetrik, pengukuran dilakukan di saat musim kemarau. Pertumbuhan penduduk di desa ini diproyeksikan dengan analisis regresi logaritma yang pada tahun 2026 berjumkah 1.501 jiwa. Kebutuhan air bersih pada tahun tersebut sebesar 1,26 liter/detik.Sistem penyediaan air bersih bersumber dari mata air desa Lanut, untuk menangkap air dari mata air Lanut, dibuat bronkaptering beton bertulang yang dilengkapi bak pengumpul berukuran 2,0m x 1,5m x 2,5m dan selanjutnya air dialirkan melalui pipa transmisi jenis HDPE ke reservoir dengan sistem gravitasi dan dari reservoir distribusi air dialirkan ke 16 unit hidran umum. Kata kunci: suplai, debit sesaat, sistem penyediaan air, analisis regresi, pipa transmisi
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PROGRAM AASIDRA (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN JALAN 14 FEBRUARI TELING – JALAN DIPONEGORO – JALAN LUMIMUUT – JALAN TOAR, KOTA MANADO) 2011 Djumati, Julia Astuti; Paransa, M. J.; Sendow, Theo K.; Jansen, Freddy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini digunakan program aaSIDRA yang memberikan kemudahan untuk menganalisa persimpangan, sehingga dapat menghemat waktu analisa. Lokasi penelitian adalah simpang empat lengan Jalan 14 Februari Teling-Jalan Diponegoro-Jalan Lumimuut-Jalan Toar, di kota Manado. Lokasi ini dipilih karena berdasarkan survey awal lalu lintas yang melewati simpang tersebut cukup tinggi, maka dilakukanlah penelitian untuk mendapatkan nilai derajat kejenuhan, waktu siklus, tundaan dan panjang antrian yang di anggap paling baik, kemudian dengan menggunakan MKJI 1997 untuk di bandingkan hasilnya dengan aaSIDRA. Untuk mengevaluasi simpang bersinyal dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometrik meliputi lebar pendekat, waktu sinyal, dan volume lalu lintas, serta kondisi lingkungan berupa kelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping. Komposisi kendaraan yang digunakan pada aaSIDRA adalah Light Vehicle (LV) dan Heavy Vehicle (HV), dan pada MKJI 1997 adalah LV, HV, dan Motor Cycle (MC). Perhitungan MKJI 1997 dilakukan kembali tanpa menggunakan MC untuk membandingkan aaSIDRA dan MKJI 1997 pada komposisi kendaraan dan kondisi yang sama. Data volume lalu lintas yang mewakili 85%, digunakan dalam evaluasi simpang. Pada aaSIDRA didapat nilai DS cenderung mendekati 0,8 pada setiap variasi waktu siklus, sedangkan semakin besar variasi waktu siklus maka semakin besar nilai panjang antrian dan tundaan, dan pada MKJI 1997 semakin besar variasi waktu siklus maka semakin besar pula nilai DS, panjang natrian dan tundaan. Pada variasi waktu siklus detik ke 200, DS aaSIDRA dan MKJI 1997 hampir sama yaitu mendekati 0,8.Kata kunci : simpang bersinyal empat lengan, derajat kejenuhan, waktu siklus, tundaan, antrian.
