cover
Contact Name
Arif Widiyatmoko
Contact Email
usej@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281325660100
Journal Mail Official
usej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D5 Lantai 1 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Science Education Journal
ISSN : 22526617     EISSN : 25026232     DOI : https://doi.org/10.15294/usej
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles 609 Documents
PENGEMBANGAN CONTEXTUAL PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PROYEK TEMA PENCEMARAN DAN DAMPAKNYA BAGI MAKHLUK HIDUP Warapsari, Diyah Ayu; Saptorini, Saptorini
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5014

Abstract

Puzzle adalah sebuah media permainan merangkai potongan gambar yang berantakan agar menjadi suatu gambar yang utuh. Contextual puzzle merupakan hasil modifikasi dari permainan puzzle konvensional. Contextual puzzle dilengkapi dengan gambar, pertanyaan, serta tugas proyek untuk mengasah kreatifitas siswa. Media pembelajaran yang menyenangkan dengan memadukan unsur bermain dan belajar perlu dikembangkan karena proses pembelajaran di SMP N 1 bobotsari tidak pernah menggunakan media pembelajaran yang telah dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang layak digunakan berupa contextual puzzle berbasis proyek pada tema pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup dan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media contextual puzzle berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP N 1 Bobotsari. Penelitian ini menggunakan tahap penelitian Research & Development (R&D) menurut Sugiyono (2010). Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kelayakan media contextual puzzle dan data keefektifan media contextual puzzle yang dilihat dari perhitungan n-gain berdasarkan nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh didapatkan data kelayakan media contextual puzzle dengan rata-rata persentase penilaian kelayakan media dan materi berturut-turut sebesar 87,48% dan 96,65% dengan kategori sangat layak. Hasil belajar siswa pada uji coba pelaksanaan memperoleh n-gain sebesar 0,775 dengan kriteria tinggi dan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 70,05% dengan kriteria aktif. Dengan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media contextual puzzle layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa SMP/MTs. Puzzle is a game where we should arrange some pieces of picture to be a complete picture. Contextual puzzle is a modified version of the conventional puzzle game, completed with pictures, questions, and project assignments to improving the students’ creativity. Fun learning media combined with the elements of playing and learning aspect need to be developed because the learning process in SMP N 1 Bobotsari never use the modified media. This research aims to develop a feasible learning media of contextual puzzle based on project with theme of Pollution and its Impact on Living Organisms and to determine the effectiveness of contextual puzzle based on projects to increase the learning outcomes of students. The subjects in this research were students of class VII and VIII SMP N 1 Bobotsari. This research used the research phase of Research & Development (R & D) design by Sugiyono (2010). The data of this research are the feasibility of media and effectiveness of contextual puzzle, the data were obtained from n-gain calculation of the pretest and posttest score. Based on the data of contextual puzzle media’s feasibility with average percentage appraisal of media and materials respectively for 87.48% dan 96.65% with very decent category. Students’ learning outcomes in the trial implementation obtined n-gain of 0.775, it includes high criteria and the percentage of students’ activity of 70.05%, it includes active criteria. Therefore, it can be concluded that the contextual puzzle is proven to be feasible and effective to be learning media for SMP / MTs students.
PENGEMBANGAN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA TEMA OPTIK DAN PENGLIHATAN Yoanita, Pradika; Akhlis, Isa
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.5015

