cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
ISSN : 20879334     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Pasca Teknik Sipil (S2) Unsrat Open Journal System (PTSU-OJS) consist of Jurnal Ilmiah Media Engineering (Online Not Yet) and Jurnal Ilmiah Media Engineering (Print) are published fourannualy, in Februari, March, July and November.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
EFFECTS OF REGULARLY ARRAYED ROUGHNESS ON FLOW RESISTANCE AND TURBULENT FLOW STRUCTURE IN AN OPEN CHANNEL Sukarno, .
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effects of regularly arrayed cylindrical and sphere roughness on flow resistance and turbulent characteristics in an open channel have been investigated over a completely rough-bed with uniform stainless steel rods and glass beads. Detailed spatial measurements of streamwise and vertical velocity fluctuations were conducted using Particle Image Velocimetry in a vertical plane along the completely rough bed surface. Experimental results indicated that flow resistance with sphere roughness is higher than that with cylindrical roughness and significant degrees of spatially regular variation in the time-averaged velocities were generated along the rough elements in case of the large ratio of the roughness height to flow depth. In addition, Reynolds shear stress and turbulent intensity abruptly decreased near the ridge of roughness elements. It was suggested that the difference in flow resistance between cylindrical roughness and sphere one, these organized flow structure were explained by form induced stress.Keywords: open-channel shallow flow, flow resistance, rough bed, turbulent characteristics, PIV.
BATU BARA SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BAHAN BAKAR MINYAK PADA CAMPURAN ASPAL PANAS Elisabeth, Lintong; Kaseke, Oscar H.; Waani, Joice E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan BBM untuk proses produksi campuran aspal panas membuat para produsen memakai material batu bara sebagai penggantinya. Studi ini meneliti tentang kinerja campuran aspal panas HRS-Base denganagregat dari cold bin yang proses pengeringan menggunakan BBM dan campuran aspal panas HRS-Base dengan agregat dari hot bin yang proses pengeringan menggunakan batu bara serta meneliti tentang perbedaan biaya kedua campuran tersebut.Pengujian dilakukan di laboratorium transportasi dengan material agregat pecah, pasir alam ex Kinilow, batu bara serta aspal penetrasi 60/70. Spesifikasi yang digunakan sebagai acuan adalah Spesifikasi KhususCampuran Beraspal Panas HRS-Base Dirjen Bina Marga tahun 2007, dan pengujian dilakukan dengan uji Marshall, untuk mendapatkan karakteristik campuran aspal panas yang proses pengeringannya menggunakan BBM dan menggunakan batu bara.Hasil pengujian menunjukkan bahwa HRS-Base proses pengeringan dengan BBM, memenuhi spesifikasi kriteria Marshall pada kadar aspal 5,15 % - 6,75 %, sedangkan HRS-Base proses pengeringan dengan batubara, mempunyai rentang kadar aspal yang lebih pendek yaitu memenuhi spesifikasi kriteria Marshall pada kadar aspal 5,85 % - 6,5 %.Untuk memproduksi 1 ton campuran aspal panas, memerlukan biaya BBM sebesar Rp. 50.292,- bahan bakar/ton, sedangkan jika menggunakan batu bara hanya memerlukan Rp. 45.000,-bahan bakar/ton.Kata kunci: Kriteria Marshall, BBM, Batu Bara.
VARIASI KONSENTRASI SIKACRETE-W TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PENGECORAN DALAM AIR Dapas, Servie O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor air sangat mempengaruhi mutu dari beton. Jumlah air yang digunakan dalam adukan beton harus dalam proporsi yang tepat agar diperoleh mutu beton sesuai yang direncanakan. Persoalan muncul bila pengecoran dilakukan dalam air (underwater cast concrete). Pemisahan material (segregation), pencemaran air (water pollution), peningkatan FAS (w/c ratio), dan penghanyutan (wash out) material merupakan persoalan utama, sehingga pengecoran dalam air biasanya dihindari. Apabila pengecoran dalam air mau tidak mau harus dilakukan maka perlu dilakukan perlakuan khusus pada teknik pengecoran ataupun pada material pembentuk betonnya.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang spesifik mengenai penggunaan bahan tambahan super plasticizer Sikacrete-W untuk mempercepat laju pengerasan beton dalam air. Komposisi campuran beton ringan direncanakan dengan metode ACI 211.2-91 yang dimodifikasi dengan berat semen 400kg dan substitusi parsial batu pecah terhadap agregat ringan batu apung dengan prosentasi Viscocrete 0,6% dan variasi konsentrasi Sikacrete 0%, 4%, 6% 8% 10%, 12%, dan 14% dari berat semen. Pemeriksaan kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Hasil pengujian menunjukkan bahwa berat beton yang diperoleh berada pada rentang1600-1850 kg/m3 dan termasuk pada klasifikasi beton berbobot ringan. Umumnya kuat tekan beton yang dicor dalam air lebih rendah dari beton kondisi normal yang tidak dicor dalam air. Prosentase Sikacrete yang memberikan kuat tekan beton yang optimal adalah 12% dari berat semennya. Nilai kuat tekan yang diperoleh pada konsentrasi Sikacrete optimal 12% adalah 73,53% dari kuat tekan beton kondisinormal.Kata kunci: Kuat tekan, cor dalam air, penghanyutan, prosentase Sikacrete, beton berbobot ringan
PENGARUH PERAWATAN DAN UMUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS ABU TERBANG Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan beton geopolimer berbasis abu terbang merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat mengurangi pemakaian semen portland sebagai bahan pengikat utama yang digunakan untuk membuat beton saat ini yang memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap emisi gas karbondioksida ke atmosfir. Pemakaian abu terbang yang merupakan limbah dari proses pembakaran batu baru sebagai material asal juga memberikan nilai tambah tersendiri terhadap beton geopolimerberbasis abu terbang.Paper ini melaporkan hasil studi terhadap beton geopolimer berbasis abu terbang yang dibuat dengan menggunakan abu terbang sebagai material asal, sodium hidroksida dan sodium silikat sebagai aktivator dan agregat yang biasa digunakan dalam campuran beton, dengan fokusnya adalahuntuk melihat pengaruh jenis perawatan serta umur beton terhadap salah satu sifat mekanis beton yaitu kuat tekannya. Tipe perawatan yang diterapkan adalah perawatan beton pada temperatur ruang, perawatan pada temperatur di atas temperatur ruang (elevated temperature) serta kombinasi antara perawatan pada elevated temperature dan perendaman dalam air. Umur beton yang diamati adalah sampai dengan jangka waktu maksimal 3 tahun.Hasil-hasil yang didapat menunjukkan bahwa tipe perawatan sangat mempengaruhi perkembangan kekuatan tekan beton, dimana perawatan pada temperatur ruang menghasilkan beton dengan perkembangan kekuatan yang lebih lambat terutama pada umur-umur muda sampai dengan 3 bulan. Sedangkan perawatan pada elevated temperature yaitu pada temperatur 60oC selama 24 jam menunjukkan bahwa kekuatan tekan beton yang diharapkan dapat dicapai setelah proses perawatanselesai. Tidak terjadi peningkatan kekuatan tekan yang berarti setelah umur 3 bulan untuk beton geopolimer dengan perawatan pada temperatur ruang. Demikian juga untuk perawatan pada elevated temperature maupun kombinasi dengan perendaman dalam air tidak terjadi peningkatan kuat tekan yang berarti setelah proses perawatan pada elevated temperature selesai.Kata kunci: abu terbang, umur, elevated temperature, geopolimer, perawatan
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Sumajouw, Marthin D. J.; Dapas, Servie O.; Windah, Reky S.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 4 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Utara dikenal memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan  alam yang banyak ditemukan adalah pasir, kerikil dan teras, dimana ketiga bahan ini apabila dipadukan dengan semen yang berfungsi sebagai perekat akan menjadi bahan dasar alami yang cocok digunakan sebagai campuran beton mutu tinggi. Bahan bahan ini dapat ditemukan dalam jumlah yang banyak dan relatif murah dan dapat langsung digunakan sebagai bahan dasar pembentuk beton mutu tinggi. Beton mutu tinggi sebagai material pembentuk elemen struktur sudah merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat dihindari terutama untuk daerah-daerah yang memiliki tingkat resiko kegempaan tinggi seperti Sulawesi Utara. Salah satu keunggulan beton mutu tinggi dibandingkan dengan beton normal adalah dimensi elemen strukturnya menjadi lebih ramping. Hal ini akan mereduksi berat struktur yang merupakan fungsi dari gaya gempa yang pada akhirnya mengurangi resiko bahaya gempa terhadap sebuah struktur. Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkan sifat karakteristik dari material pembentuk beton mutu tinggi yang nantinya merupakan dasar untuk mendisain komposisi (mix-design) beton mutu tinggi. Setelah komposisi campuran beton mutu tinggi diperoleh, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap nilai kuat tekan beton mutu tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan grafik hubungan antara variasi umur beton terhadap nilai kuat tekan beton. tren menunjukkan bahwa semakin lama umur beton mutu tinggi terjadi peningkatan kuat tekan beton, dimana kuat tekan maksimum terjadi pada umur beton 28 hari. Kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 62.64 MPa. Kuat tekan pada umur 3 hari mencapai 58%, 7 hari mencapai 78%,  umur 14 hari mencapai 88% dan umur 21 hari mencapai 93% dibandingkan dengan kuat teklan pada umur 28 hari. Kata Kunci : Mutu Tinggi, Kuat Tekan Beton
ANALISIS RESIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI PERUMAHAN DI KOTA MANADO Tjakra, Jermias; Sangari, Freyke
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan rumah tinggal meningkat. Bidang properti khususnya sektor perumahan cenderung menunjukkan perkembangan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena permintaan masyarakat akan rumah tinggal meningkat pesat. Proyek konstruksi memiliki karakteristik unik karena merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu untuk menghasilkan produk dengan kriteria yang telah digariskan di dalam dokumen kontrak. Pada pelaksanaan proyek konstruksi, maka pengembang akan dibebani oleh berbagai situasi ketidakpastian kondisi di lapangan yang merupakan konsekuensi resiko. Dengan latar belakang tersebut maka perlu analisis untuk memahami kondisi-kondisi ketidakpastian yang berpotensi menimbulkan resiko selama pelaksanaan proyek konstruksi.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi resiko–resiko yang terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi perumahan, dan menganalisis resiko–resiko apa yang paling berpengaruh pada kegagalan proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data.Hasil penelitian yaitu 1). Identifikasi resiko berdasarkan kejadian dengan menggunakan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) menghasilkan aspek–aspek resiko, yaitu : sosial dan lokasi, K3L dan birokrasi, eksternal, perencanaan, manajemen pelaksanaan, alam dan peralatan, dan material. Dan identifikasi resiko berdasarkan konsekuensi dengan menggunakan Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) menghasilkan aspek–aspek, yaitu aspek sosial, lokasi, dan internal, alam dan kebijakan, dan peralatan. 2). Resiko yang paling berpengaruh pada pelaksanaan konstruksi perumahan berdasarkan kejadian, yaitu : high risk terdiri atas aspek K3L dan birokrasi, aspek alam dan informasi; significant risk terdiri atas aspek sosial dan lokasi, eksternal, perencanaan, manajemen pelaksanaan; sedangkan yang termasuk low risk adalah aspek material. Resiko yang paling berpengaruh pada pelaksanaan konstruksi perumahan berdasarkan konsekuensi, yaitu : high risk terdiri atas aspek alam dan kebijakan pemerintah; significant risk terdiri atas aspek sosial, lokasi dan internal; sedangkan yang termasuk low risk adalah aspek budaya dan peralatan.Kata kunci: identifikasi resiko, aspek-aspek resiko, high risk, significant risk, low risk.
OPTIMASI PENGELOLAAN JARINGAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM INTEGRATED ROAD MANAGEMENT SYSTEM (IRMS) Kairupan, Dolvie Ronald; Sompie, Bonny F.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat deskripsi tentang metode survai yang efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan Program Integrated Road Management System (IRMS). Pengumpulan data mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dilakukan secara sistematis, faktual, dan akurat sehingga mudah diinputkan pada IRMS.Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan survai dilapangan membutuhkan alat bantu yaitu GPS tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi. Untuk pelaksanaan di lapangan alat GPS dikalibrasi dan disesuaikan dengan odometer pada kendaraan agar menjadi pembanding dalam pencatatan panjang jalan selama survai. Setiap titik kerusakan jalan, persimpangan, jembatan/gorong-gorong didata nilai koordinat UTMnya dan situasi titik yang dimaksud. Penting dalam metode survai ini untuk menggunakan alat GPS yang dapat merekam semua titik –titik yang dilewati. Peneliti menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRM . Dari MapSource kemudian diubah ke file DXF untuk mengedit gambar pada Program IRM . Proses pengeditan peta dengan Program IRMS bertujuan merapikan gambar Peta Jaringan Jalan yang ada. Berdasarkan pelaksanaan di lapangan metode survai dengan panduan IRMS membutuhkan waktu survai di lapangan yang lebih lama dimana proses inputing data kordinat jalan dilakukan dengan menginput satu persatu jika tidak menggunakan program Map Source.Kesimpulan yang diperoleh adalah untuk optimalisasi pelaksanaan survai dilapangan maka diperlukan alat bantu alat GPS Tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi dan metode inputing data yang optimal adalah menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRMS .Kata kunci : IRMS, GPS tracking, jaringan jalan, koordinat, peta.
PERILAKU TANAH EXPANSIF TERHADAP DAYA DUKUNG Manoppo, Fabian J.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The important things in design of structural engineering problems such as building is foundation. Some soil problems were found in design of foundation. One of the problem is foundation buried in expansive soils. Some methods were suggested to solve these problems such as soil stabilization or computed the heave of expansive soils. In order to reduce the heave caused of expansive soil, the pressure from the above soil should be increased while controlled the settlement of foundation. This analysis was computed the bearing capacity of shallow foundation cause of expansive soil and how to control the heave. The result was shown that if the pressure from the above increased then the heave will be decreased and the cohesion of soil increased the heave was decreased too.Keywords; Bearing capacity, the heave, shallow foundation, expansive soil
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno-Manado) Pangkey, Febyana; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman penerapan SMK3 di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.Penelitian ini mencoba memberikan jawaban tentang bagaimana standar dan pedoman SMK3 yang digunakan pada proyek pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno di Manado serta membahas bagaimana pengaruh dari penerapan SMK3 bagi perusahaan dan tenaga kerja itu sendiri.Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan petugas K3, hasil observasi atau pengamatan langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi data-data SMK3 yangtersedia serta studi kepustakaan sebagai data pendukung.Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa SMK3 telah direncanakan dan diterapkan dengan baik di lokasi proyek. Standar dan pedoman yang digunakan untuk mengatur sistem ini disusun dalam Rencana Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Proyek (RMK3LP). Dasar penerapan prosedur-prosedur tersebut disesuaikan dengan standar internasional yaitu Occupation Health and Safety Management System (OHSAS) 18001:1999 yang memiliki kesamaan dengan SMK3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996. Penerapan SMK3 ini membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan maupun tenaga kerja, hal tersebut terlihat dari jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit kerja masih tergolong rendah dantidak memberikan pengaruh yang berarti bagi pelaksanaan pekerjaan.Kata Kunci : SMK3, OHSAS 18001:1999
ANALISA GELOMBANG KEJUT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI JALAN WALANDA MARAMIS BITUNG Adam, Octaviani Litwina; Timboeleng, James A.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang kejut didefinisikan sebagai gerakan atau perjalanan pada sebuah perubahan kerapatan dan arus lalu lintas. Pada keadaan arus bebas, kendaraan-kendaraan akan melaju dengan kecepatan tertentu. Apabila pada arus tersebut diberikan suatu hambatan, maka akan terjadi pengurangan arus yang dapat melewati lokasi hambatan tersebut. Pengurangan arus ini mengakibatkan kerapatan kendaraan pada daerah sebelum lokasi hambatan menjadi tinggi yang pada akhirnya kecepatan kendaraan turun atau bahkan terjadi antrian. Hambatan pada arus lalu lintas tersebut dapat berupa penutupan sebagian atau seluruh lajur jalan misalnya akibat terjadinya kecelakaan, perbaikan jalan, atau dapat juga terjadi karena adanya lampu lalu lintas.Penelitian dilakukan di Jalan Walanda Maramis Bitung (4 lajur 2 arah tidak terpisah lebih khusus untuk jalur arah Pusat Kota ke Wangurer), dengan menggunakan 3 metode yaitu: Greenshield, Greenberg, dan Underwood, kemudian dipilih model yang terbaik. Hasil analisa menunjukkan bahwa untuk arah Pusat Kota Bitung ke Wangurer didapatkan model Greenshield dengan R2 sebesar = 0,883. Arus maksimum yang didapat dari model greenshield adalah sebesar = 917.751 smp/jam. Dengan menggunakan skenario insiden yang terjadi ketika volume kendaraan sebesar 720 smp/jam mengakibatkan satu lajur dari 2 lajur jalan arah pusat kota ke Wangurer harus ditutup karena terjadi insiden. Dari hasil analisa gelombang kejut, didapatkan total waktu pembukaan jalur dengan waktu kendaraan terakhir memasuki antrian yaitu = 1,935 menit. Total waktu dari pembukaan jalur ke kondisi normal = 2,013 menit, dengan panjang antrian 1,11 km.Kata kunci: gelombang kejut, insiden skenario, metode Greenshield.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol. 12 No. 3 (2022): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 3 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 9, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 8, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 7, No 4 (2017): Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol 7, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 3 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 2 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 6, No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 5, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 5, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 4 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 3 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 2 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 3 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 1 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 1 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 1, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING More Issue