cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 11 Documents clear
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sesewanua (Clerodendron Squamatum Vahl.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Escherichia coli dan Salmonella typhi Kumakauw, Vanesa Vebiola; Simbala, Herny Emma Inonta; Mansauda, Karla Lifie Riani
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28946

Abstract

Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) secara empiris telah digunakan oleh masyarakat dibeberapa daerah di Sulawesi Utara untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun sesewanua terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan tiga kosentrasi yakni 20%, 40% dan 60%. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby dan Bauer). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sesewanua berpotensi sebagai antibakteri dan memiliki kekuatan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi, pada kosentrasi 20%, 40% dan 60% termasuk golongan kuat untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada kosentrasi 40% dan 60% termasuk dalam golongan kuat untuk menghambat bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi.Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) have been used by communities in North Sulawesi for to treat or handle various diseases. This study aims to determine the antibacterial activity from ethanol extract Sesewanua Leaves against the growth inhibition of the bacterium Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi using three concentrations of 20%, 40% and 60%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). This results of this study indicate that ethanol extracts of Sesewanua leaves are considered as antibacterial and have antibacterial strength against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi, at concentrations of 20%, 40% and 60% include strong groups to inhibit Staphylococcus aureus, while at a concentration of 40% and 60% include strong groups to inhibit Escherichia coli and Salmonella typhi.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Goroho (Musa acuminafe L.) Konsentrasi 12.5% Sebagai Tabir Surya Lumentut, Natalia; Edi, Hosea Jaya; Rumondor, Erladys Melindah
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat stabilitas fisik dari formulasi sediaan krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho pada konsentrasi 12.5%. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan menguji kembali sifat fisiknya. Hasil pengujiann sifat fisik (siklus 0) sediaaan krim yaitu uji organoleptik (bau: khas etanol buah pisang; warna: hijau; tekstur: semi solid), homogenitas (susunan homogen), pH 5.04±0.25, daya sebar 3.43±0.12 cm, daya lekat 30.55±2.09 detik, dan uji stabilitas selama cycling test (siklus 1-siklus 6) tidak ada perbedaan yang bermakna.The aim of this research was to determine the physical stability of the cream ethanol extract of Goroho banana peels at a concentration of 12.5%. Evaluation of physical properties includes organoleptic test, homogeneity, pH, dispersibility and adhesion. The stability test was carried out using the cycling test method for 6 cycles by re-testing its physical properties. Test result of physical properties (cycle 0) cream preparation, namely organoleptic test (odor: typical of banana ethanol, color: green, texture: semi-solid), homogeneity (homogeneous arrangement), pH 5.04 ± 0.25, spread capacity 3.43 ± 0.12 cm and power sticky 30.55 ± 0.12 seconds, and the stability test during the cycle test there was no significant difference.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antioksidan Dari Ekstrak Daun Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L) Dengan Metode 1.1 Diphenyl-2-Picrylhydracyl (Dpph) Rante, Trian Rizki Kala’; Simbala, Herny Emma Inonta; Mansauda, Karla Lifie Riani
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.29000