Abstract

Hasil analisis perolehan nilai siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Magelang, menunjukkan bahwa pada tema optik dan penglihatan, hanya 61% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan. Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman siswa, sehingga diperlukan alat tes yang dapat mendiagnosis tingkat kemampuan siswa dalam memahami konsep yang diajarkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, yang bertujuan untuk mengembangkan e-diagnostic test berbasis web, yang layak digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep siswa pada ranah kognitif, khususnya tema optik dan penglihatan.. Validasi oleh pakar instrumen tes dan media berturut-turut ialah 95,83% dan 94,44% dan termasuk dalam kategori sangat layak. Angket tanggapan siswa pada skala kecil sebesar 78%, skala luas 87%, dan implementasi 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memenuhi kriteria kelulusan minimal hanya 6 orang, dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Konsep yang paling rendah presentase tingkat pemahamannya ialah indikator 1 (mengetahui definisi dan sifat cahaya), dan indikator 2 (memahami syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya). Pada pengetahuan definisi dan sifat cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 50% siswa mengalami instrumental understanding. Pada pemahaman syarat dan proses terjadinya pemantulan dan pembiasan cahaya, 36% siswa mengalami misunderstanding, dan 20% mengalami instrumental understanding. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-diagnostic test telah layak digunakan untuk mendiagnosis tingkat pemahaman konsep siswa. The science score analysis’ result of the 8th grade students’ in 2 Magelang Junior High School showed that there were only 61% of student who is achieved the criterion referenced. It shows the lackness of understanding by the students, so then we need a test instrument which is could diagnose their ability to understanding the concepts that have been tought. This research is aimed to develop e-diagnostic test on web-based, which is proper to be used to identifying the students’ understanding in cognitive domain, especially in optic and vision topic. Students’ capability and weakness are directly known, so then teacher could gives an appropriate feedback to each student. Validation of test instrument and media are showing the result 95,83% and 94,44%, which is included in a very appropriate category. Students’ questionnaire is showing result 78% on the small class stage, 87% on wide class, and 90% on implementation. The research result was showing that only 6 students who could pass the criterion referenced. The lowest percentage of concept understanding are the first indicator (Understanding the light’s definition and characteristics), and the second indicator (conceiving the requirements and the process of the light’s reflection and refraction). 36% students are on misunderstanding phase, and 50% are on instrumental understanding, in the ability of understanding the light’s definition and characteristics. 36% students are on misunderstanding phase, and 20% are on instrumental understanding, in the ability of conceiving the requirement and the process of the light’s reflection and refraction. This research result was showing that e-diagnostic test is able to diagnose the concept understanding of the students. 
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU SUNDIAL FOTOTROPISME PADA TEMA GERAK UNTUK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Maftuh, Muhamad; Parmin, Parmin; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7726

