cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Persepsi siswa pada pelajaran matematika: studi pendahuluan pada siswa yang menyenangi game Nani Restati Siregar
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang masih dianggap sulit oleh para siswa di sekolah. Namun, di sisi lain matematika dianggap penting karena perannya sebagai prediktor yang kuat bagi anak untuk memasuki sekolah formal dibanding keterampilan emosi dan sosial. Selain itu terdapat peningkatan yang cukup pesat dalam penerapan matematika pada berbagai bidang pekerjaan di zaman teknologi ini (Sarama&Clements, 2009).  Penelusuran mengenai persepsi siswa pada matematika merupakan dasar memberikan intervensi bagi para peneliti melalui riset maupun bagi guru pada pemilihan strategi dan metode pembelajaran matematika bagi siswa di kelas..Penelitian ini menggunakan pendekatan survey, dengan metode pengumpulan data yakni wawancara pada 20 siswa kelas V sekolah dasar di Kota Kendari.  Hasil penelitiaan menemukan bahwa sebanyak 45% mempersepsikan matematika cukup sulit, dan sebanyak 80% mengatakan matematika merupakan pelajaran yang penting, serta 85% siswa mengatakan bahwa belajar matematika melalui game adalah menyenangkan. Penelitian selanjutnya adalah mengkaji peran game matematika terhadap sikap pada matematika maupun peformansi kognitif siswa.  Kata kunci : persepsi pada matematika, matematika penting, game matematika.
Corsi block tapping taskversi digital tablet: emosi positif dan kapasitasvisuospatial working memory pada konteks penghapal Qur’an Evi Afifah Hurriyati; Nanda Annisa; Efi Fitriani; Surya Cahyadi; Wilis Srisayekti
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghapal dan menjaga hapalan teks membutuhkan encoding strategies, salah satunya adalah visual imagery. Keterampilan tersebut diharapkan membantu proses encoding teks ke dalam penyimpanan visuospatial working memory.Kapasitas working memory adalah sejumlah informasi yang dapat disimpan dalam pikiran dan digunakan dalam mengeksekusi tugas–tugas kognitif (Baddeley, 2003, Cowan, N, 2014).Corsi block tapping task digunakan untuk menilaivisuospatial working memory (Trick, Mutreja, Hunt, 2011). Emosi positif dapat meningkatkan working memory (Katzir, Tal Eyal, Nachshon Meiran, and Yoav Kessler, 2010; Yang, H., Yang, S., & Isen, A. M, 2013; Storbeck, J., & Maswood, R, 2016). Tujuan penelitian untuk melihat bagaimana emosi positif dapat meningkatkan kapasitas visuo-spatialworking memory pada remaja penghapal Qur’an. Desainpenelitian menggunakan true experiments denganWiththin-Subject Group Designs (pretest–posttest). Tayangan humor “Waktu Indonesia Bercanda (WIB)” episode 29 Januari 2017 digunakan untuk menginduksi emosi, SAM (SelfAssessment Manikin) scaledigunakan untuk mengukur keadaan emosidanCorsi block-tapping testdigunakanuntuk mengukurkapasitas visuo-spatial working memory. 46 remaja(26 laki-laki, 20 perempuan) penghafal Qur’an di pesantren Al-Hikmah Bogor dengan rentang usia 11-15 tahun. Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh hasiladanyaperbedaanskor visuo-spatial working memory task untukpre testdanpost test, sehinggadisimpulkan pula bahwa ada pengaruh induksi emosi positif terhadap kapasitas visuo-spatial working memory.Dopamin mengaktifkan bagian hipokampus sehingga informasi yang disimpan dalam memori mampu bertahan dan dapat melakukan recall informasi tersebut (Chowdhury, 2012).  Kata Kunci : Corsi Block Tapping Task, Visuo-Spatial, Working Memory, Emosi, Remaja
Efek penerapan terapi core vocabulary terhadap peningkatan kemampuan pengucapan kata pada anak dengan speech sound disorder Jovita Adyarani Murhanjati; Sri Sumijati; Emiliana Primastuti
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penerapan terapi Core Vocabulary dalam meningkatkan kemampuan pengucapan kata pada anak dengan Speech Sound Disorder. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pendekatan Core Vocabulary Therapy mampu meningkatkan kemampuan pengucapan kata pada anak dengan Speech Sound Disorder. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang dengan kriteria: subjek merupakan seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang mengalami hambatan dalam pengucapan kata dengan pelafalan yang tepat. Subjek sudah mendapatkan diagnosa gangguan bahasa dengan hambatan pada kemampuan pengucapan kata dengan pelafalan yang tepat. Subjek belum pernah mendapatkan terapi untuk mengatasi hambatan kemampuan pengucapan kata sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan situasi eksprerimen. Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Case Design dengan rancangan A-B-A. Analisis menggunakan analisa kuantitaif dan kualitatif. Analisa kuantitatif dilakukan dengan uji-t dengan p< 0,01, dan hasilnya disajikan dalam bentuk grafik, hasil perubahan kemampuan yang ditunjukkan subjek dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi Core Vocabulary mampu meningkatkan kemampuan pengucapan kata pada anak dengan Speech Sound Disorder.  Kata kunci: Speech Sound Disorder, terapi Core Vocabulary, kemampuan pengucapan kata.
