cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Peran voluntary activities dan coping terhadap perkembangan flourishing Yuspendi Yuspendi; Virgo Handojo; Vida Handayani
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian peran faktor-faktor determinan terhadap perkembangan flourishing pada orang dewasa bertujuan agar seseorang dapat berkembang-penuh pribadinya secara optimal dan fungsi-fungsi psikologisnya berjalan dengan baik, melalui faktor voluntary activities dan coping. Penelitian ini yang melibatkan n = 372 responden berusia diatas 18 tahun dengan tujuan untuk menguji 3 hipotesis penelitian melalui beberapa teknik statistik seperti korelasi pearson, regresi linier dan multiple regresi. Hasilnya menunjukkan bahwa voluntary activities yang meliputi keseimbangan emosi, adult attachment, autonomy, spiritual well-being dan grit yang berpengaruh secara simultan terhadap perkembangan flourishing dengan R = .592 dan F = 28.123 (Sig. F=.000) sebesar 35.1%. Namun peran voluntary activities tampak lebih rendah dibandingkan dengan peran coping yang secara simultan berpengaruh terhadap perkembangan flourishing dengan R = .660 dan F = 17.094 (Sig F = .000) sebesar 43.5%. Jika kedua faktor tersebut secara simultan berpengaruh terhadap perkembangan flourishing menunjukkan adanya peningkatan pengaruh yang lebih besar dengan R = .714 dan F = 15.714 (Sig F = .000) dengan kontribusi meningkat menjadi 50.9%. Hal ini menunjukkan besarnya peran coping seperti active coping, acceptance, instrument support, dan religious coping dalam mencapai perkembangan flourishing disamping determinan voluntary activities.  Kata kunci: Coping, Flourishing, Voluntary Activities
Meningkatkan kemampuan memahami bacaan melalui pelatihan aspek pemahaman bacaan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Anggraeni Swastika Sari; Lena Lessyana Pandjaitan
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penanganan berupa pelatihan aspek pemahaman bacaan untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan pada siswa Sekolah Dasar. Pendekatan yang dilakukan adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data tahap awal menggunakan observasi dan wawancara, sedangkan tahap asesmen menggunakan tes kecerdasan (CPM), tes kemampuan membaca dan pemahaman bacaan (sebagai pretest dan posttest). Kategori dalam penelitian ini adalah memiliki kecerdasan minimal rata-rata, lancar membaca, dan kemampuan memahami bacaan kurang. Subjek penelitian adalah 4 siswa diantaranya, 2 siswa cukup lancar membaca dan 2 siswa kurang lancar membaca. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan, bahwa telah terjadi perubahan skor nilai memahami bacaan sebelum dan sesudah siswa mendapatkan pelatihan aspek pemahaman bacaan tersebut.  Kata Kunci: Pemahaman bacaan, Sekolah Dasar.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN UNTUK PERANCANGAN INTERVENSI ANAK GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU Festa Yumpi-R
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang muncul dalam menghadapi anak dengan gangguan emosi dan perilaku adalah cara pandang guru yang menilai anak sebagai anak yang menyulitkan dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga guru tidak melihat kekuatan yang dimiliki anak karena guru berfokus pada kesulitan atau kekurangan yang sering ditimbulkan oleh anak. Penelitian ini adalah studi kasus yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kesulitan mengenai aspek emosi dan perilaku anak, strategi instruksional belajar pada anak dengan gangguan emosi dan perilaku di sekolah. Identifikasi tersebut dibutuhkan untuk perancangan intervensi. Strategi sampling yang digunakan adalah sampel dengan kriteria tertentu, sehingga subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah guru kelas, guru pendamping dan seorang anak dengan gangguan emosi dan perilaku di Sekolah Dasar. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan tema-tema yaitu; pertama, identifikasi kekuatan anak dengan gangguan emosi dan perilaku, hasil penelitian menemukan tema sebagai berikut; a) menyukai tugas-tugas praktek; b) menunjukkan minat interaksi social; c) memberi respon senang pada apresiasi; d) mampu berkomunikasi pada saat tenang; e) kecakapan guru dan pendamping dalam penanganan perilaku. Kedua, identifikasi kesulitan anak dengan gangguan emosi dan perilaku, adapun tema yang dihasilkan yaitu; a) mudah marah; b) daya tahan rendah; c) kesulitan motorik; d) rendahnya efikasi diri ; e) instruksi pembelajaran bersifat umum; f) peraturan kelas tidak konkrit; g) mendapat perlakuan penguat negative dari guru. Kata kunci: anak gangguan emosi dan perilaku, studi kasus, identifikasi kebutuhan, asesmen berbasis kekuatan
Pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial guru terhadap prestasi belajar matematika pada siswa SMP di Surabaya Nono Hery Yoenanto