Abstract

Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.     Integrated science learning should be supported by several things including the integrated teaching aid based integrated thematic because science is empiris knowledge learning. Reality in MTs Al Ishlah Pulokulon, are still hard to find the integrated science teaching aid which really integrated. This research was conducted by Research and Development (R & D). Research tested on 8th E class of MTs Al Ishlah Pulokulon Grobogan. Non-test data were analyzed by descriptive percentages, while the test data were analyzed using n-gain analysis. Based on the results of research obtained the mean percentage of expert validation based teaching aid and material respectively is 93.00% and 95.00% that both included in very active criteria. The mean percentage of results of students’ questionnaires of easy to use and observations in learning, respectively is 84.00% with very good criteria and 83.00% with very active criteria. Terms of achievement test results are an increase in pretest-posttest with a mean gain of students is 0,76 that entered on high criteria. Results of this research showed that the teaching aid sundial fototropisme integrated science in a motion theme for student MTs are valideffective used in learning.Pembelajaran IPA terpadu seharusnya didukung oleh beberapa hal diantaranya adanya alat peraga IPA terpadu yang berbasis tematik karena IPA adalah pengetahuan yang bersifat empiris. Kenyataan di MTs Al Ishlah Pulokulon, masih sulit ditemukan adanya alat peraga IPA terpadu yang di dalamnya benar-benar terpadu. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D). Penelitian diujicobakan pada kelas VIII E MTs Al Ishlah Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data non tes dianalisis secara deskriptif persentase, sedangkan data tes dianalisis menggunakan analisis n-gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rerata persentase uji kelayakan ahli media dan ahli materi secara berturut-turut sebesar 93.00% dan 95.00% yang keduanya masuk dalam kriteria sangat layak. Rerata persentase hasil angket tanggapan kemudahan penggunaan dan hasil observasi dalam pembelajaran secara berturut-turut sebesar 84.00% dengan kriteria sangat baik dan 83.00% dengan kriteria sangat aktif. Ditinjau dari tes hasil belajar terdapat peningkatan hasil pretest-posttest dengan rerata gain siswa sebesar 0,76 yang masuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat peraga IPA terpadu sundial fototropisme  pada tema gerak untuk siswa MTs yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK KOMIK BERPENDEKATAN PENGEMBANGAN KONTEKSTUAL PADA TEMA BUNYI UNTUK SISWA SMP/MTs Yatno, Rohadi; Susilowati, Sri Mulyani Endang; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah media pembelajaran IPA Terpadu yang menarik yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran berupa komik. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tuntutan pelaksanaan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di tingkat SMP/MTs. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh dua dua pakar kemudian dilakukan pengujian skala kecil dan skala besar. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data validasi produk oleh pakar, angket tanggapan guru dan siswa terhadap komik, motivasi belajar siswa serta data pemahaman konsep siswa. Untuk mengimplementasikan pembelajaran terpadu di SMPN 2 Moga terdapat beberapa permasalahan yaitu guru yang mengajar IPA pada saat ini berlatarbelakang bidang fisika, kimia dan biologi. Selain itu belum adanya media pembelajaran IPA Terpadu dan variasi bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian penilaian komik IPA Terpadu oleh pakar menunjukkan kriteria sangat layak dengan rata-rata perolehan skor sebesar 89,74% dan komik yang dikembangkan dikatakan efektif karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar pun menjadi maksimal, terbukti dengan 100% siswa tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian di SMPN 2 Moga dapat disimpulkan bahwa komik IPA Terpadu pada tema bunyi dan sistem koordinasi dan alat indra pada manusia layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran kelas VIII di SMPN 2 Moga.  This research aims to create an integrated science teaching materials that attact qualified and effective learning that is used in comics. Background of this study is that there is the demand for integrated learning in subjects floor science SMP/MTs. Research methods used are research and development (R and D). In this study, a product that has been developed is validated by two experts then perfotmed testing of small scale and large scale. The data analyzed in this study is the data product validation by experts, a survey of teachers and students perception of comics science integrated teaching materials, data, learning motivation of students and students conceptual understanding of data. Existing problems in the field to imploment integrated learning are teachers in the current science background fields of physics, chemistry and biology. Additionally because of the lack of theaching materials and variations science integrated teaching materials used in the learning process. The results showed that the evaluation of theaching materials comics science integrated by highly qualified experts suggest criteria with the average turnover of a score of 89.74% and comics said developed effective because if can increase students learning motivation to learn even be maximal yield, as evidenced by 100% of students finished. Based on the research results it can be concluded that the integrated science comic teaching materials on the theme of sound and system coordination and tool sense organ on human with qualifield and effective use in learning class VII in SMPN 2 Moga. 
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA TERPADU PADA TEMA PEMISAHAN CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Apriliyanti, Dharis Dwi; Haryani, Sri; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan alat peraga IPA terpadu terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) pada tema pemisahan campuran. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), dengan subjek penelitian guru IPA dan siswa kelas VII SMP N 1 Kembang. Instrumen yang digunakan meliputi  tes, angket, wawancara, lembar validasi dan lembar observasi. Data yang dianalisis berupa hasil validasi pakar dan hasil penerapan dalam pembelajaran. Hasil analisis validasi pakar menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian pakar materi maupun alat peraga dengan persentase rata-rata sebesar 96,25% dan 87,50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga  yang dikembangkan mampu meningkatkan KPS siswa, dengan nilai N-gain mencapai 0,71 yang termasuk dalam kriteria tinggi. Peningkatan KPS tertinggi terjadi pada indikator mengamati sedangkan terendah pada indikator berkomunikasi. Hasil belajar menggunakan alat peraga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari  0% siswa tuntas KKM pada pretest menjadi 85,19% pada posttest. Data observasi sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan alat peraga dapat merangsang keaktifan siswa dengan  persentase 55,56% siswa sangat aktif dan 44,44% siswa aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan telah memberi kesempatan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan motivasi belajar karena dihubungkan dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari. This study aims to investigate the feasibility of teaching aids for integrated natural science toward the improvement of Science Process Skills on the theme of mixture separation. Research design used in this study was research and development (R & D), with natural science teacher and seventh graders of SMP N 1 Kembang as the research subject. The instrument used in this study included test, questionnaire, interview, validation sheet, and observation sheet. The analyzed data was in form of the result of expert validation and the result of implementation in learning. The result of expert validation showed that the developed props was feasible to be used as learning media based on the evaluation from material expert and props expert with average percentage of 96.25% and 87.50%. The result of this study showed that the developed props could improve students’ Science Process Skills, with the value of N-gain reaching 0.71 that was included in high criteria. The highest improvement of Science Process Skills occurred in indicator of observing, while the lowest occurred in indicator of communicating. The learning outcome using the props showed an improvement of students’ learning outcome and 0% student who completed the Minimum Mastery Criteria in the pre-test became 85.19% in the post-test. The data of students’ scientific attitude observation showed that learning using the props could stimulate students’ activeness with percentage of 55.56% very active students and 44.44% active students in learning. The implemented learning has provided an opportunity for students to participate actively and improve learning motivation because it was connected to students’ experiences in daily life.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SELF REGULATION SISWA PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHANNYA Rahmawati, Inna Latifa; Hartono, Hartono; Nugroho, Sunyoto Eko
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7922