STUDI KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN BETHSAIDA BITUNG OLEH PT. CAKRAWALA INDAH MANDIRI DENGAN KRITERIA INVESTASI Febriyan, Heriyantho Yoshua; Walangitan, Deane R. O.; Sibi, Mochtar
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan penduduk yang semakin pesat, mengakibatkan kebutuhan akan tempat tinggal/ pemukiman juga meningkat. Untuk memenuhi permintaan masyarakat akan tempat tinggal, maka pemerintah dan developer sebagai penyedia atau pengembang perumahan mengantisipasi hal ini dengan melakukan pembangunan perumahan. Proyek pembangunan perumahan seperti ini, membutuhkan dana investasi yang besar. Sehingga apabila tidak direncanakan / diperhitungkan dengan baik dapat menimbulkan resiko untuk jangka panjang.Studi Kelayakan Proyek dalam penulisan ini ditinjau dari aspek finansial yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit) dengan menggunakan Kriteria Investasi. Adapun besaran-besaran yang dipakai dalam metode ini adalah : Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C), Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C), Profitability Ratio, Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), dan Payback Period (PP).Dari hasil analisis perhitungan menggunakan Kriteria Investasi diperoleh, Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C) > 1, Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C) > 1, Profitability Ratio > 1, Net Present Value (NPV) > 0, Internal Rate Of Return (IRR)= 74.375% lebih tinggi dari discount rate yang diambil yaitu 12% - 20%, dimana Pinjaman/Bunga Bank 15%, dan Payback Period (PP) untuk investasi yang bernilai Rp.4,773,300,000, menunjukan bahwa investasi yang dikeluarkan akan kembali pada tahun ke-5, bulan ke-10 dan hari ke-17, lebih kecil dari umur proyek yaitu 15 tahun. Kata Kunci : Kriteria Investasi. Investasi, Aspek Finansial.
PEMODELAN PROPORSI SUMBER DAYA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE REGRESI Rumengan, Bella A.; Arsjad, Tisano Tj.; Tjakra, Jermias
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi merupakan tujuan utama setiap pelaksana proyek. Adanya keterbatasan sumberdaya menjadi sebuah kendala dalam mencapai keberhasilan itu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan suatu pemodelan proporsi dari sumberdaya tersebut sehingga dapat digunakan sebagai suatu acuan. Adapun sumber daya proyek terdiri dari sumber daya material(y1), sumberdaya manusia(y2), dan sumberdaya peralatan(y3) yang masing-masing ditentukan proporsinya berdasarkan jumlah biaya proyek total. Berdasarkan kajian, faktor yang memberikan pengaruh terhadap pembiayaan sumberdaya tersebut diantaranya nilai proyek (x1), durasi (x2), serta spesifikasi proyek yang meliputi panjang jalan (x3).. Tinjauan dibatasi pada proyek jalan, dimana menggunakan perkerasan lentur yaitu Aspal sebagai bahan pengikatnya.Dari hasil pengumpulan data, rata-rata proporsi penggunaan biaya untuk sumber daya material pada jalan adalah 77%, proporsi untuk sumberdaya manusia pada proyek jalan sebesar 18%, sedangkan pada proporsi sumberdaya peralatan pada proyek jalan mencapai 5%. Dari hasil analisis tersebut, dihasilkan model matematis untuk proporsi sumberdaya jalan. Model matematis untuk menghitung besarnya proporsi sumberdaya material adalah  Y =81,01713577 -1,191x10-9X + 0,08037 X2-0,00706 X3, untuk sumberdaya manusia adalah  Y=22,5249 +7,05674x10-10X ? 0,031786 X2-0,00325 X3, dan untuk sumberdaya peralatan adalah Y = -3,54212 +4,85643x10-10X ? 0,048588 X2+0,0103108 X3. Kata kunci: proporsi, konstruksi, sumberdaya, model, jalan