Gambaran Agresivitas Anak dan Remaja di Area Beresiko Erni Agustina Setiowati; Titin Suprihatin; Rohmatun Rohmatun
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah agresivitas merupakan salah satu problem eksternalisasi (externalizing problems) pada anak dan remaja yang kian meningkat. Penelitian yang dilakukan ini fokus pada kelompok anak dan remaja yang berada di setting sekolah. Sebanyak 470 siswa SD dan SMP di area beresiko di Kota Semarang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah skala agresivitas yang terdiri dari 55 pernyataan, dan memiliki indeks daya beda aitem antara 0,404 sampai 0,631 dengan koefisien reliabilitas (α) = 0,955. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui 11,06% responden memiliki agresivitas berada pada kategori rendah, 73,4% responden berada pada kategori agresivitas sedang, dan sebanyak 15,53 % responden berada pada kategori agresivitas tinggi. Berdasarkan hasil uji beda menggunakan anava satu jalur diketahui terdapat perbedaan yang signifikan agresivitas siswa laki-laki dan siswa perempuan, nilai F = 13,307 pada p = 0,000 ( p <0,05). Latar belakang pendidikan orang tua diketahui 14 % lulusan perguruan tinggi (baik level S2,S1,D3,maupun D1), 44,26% lulusan SMA, 19,8 % lulusan SMP, dan 16,6 % lulusan SD, 1,3% tidak lulus SD dan tidak bersekolah, serta sebanyak 4,04 % tidak mengisi pertanyaan mengenai pendidikan orang tua.   Kata Kunci: agresivitas, area beresiko, remaja
Meningkatkan konsentrasi anak attention deficit hyperactivity disorder melalui permainan tradisional engklek Iswinarti Iswinarti; Astrie Cahyasari
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah permainan tradisional engklek dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak (ADHD). Subjek dalam penelitian ini adalah tiga anak yang didiagnosis mengalami ADHD, berusia 6-8 tahun.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain variasi objek tunggal (single case experimental subject). Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi anak sebelum dan sesudah perlakuan adalah observasi terstruktur. Observasi terstruktur dilakukan pada anak yang diberi stimulasi permainan (memindahkan kelereng, memasukkan paku dalam botol, dan melempar holahop) dan diukur konsentrasinya. Permainan yang digunakan dalam penelitian ini adalah engklek Pa’a yang diberikan dalam delapan sesi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan grafik untuk melihat perubahan tingkat konsentrasi anak dan uji analisa non paramatrik Wilcoxon untuk mengetahui signifikasi perubahan konsentrasi anak sebelum dan sesudah memperoleh treatment permainan tradisional Engklek. Berdasarkan anlisis data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa permainan tradisional engklek memiliki pengaruh terhadap peningkatan konsentrasi anak ADHD dengan tingkat kepercayaan 95%.  Kata Kunci: Konsentrasi, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Permainan Tradisional Engklek.
Coping stress dan kecemasan pada orang-orang pengidap hiv/aids yang menjalani tes darah dan VCT (Voluntary Counseling Testing) Erna Agustina Yudiati; Esthi Rahayu
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Virus) berkembang dengan cepat dan menjadi sebuah ancaman kesehatan dunia yang utama. Salah satu layanan terhadap pemberian informasi seputar HIV/AIDS adalah melalui VCT (Voluntary Counseling Testing). Adanya diskriminasi terhadap HIV/AIDS ini membuat keikutsertaan seseorang mengikuti VCT (Voluntary Counseling Testing) atau tes konseling sukarela bagi seseorang yang ingin mengetahui status HIV nya mungkin rendah akibat takut mendapat diskriminasi. Bagi seseorang yang akan menjalankan tes, muncul berbagai reaksi emosi seperti cemas dan takut, terutama ketika mengetahui hasil yang diperoleh positif.. Kemampuan seorang individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan stressor yang dialaminya itulah yang disebut dengan coping stress. Hipotesis penelitian adalah ada hubungan yang negatif antara coping stres dengan kecemasan. Artinya semakin baik coping stres maka semakin rendah kecemasan dan sebaliknya. Teknik analisa data yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif non parametrik: Spearman’s rho. Hasilnya adalah ada hubungan yang negatif antara coping stres dengan kecemasan Kata kunci: coping stres, Acquired Immuno Deficiency Virus

Page 4 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1 (2017)