Abstract

Perubahan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke kurikulum 2013 pada tujuan dan pendekatan untuk memperoleh tujuan pembelajaran IPA, menyebabkan evaluasi sebagai cara untuk mengukur ketercapaian tujuan juga mengalami perubahan. Evaluasi berfungsi untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Salah satu bentuk penilaian yang menilai proses sekaligus memberikan feedback untuk perbaikan proses belajar mengajar adalah asesmen formatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan asesmen formatif yang valid dan meningkatkan kemampuan self regulation, serta mengetahui pengaruh kemampuan self regulation terhadap hasil belajar siswa pada tema “Suhu dan Perubahannya”. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, dengan desain pengembangan yang diadaptasi dari Sugiyono. Berdasarkan penilaian pakar, asesmen formatif dinyatakan valid secara isi, konstruksi, dan bahasa dengan kriteria layak dengan sedikit revisi (rata-rata 3,64) dan reliabel berdasar uji empiris (r = 0,694). Pada uji coba skala kecil, diperoleh keterbacaan asesmen formatif sebesar 94%, beberapa item direvisi agar sesuai dengan perkembangan bahasa siswa SMP. Hasil temuan penelitian menunjukkan (1) penggunaan asesmen formatif meningkatkan kemampuan self regulation siswa (n gain = 0,303); (2) kemampuan self regulation yang meningkat dengan diterapkannya asesmen formatif dalam pembelajaran, berpengaruh kuat (r = 0,64) dan signifikan (thitung = 4,737) terhadap peningkatan prestasi akademik siswa; serta (3) kemampuan self regulation berperan 41% terhadap prestasi akademik siswa, sementara 59% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian, asesmen formatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria produk pengembangan yaitu valid, praktis, efektif, dan menunjukkan nilai tambah. The change from Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) to Kurikulum 2013 on purpose and approach to reach purpose in science education made evaluation as the way to measure achievement also changed.  Evaluation functioned to monitor the process, progression, and  remedical of learning outcome continuously. One kind of evaluation to assess process also give feedback in teaching and learning activity’s remedical is formative assessment. This research aimed to get valid formative assessment that increase self regulation ability and to know relation between self regulation ablility with academic achievement  in “Temperature and Its Changing”. This was research and development kind of research, with design adopted from Sugiyono. According to validator, design of formative assessment was valid with some revisions based on content, construct, and language (mean score = 3.64) and reliable based on empirical analysis (r = 0.694). In small experiment, design of formative assessment got 94%, some items were corrected in order to appropriate with language development of junior high school students. Result of the research showed that (1) the using of formative assessment increased students’ self regulation ability (n gain = 0.303); (2) self regulation ability that increased because of the using of formative assessment had strong affect (r = 0.64) and significant (t = 4.737) on students’ academic achievement, and (3) self regulation ability played role on students’ academic achievement (41%), whereas 59% other was influenced by another factors.Thereby, the developed formative assessment qualified as developed product, that was valid, practical, effective, and having added value. 
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI SMART SCIENCE SERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN BERPENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA SMP Cahyaningrum, Rahajeng Lintang; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7934

