Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Suplementasi Ion Logam Besi Terhadap Kinerja Fermentasi dan Toleransi Sel Ragi Saccharomyces cerevisae terhadap Cekaman Lingkungan Rachman, Saadah D.; Putri, Tysza Ainnunnisa Maulidya; Safari, Agus; Anggraeni, Nenden I.; Fadhlillah, Muhammad; Ishmayana, Safri
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28565

Abstract

Selama proses fermentasi bioetanol, ragi Saccharomyces cerevisiae terpapar berbagai cekaman lingkungan. Ion logam yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja fermentasi dan toleransi sel terhadap cekaman ialah ion logam besi II (Fe2+) yang berperan sebagai kofaktor dalam berbagai proses metabolisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suplementasi ion Fe2+ dalam media fermentasi terhadap kinerja fermentasi, serta toleransi sel ragi terhadap cekaman etanol, oksidatif, asam lemah dan tekanan osmotik. Penelitian diawali dengan melakukan fermentasi glukosa menggunakan S. cerevisiae A12 selama 120 jam dengan pengambilan sampel dengan interval waktu 6 jam untuk 24 jam pertama serta 12 jam untuk sisanya. Masing-masing sampel ditentukan nilai OD600nm, persentase sel hidup, jumlah sel hidup, kadar glukosa, kadar etanol. Pada jam ke 24, sel diuji daya tahannya terhadap cekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ion logam Fe2+ hanya mampu meningkatkan laju produksi etanol, tetapi tidak mempengaruhi parameter lain.During bioethanol fermentation process, Saccharomyces cerevisiae yeast cells are exposed to various environmental stress factors. One of metal ions that have potency for improving fermentation performance and yeast stress tolerance is ferrous ion (Fe2+) that acts as cofactors in various metabolism process. The present study was directed to investigate the effect of ferrous ion supplementation to the fermentation media on fermentation performance, improving yeast stress tolerance against ethanol, oxidative, weak acid and hyperosmotic stresses. The fermentation was conducted by fermenting glucose using S. cerevisiae strain A12 for 120 hours. The sampling was performed every 6 hours during the first 24 hours and 12 hours for the rest of fermentation. The sample was examined for their OD600nm, total cell number, viable cell number, glucose content and ethanol content. At 24 hours the cell was examined for their stress tolerance. The result of the present study indicates that supplementation using ferrous ion improve the rate of ethanol production, but not other parameters.
PELATIHAN BERBASIS WIRAUSAHA PADA MURID SMK KEPERAWATAN MELALUI PEMBUATAN PRODUK INHALASI ANTITUBERKULOSIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Kusuma, Sri Agung Fitri; Fadhlillah, Muhammad; Rostinawati, Tina; Rahayu, Driyanti
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.43032

Abstract

Soft skill dan ketrampilan yang dimiliki oleh siswa SMK keperawatan Baabul Kamil yang kompeten dapat menjadi peluang besar untuk membuka wirausaha baru yang berkontribusi di bidang kesehatan. Pada kegiatan pengabdian ini, siswa SMK dibekali dengan pelatihan pembuatan produk inhalasi antituberkulosis berbahan aktif minyak sereh dengan metode sederhana.  Produk yang dihasilkan ini dapat menginduksi para siswa untuk mampu melakukan komunikasi interpersonal dalam melaksanakan tindakan keperawatan dalam memasarkan produk aromaterapi inhalasi antituberkulosis ini. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membentuk kemandirian ekonomi dan kualitas lulusan para siswa didik SMK Baabul Kamil melalui peningkatan keterampilan dengan diperolehnya produk inhalasi antituberkulosis serta meningkatnya kemampuan komunikasi siswa didik SMK Baabul Kamil jurusan keperawatan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari Puskesmas dalam memutus rantai penularan tuberkulosis. Metode program ini meliputi pre-test, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan, post test, pembuatan produk parfum padat antituberkulosis dan penyuluhan manajemen kewirausahaan. Hasil yang diperoleh adalah didapatkan data tingkat pengetahuan siswa SMK tentang penyakit tuberkulosis dan pemantauan pengobatannya yaitu 55,56% berpengetahuan baik dan 44,44% berpengetahuan cukup. Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan sistem pengajaran di SMK Baabul Kamil dalam pengajaran pengetahuan dasar kesehatan secara umum. Setelah diadakan penyuluhan khusus tentang tuberkulosis, tingkat pengetahuan siswa meningkat menjadi menjadi 83,33% berpengetahuan baik dan 16,67% berpengetahuan cukup. Antusiasme siswa SMK Baabul Kamil dalam pelatihan pembuatan produk parfum padat juga sangat tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa bekal ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa SMK ini meningkat dan mampu menginduksi peminatan siswa untuk membuatnya secara mandiri untuk meniti kewirausahaan secara dini.
OPTIMASI KANDUNGAN LEMAK TOTAL KRIM KEJU DENGAN PENAMBAHAN SUSU FULL CREAM DAN KULIT ARI PSYLLIUM DENGAN PENDEKATAN RSM-CCD Safari, Agus; Isnanisafitri, Frida Febriani; Horasio, Debora Tamaris; Fadhlillah, Muhammad; Nurrusyda, Fajrina Shafira; Ishmayana, Safri
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v9i1.140

