cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
ISSN : 25988298     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (EISSN 2598-8298) dikelola Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Study Center of Coastal and Isle - SCofCI) kerjasama Program Studi Budidaya Perairan, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha terbit secara elektronik secara berkala sebanyak dua kali setahun pada bulan Mei dan Nopember. Akuatikisle menerbitkan hasil penelitian bidang perikanan dan kelautan
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
The use of probiotic for growth and survival of milkfish (Chanos chanos Forskal) Abdul Rakhfid; Wa Ode Nanny Kulsum; Fendi Fendi; Mosriula Mosriula; Muhammad Bakri; Karyawati Karyawati; Alimin Alimin; Rochmady Rochmady
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.83-89

Abstract

Milkfish cultivation in Muna Regency has not yet developed optimally, allegedly due to poor water circulation. Internal solution that can be done is the use of probiotics in water maintenance media. The aim of this study was to determine the effect of adding proiotics to media water with different doses on the growth and survival of milkfish (Chanos chanos Forskal), carried out in May to June 2019 at the Gonangkalo Beach Fish Seed Center (BBIP), Gonebalano, Duruka District, Muna Regency. The study used a complete randomized design (CRD) with three probiotics namely A 10 mL treatment per container, 20 mL treatment B per container and 30 mL C treatment per container. Data were analyzed using Variance Analysis (ANOVA) at 95% confidence level (α 0.05). The results showed that the highest daily growth rate was obtained in Treatment B at 5.84±0.16% per day followed by Treatment A at 5.71±0.23% per day and Treatment C at 5.42±0.10% per day. The highest absolute growth of milkfish was obtained in Treatment B at 8.24±0.28 g per individual and the lowest was in Treatment C at 7.95±0.0.33 g per individual, Continuation in Treatment A and B 83.33±5,77%, while in Treatment C 80.00±10.00%. Analysis of variance (α 0.05) showed that the use of probiotics with different doses significantly affected absolute growth (p>0.011) but did not significantly affect the daily growth rate (p<0.063) and survival (p<0.850) of milkfish
Inventarisasi kima (Tridacnidae) di Pulau Batu Bilis, Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia Rivanda Rivanda; Susiana Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.59-63

Abstract

Pulau Batu Bilis Desa Kelarik dikelilingi oleh hamparan terumbu karang yang dangkal dengan tingkat kecerahan air yang cukup cerah, sehingga menjadi habitat bagi biota–biota ekonomis penting berupa kerang kima (Tridacnidae). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kima dan mengetahui nilai kepadatan kima. Pengambilan data kima dilakukan pada 9 (sembilan) titik. Menggunakan metode Benthos Belt Transect, dengan luasan area pengamatan 140 m². Hasil penelitian dijumpai 2 (dua) jenis kima, yaitu Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Kima Kecil (Tridacna maxima). Kepadatan tertinggi Kima Lubang  terdapat pada titik 9 (sembilan) dengan nilai 1.142,9 individu/ha, kemudian kepadatan terendah pada titik 7 (tujuh) 142,86 individu/ha. Kepadatan tertinggi Kima Kecil terdapat pada titik 7 (tujuh) dengan nilai kepadatan 928,57 individu/ha dan kepadatan terendah pada titik 8 (delapan) dengan nilai 71,43 individu/ha. Kualitas parameter fisika–kimia pada perairan Batu Bilis masih dalam kisaran normal untuk kehidupan kima seperti suhu 29,4⁰C, salinitas 29,5‰, kecepatan arus 0,08 m/s dan kecerahan 100%.
Pola sebaran jenis makroalga di zona intertidal perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia Amilia Jamilatun; Febrianti Lestari; Susiana Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.65-71

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, dan parameter lingkungan perairan jenis makroalga di Zona Intertidal Perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2019. Penentuan stasiun ditentukan dengan metode purposive sampling, terdapat 5 stasiun berdasarkan perbedaan karakteristik dari setiap stasiun ditemukannya makroalga. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada setiap stasiun pengamatan dengan menggunakan transek garis. Penempatan transek garis pada setiap stasiun untuk pengambilan makroalga sebanyak 3 sepanjang 50 m, penetapan plot pertama dilakukan berdasarkan titik pertama kali ditemukannya makroalga yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai dengan jarak antar garis yaitu 30 m. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies makroalga (rumput laut) dari 3 Divisi yaitu Caulerpa serrulate, Halimeda opuntia, Chaetomorpha crassa, Sargassum polycystum, Sargassum cristaefolium, Padina australis, Gracilaria salicornia, Galaxaura fastigiate. Pola sebaran jenis makroalga di perairan Malang Rapat berkisar antara -4,212-1,708 dengan kategori mengelompok pada stasiun 1 dan merata pada stasiun 2, 3, 4, 5. Setiap stasiun didominansi oleh alga cokelat genus Sargassum. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalga di perairan intertidal adalah cahaya, suhu, pH, pergerakan air, dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut.
Kondisi dan pola pemanfaatan siput gonggong di Perairan Pulau Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau, Indonesia Raja Wira Pradana; Febrianti Lestari; Susiana Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.41-46

