cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6285274546000
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn" : 5 Documents clear
Rekonfigurasi Jaringan 20 kV Feeder Balam Dengan Metoda Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Di PT. PLN (Persero) Bagan Batu Simanjuntak, Roberto; Tanjung, Abrar; Zulfahri, Zulfahri; Putra Halilintar, Masnur
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6326

Abstract

Distribution of electrical energy by PT. PLN (Persero) Bagan Batu Rayon is supplied by a 20 kV feeder Balam distribution channel through Bagan Batu Substation. The total length of the Balam feeder network is 85,550 kms, the Balam feeder load to meet electrical energy needs is quite high. So that it causes power losses and voltage drop is quite high. To reduce the occurrence of voltage drop and on bus 10, 11,12,13,14 and 15 with the lowest voltage at the end of the channel reaches 16,7 kV. Analysis with Newton Rapshon method using MATLAB (R2007b) software is used to determine the results of voltage and power loss to be minimized. Based on the results of the discussion on the condition of the lowest voltage of 16.7 kV with an active power of 0.045 MW and reactive 0.121 MVAr on the bus 10.11,12,13,14 and 15. After reconfiguration using Newton Rhapson method with MATLAB (R2007b) software, obtained the lowest voltage of 19.2 kV with an active power of 0.039 MW and reactive power of 0.101 MVAr on the second reconfiguration. The results of the research show that by designing two new channels with the Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) method can find a new configuration that minimizes losses. Active power losses resulting from the new reconfiguration are 0.027 MW and reactive power is 0.092 MVAr.
Analisis Penerapan Tindakan Pemeliharaan Sistem Distribusi 20 kV Dalam Pengoptimalan ENS dan FGTM Berlianti, Rahmi; Fauzi, Rahmat; Monice, Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6411

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat sebaiknya ditunjang dengan usaha peningkatan kualitas pelayanan terhadap para pelanggan. Pelayanan dikatakan kurang memuaskan apablia pasokan listrik yang disalurkan sering mengalami pemadaman yang menyebabkan pelanggan tidak dapat memanfaatkan listrik dalam jangka waktu tertentu. Gangguan penyaluran tenaga listrik tegangan menengah pada satu periode tertentu yang terjadi pada tiap-tiap 100 kilometer sirkuit (kms) panjang jaringan dapat di notasi kan sebagai Indeks FGTM (Gangguan per 100 kms). Disamping itu gangguan yang terjadi mengakibatkan pasokan energi listrik terputus selama durasi waktu tertentu, atau yang biasa disebut dengan Indeks ENS (Energi tak tersalur). Maka untuk meminimalisir terjadinya gangguan serta meningkatkan pelayanan dilakukanlah tindakan pemeliharaan pada feeder 3 Koto Baru, feeder 5 Matur dan feeder 9 Koto Tuo. Dari hasil obervasi dan perhitungan yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukannya pemeliharaan terjadi perbaikan pada Indeks FGTM sebesar 56.3 % selain itu nilai energi yang tak tersalur pada ketiga feeder tersebut juga terjadi penurunan.
Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi pada Peralatan Switching untuk Menurunkan ENS Nafiarman, Ade; Situmeang, Usaha; Zulfahri, Zulfahri; Arlenny, Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6427

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Gangguan yang mengalami pada sistem tenaga listrik 20 kV di Riau dapat mengakibatkan terputusnya penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan tingginya Energy Not Supplied (ENS), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Riau merupakan unit bagian dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Riau & Kepulauan Riau yang mengelola operasi sistem Distribusi 20 kV. Salah satu faktor yang mendapat perhatian adalah gangguan berulang dan lamanya durasi padam sehingga berdampak pada hilangnya potensi dalam penjualan tenaga listrik. Dari 118 penyulang terintegrasi SCADA ada 6 penyulang yang memiliki titik kontingensi pada peralatan Switching. Ke 6 penyulang tersebut mampu menurunkan nilai Energy Not Supplied (ENS) Penyulang Kontingensi di tahun 2017 sebesar 333.206 kWh sedangkan di tahun 2018 nilai ENS turun sebesar 24.892 kWh, dapat dikatakan Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi Pada Peralatan Switching bekerja dengan baik sehingga saat mengalaminya gangguan, pemadaman baik pemadaman terencana maupun tidak terencana, pelanggan tidak mengalami padam dan ENS tidak terlalu besar.
Rancang Bangun Prototipe WC Pintar Berbasis Wemos D1R1 yang Terhubung Pada Android Rahmat Hasrul, Rahmat
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6779

Abstract

Berbagai macam peralatan yang dioperasikan secara manual pada saat ini sudah mulai ditinggalkan dan banyak dari kita sudah beralih ke peralatan yang serba otomatis, sehingga peralatan otomatis sudah dapat dijumpai dimana-mana dan membantu untuk memudahkan kehidupan manusia. Kita terkadang sering lupa mematikan keran untuk bak kamar mandi sehingga menyebabkan air terbuang percuma sehingga tagihan air naik. Maka dari itu alat bantu sensor ultrasonik pendeteksi ketinggian air akan memudahkan kita. Sensor ultrasonik ini berfungsi untuk mengukur kapasitas air pada bak yang bisa dimonitoring melalui aplikasi android bernama Blynk, ketika kapasitas air mencapai 100%, keran akan otomatis tertutup. Kemudian keran juga dapat dihidupkan secara manual melalui Blynk ketika air kurang dari 100%, dan juga keran dapat aktif secara otomatis ketika air kurang dari 100% dengan bantuan sensor PIR saat mendeteksi adanya gerakan. Dengan adanya projek ini, setidaknya kita bisa mengurangi resiko air terbuang-buang dengan percuma.
Analisis Efisiensi Panel Surya Sebagai Energi Alternatif Rahmat Hasrul, Rahmat
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.7024

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan. Energi surya digunakan pada pembangkit listrik tenaga surya untuk menghasilkan listrik. Sel surya akan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk panel surya. Pada panel surya inilah nanti energi surya di konversi menjadi energi listrik menggunakan prinsip yang biasa disebut efek photovoltaic. Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan simulasi kecil dari penelitian Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada penelitian ini peneliti menggunakan Multimeter untuk menghitung arus dan tegangan pada panel surya. Pada penelitian ini, peneliti melakukan 2 cara pengukuran, yaitu tanpa beban dan dengan beban sebesar 1.2 Watt dan percobaan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran arus dan tegangan dilakuakan pada setiap pukul 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, dan 14.00. Dari data hasil arus dan tegangan itu pula dapat kita ketahui daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan menghitung menggunakan rumusan P = V I. Total rata-rata daya panel surya tanpa beban dan dengan beban adalah sebesar 0.0431 Watt dan 0.0474 Watt. Prototipe PLTS ini juga menghasilkan efisiensi sebesar 16.42%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5