Abstract

Krim keju adalah sejenis keju yang memiliki tekstur lunak, kaya akan gizi, berwarna putih dengan rasa creamy, dan mempunyai rasa asam. Kandungan lemak krim keju dapat mempengaruhi citarasa dan dipengaruhi oleh bahan yang digunakan pada proses pembuatan krim keju, diantaranya susu full cream dan penstabil berupa kulit ari psyllium (Plantago ovata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh susu full cream dan kulit ari psyllium terhadap kandungan lemak krim keju serta menentukan kondisi optimum untuk mendapatkan krim keju dengan kadar maksimum sehingga mendapatkan produk dengan cita rasa lebih creamy. Metode yang dilakukan secara eksperimen yaitu fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan penambahan variasi konsentrasi kulit ari psyllium (0,1-0,5%) dan susu full cream (8-16%) berdasarkan rancangan RSM-CCD dan dilakukan analisis karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Hasil analisis data RSM menunjukkan bahwa kulit ari psyllium memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0,002) terhadap kadar lemak krim keju, sedangkan susu full cream tidak berpengaruh signifikan (p = 0,672) terhadap kadar lemak krim keju. Optimasi untuk mendapatkan kadar lemak paling tinggi didapatkan pada kondisi susu full cream 17,66%b/v dan psyllium 0,017%b/v dengan nilai teoritis kadar lemak sebesar 37,04% sedangkan hasil validasi diperoleh kadar lemak sebesar 38,40±1,35%. Hasil ini menunjukkan kesesuaian model yang diperoleh dengan hasil eksperimen.
Construction and Expression of Recombinant LL-37 as Histag-SUMO Fusion Protein with Factor Xa Cleavage Site Rostinawati, Tina; Wicaksono, Imam Adi; Sitinjak, Bernap Dwi Putra; Fadhlillah, Muhammad
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.6.1181-1189