EVALUASI PANJANG PENYALURAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Tumelap, Adrian David; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan dari dua jenis bahan : beton polos, yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun kuat tarik yang rendah , dan batangan batangan baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan. Kuat tarik beton biasanya 8%-15% dari kuat tekan beton,  kekuatan tarik didalam tarik adalah suatu sifat yang penting yang mempengaruhi perambatan dan ukuran dari retak didalam struktur. Sebuah balok yang diberi beban akan mengalami deformasi, dan oleh sebab itu timbul momen-momen lentur sebagai perlawanan dari material yang membentuk balok tersebut terhadap beban luar. Sedangkan Panjang penyaluran dapat didefinisikan sebagai panjang minimum dari tulangan  terbenam yang diperlukan sehingga tulangan dapat diberikan tegangan mencapai titik leleh ditambah jarak ekstra untuk menjamin kekuatan dari batang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang penyaluran terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Pada penelitian perawatan dilakukan selama 7 hari dengan menggunakan Benda uji yang digunakan adalah balok 150x150x600 mm, dengan Variasi lewatan/penyaluran pada 5db , 10 db, 15 db dan Pengujian ini menggunakan variasi diameter tulangan untuk setiap masing-masing benda uji. Sehingga total benda uji sebanyak 9 benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa Nilai kuat tarik lentur pada beton dengan variasi tulangan dan variasi lewatan mengalami kenaikan  yaitu semakin panjang lewatan maka nilai kuat tarik lentur yang dihasilkan semakin besar pula. Kata Kunci : Beton Bertulang , Panjang Penyaluran , Kuat Tarik Lentur
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA TANDENGAN, KECAMATAN ERIS, KABUPATEN MINAHASA Mosesa, priskila Perez; Hendratta, Liany A.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tandengan, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa belum memiliki sistem penyediaan air bersih dari PDAM yang saat ini masih kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari karena air sumur berwarna kuning dan bau sehingga tidak digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Desa Tandengan memiliki empat sumber mata air dan memiliki potensi dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari. Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Tandengan sampai tahun 2035. Berdasarkan hasil proyeksi pertumbuhan penduduk menggunakan metode aritmatik di dapat jumlah penduduk pada tahun 2035 adalah 3808 jiwa dan untuk kebutuhan air bersih mencapai 1,597 liter/detik. Kebutuhan air bersih ini tidak cukup jika hanya memanfaatkan sumber mata air, maka perencanaannya memanfaatkan satu sumber mata air dengan debit 0,16 liter/detik dan 1,437 liter/detik menggunakan air danau Tondano. Perencanaan sistem penyediaan air bersih menggunakan sistem gravitasi dan juga menggunakan pompa air yang akan dialirkan ke reservoir distribusi. Selanjutnya dari reservoir akan didistribusikan ke penduduk melalui 39 hidran umum dengan sistem gravitasi. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih perpipaan menggunakan software Epanet 2.0. Kata kunci : Desa Tandengan, Air Bersih, Perencanaan Sistem Penyediaan
PEMANFAATAN TRAS SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA AGREGAT HALUS DALAM CAMPURAN ASPAL PANAS HRS-WC SEMI SENJANG Manoppo, Mecky R. E.; Dapas, Servie O.; Walangitan, Deane R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lataston HRS-WC Semi Senjang  adalah campuran aspal panas yang terdiri dari Agregat kasar, sedang, halus serta Filler. Campuran ini disebut campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt) kerana dibuat atau dicampur dalam keadan panas. Campuran ini banyak digunakan digunakan di lapangan sebagai lapis permukaan jalan. Pada pelaksanaannya dilapangan, pelaksana sering diperhadapkan dengan tidak tetapnya gradasi yang tersedia khususnya pada fraksi Agregat Halus (FA). Dalam komposisi campuran untuk material agregat halus dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar yaitu 30 % s/d 50 %. Material abu batu yang ada  memberikan harga yang cukup mahal. Potensi sumber daya alam di bidang pertambangan