cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Histogram" : 29 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMAHAMAN KONSEP KALKULUS BERBASIS KOMPUTER Nasrum, Akbar
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.008 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.540

Abstract

Tujuan dari peneitian ini adalah membuat suatu alat evaluasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep Kalkulus mahasiswa. Alat evaluasi ini bisa digunakan secara offline maupun online. Untuk mencapai tujuan itu digunakan model Plomp yang terdiri dari empat tahapan yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, fase test, evaluasi dan revisi. Sebelum mengkostruksi instrumen evaluasi dalam bentuk aplikasi, butir-butir soal divalidasi oleh dua orang pakar materi. Butir soal yang valid itulah yang diimport kedalam software Wondershare Quiz Creator untuk menciptakan sebuah prototipe instrumen evaluasi. Prototipe ini kemudian diujicobakan ke mahasiswa secara terbatas untuk melihat kepraktisan penggunaan aplikasi sekaligus menjadi alat evaluasi bagi penelti. Produk terkahir yang dihasilkan merupakan instrumen evaluasi yang valid dan praktis serta dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep Kalkulus Mahasiswa.ABSTRACTThis research aims to create a computer-based evaluation tool that could be used to measure students' understanding of the Calculus concept. This evaluation tool could be used offline or online. We use Plomp's model, which consists of four phases: the initial investigation phase, the design phase, the realization/construction phase, the test phase, evaluation, and revision. Before constructing the evaluation instruments in the application form, the items were validated by two material experts. Those valid items were imported into the Wondershare Quiz Creator software to create a prototype evaluation instrument. This prototype was then trialled to students on a limited basis to see the practicality of using the application as well as being an evaluation tool for researchers. The latest product produced was a valid and reliable evaluation instrument and was appropriate to be used to measure the ability to understand the concept of Student Calculus.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMK KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI Ayu, Laras Sekar; Zanthy, Luvy Sylviana
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.382 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.511

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendapatkan deskripsi analisis kesalahan soal trigonometri yang dianggap sulit oleh siswa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMK Kelas XI IOP B di Kota Cimahi yang sudah mengampu mata pelajaran Trigonometri, dari 33 siswa diambil 3 jawaban siswa sebagai sampel yang dapat dianalisis hasil jawabannya.  Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes yang terdiri atas 5 butir soal. Berdasarkan tes uji soal terhadap siswa kesalahan yang dibuat oleh siswa ketika menjawab soal adalah kesalahan dalam menentukan perbandingan trigonometri, kesalahan dalam menentukan langkah penyelesaian, kesalahan dalam menentukan panjang sisi-sisi segitiga dan tidak membuat kesimpulan jawaban.ABSTRACTThis research aims to obtain the description of error analysis in solving trigonometric problem that is considered difficult by students. The method in this research was descriptive qualitative which aimed to find out and described the causes of student errors in solving trigonometric problems. The subjects of this research were students of Class XI IOP B Vocational School in Cimahi who had mastered Trigonometry, from 33 students taken 3 student answers as samples that could be analyzed the results of the answers. The instruments that used in this research were test instrument consisting of 5 questions. Based on the test of students' questions the mistakes made by students when answering questions are errors in determining trigonometric comparisons, errors in determining the completion step, errors in determining the length of the sides of the triangle and not making conclusions on the answers.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG PACITAN Mulyadi, Mulyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram (Article In Progress)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.509 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.582