Abstract

Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.) merupakan famili Verbenaceae. Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.) atau biasa disebut Pecut Kuda, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahiu potensi dari daun tanaman ekor tikus yang tumbuh di kota Tomohon berdasarkan kandungan fitokimia dan kemampuan aktivitas antioksidannya. Ekstrak daun tumbuhan ekor tikus diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Srining  fitokimia menggunakan beberapa reagen yang disesuaikan dengan jenis uji fitokimia. Metode 1.1 diphenyl-2-picrylhydracyl (DPPH) digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan memiliki kandungan steroid, tanin dan saponin dengan nilai IC50 19,76 µg/mL. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan steroid dan tanin dengan nilai IC50 12,91 µg/mL. Ekstrak etanol memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin dengan nilai IC50 16,66 µg/mLEkor tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.)  are family of verbenaceae. Ekor tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.)  or pecut kuda, The aim of this study was determining the potential of the leaves of ekor tikus that growing in Tomohon city based on phytochemicals content and antioxsidant activities. The leaves of ekor tikus extract done extraction with using maceration terraced methods used n-heksan, ethyl acetate and ethanol 96%. Phytochemicals screening are used some reagent that 's adapted to type of phytochemical test. Dpph methods are used to evaluate the antioxidant activities. The results showed that n-hexane extract contained steroids, tannins and saponins, IC50 value of 19.76 µg / mL. Ethyl acetate extract has steroid and tannin content, IC50 value of 12.91 µg / mL. Ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins and saponins, IC50 values 16.66 µg / mL
Analisis Prekursor Erupsi Gunung Lokon Tanggal 12 September 2014 Pandara, Dolfie Paulus; Ferdy, Ferdy; Pasau, Guntur; Suoth, Verna Albert
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28348

Abstract

Dinamika erupsi Gunung Lokon pada tanggal 12 September 2014 sangat menarik untuk dipelajari karena berbeda dengan erupsi-erupsi sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi prekusor seismik yang memicu erupsi tersebut. Perangkat lunak Seismovolcanalysis digunakan untuk mengklasifikasi tipe dan jumlah, frekuensi dominan, durasi gempa dan energi dari gempa-gempa selang waktu 1-12 September 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa-gempa Hibrid dan LP memainkan peran penting sebagai prekursor erupsi. Peningkatan kejadian Hibrid dan LP diduga terkait dengan peningkatan proses degassing di dalam saluran vulkanik. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme sumber gempa LP dan gempa HibridIt is interesting to study of the dynamics of Lokon volcano eruption on September 12, 2014 because they were different from previous eruptions. This research was conducted to investigate the seismic precursors triggered the eruption. Seismovolcanalysis software was used to classify type and number, dominant frequency, duration and energy of earthquakes between September 1-12, 2014. Result showed the Hybrid and LP events play an important role as a precursor eruption. Increasing Hybrid and LP events allegedly associated with increased degassing process in the conduit. A further study is needed to investigate source mechanism of the LP and Hybrid events.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara Modeong, Adelia S.; Koneri, Roni; Dapas, Farha D.J.
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28893

Abstract

Nymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu sebagai polinator dalam penyerbukan, dan dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Data kelimpahan dan keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae pada kawasan hutan Kuwil pada saat ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies kupu-kupu famili Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek. Penempatan transek pada setiap habitat dilakukan secara Purposive Random Sampling. Tipe habitat pada lokasi penelitian adalah pinggir sungai, hutan dan kebun. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi spesies Nymphaldae ditemukan sebanyak  21 spesies dan 208 individu. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Parthenos shylvia dan Idea blnchardii. Analisis keanekaragaman didapatkan kelimpahan spesies Nymphalidae pada habitat pinggir sungai sebesar 101 individu, hutan 70 individu,  dan kebun 37 individu. Indeks keanekargaman spesies di pinggir sungai 2,55, hutan 2,41 dan kebun 2,03. Indeks kekayaan spesies pinggir sungai 3,25, hutan 3,06 dan kebun 2,49. Indek kemerataan spesies pinggir sungai memiliki nilai yang sama dengan hutan yaitu sebesar 0,91, sedangkan pada kebun sebesar 0,88. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan bahwa kelimpahan, indeks kekayaan dan indeks keanekaragaman spesies kupu-kupu Nymhalidae  tertinggi ditemukan pada habitat pinggir sungaiNymphalidae is a family with the largest number of species compared to other families. This butterfly has an important role as a pollinator for pollination in an ecosystem, and can be used as an environmental bioindicator. Data on abundance and variation of Nymphalidae butterflies in the Kuwil forest area was not avilable. This study aims to analyze the abundance and species of Nymphalidae family butterflies in the Forest of the Northern Minahasa Region. The sampling technique that was used is the transect method. Transect placement in each habitat was done by Purposive Random Sampling. The habitat types at the study site are on the river banks, forests and gardens. Sampling was carried out along the transect line using sweepnet. The composition of the Nymphaldae species  found was 21 species and 208 individuals. The species with have the highest abundance are Parthenos shylvia and Idea blnchardii. Diversity
Analisis Percepatan Tanah Maksimum Akibat Adanya Gempa Bumi di Lengan Utara Pulau Sulawesi Menggunakan Metode Fukushima Tanaka Maramis, Clarita; Pasau, Guntur; Tamuntuan, Gerald Hendrik
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.29029