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris apakah ada pengaruh yang signifikan antara efikasi diri  dan dukungan sosial guru  terhadap prestasi belajar matematika pada siswa jenjang SMP di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP N di Surabaya yang berjumlah 52 sekolah. Sampel sekolah diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Dalam penelitian ini adalah 11 SMP N yang dijadikan sampel penelitian antara lain: SMP N 2, SMP N  4  SMP 5,  SMP N 7, SMP N 10, SMP N  16  SMP N 22,  SMP N 28, SMP N 30, SMP N  39, dan   SMP N 42 dengan jumlah subyek 400 siswa. Metode pengumpulan data yaitu 1) Prestasi belajar matematika diukur tes prestasi belajar matematika kelas VII kurikulum 2013 , 2) Skala  self efficacy disusun berdasarkan tiga dimensi self-efficacy, yaitu 1)  level, 2)  generality and  3) strength (Bandura, 1997a; 1997., dalam Zimmerman, 2000) dan 3) skala  likert disusun berdasarkan lima jenis dukungan sosial (Sarafino, 1994), yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan jaringan dan bersumber dari guru. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa ada pengaruh  efikasi diri  dan dukungan sosial guru terhadap prestasi belajar  matematika pada siswa SMP N di Surabaya. Uji model regresi menunjukkan model signifikan (Sig 0.00< 0.05). Dengan nilai Koefisien korelasi berganda R = 0,149 hal ini menunjukkan ada hubungan secara bersama sama antara variabel efikasi diri dan dukungan sosial guru dengan prestasi belajar matematika dalam kategori rendah. Koefisien determinasi (R Square)  =  0.022. Hal ini berarti hanya 2,2 %  variasi dari prestasi belajar matematika dapat dijelaskan oleh variasi kedua variabel yaitu efikasi diri dan dukungan sosial guru. Sementara itu,   97,8 % dipengaruhi oleh variabel lain.    Kata kunci:  dukungan sosial guru, efikasi diri dan prestasi belajar matematika
Kesadaran situasional dan kemampuan pengambilan keputusan pada siswa pesantren Trubus Raharjo
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemampuan pengambilan keputusan ditinjau dari kesadaran situasional pada siswa pesantren. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Madrasah Tsanawiyah kelas VII dan kelas VIII. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis kemampuan pengambilan keputusan ditinjau dari kesadaran situasional dan menguji perbedaan kesadaran situasional serta kemampuan pengambilan keputusan pada siswa pesantren. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan random cluster sampling, di mana siswa kelas VIII sebagai subyek try out penelitian dan kelas VII sebagai subyek penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis product moment dan uji t dengan program SPSS. Hasil dalam penelitian ini diperoleh p sebesar 0.000 (p<0.01) dengan rxy sebesar 0.728 berarti ada hubungan yang sangat signifikan pengambilan keputusan ditinjau dari kesadaran situasional dan hasil uji beda kesadaran situasional dengan t sebesar 1.959 dengan p sebesar 0.051 artinya tidak ada perbedaan kesadaran situasional antara kelas VII dengan kelas VIII dan hasil uji beda pengambilan keputusan dengan t sebesar 2.264 dengan p sebesar 0.025 artinya ada perbedaan kemampuan pengambilan keputusan antara kelas VII dan kelas VIII. Kata kunci: kesadaran situasional, pengambilan keputusan, siswa pesantren
Peran self regulated learning dalam pembelajaran PAUD Luluk Elyana
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak, orang tua, atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan. Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pembelajaran untuk anak usia dini bukan berarti anak harus disekolahkan pada umur yang belum seharusnya, dipaksa untuk mengikuti pelajaran yang akhirnya justru membuat anak menjadi terbebani dalam mencapai tugas perkembangannya. Pembelajaran untuk anak usia dini pada dasarnya adalah pembelajaran yang kita berikan pada anak agar anak dapat berkembang secara wajar. Perspektif psikologi humanistik dalam proses pembelajaran tidak lagi terpancang pada reward and punishment seperti yang dianut kalangan behavioristik, melainkan lebih bertumpu inner nature peserta didik. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan menarik dan mencapai hasil yang optimal jika dalam mendesain dan mengelola proses pembelajaran memperhatikan dimensi ego involvement inner nature peserta didik. Untuk itu dalam perpsektif baru proses pembelajaran sangat mengedepankan peranan self regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Self Regulated Learning dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses belajar mengajar di PAUD dengan melibatkan peran guru sebagai fasilitator dan motivator bagi anak.  Kata Kunci : Self Regulated Learning, Pembelajaran PAUD
Gambaran perkembangan motorik anak usia 5-6 tahun yang bermain games gadget Yenny Yenny
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan games gadget pada anak-anak sudah begitu luas hingga pada usia yang dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan motorik anak usia 5-6 tahun yang bermain game gadget. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode observasi terhadap perkembangan motorik anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini terdiri dari 18 anak dengan rentang usia 5-6 tahun, yang terdiri dari 10 subjek laki-laki dan 8 subjek perempuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah subjek memperlihatkan perkembangan motorik halus yang lebih baik daripada perkembangan motorik kasar. Subjek laki-laki memperlihatkan perkembangan motorik kasar yang lebih baik dari pada subjek perempuan. Aspek dari perkembangan motorik kasar yang kurang sesuai perkembangannya adalah keseimbangan (berdiri satu kaki dan berjalan jinjit) dan manipulatif (menangkap dan menendang bola). Aspek dari perkembangan motorik halus yang kurang sesuai perkembangannya adalah koordinasi visual motorik (membangun menara, menggambar orang, memindahkan koin, dan menyentuh jari). Terjadi perubahan perilaku pada subjek semenjak bermain game gadget, seperti tidak patuh pada instruksi, lebih mudah marah-marah, dan kurang tidur. Kata kunci : Game Gadget, Perkembangan Motorik