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik, maka dari itu pengembangan media pembelajaran berbasis permainan monopoli berpendekatan saintifik diharapkan dapat memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran monopoli smart science berpendekatan saintifik seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan pada pembelajaran di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, metode analisis butir soal, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan persentase tanggapan siswa pada tahap uji coba sebesar 87,3% dan uji pemakaian 88,8%, serta persentase tanggapan guru sebesar 91,1%. Total rata-rata nilai akhir hasil belajar siswa sebesar 79,2 dan total rata-rata ketuntasan klasikal seluruh kelas sebesar 3,2 dengan kategori nilai B+. Analisis N-gain menunjukkan hasil sebesar 0,427 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media monopoli smart science seri interaksi makhluk hidup dengan lingkungan berpendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Curricullum 2013 pressed upon us the learning method using scientific approach, therefore it hoped that the development of learning media based on scientifically-approached monopoly board game could help fulfill the demand of the aforementioned curricullum. The purpose of this research is to find out the the effectiveness of scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game to the middle school students.  The methods used for this research are data collecting, tasks analysis, and data analysis. The research' results show on preliminary field testing, 87.3% of approvement from students being tested, while it rose to 88.8% during main field testing, also teachers approvement was as high as 91.1%. The students' finals grade averaged on 79.2, and the average total of classical fulfillment of all classes was 3.2, or B+ grade category. The analysis of grade gains shows 0.427gain with middle criteria. Based on the results above, it can be concluded that scientifically-approached smart science monopoly"Living Individuals Interaction with Environment" board game was able to improve students' learnings.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA TEMA PENGLIHATAN BERBASIS GUIDED INQUIRY GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR LOGIS SISWA Uqba, Naela Zulfiyatul; Wiyanto, Wiyanto
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7935

Abstract

Hasil observasi di MTs NU Ungaran menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar dan tingkat kemampuan berpikir logis siswa, terutama pada tema penglihatan. Selain itu juga belum adanya alat peraga yang dapat menjelaskan materi penglihatan, sehingga menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami materi atau konsep IPA tersebut, oleh karena itu perlu adanya pengembangan media pembelajaran, dalam hal ini adalah alat peraga yang dapat menunjang proses pembelajaran yang juga dapat menjelaskan materi atau konsep IPA yang bersifat abstrak. Selain penggunaan alat peraga perlu adanya penerapan metode pembelajaran, dalam hal ini penerapan alat peraga berbasis guided inquiry yang dapat menunjang peningkatan hasil belajar dan berpikir logis siswa. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dilakukan melalui tahap pengkajian masalah dan pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi, dan tahap uji coba. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII. Hasil penilaian pakar terhadap alat peraga yang dikembangkan 92,7%, penilaian alat peraga berdasarkan tanggapan guru memperoleh persentase sebesar 82,9% dan rata-rata hasil pretest 42,34 dan rata-rata posttest 78,12 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dikembangkan layak dijadikan media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir logis siswa. The observations result from MTs NU Unggaran indicate that the achievement learning  and student logical thinking was low, especially on eyesight mecanism theme. There is no teaching aids that can explain the eyesight material, that makes students difficulty to understanding the science of matter or concept. Therefore, need for to development of instructional media, in this case especially for teaching aids that can support the learning process can also explain the science material or abstract concepts. Besides using the teaching aid,  there is need for the applicate of learning methods. In this case is the aplication of teaching aid that based of guided inquiry that can support the improvement of achievement learning and students' logical thinking. Design applied in this study is the research and development (Research and Development). The study was conducted through the stages of assessment and data collection issues, product design, validation, revision, and test phase. Subjects were students of class VIII. The result of practicability test eyesight teaching aid from science teacher questionnaire obtained percentage of 82.9%. the pretest average score is 42,34 and the posttest average score is 78,12. It can be concluded that the teaching aid were developed has worthy to increas the learning achievement and logical thinking of student .
PENGEMBANGAN BOOKLET ETNOSAINS FOTOGRAFI TEMA EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SMP Mahendrani, Kevin; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Booklet Etnosains Fotografitema ekosistem dan pengaruh penerapan booklet terhadap hasil belajar pada siswa di SMP N 21 Semarang. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and development (R&D). Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahapan yaitu Define, Design, Development, dan Implementation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan terhadap booklet yang digunakan dinyatakan layak sesuai BNSP dengan rata-rata validasi komponen isi 3,5, kebahasaan 3,7, dan penyajian 3,7. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar  86,44% dan untuk keaktifan siswa keseluruhan dikategorikan sangat aktif, sedangkan perhitungan menggunakan uji t didapat dinilai thitung(11,627) >ttabel (1,67) dikategorikan pencapaian signifikan. Booklethasil pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar dengan N-gain sebesar 0,5 dengan tingkat  pencapaian  sedang. Hasil analisis ini menunjukkan hasil belajar siswa secara klasikal 86,44% dan N-Gain 0,5 dengan kategori sedang dan keaktifan siswa dengan kategori sangat aktif. The research goals were to develop the booklet of Ethnoscience Photography of ecosystems theme and the effect of applying the booklet on learning outcomes of the students in SMP N 21 Semarang. The method used was the Research and development (R & D). The research was conducted in four stages, namely, Define, Design, Development, and Implementation. Based on the results of the research showed that the feasibility of the booklet used was declared eligible in accordance to BNSP with the average of component validation of the content was 3.5, the linguistic was 3.7, and the presentation was 3.7. The learning outcomes in classical completeness was 86.44% and for the overall students activity categorized as very active, while the calculation using the t test obtained score of tcount (11.627)> ttable (1.67) considered as significant achievement. The booklet of the development can improve learning outcomes with N-gain of 0.5 with a moderate level of achievement. The results of this analysis indicated that students learning outcomes in classical was 86.44% and the N-Gain was 0.5 categorized as moderate level and the students’ activity categorized as very active.
PENGEMBANGAN SCIENCEPOLY GAME BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA SCIENCE-EDUTAINMENT PATA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYAUNTUK SISWAKELAS VII SMP Chasanah, Lu’luul; Dewi, Novi Ratna
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i2.7937