Abstract

Percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) Adalah salah satu parameter yang digunakan dalam mengestimasi tingkat kerusakan akibat goncangan gempa bumi. Lengan utara pulau Sulawesi merupakan salah satu bagian dari pulau Sulawesi yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan peta sebaran nilai PGA di lengan utara Sulawesi berdasarkan perhitungan percepatan tanah dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka sebagai upaya mitigasi bencana. Hasil analisis nlai PGA menunjukkan bahwa daerah utara provinsi Gorontalo, sebelah timur provinsi Sulawesi Utara (laut Maluku) dan daerah Sulawesi Tengah (kota Palu) memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumiPeak Ground Acceleration Is one of the parameters used in estimating the level of damage due to earthquake shocks. The northern arm region of Sulawesi island is one part of the island of Sulawesi which is very vulnerable to earthquakes. The purpose of this study was to obtain a map of the distribution of PGA values in the north arm of Sulawesi based on ground acceleration calculations using the Fukushima-Tanaka and method as a disaster mitigation effort. The results of the PGA analysis showed that the northern area of Gorontalo province, east of North Sulawesi province (Maluku sea) and Central Sulawesi area (Palu city) had a high level of vulnerability to earthquake disasters.
Pengaruh Suplementasi Ion Logam Besi Terhadap Kinerja Fermentasi dan Toleransi Sel Ragi Saccharomyces cerevisae terhadap Cekaman Lingkungan Rachman, Saadah D.; Putri, Tysza Ainnunnisa Maulidya; Safari, Agus; Anggraeni, Nenden I.; Fadhlillah, Muhammad; Ishmayana, Safri
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28565

Abstract

Selama proses fermentasi bioetanol, ragi Saccharomyces cerevisiae terpapar berbagai cekaman lingkungan. Ion logam yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja fermentasi dan toleransi sel terhadap cekaman ialah ion logam besi II (Fe2+) yang berperan sebagai kofaktor dalam berbagai proses metabolisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suplementasi ion Fe2+ dalam media fermentasi terhadap kinerja fermentasi, serta toleransi sel ragi terhadap cekaman etanol, oksidatif, asam lemah dan tekanan osmotik. Penelitian diawali dengan melakukan fermentasi glukosa menggunakan S. cerevisiae A12 selama 120 jam dengan pengambilan sampel dengan interval waktu 6 jam untuk 24 jam pertama serta 12 jam untuk sisanya. Masing-masing sampel ditentukan nilai OD600nm, persentase sel hidup, jumlah sel hidup, kadar glukosa, kadar etanol. Pada jam ke 24, sel diuji daya tahannya terhadap cekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ion logam Fe2+ hanya mampu meningkatkan laju produksi etanol, tetapi tidak mempengaruhi parameter lain.During bioethanol fermentation process, Saccharomyces cerevisiae yeast cells are exposed to various environmental stress factors. One of metal ions that have potency for improving fermentation performance and yeast stress tolerance is ferrous ion (Fe2+) that acts as cofactors in various metabolism process. The present study was directed to investigate the effect of ferrous ion supplementation to the fermentation media on fermentation performance, improving yeast stress tolerance against ethanol, oxidative, weak acid and hyperosmotic stresses. The fermentation was conducted by fermenting glucose using S. cerevisiae strain A12 for 120 hours. The sampling was performed every 6 hours during the first 24 hours and 12 hours for the rest of fermentation. The sample was examined for their OD600nm, total cell number, viable cell number, glucose content and ethanol content. At 24 hours the cell was examined for their stress tolerance. The result of the present study indicates that supplementation using ferrous ion improve the rate of ethanol production, but not other parameters.
Analisis Senyawa Tannin Dan Aktifitas Antibakteri Fraksi Buah Sirih (Piper betle L) Terhadap Streptococcus mutans Makatambah, Venila; Fatimawali, Fatimawali; Rundengan, Gerald
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28922