Abstract

LL-37 is an antimicrobial protein expressed by the CAMP gene in humans. This protein has various antibacterial, antiviral and anticancer effects. Expressing LL-37 as a heterologous protein in E. coli cells has its challenges. LL-37 is a peptide that is so small that it must be engineered with a fusion protein to increase its size solubility and prevent proteolysis of the target protein in cells. Factor Xa is the protease chosen to cleave LL-37 from its fusion protein in this research due to leucine binding factor Xa quite strongly. The aim of this study is, therefore, to express LL-37 as a fusion protein with Histaq_SUMO at the N-terminus linked to LL-37 at the C-terminus through Factor Xa cleavage site. Then, the fusion protein was cleaved by Factor Xa to obtain pure LL-37. In this study, LL-37 was produced by recombinant DNA technology, starting with the construction, expression, purification and cleavage of the fusion protein. The constructed genes consisted of 6xHis, SUMO, the factor X cleavage site, and LL-37, a total of 450 bp inserted in the pD451-SR vector plasmid. The results of this study yielded a SUMO_LL-37 protein with a molecular weight of approximately 17.34 kDa, which could be purified by Ni-NTA under native purification conditions. Based on ImageJ SUMO_LL-37 quantification, it was 1.65 µg/µL. LL-37 can be cleaved by factor Xa from SUMO with an enzyme-to-substrate ratio of 1:12.5 at 37°C with a 24-hour incubation time and results as much as 0.144 µg/µL. This article has a related Erratum. 
Pengaruh Penambahan Psyllium dan Susu Full Cream terhadap Kadar Air dan Abu Produk Yoghurt Safari, Agus; Devi, Puspitasari Rosiana; Horasio, Debora Tamaris; Nurrusyda, Fajriana Shafira; Anggraeni, Nenden Indrayati; Fadhlillah, Muhammad; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.; Ishmayana, Safri; Hafiz, Ersanda
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt termasuk pangan fungsional, yaitu salah satu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tetapi memiliki fungsi untuk kesehatan tubuh. Yogurt dapat diperoleh dari fermentasi susu oleh bakteri asam laktat yang akan menghasilkan aroma khas, tekstur semi padat dan halus, kompak serta rasa asam yang segar. Kandungan gizi pada yogurt lebih tinggi dibandingkan susu murni karena adanya penambahan zat-zat gizi hasil sintesa mikroba dan kandungan gizi dari mikroba itu sendiri seperti protein, vitamin, asam folat, riboflavin, kalsium serta fosfor. Salah satu karakteristik kualitas yogurt yang paling penting adalah tekstur dan tampak keseluruhan yang sesuai dengan tingkat sineresis yang rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara untuk memperbaiki keadaan fisik, tekstur, dan reologi dari yogurt adalah dengan menambahkan berbagai bahan penstabil ke dalam susu. Selain penstabil, komponen susu yang berpengaruh pada tekstur yoghurt adalah jumlah lemak yang terkandung didalamnya. Psyllium digunakan bahan penstabil dikarenakan polisakarida pada psyllium ini dapat meningkatkan konsistensi dan stabilitas sistem melalui pembentukan gel yang kuat. Kemudian untuk menambah lemak digunakan susu full cream. Kombinasi kedua variable ini dioptimasi menggunakan Response Surface Method-Central Composite Design (RSM-CCD), kemudian dianalisa kadar lemak dan kadar abunya untuk mengetahui pengaruh psyllium dan susu full cream terhadap sineresis. Melalui penelitian didapatkan hasil kadar air sebesar 70,87% dan kadar abu sebesar 3,96%.
Evaluasi Kandungan Polifenol dan Profil Nutrien Yogurt dengan Penambahan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Fadhlillah, Muhammad; Fahruddin, Muhammad Fahmi; Anggraeni, Nenden Indrayati; Ginting, Sani D. R. Br; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.; Ishmayana, Safri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt, sebagai susu fermentasi, kaya akan probiotik yang berkontribusi pada kesehatan pencernaan dan metabolisme lipid. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus, KBNM) sebagai limbah yang belum termanfaatkan, mengandung pigmen dan senyawa polifenol alami yang berpotensi meningkatkan nilai fungsional yogurt. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek penambahan ekstrak KBNM terhadap kandungan total polifenol (metode Folin–Ciocalteu dengan standar asam askorbat), komposisi nutrien (laktosa, protein, lemak, air, abu), serta kadar asam laktat (titrasi) pada yogurt kontrol dan yogurt yang ditambah ekstrak KBNM. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara yogurt kontrol dan yogurt+KBNM untuk kadar polifenol (18,40 vs 18,26 mM), protein (~1,08 %), lemak (~2,80 vs 2,51 % b/v), air (~12 %), dan abu (~12 %). Namun, kadar laktosa dan asam laktat menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana yogurt+KBNM memiliki kadar laktosa lebih tinggi (1,36 vs 0,45 mg/mL) yang berkorelasi dengan kadar asam laktat yang lebih rendah (12,08 vs 18,27 % b/v), menandakan konsumsi laktosa oleh mikroba fermentasi yang lebih sedikit dan produksi asam laktat yang lebih rendah. Hubungan ini konsisten dengan mekanisme metabolisme lactate-producing bacteria yang memfermentasi laktosa menjadi asam laktat dalam yogurt. Fortifikasi dengan ekstrak KBNM pada konsentrasi rendah tidak meningkatkan kadar polifenol maupun nutrien secara signifikan, namun secara signifikan memengaruhi pola metabolisme karbohidrat dan produk asam laktat dalam yogurt.
Deteksi Kontaminasi Babi pada Olahan Daging dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Nurrusyda, Fajriana S; Ishmayana, Safri; Fadhlillah, Muhammad; Safari, Agus; Zamzahra, Salma; Septiana, Reysha A. Q. A.; Wiliandini, Fadilla; Nabila, Najwa; Sumeru, Husain A.; Latifah, Rina G.
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontaminasi daging babi pada produk olahan daging menjadi masalah yang sering terjadi, terutama bagi konsumen yang memerhatikan keyakinan agama atau budaya mereka. Oleh karena itu, deteksi keberadaan kontaminasi daging babi dalam produk olahan daging menjadi penting untuk memastikan keaslian dan keamanan produk tersebut. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer cytochrome b banyak digunakan untuk mendeteksi DNA babi karena memiliki kepekaan yang tinggi dalam identifikasi kontaminasi DNA babi pada bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji metode PCR dalam mendeteksi kontaminasi daging babi pada olahan daging. Sampel yang digunakan adalah bakso sapi dan bakso babi dengan tiga tahapan utama yaitu isolasi DNA, amplifikasi DNA dengan menggunakan PCR, dan visualisasi produk PCR dengan elektroforesis. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa metode PCR dengan primer cytotchrome b merupakan metode yang efektif untuk mendeteksi kontaminasi babi pada olahan daging dapat dilakukan karena metode ini sensitif, spesifik, dan relatif mudah untuk dilakukan