Persepsi mengenai konflik awal keluarga pada ibu dengan anak dengan gangguan perilaku disruptif Monika Windriya Satyajati
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku disruptif yang muncul pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya pola asuh yang kurang konsisten pada orangtua. Berbagai konflik dalam pernikahan yang dialami orangtua dapat mempengaruhi pengasuhannya terhadap anak. Penelitian ini adalah studi mengenai sudut pandang Ibu terkait konflik-konflik yang ada dalam keluarga dengan anak yang mempunyai Gangguan Perilaku Disruptif. Wawancara tidak terstruktur menggunakan open-ended questions dilakukan dan dianalisis dengan metode Deskripsi Fenomena Individu. Triangulasi dilakukan dengan menggunakan data riwayat pemeriksaan psikologi anak. Beberapa tema konflik yang muncul pada fase awal keluarga melibatkan emosi marah di dalamnya pada masa prenatal, perinatal, dan masa bayi. Ibu menunjukkkan sikap dominan dalam menghadapi konflik tersebut. Selain itu, anak juga mempunyai permasalahan dalam regulasi emosi. Sikap hangat dari ibu merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam tumbuh kembang anak. Dalam kasus ini, didapati kurangnya kehangatan dari Ibu, yang dapat berkaitan dengan adanya kemampuan regulasi diri, internalisasi norma, dan eksternalisasi pada anak.  Kata kunci: ibu, anak, gangguan perilaku disruptif, studi kasus, pola asuh
Art therapy bagi anak slow learner Ag. Krisna Indah Marheni
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak slow learner merupakan anak yang mengalami lamban belajar, lamban terampil, dan lamban mamahami suatu informasi yang diperoleh atau ditangkapnya. Akibat kekurangan maupun kelebihan yang dimilikinya, anak mengalami hambatan dalam belajar, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, maupun dalam pengelolaan emosi yang mengakibatkan dampakdampak tertentu. Penggunaan art therapy menjadi salah satu teknik kreatif membantu proses belajar dan bersosialisasi yang disukai oleh anak karena menarik dan menyenangkan. Art therapy merupakan kegiatan pembuatan ekpresi seni diri pribadi, baik secara audio, visual, audio-visul dan kinestetik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan belajar, emosi dan sosial. Fokus paparan artikel ini adalah penggunaan media art therapy bagi anak slow learner seperti; kinetic sand, game, clay, buku ceritera. Media art therapy tersebut dapat digunakan oleh orangtua dalam membimbingan anak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memperkenalkan kepada orangtua tentang penggunaan Art therapy bagi anak slow learner agar dapat membantu mengatasi permasalahan belajar dan sosialisasi anak dengan menggunakan media-media tersebut.   Kata kunci: Art therapy, slow learner, kinetic sand, game, clay, buku ceritera
Identifikasi kebutuhan untuk perancangan intervensi anak gangguan emosi dan perilaku Festa Yumpi
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang muncul  dalam menghadapi anak dengan gangguan emosi dan perilaku adalah cara pandang guru yang menilai anak  sebagai anak yang menyulitkan dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga guru tidak melihat kekuatan yang dimiliki anak karena guru berfokus pada  kesulitan atau kekurangan yang sering ditimbulkan oleh anak.  Penelitian ini adalah studi kasus yang  bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kesulitan  mengenai  aspek emosi dan perilaku anak,   strategi instruksional belajar pada anak dengan gangguan emosi dan perilaku di sekolah.  Identifikasi tersebut dibutuhkan untuk perancangan intervensi.  Strategi sampling yang digunakan adalah   sampel dengan kriteria tertentu, sehingga subyek yang berpartisipasi dalam penelitian  ini adalah  guru kelas,  guru  pendamping dan seorang anak dengan gangguan emosi dan perilaku di Sekolah Dasar. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan tema-tema yaitu; pertama, identifikasi kekuatan  anak dengan gangguan emosi dan perilaku, hasil penelitian menemukan tema sebagai berikut; a) menyukai tugas-tugas praktek; b) menunjukkan minat interaksi social; c) memberi respon senang pada apresiasi; d) mampu berkomunikasi  pada saat tenang; e) kecakapan guru dan pendamping dalam penanganan perilaku. Kedua, identifikasi kesulitan  anak dengan gangguan emosi dan perilaku, adapun tema yang dihasilkan  yaitu; a) mudah marah; b) daya tahan rendah; c) kesulitan motorik;  d) rendahnya efikasi diri ; e) instruksi pembelajaran bersifat umum; f) peraturan kelas tidak konkrit; g) mendapat perlakuan  penguat negative dari guru. Kata kunci: anak gangguan emosi dan perilaku, studi kasus, identifikasi kebutuhan, asesmen berbasis kekuatan

Page 2 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 1 (2017)