cukup melimpah di propinsi Sulawesi Utara. Salah satunya adalah potensi ketersediaan material galian Tras yang terdapat didaerah Pineleng dan Paal 4 dan wilayah sekitarnya. Oleh karena itu perlu suatu penelitian mendalam untuk menjadikan material galian ini, sebagai bahan tambahan pada fraksi agregat halus/abu batu.Penelitian dilakukan dengan mevariasikan agregat kasar,sedang,halus,pasir serta Tras sebagai agregat gabungan. Dari hasil penelitian diperoleh komposisi agregat kasar 8%,sedang 28 %, pasir 15% ,abu batu 34 % dan Tras 15 % dengan kadar aspal 7 %. Hasil akhir Penelitian ini adalah dengan evaluasi Marshall dimana diperoleh untuk Stabilitas 1756 kg,Flow 3,59 mm ,Quotient Marshall  489,5 kg/mm  ,VIM 5,29% , VMA 21,49 % VFB 75,83 %  yang masih memenuhi batas spesifikasi .Hasil ini menunjukkan bahwa Tras  dapat digunakan dalam campuran  Aspal HRS-WC semi senjang.Kata kunci : Aspal panas ,HRS-WC semi senjang, Tras
PERBANDINGAN KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (HRS-WC) YANG MENGGUNAKAN ASBUTON MODIFIKASI (RETONA BLEND 55) DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70 Bolung, Ayuni Laurentia; Sendow, Theo K.; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran Beton Aspal yang biasanya digunakan sebagai bagian dari Lapis Perkerasan lentur Jalan Raya, terbuat dari Agregat sebagai Bahan Pengisi dengan Aspal (Bitumen) sebagai bahan pengikat. Dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga Kementrian PUPR RI, Bahan Pengikat yang biasanya menggunakan Aspal Minyak dapat diganti dengan Aspal hasil olahan Aspal Buton karena di Indonesia dalam hal ini di Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat bahan galian berupa Aspal Batu Buton disingkat ASBUTON yang saat ini telah diolah secara fabrikasi dan salah satu hasil olahan Asbuton tersebut dikenal dengan nama RETONA BLEND. Selanjutnya, juga dalam Spesifikasi Teknik Bina Marga, ada dua jenis campuran utama yang berbeda tujuan penggunaannya; yakni jenis yang satunya adalah Lapis Tipis Aspal Beton (Asphalt Concrete) yang disingkat LASTON atau AC yang dibuat dengan agregat yang susunan ukuran butirnya menerus yang mengutamakan kekuatan dalam menerima beban akibat lalu lintas dan yang kedua adalah jenis Lapis Tipis Aspal Beton disingkat LATASTON atau dikenal dengan Hot Rolled Sheet (HRS) yang mengutamakan Durabilitas sehingga dibuat dengan agregat yang susunan ukuran butirnya senjang. Berikut ini terhadap jenis campuran HRS khususnya untuk Lapis Aus atau Wearing Course yang bergradasi senjang akan diteliti pengaruhnya jika akan menggunakan Bahan Pengikat hasil Olahan Asbuton jenis Retona Blend. Untuk meneliti pengaruhnya yang terutama ditinjau dari segi durabilitas yang diperoleh dari sifat-sifat campuran berdasarkan kriteria Marshall, dan agar dapat diukur besar pengaruhnya, maka akan dibandingkan dengan campuran yang dibuat dengan parameter-parameter campuran komposisi yang sama tapi menggunakan bahan pengikat Aspal Penetrasi 60/70 Ex PERTAMINA.Penelitian ini diaplikasikan pada jenis HRS-WC yang menggunakan material agregat dari lokasi sumber Desa Lolan 2 di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan alasan karena agregat dari lokasi sumber ini telah banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk berbagai jenis perkerasan jalan dan nilai abrasi ≤30% sesuai dengan yang disyaratkan Spesifikasi Teknik Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 Campuran Beraspal Panas yang menggunakan Bahan Pengikat Aspal hasil olahan Asbuton karena aspal yang digunakan adalah aspal modifikasi Asbuton dengan merek Retona Blend untuk campuran satunya dan aspal penetrasi 60/70 ex PERTAMINA untuk campuran keduanya sebagai pembanding. Proses penelitian dimulai dengan pemeriksaan terhadap material agregat dan aspal kemudian dibuat rancangan komposisi berdasarkan persyaratan gradasi LATASTON, dihitung kadar aspal perkiraan dari