Abstract

Fenomena penting dalam kajian matematika dan budaya penting untuk di eksplore melalui etnomatematika sebagai sumber pengetahuan yang kontekstual untuk memahami aktivitas matematika dilingkungan dan dikehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) konsep-konsep matematika, (2) nilai-nilai karakter, dan (3) kontribusi etnomatematika pada proses produksi gula kelapa terhadap pendidikan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metodenya adalah deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku produksi gula kelapa. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Konsep-konsep matematika yang terdapat pada proses produksi gula kelapa di antaranya geometri bidang, geometri ruang, perbandingan, kesebangunan, serta aritmatika sosial; (2) nilai-nilai karakternya yaitu sabar, telaten, terampil, kerja keras, serta semangat yang tinggi; sedangkan (3) kontribusi etnomatematikanya adalah memberikan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep matematika teoritis dengan kondisi sosial budaya di masyarakat, memanfaatkan konsep matematika pada proses produksi gula kelapa menjadi materi sebagai bahan pembelajaran matematika, memanfaatan fenomena budaya kearifan lokal dengan tujuan untuk mengenalkan konsep-konsep matematika dan pendidikan karakter. ABSTRACTCritical phenomena in mathematics related to culture are essential to be explored through ethnomathematics as a contextual knowledge to understand mathematical activities in daily life. The research aims to determine mathematical concepts, character values, and the contribution of ethnomathematics to the process of producing coconut sugar for mathematics education. The researcher used qualitative research. The method is descriptive with an ethnographic approach and case studies. The subject was coconut sugar farmers. Data was collected by implementing observation, interviews, literature study, and documentation. The researcher used triangulation techniques and sources as data validity testing. In analyzing the data, the researcher used Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and verification or conclusions. This study resulted in three findings. First, mathematical concepts were found in the process of coconut sugar production, including field geometry, spatial geometry, comparison, congruence, and social arithmetic. Second, the character values are patience, meticulous, skilled, hard work, and high spirits. Third, the contribution of ethnomathematics is providing students with an understanding of theoretical mathematical concepts with socio-cultural conditions, utilizing mathematical concepts in the process of producing palm sugar as the source for learning mathematics, utilizing local wisdom cultural phenomena to introduce mathematics concepts and character education.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG PACITAN Mulyadi Mulyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.582

Abstract

Fenomena penting dalam kajian matematika dan budaya penting untuk di eksplore melalui etnomatematika sebagai sumber pengetahuan yang kontekstual untuk memahami aktivitas matematika dilingkungan dan dikehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) konsep-konsep matematika, (2) nilai-nilai karakter, dan (3) kontribusi etnomatematika pada proses produksi gula kelapa terhadap pendidikan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metodenya adalah deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku produksi gula kelapa. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Konsep-konsep matematika yang terdapat pada proses produksi gula kelapa di antaranya geometri bidang, geometri ruang, perbandingan, kesebangunan, serta aritmatika sosial; (2) nilai-nilai karakternya yaitu sabar, telaten, terampil, kerja keras, serta semangat yang tinggi; sedangkan (3) kontribusi etnomatematikanya adalah memberikan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep matematika teoritis dengan kondisi sosial budaya di masyarakat, memanfaatkan konsep matematika pada proses produksi gula kelapa menjadi materi sebagai bahan pembelajaran matematika, memanfaatan fenomena budaya kearifan lokal dengan tujuan untuk mengenalkan konsep-konsep matematika dan pendidikan karakter. ABSTRACTCritical phenomena in mathematics related to culture are essential to be explored through ethnomathematics as a contextual knowledge to understand mathematical activities in daily life. The research aims to determine mathematical concepts, character values, and the contribution of ethnomathematics to the process of producing coconut sugar for mathematics education. The researcher used qualitative research. The method is descriptive with an ethnographic approach and case studies. The subject was coconut sugar farmers. Data was collected by implementing observation, interviews, literature study, and documentation. The researcher used triangulation techniques and sources as data validity testing. In analyzing the data, the researcher used Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and verification or conclusions. This study resulted in three findings. First, mathematical concepts were found in the process of coconut sugar production, including field geometry, spatial geometry, comparison, congruence, and social arithmetic. Second, the character values are patience, meticulous, skilled, hard work, and high spirits. Third, the contribution of ethnomathematics is providing students with an understanding of theoretical mathematical concepts with socio-cultural conditions, utilizing mathematical concepts in the process of producing palm sugar as the source for learning mathematics, utilizing local wisdom cultural phenomena to introduce mathematics concepts and character education.
TELAAH STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SEKOLAH ALAM PEKALONGAN Drajat Stiawan
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.561