Abstract

This study aims to determine the conditions and patterns of utilization of snails in the Penyengat island waters, Riau Island, Indonesia. The method used was purposive sampling of 5 stations with 70 x 2 m quadratic transect for the density of the Gonggong Snail. The results found two types of snail bark species namely Laevistrombus turturella and Strombus urceus with a total density value of 0.114individual per m². The use of snail bark patterns in Penyengat Island waters, namely the size of the catch is medium to large, manual capture techniques (collected by hand), the catching area in the waters of the island is 100-200 m from the beach, the most catches found >100 individuals, season and time of catching snail barks at stinging island waters are not based on season, utilization and distribution of utilization. The snail bark resource is used for consumption and sold to collectors.
Optimization formula of instant powder functional drinks from Brunok (Acaudina molpadioides) using foam drying method R. Marwita Sari Putri; Sri Novalina Amrizal
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.73-78

Abstract

This study aims to obtain the right formulation in terms of nutritional and organoleptic value of Brunok instant powder drink. The optimized factor is the amount of Brunok extract used for the manufacture of instant powder drinks with an additional 1% emulsifier and 10% maltodextrin. Making instant powder drinks using the foam mat drying method using an oven with a low temperature setting of 70-80 °C for 15-20 minutes. The use of low temperature is intended to maintain the functional value of the Brunok instant powder drink which is beneficial for health. Based on the trial and error test, 3 instant powder drink formulations were obtained, namely F111, F211 and F311, by means of the hedonic test the preferred formulation for panelists was the F211 formula. The characteristics of the selected powder drink are water content 4.91%, fat 1.75%, protein 2.47%, ash content 0.45% carbohydrate content 90.43% and ALT 7.0x101 colony/g.
Tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia Hazri Rizaldi; Febrianti Lestari; Susiana Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.47-51

Abstract

Penelitian mengenai tingkat kerusakan ekosistem mangrove telah dilakukan di Kawasan Estuari Sei Jang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis mangrove, kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove, serta tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kota Tanjungpinang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Penentuan titik lokasi penelitian  menggunakan  metode purposive sampling sebanyak  3 stasiun dan  menggunakan  transek 10 x 10 m untuk kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove. Hasil penelitian ditemukan empat jenis mangrove yaitu Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Ceriops tagal dengan nilai kerapatan (1.033-1.367 individu/ha) dan Persentase tutupan kanopi mangrove dengan nilai (61,55-78,41%). Untuk tingkat keruksan pada Stasiun I dan III terkategori (baik) dan Stasiun II terkategori (Rusak).
Toxicity of traditionally dried processed Holothuria extract by fisherman in Kakara Islands, North Halmahera, Indonesia Febrina Olivia Akerina
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.79-82

Abstract

Empirically, sea cucumber as a food ingredient that is believed to have efficacy as medicine (nutraceutical) because it contains bioactive compounds like terpenoid, saponin, essential amino acids, glycosaminglycan, chondroitin sulfate, sulfate polysaccharides, lectins, phenol and peptides. The aim of this research were to identify processing method performed by fisherman in Kakara Pulau and to determine the toxicity of dried sea cucumber extract againts Artemia salina larvae with three different solvents. The result showed that there were 8 types of sea cucumber that were dominant caught ny fisherman namely Kongkong, Joko, Susu, Kalengkong, Nanas, Benang, Badara dan Pasir. Most of them, process sea cucumber using a combination of smoking and drying. Based on the toxicity test, dried sea cucumber extract is included in the toxic category, which has the potential to be developed as an antibacterial.
Asosiasi gastropoda di ekosistem padang lamun Perairan Senggarang Besar, Kepulauan Riau, Indonesia Fajeri Fajeri; Febrianti Lestari; Susiana Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.53-58

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan gastropoda, kerapatan lamun, penutupan lamun. Selain itu juga mengetahui asosiasi gastropoda di ekosistem lamun di perairan Senggarang Besar. Penelitian ini di lakukan dengan metode random sampling sebanyak 31 titik menggunakan transek kuadrat berukuran 1x1 m untuk pengamatan gastropoda dan lamun. Hasil penelitian ditemukan 12 jenis gastropoda. Nilai kepadatan gastropoda berkisar antar 0,35-2,94 individu/m2. Hasil penelitian jenis lamun yang di temukan 4 jenis lamun yaitu, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, dan Syringodium isoetifolium. Nilai kerapatan jenis lamun Enhalus acoides 14,32 individu/m2, Thalassia hemprichii 86,39 individu/m2, Halodule uninervis 21,58 individu/m2 dan Syringodium isoetifolium 3,87 individu/m2. Total kerapatan seluruh jenis lamun 126,16 individu/m2. Penutupan jenis lamun Enhalus acoides 12,63%, Thalassia hemprichii 50,96%, Halodule unnerves 13,40%, dan Syringodium isotifolium 0,29%. Penutupan total seluruh jenis lamun adalah 77,29%. Tingkat asosiasi gastropoda antar spesies sebanyak 11 spesies memiliki asosiasi negatif di antaranya adalah Leavistrombus turturela, Strombus urceus, Planaxis sulcatus, Cerithium nesioticum, Cerithium aluco, Cerithium zonatum, Pugilina cocholidium, Cronia margariticola, Muricodrupa fiscela, Pyrene epamella, Otopleura auriscati. Sedangkan 1 spesies memiliki tingkat asosiasi positif yaitu jenis Rhinoclavis aspera.
Inventarisasi kima (Tridacnidae) di Pulau Batu Bilis, Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia Rivanda; Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.59-63

Abstract

Pulau Batu Bilis Desa Kelarik dikelilingi oleh hamparan terumbu karang yang dangkal dengan tingkat kecerahan air yang cukup cerah, sehingga menjadi habitat bagi biota–biota ekonomis penting berupa kerang kima (Tridacnidae). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kima dan mengetahui nilai kepadatan kima. Pengambilan data kima dilakukan pada 9 (sembilan) titik. Menggunakan metode Benthos Belt Transect, dengan luasan area pengamatan 140 m². Hasil penelitian dijumpai 2 (dua) jenis kima, yaitu Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Kima Kecil (Tridacna maxima). Kepadatan tertinggi Kima Lubang  terdapat pada titik 9 (sembilan) dengan nilai 1.142,9 individu/ha, kemudian kepadatan terendah pada titik 7 (tujuh) 142,86 individu/ha. Kepadatan tertinggi Kima Kecil terdapat pada titik 7 (tujuh) dengan nilai kepadatan 928,57 individu/ha dan kepadatan terendah pada titik 8 (delapan) dengan nilai 71,43 individu/ha. Kualitas parameter fisika–kimia pada perairan Batu Bilis masih dalam kisaran normal untuk kehidupan kima seperti suhu 29,4⁰C, salinitas 29,5‰, kecepatan arus 0,08 m/s dan kecerahan 100%.
Pola sebaran jenis makroalga di zona intertidal perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia Amilia Jamilatun; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.65-71

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, dan parameter lingkungan perairan jenis makroalga di Zona Intertidal Perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2019. Penentuan stasiun ditentukan dengan metode purposive sampling, terdapat 5 stasiun berdasarkan perbedaan karakteristik dari setiap stasiun ditemukannya makroalga. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada setiap stasiun pengamatan dengan menggunakan transek garis. Penempatan transek garis pada setiap stasiun untuk pengambilan makroalga sebanyak 3 sepanjang 50 m, penetapan plot pertama dilakukan berdasarkan titik pertama kali ditemukannya makroalga yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai dengan jarak antar garis yaitu 30 m. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies makroalga (rumput laut) dari 3 Divisi yaitu Caulerpa serrulate, Halimeda opuntia, Chaetomorpha crassa, Sargassum polycystum, Sargassum cristaefolium, Padina australis, Gracilaria salicornia, Galaxaura fastigiate. Pola sebaran jenis makroalga di perairan Malang Rapat berkisar antara -4,212-1,708 dengan kategori mengelompok pada stasiun 1 dan merata pada stasiun 2, 3, 4, 5. Setiap stasiun didominansi oleh alga cokelat genus Sargassum. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalga di perairan intertidal adalah cahaya, suhu, pH, pergerakan air, dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut.

Page 1 of 2 | Total Record : 16