Abstract

Kerusakan gigi salah satunya adalah karies gigi yang di sebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Buah sirih (Piper betle L) dapat di gunakan untuk  tanaman obat karena memiliki kandungan senyawa tanin sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan senyawa tanin dan uji aktifitas antibakteri fraksi n-heksan, kloroform dan etil asetat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian ini ialah Deskriptif Analitik. Pengujian kandungan senyawa tanin secara kualitatif ekstrak buah sirih menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektrofotometer Uv-Vis serta pengujian antibakteri pada konsentrasi 3%, 4%, 5% dan 6% untuk masing-masing fraksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga fraksi: n-heksan, kloroform dan etil asetat positif mengandung senyawa tanin. Pengujian antibakteri pada konsentrasi 3%, 4%, 5% dan 6% menunjukan adanya aktifitas antibakteri dari ketiga fraksi : n-heksan ,kloroform dan etil asetat terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan daya hambat berturut-turut untuk fraksi n-heksan 12.883±0.510; 12.600±1.455; 13.916±2.877; 13.550±3.347, untuk fraksi kloroform 16.400±1.646; 16.450±1.053; 17.183±1.830; 17.916±1.338 dan fraksi etil asetat 16.400±1.200; 16.000±0.327; 16.850±1.253; 17.450±1.297. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak buah sirih mengandung senyawa tanin dan ketiga fraksi n-heksan ,kloroform dan etil asetat memiliki aktifitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan kategori kuat.Tooth decay one of which is dental caries caused by Streptococcus mutans bacteria. Betel fruit (Piper betle L) can be used for medicinal plants because it contains tannin compounds as antibacterial. The purpose of this study was to determine the content of tannin compounds and test the antibacterial activity of the n-hexane, chloroform and ethyl acetate fractions against Streptococcus mutans. This type of research is Descriptive Analytic. Testing the content of tannin compounds qualitatively betel fruit extract using thin layer chromatography (TLC) and Uv-Vis spectrophotometer and antibacterial testing at concentrations of 3%, 4%, 5% and 6% for each fraction. The results showed that all three fractions: n-hexane, chloroform and ethyl acetate positively contained tannin compounds. Antibacterial testing at concentrations of 3%, 4%, 5% and 6% showed antibacterial activity of the three fractions: n-hexane, chloroform and ethyl acetate against Streptococcus mutans with inhibitions for the n-hexane fraction 12.883 ± 0.510; 12,600 ± 1,455; 13,916 ± 2,877; 13,550 ± 3,347, for the chloroform fraction 16,400 ± 1,646; 16,450 ± 1,053; 17,183 ± 1,830; 17,916 ± 1,338 and the ethyl acetate fraction 16,400 ± 1,200; 16,000 ± 0.327; 16,850 ± 1,253; 17,450 ± 1,297. So it can be concluded that betel fruit extract contains tannin compounds and the three fractions of n-hexane, chloroform and ethyl acetate have antibacterial activity against Streptococcus mutans with a strong category.
Hidrologi Bawah Permukaan Tanah: Studi kasus di Lokasi Pra TPA Kawasan Ilo Ilo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Viola, Thevitha Refiani; As'ari, As'ari; Tongkukut, Seni Herlina Juita; Tamod, Zetly Estefanus; Tatuwo, Deny Ramon; Hartaty, Lynda; Mukuan, Eva Mukuan Mariayani Rita; Abjul, Delfy Boobu; Malinggas, Christin
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28231