Abstract

Sekolah alam adalah sekolah yang kegiatan pembelajarannya tidak hanya terpaku di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan alam sekitar atau lingkungan sebagai objek pembelajaran. Pembelajaran matematika pada sekolah alam dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa siswa menjadi lebih kreatif dan mandiri. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika di Sekolah alam Ma’had Islam Pekalongan. Informan adalah kepala sekolah, guru matematika kelas IV dan V sekolah alam SD Ma’had Islam. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis datanya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika di Sekolah alam SD Ma’had Islam dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Ketika di dalam kelas menggunkan metode ceramah dan tanya jawab. Saat di luar kelas (out door) lebih banyak menggunakan metode pemberian tugas dan game (bermain) serta memanfaatan bahan-bahan yang ada di Alam, guna memahamkan siswa sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru matematika.ABSTRACTA natural school is a school whose learning activities are not only fixed in the classroom, but also utilize the natural surroundings or the environment as objects of learning. Mathematics learning in natural schools is done as an effort to grow students' souls to be more creative and independent. The research carried out aims to describe how the implementation of mathematics learning in Pekalongan's Ma'had Islam School of Nature. The informants are the school principal, mathematics teacher grades IV and V of the natural school Ma'had Islam elementary school. The technique in collecting data uses observation and interviews. Data analysis includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of mathematics learning in the natural school of Ma'had Islam Elementary School was done in the classroom and outside the classroom. When in class use the lecture and question and answer method. When outside the classroom (out door) use more methods of giving assignments and games (playing) and utilizing materials available in Nature, in order to understand students according to the material taught by mathematics teachers.
PENGEMBANGAN TASK-DESIGN PADA MATA KULIAH ESENSI MATEMATIKA Tanti Listiani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.517

Abstract

Esensi Matematika merupakan mata kuliah yang diberikan kepada seluruh mahasiswa fakultas ilmu pendidikan di Universitas Pelita Harapan. Mata kuliah ini biasanya diberikan kepada mahasiswa pada tahun pertama memasuki perkuliahan. Tidak seperti matematika di SMA yang berfokuskan pada content atau isi materi pelajaran saja maka pada matakuliah ini kita dapat melihat keunikan serta keagungan Tuhan mengenai karya-karyaNya di dalam matematika. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh mahasiswa yang sudah mengambil matakuliah ini adalah mahasiswa mengaku belum terbiasa dengan materinya. Hal ini yang mengakibatkan nilai UTS nya menjadi rendah. Pada penelitian ini digunakan design penelitian menggunakan Task Design dengan menggunakan kerangka metodologi penelitian Didactic Engineering (DE). Pemilihan design penelitian ini adalah karena esensi matematika tidak hanya menekankan content pembelajaran saja. Maka dari itu, diperlukan suatu design pembelajaran yang didalamnya mencakup soal-soal, tugas-tugas serta materi-materi di dalamnya yang dapat juga mengukur kemampuan pemahaman mahasiswa FIP dalam belajar esensi matematika. Dengan design pembelajaran yang ada, dosen sebagai pengajar dapat memiliki suatu rangkaian pembelajaran yang bermakna selain itu juga mampu membantu mahasiswa dalam mengatasi hasil pembelajaran menjadi lebih baik lagi. Design dalam penelitian ini belum terlaksana sepenuhnya, maka dapat menjadi saran untuk penelitian selanjutnya untuk dapat melengkapinya.ABSTRACTMathematics essence is a course given to all of Teachers College students at UPH. This course is usually given to students in the first year of entering the College. Students problem who have taken this course is the low score of the middle test. The purpose of this article is to describe task design development which used to solve the student learning difficulties in learning mathematics essence. This study used a research design-Task Design within the framework of the Didactic Engineering (DE) research methodology. The selection of this research design is because the mathematics essence is a subject that can invite students to be able to see the beauty of God's creation. Therefore, we need a learning design that includes questions, assignments, and materials which can measure students' understanding ability. The sampling technique is done purposively, namely students who get the essence of mathematics courses. With the existing learning design, lecturers as facilitators can have a meaningful learning sequence while also being able to assist students in overcoming learning outcomes for the better. The results show that task design needs to be developed by referring to learning modules, assignments, practice questions that need to integrate for daily life and to applicate in the middle test using Moodle.
PENGGUNAAN UBIN ALJABAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ALJABAR SISWA KELAS VII Siti Rahmah; Deshinta Argaswari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.574