campuran. Campuran yang dibuat terlebih dahulu adalah menggunakan Bahan Pengikat Retona Blend, dibuat benda uji untuk pengujian Marshall dan hasil uji dianalisis sehingga diperoleh kadar aspal terbaik dengan nilai-nilai kriteria Marshall. Selanjutnya dibuat campuran menggunakan Aspal Penetrasi 60/70 dengan proses yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika campuran HRS-WC menggunakan bahan pengikat Retona Blend maka kadar aspal terbaik sebesar 7,9% dengan besaran kriteria Marshall yang diperoleh dari pengujian secara non destruktif diperoleh nilai VIM sebesar 5,71%, VMA sebesar 18,16%, VFB sebesar 68,56%, density 2,33gr/cm3 kemudian kriteria Marshall dengan pengujian secara destruktif adalah stabilitas besarnya 1620 Kg dengan nilai Flow besarnya 3,55 mm sehingga besaran Marshall Quotient menjadi 458,8 Kg/mm. Jika campuran HRS-WC dengan parameter komposisi campuran sama dengan pertama, tapi menggunakan Bahan Pengikat Aspal Panas Penetrasi 60/70 ex PERTAMINA diperoleh kadar aspal terbaik 7,85% dari non destructive test didapat VIM sebesar 5,88%, VMA sebesar 18,45%, VFB 68,15%, density sebesar 2,33gr/cm3 dan dari destructive test (uji tekan) semua nilai kriteria Marshall yang didapat memenuhi syarat Spesifikasi Teknik Bina Marga.Berdasarkan besaran kriteria Marshall yang diperoleh, terlihat bahwa penggunaan Aspal Buton modifikasi jenis Retona Blend akan meningkatkan nilai stabilitas dan menurunkan nilai Flow dibandingan dengan yang menggunakan Aspal Penetrasi 60/70. Marshall Quotient (MQ) yang dihitung dari Stabilitas / Flow; merupakan besaran yang menunjukkan kekakuan atau durabilitas campuran dimana, semakin besar nilai MQ semakin kaku lapis perkerasan, sebaliknya semakin kecil nilai MQ menunjukkan semakin durable lapis perkerasan aspal dalam menerima beban. Dengan demikian jika lapis perkerasan aspal mengutamakan durabilitas dibandingkan kekakuan, maka jenis campuran HRS yang menggunakan bahan pengikat Aspal Minyak Penetrasi 60/70 adalah pilihan yang benar. 
STUDI PERBANDINGAN RESPONS DINAMIK BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI TATA LETAK DINDING GESER Majore, Braien Octavianus; Wallah, Steenie E.; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat banyak adalah salah satu solusi pembangunan terhadap kurangnya lahan. Pada bangunan bertingkat banyak, terdapat beberapa jenis sistem struktur yang bertujuan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa, salah satunya adalah kombinasi antara rangka kaku dan dinding geser. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak dinding geser terhadap nilai simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa. Dinding geser diposisikan bervariasi pada daerah inti bangunan dan pada daerah bagian luar bangunan. Struktur dianalisa secara tiga dimensi menggunakan software ETABS, dengan pemodelan berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 30 m x 30 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 4 meter untuk tiap lantainya. Struktur dibuat menjadi 9 model, Model A hingga Model I, dengan penempatan shearwall yang berbeda-beda untuk tiap modelnya. Dari analisa struktur yang dilakukan pada ETABS, dihasilkan nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, yaitu: Model A 122,4 mm dan 62,4 mm, Model B 268,9 mm dan 120,9 mm, Model C 262,3 mm dan 118,1 mm, Model D 261,5 mm dan 118,2 mm, Model E 268,1 mm dan 120,7 mm, Model F 298,1 mm dan 135,6 mm, Model G 121,6 mm dan 60,9 mm, Model H 141 mm dan 70,5 mm, Model I 1168,6 mm dan 736,5 mm. Dapat disimpulkan bahwa struktur dengan dinding geser yang ditempatkan pada daerah pusat massa bangunan menghasilkan nilai simpangan horisontal yang lebih kecil daripada struktur dengan dinding geser yang ditempatkan pada daerah bagian luar denah struktur. Kata kunci: bangunan bertingkat, beban gempa, dinding geser, simpangan, ETABS.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue