cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Gambaran resiliensi pada mantan pengguna narkoba Chi Ikanovitasari1; Shanty Sudarji
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relapse merupakan perilaku penggunaan kembali narkoba yang ditandai dengan adanya pemikiran, perilaku, dan perasaan adiktif setelah menjalani penanganan secara rehabilitasi. Mantan pengguna narkoba yang tidak mampu menahan keinginan atau sugesti untuk memakai kembali narkoba akan mengalami stres atau frustasi (Syuhada, 2015). Resiliensi dibutuhkan oleh mantan pengguna narkoba agar dapat menghadapi masalah dan tekanan dalam hidupnya, memerankan perannya dalam masyarakat, dan tidak mengalami relapse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi pada mantan pengguna narkoba dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis fenomenologi dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga subjek memiliki sumber I Have, I Am, dan I Can, satu subjek memiliki sumber I Have dan I Am, serta satu subjek lainnya hanya memiliki sumber I Have. Subjek yang memiliki sumber I Have, I Am, dan I Can dipengaruhi oleh faktor kecerdasan emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati dan self efficacy.  Kata kunci: Resiliensi, mantan pengguna narkoba, relapse
Studi fenomenologis: perilaku agresif pada pecandu alkohol Andika Guruh Prabowo; Wiwien Dinar Pratisti
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pecandu alkohol adalah istilah yang digunakan pada orang yang menggunakan dan mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama. Di dalam DSM IV, dampak jangka pendek penggunaan alkohol antara lain meningkatnya emosi negatif, gangguan pada proses berpikir, kemampuan motorik, dan keseimbangan tubuh, yang diikuti oleh kemampuan bicara dan penglihatan yang melemah, tertidur, responsivitas seksual dan menunjukkan perilaku agresi. Informasi tentang jenis perilaku agresif sangat diperlukan untuk menghindarkan orang-orang di sekitar dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh pencandu alkohol. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengungkap, dan mendeskripsikan perilaku agresif pada pecandu alkohol. Informan penelitian berjumlah 6 orang, di Magetan. Adapun hasilnya menunjukkan bahwa perilaku agresif yang muncul pada pecandu alkohol adalah memukul teman, mengejar dan mengancam, membentak, dan berkata kasar. Tujuan mengkonsumsi alkohol (1) menjalin relasi sosial, (2) melarikan diri dari masalah, (3) menambah keberanian dan (4) menghilangkan rasa tidak nyaman, agar dapat tidur dengan nyenyak. Kata kunci: DSM IV, pecandu alkohol, perilaku agresif
Intensi penggunaan gadget dan kecerdasan emosional pada remaja awal Dinie Ratri Desiningrum; Yeniar Indriana; Siswati Siswati
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak produsen gadget sengaja menjadikan anak-anak dan remaja  awal sebagai target pemasarannya, di sisi lain dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan, sudah banyak dikemukakan oleh para ilmuwan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara intensi penggunaan gadget terhadap kecerdasan emosional remaja di Semarang. Sampel pada penelitian adalah 56 remaja usia 13-15 tahun, di dua SMPIT Semarang dengan teknik quota-purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis kecerdasan emosi dan skala intensi penggunaan gadget. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil uji hipotesis penelitian memperoleh hasil rxy = 0,399 dengan p = 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan negatif dan signifikan antara intensi penggunaan gadget dan kecerdasan emosional remaja. Koefisien determinasi yang ditunjukkan dengan R square pada variabel intensi penggunaan gadget terhadap kecerdasan emosional remaja adalah sebesar 0,233. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa intensi penggunaan gadget dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 23,3% terhadap variabel kecerdasan emosional.  Kata Kunci: Gadget, Kecerdasan emosional, Remaja awal
Quality of life janda lanjut usia yang tinggal sendiri di pedesaan Margaretta Erna Setianingrum; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kualitas hidup  para  janda lanjut usia yang tinggal sendiri di pedesaan. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang janda yang tinggal di pedesaan Salatiga dengan metode penelitian kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga Subjek  tetap dapat mencapai kehidupan yang berkualitas dan menjadi janda lanjut usia yang mengalami succesfull aging   meski mereka juga mengalami beberapa hambatan dan keterbatasan. Indikator kualitas hidup meliputi kondisi fisik, psikologis, kemandirian, hubungan sosial serta lingkungan. Faktor faktor seperti dukungan sosial, coping terhadap stress, spiritualitas dan persepsi terhadap lingkungan, sangat berpengaruh terhadap kondisi para lansia untuk memeroleh kualitas hidup yang tinggi.  Kata kunci : quality of life, janda lansia
Pemetaan pengetahuan orang tua dan penerapan model pendidikan seks pada remaja Siti Maimunah
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak faktor yang melatarbelakangi remaja untuk melakukan seks bebas, salah satunya adalah kurangnya informasi yang benar tentang seks pada remaja. Informasi tersebut selayaknya didapatkan dari orang yang tepat orang tua. Sayangnya banyak orang tua yang merasa tabu untuk membicarakan tentang seks dengan anaknya dan yang lebih parah mereka juga tidak mengetahui apa itu pendidikan seks serta bagaimana cara mengajarkan kepada anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua mengenai pendidikan seks di wilayah Malang serta untuk memperoleh gambaran tentang model pendidikan seks yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Subjek penelitiannya adalah orangtua yang memiliki anak usia antara 12-19 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 258 subjek terdapat  73,6% orangtua memiliki pengetahuan pendidikan seks dalam kategori rendah, 21,3% dalam kategori sedang dan 5% dalam kategori tinggi. Sedangkan model pendidikan seks yang diterap orangtua kepada anaknya adalah ada 67,1% orangtua yang menggunakan model pendidikan seks dalam bentuk larangan, 13,6% menggunakan modelling relasi orangtua dalam kehidupan sehari-hari, 8,1% menggunakan model pembicaraan singkat, 7% menggunakan diskusi , 4,3 % menggunakan model pemberian informasi dan saran dan sama sekali tidak ada yang menggunakan model inisiatif pemberian penjelasan.   Kata Kunci : pengetahuan, model pendidikan seks, orangtua
“Bila guru melihat” : Perilaku jujur dan tidak jujur siswa SMA berbasis agama pada situasi ujian Aulia Kirana; Sri Lestari
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku jujur maupun tidak jujur siswa dalam situasi ujian beserta alasan yang menjadi latar belakang perilaku tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui sebuah cerita kasus (vignette). Secara spesifik, responden diminta memberikan respons bagi dua cerita. Cerita pertama menyampaikan situasi ujian saat pengawas keluar ruangan ditengah berlangsungnya tes, dan cerita kedua menyampaikan situasi saat pengawas menjalankan tugas dengan disiplin. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 113 siswa menengah atas pada sekolah berbasis agama, terdiri dari 54 siswa laki-laki dan 59 siswa perempuan. Analisis menunjukkan bahwa 64,6% siswa melakukan ketidakjujuran saat pengawas ujian keluar ruangan ditengah berlangsungnya tes. Dalam situasi lain, 71,7% siswa bersikap jujur saat pengawas ujian adalah guru yang disiplin. Beberapa alasan munculnya ketidakjujuran antara lain: ingin cepat selesai, ingin tahu jawaban dan ingin mendapat nilai bagus. Sedangkan alasan munculnya kejujuran terbagi menjadi dua jenis, yaitu internal (ingin tetap berperilaku jujur, tidak ingin berdosa) dan eksternal (takut ketahuan).  Kata kunci: kejujuran akademik, ketidakjujuran akademik, pengawas, ujian
Lansia yang bahagia di era internet Maria Josepha Retno Priyani
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penduduk lanjut usia jumlahnya makin meningkat. Menurunnya kondisi fisik, berkurangnya penghasilan, terbatasnya relasi mengancam eksistensi diri dan kebahagiaan lansia.  Perkembangan teknologi, membuat dunia  bergegas (hurried world), dan berakibat lansia tertinggal, terpinggirkan, sendirian, kesepian, tidak bahagia dan sakit-sakitan, yang akhirnya akan membebani keluarga dan negara. Tulisan ini bertujuan untuk menginspirasi bahwa lansia dapat berguna dan bahagia justru dengan menggumuli perkembangan teknologi.  Upaya yang pertama dan utama adalah mendorong lansia untuk menyadari perlunya  memperbaharui diri, baik fisik, kognitif, emosional maupun spiritual; sehingga hidupnya seimbang. Selanjutnya lansia perlu didampingi untuk merencanakan kegiatan yang sesuai dengan pribadi mereka. Lansia didorong untuk   mengenal dan memanfaatkan kemajuan teknologi.  Melalui pemanfaatan smartphone dengan berbagai fitur yang memberikan kemudahan, para lansia dapat tetap aktif, produktif, berwawasan luas, berjejaring, sehingga hidup nyaman dan aman, bahagia dan sejahtera serta tetap memiliki eksistensi diri  di dunia yang bergegas.  Kata kunci : bahagia, era digital, lanjut usia
Kemampuan berbahasa pada anak prasekolah : Sebuah kajian pustaka Yudho Bawono
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan maksud, ide atau gagasan, dapat bersifat verbal maupun tulisan. Bahasa yang dikuasai oleh seseorang dapat dilihat dari kemampuan berbahasa yang dimilikinya, termasuk pada anak prasekolah. Yang disebut dengan anak prasekolah yaitu anak-anak yang berusia 3 sampai dengan 6 tahun dan biasanya mengikuti program prasekolah. Di Indonesia, anak-anak yang mengikuti program Taman Kanak-kanak adalah anak-anak yang berusia 4 sampai dengan 6 tahun. Selama masa ini, kemampuan yang terbentuk dan berkembang dengan pesat antara lain yaitu perkembangan fisik dan kemampuan berbahasa. Pada anak prasekolah, kemampuan berbahasa merupakan suatu hal yang sangat penting karena dengan bahasa yang digunakan, seorang anak prasekolah dapat berkomunikasi dengan temantemannya atau orang-orang dewasa di sekitarnya. Bahasa juga membantu anak prasekolah untuk meminta dan meraih apa yang diinginkan, mampu menjaga diri, serta melatih kontrol diri. Artikel ini merupakan kajian dari beberapa pustaka yang sudah dipublikasikan sebelumnya.   Kata kunci : kemampuan berbahasa, anak prasekolah
Efek penerapan terapi gerakan tari dalam menurunkan hiperaktivitas pada anak ADHD Robik Anwar Dani; M. Sih Setija Utami; Sri Sumijati
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi gerakan tari dalam menurunkan hiperaktivitas anak ADHD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kasus tunggal dengan A-B-A multiple baseline design across subjects. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga anak dengan rentang usia tujuh s/d delapan tahun, bersekolah di SD inklusif di Semarang, yang telah didiagnosis mengalami ADHD. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan checklist perilaku hiperaktif. Pengukuran dilakukan pada saat baseline satu, intervensi, dan baseline dua. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dan within subject t-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya penurunan skor hiperaktivitas pada ketiga subjek demikian pula hasil within subject t-test juga menunjukkan bahwa thit lebih besar dari ttab (thit = 12,58 > ttab(α=0,01) = 9,925). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi gerakan tari dapat menurunkan hiperaktivitas anak ADHD. Kata kunci: Terapi Gerakan Tari, Hiperaktivitas, ADHD
Membangun model layanan konseling psikologis yang sesuai dengan kepribadian orang semarang Lucia Hernawati; Emiliana Primastuti
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang kepribadian orang Semarang yang komprehensip dan gaya konseling yang sesuai untuk membantunya mengembangkan potensi diri secara maksimal, serta upaya prevensi dan kurasi yang dapat membantunya  menyelesaikan berbagai masalah dalam hidupnya belum ada. Hipotesis  penelitian ini ada hubungan karakter kepribadian dengan gaya konseling yang disukai. Alat ukur NEO-PIR  dan The Preferences for Psychoterapy Approaches Scale-Revised yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesai dipakai untuk mengumpulkan data. 750 orang yang minimal telah tinggal di Semarang selama 1 tahun dengan batasan usia mulai 19 tahun hingga 62 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisa korelasi regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara profil kepribadian orang Semarang dan gaya konseling yang sesuai untuknya. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)orang Semarang yang memiliki kepribadian neuroticism menyukai gaya konseling psychoanalitic dan client centered; (2) orang Semarang yang memiliki kepribadian extraversion menyukai gaya konseling cognitive; (3) orang Semarang yang memiliki kepribadian opennes menyukai gaya konseling psychoanalitic dan client centered; (4) orang Semarang yang memiliki kepribadian agreeableness menyukai gaya konseling client centered; (5) orang Semarang yang memiliki kepribadian conscientiousness menyukai gaya konseling cognitive.   Keywords: Karakter kepribadan, gaya konseling

Page 3 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1 (2017)