Abstract

Siswa kelas VII mengalami kesulitan dalam mentransformasikan pengetahuan mereka dari konkret ke abstrak. Hal ini berakibat siswa tidak menyadari bagaimana penggunaan konsep aljabar dalam kehidupan. Kesulitan ini tentunya berpengaruh terhadap kemampuan aljabar siswa. Penelitian ini menelaah bagaimana penggunaan ubin aljabar sebagai alat manipulasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aljabar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran ubin aljabar dalam meningkatkan kemampuan aljabar siswa. Data dikumpulkan menggunakan pengamatan, wawancara, dan tes terhadap 36 siswa kelas VII SMP 166 Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ubin aljabar meningkatkan kemampuan aljabar siswa. Kemampuan aljabar berdasarkan kriteria Kieran meningkat masing-masing pada kemampuan transformasional dari penelitian pendahuluan ke siklus kedua meningkat sebesar 42,23%, kemampuan generasional meningkat 40,27%, dan kemampuan meta-global sebesar 58,33%ABSTRACTGrade VII students are struggling in transforming their knowledge from concrete to abstract. It makes them not realize the use of algebra concepts in their life. The struggling also impacted to student’s performance in learning algebra. This study examined the use of algebra tiles to increase student’s performance in algebra as a manipulation tool in involving them in algebraic activities. The method used for this study is classroom action research who has the purpose to discover the strategies to increase algebraic performance. The data was collected by observations, interviews, and tests from 36 Grade VII Students of SMP 166 Jakarta. The result of this study shows that by using algebra tiles, student’s performance in algebra is increased. Based on Kieran’s criteria of algebraic performance, the transformational ability from preliminary into cycle 2 is increased for about 43,23%, the generational ability is increased about 40,27%, and meta-global ability is increased about 58, 33%.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PROJECT, ACTIVITY, COOPERATIVE LEARNING, EXERCISE (PACE) Ernawati Ernawati; Baharullah Baharullah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.548

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran matematika yang belum optimal karena proses pembelajaran yang masih monoton sehingga mengakibatkan aktivitas siswa menjadi kurang aktif dan siswa kurang memberi respon terhadap pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa, respon siswa dan (2) apakah model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Sinjai Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu jenis penelitian yang hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah One-Shot Case Study, yaitu sebuah percobaan yang dilakukan tanpa adanya kelompok pembanding dan tanpa tes awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata nilai hasil belajar siswa yaitu 66,31 dengan standar deviasi 24,60 dan persentase siswa yang mencapai kriteria tuntas yaitu 80,8%, Aktivitas siswa dikatakan baik/aktif  karena rata-rata persentase siswa yang melakukan aktivitas positif yaitu 79,56%, dan respon siswa dikatakan positif karena rata-rata persentase siswa yang menjawab “ya” yaitu 96,15%. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) efektif diterapkan di kelas VIII.A SMPN 2 Sinjai Selatan.ABSTRACTThis research is motivated by the learning process of mathematics which is not optimal because the learning process is still monotonous resulting in students activities become less active and less students give response to the learning. This research was conducted with objectives to determine: (1) how students ' mathematics learning outcomes, student activity, student responses, and (2) whether the model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) effectively applied in the learning of mathematics of students of class VIII.A SMP Negeri 2 Sinjai Selatan. This type of research is pre-experimental design, namely the type of research that only involves one class as the experimental class and the research design used is One-Shot Case Study, namely an experiment that was done in the absence of a comparison group and without a preliminary test. The results showed that the score of the average value of student learning outcomes that 66,31 by the standard deviation to 24.60 and the percentage of students who achieve the criteria completely ie 80,8%, the Activity of the students is said to be good/active because the average percentage of students who perform a positive activity that is 79,56%, and the response of the students said to be positive because the average percentage of students who answered “yes” that is 96,15%. From the results of the study concluded that the learning of mathematics through model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) effectively applied in class VIII.A SMPN 2 Sinjai Selatan.
PENGARUH IKLIM KELAS DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Irmawaty Natsir; Anis Munfarikhatin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.568

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim kelas, kecerdasan interpersonal dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sebanyak 2818 siswa dengan jumlah sampel 236 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan two-stage proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yakni: Skala iklim kelas, Skala kecerdasan interpersonal, dan Tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis SEM (Structure Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel iklim kelas berada dalam kategori “sedang”, variabel kecerdasan interpersonal berada dalam kategori “tinggi” dan variabel hasil belajar matematika berada dalam kategori “sedang”; (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim kelas dengan kecerdasan interpersonal; (3) Iklim kelas secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dengan besar pengaruh 19%; (4) Kecerdasan interpersonal secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika  dengan besar pengaruh 25%.ABSTRACTThis research is an ex-post facto research that aims to understand the relationship between class climate, interpersonal intelligence and mathematics learning outcomes. The population in this study were all students of class VII State Junior High School in Biringkanaya District Makassar City as many as 2818 students with a sample of 236 students. The sampling technique in this study uses two-stage proportional stratified random sampling. The instruments used are: class sensitive scale, interpersonal intelligence scale, and mathematics learning achievement test. Data were analyzed with descriptive statistics and SEM (Structure Equation Modeling) analysis. The results showed that: (1) Class climate variables are in the "medium" category, interpersonal intelligence variables are in the "high" category and mathematics learning outcome variables are in the "medium" category; (2) There is a positive and significant relationship between class climate influence and interpersonal intelligence;(3) Class climate directly towards learning 19%; (4) Interpersonal intelligence directly directs positive towards mathematics learning outcomes with a large influence of 25%.
PENERAPAN SIKLUS ACTIVITIES, CLASS DISCUSSION, AND EXERCISE (ACE) PADA MATA KULIAH MATEMATIKA DISKRET Nurlaili Nurlaili
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.541

Abstract

Mata kuliah matematika diskret pada struktur kurikulum Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menjadi landasan untuk mempelajari mata kuliah yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk m engimplementasikan model pembelajaran activities, class discussion, and exercise (ACE) dalam pembelajaran matematika diskret dengan sasaran peningkatan partisipasi aktif mahasiswa. Desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refeleksi) dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di Program Studi RPL Institut Teknologi Telkom Purwokerto dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas RPL A sebanyak 27 orang pada tahun akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan siklus ACE memberikan peningkatan pada hasil pencapaian pembelajaran mahasiswa. Pencapaian aktivitas pembelajaran mahasiswa mengalami peningkatan dari 44,45% pada siklus 1 menjadi 75,94% pada siklus 2. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa dilihat dari rata-rata klasikal siklus 1  yaitu 55,8 dan siklus 2 yaitu 72,7. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan siklus ACE dalam pembelajaran matematika diskret dapat meningkatkan capaian pembelajaran mata kuliah di kelas RPL A.ABSTRACTThe discrete mathematics subject in the curriculum of the Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Departemen is the fundamental subjects for the freshman, so it has to bring in an attractive approach of  learning process. The aim of this study is to implement the activities, class discussion, and exercise (ACE) cycle for the discrete mathematics learning. This implementation is designed to construct student participation in the class. The research design uses the Kemmis and Taggart classroom action research approach including two cycles that each cycle is consists of four stages (planning, implementation, observation, and reflection). The research was conducted in the RPL Departement of the Institut Teknologi Telkom Purwokerto with 27 RPL A class students in the academic year 2018/2019 as a research subject. The techniques of data collection use class observations and tests. Based on the results, the ACE cycle implementation brings an increase in student learning achievement. The achievement of student learning activities has increased from 44.45% in cycle 1 to 75.94% in cycle 2. In addition, there was also an increase in student learning outcomes seen in the class score. The class score in the cycle 1 was 55.8 and in the cycle 2 was 72.7. These results demonstrate that the ACE cycle implementation in the learning of discrete mathematics can improve the learning outcome in class RPL A  

Page 2 of 3 | Total Record : 29