Abstract

Sistem hidrologi suatu daerah dipengaruhi oleh bentuk topografi permukaan yang merupakan daerah tangkapan air hujan. Air hujan yang mengalami infiltrasi ke dalam tanah menjadi aliran air tanah yang mempunyai pola hidrologi tertentu. Pemetaan hidrologi air tanah bawah permukaan telah dilakukan di Kawasan Ilo-Ilo desa Wori menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner Alpha. Pengukuran dilakukan pada 4 lintasan dengan spasi elektroda 10 m, 48 elektroda dan panjang setiap lintasan 480 m. Daerah penelitian terbagi menjadi 2 pola sistem hidrologi yang terpisah yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan 3 merupakan area yang mempunyai akuifer paling besar dan permukaannya merupakan daerah tangkapan air. Air tanah cenderung mengalir ke arah lintasan 3, karena kondisi akuifer yang lebih dalam (> 60 m) pada kedua sistem hidrologiThe hydrological system of an area is affected by the shape of the surface topography which is a rainwater catchment area. Rainwater infiltrated into the soil becomes a groundwater flow that has a certain hydrological pattern. The mapping of subsurface hydrological groundwater in the Ilo-Ilo area of Wori village using the Wenner Alpha configuration of resistivity geoelecrical methods has been done. Measurements was made on 4 path with 10 m electrode spacing, 48 electrodes and length of each path is 480 m. The study area is divided into 2 separate hydrological system patterns. The result show us that path 3 is the area that has the largest aquifer and its surface is a water catchment area. Groundwater tends to flow toward path 3, due to deeper aquifer conditions (> 60 m) in both hydrological systems
Uji Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) Manongko, Paricia Syaron; Sangi, Meiske Sientje; Momuat, Lidya Irma
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28725

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstrak etanol diperoleh dengan metode maserasi kemudian diuji fitokimia untuk dilihat kandungan senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid/steroid. Senyawa fenolik sangat berpotensi sebagai antioksidan karenanya dilakukan uji kandungan total fenolik menggunakan metode spektrofotometri dengan pereaksi Folin-Ciocalteu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu fenolik ditunjukkan dengan terbentuknya warna hijau kehitaman, senyawa saponin dengan terbentuknya busa stabil, dan senyawa tanin dengan terbentuknya warna hijau kehitaman. Hasil pengujian kandungan total fenolik ekstrak etanol memiliki nilai sebesar 60,270 mg GAE/g. Kekuatan antioksidan ditentukan oleh nilai IC50 yang didasarkan pada persen perendaman radikal bebas oleh sampel uji. Untuk ekstrak etanol memiliki IC50 sebesar 82,152 µg/mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak etanol tanaman patah tulang memiliki potensi yang kuat sebagai antioksidan.This research was conducted to determine the phytochemical compound and antioxidant activity of ethanol extract of Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) plant using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The ethanol extract was obtained by maceration and then was analysed for phytochemical compound to see the secondary metabolite contents including alkaloids, phenolics, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids / steroids. The phenolic compounds have high potential as antioxidant, therefore the total fenolic content  was tested using spectrophotometric method with Folin-Ciocalteu reagents. Antioxidant activity was determined using DPPH method. he results showed that the ethanol extract contain secondary metabolite compounds. Penolic compounds  weredetected by the formation of blackish green color, saponin compounds showed  stable foam formation, and tannin compounds with a blackish green formation. Total phenolic content of the extract was60,270 mg GAE/g. Antioxidant activity was determined by IC50 value based on the percentage of free radicals taken by the sample. And ethanol extract had IC50 value of 82.152 µg /mL. Based on the results obtained, ethanol extract of Patah Tulang plants had a strong potential as an antioxidant.

Page 1 of 2 | Total Record : 11