Abstract

Minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA timbul jika pembelajarannya menyenangkan. Media pembelajaran science-edutainment diperlukan dalam proses pembelajaran  IPA karena menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Sciencepoly Game berbasis kontekstual dapat menjadi media science-edutainment untuk materi kalor dan perpindahannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan sciencepoly gamemenurut pendapat dari ahli media dan ahli materi. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Langkah-langkah penelitian diadopsi dari penelitian pengembangan menurut Sugiyono 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sciencepoly game layak digunakan dalam pembelajaran IPA materi kalor dan perpindahannya. Hal ini terbukti dari hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi serta dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan hasil 93,75%, validasi oleh ahli materi menunjukkan hasil 96,67%, ketuntasan klasikal sebesar 83,33% dan perhitungan N-gain menunjukkan hasil 0,68 dengan kriteria sedang  yang artinya sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Sciencepoly game dapat memotivasi siswa untuk belajar dan siswa dapat menghubungkan materi kalor dan perpindahannya ke dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan sciencepoly game berbasis kontekstual sebagai media science-edutainment sangat layak dan efektif digunakan pada materi kalor dan perpindahannya untuk siswa kelas VII SMP. ObservationStudents’s motivation in science lesson appears if the learning process fun. Sciencepoly game learning media is needed in science learning process because makes students fun so that students have motivation more to study. Sciencepoly game contextual can be science-edutainment media in kalor subject. Objectives of the study are develop and know properness of sciencepoly game from the result of the media expert and lesson expert.The method of the study isResearch &Development (R&D).This study shows that sciencepoly game  proper to used  in science leraning in kalor subject. It proved from validation of media expert, lesson expert and standart of minimum completeness. Validation of media expert shows 93,75%, validation of lesson 96,67%, standart of minimum completeness 83,33% and N-gain 0,68 with medium criteria . Sciencepoly game can motivate the students to study and the students can relate kalor lesson subject in daily life. Based of the result of the study sciencepoly gameis very proper to used as learning media. The result of the study can be concluded that development of sciencepoly game contextual learning media as science-edutainment media very proper and effective to used in kalor subject 7 grade of junior high school. 

Page 11 of 61 | Total Record : 609