cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6285274546000
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 94 Documents
Rancang Bangun kWH Meter Menggunakan Mikrokontroler Atmega 8535 Arlenny; Elvira Zondra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 2 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i2.1538

Abstract

ABSTRAK Sistem KWH meter manual belum optimal dalam pencatatan energi listrik dan mengkontrol pemakaian energi listrik. Perancangan alat kWh digital sebagai penghitung dan kontrol beban pemakaian listrik menggunakan mikrokontroler AT Mega 8535, merupakan sebuah solusi alternatif sebagai antisipasi kelebihan pemakaian beban dan kemungkinan curang pihak pencatat meteran listrik tanpa harus mengganti kWh meter manual ke system token. Pada rancang bangun alat penghitung dan kontrol energi listrik yang terpakai ini, digunakan KWH meter manual yang dimodifikasi dengan menempatkan sensor optocoupler sebagai indikator pencacah angka daya telah terpakai pada cakram. Mikrokontroler AT Mega 8535 digunakan sebagai kendali dan pembatas daya terpakai. Sistem alat ukur dan kontrol yang didesain melakukan pengukuran besarnya daya listrik yang dipakai oleh beban dan dapat digunakan sebagai alternatif pembagi arus untuk tercapainya efisiensi pemakaian energi listrik. Alat ini bermanfaat untuk mengetahui nilai energi listrik yang terpakai dan dapat membatasi pemakaian daya listrik dengan kendali pada mikrokontroler. Pemakaian energi listrik yang terkontrol dan efisien dapat menghemat biaya pengeluaran pembayaran energi listrik. Kata Kunci: Daya listrik, KWH meter, Mikrokontroller, Atmega 8535, Sensor optocoupler
Analisa Konsumsi Energi Listrik Rumah Dengan Kendali Otomatis Benriwati Maharmi
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 2 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i2.1622

Abstract

An automatic control of the home lights can save energy consumption, thereby reducing the cost of electricity payment. This paper aims to test the Cost Saving Energy Electricity tool with automatic control of home lighting using Arduino Mega 2560 microcontroller, because it has advantages that the number of input / output a lot so that the flexibility of the controlled light load can be more. The control system used a RTC (Real Time Clock) method, which has excess timer that can always be up-to-date. Also, the ACS-712 Current Sensor can measure the outflow current on the light load to be displayed by LCD and the Relay Module can control automaticly On/Off. However, problems experienced when using the On/Off switch contact manually that was turn on or off the light, which at the different clocks due to human negligence so that the power consumption being not well controlled. Test results that have been done for a month with a maximum load of 300 Watt was obtained electric power consumption for reading on kWh meter by using cost saving energy tool of 61.4 kWh while in the manual system of 85.7 kWh. Furthermore, it got the power difference of 24.3 kWh. The value of electricity cost savings of 35.655 (TDL, Rp 1,467.28 / kWh). Therefore, the use of cost saving energy to control home lighting automatically proved more energy efficient than the manual system using the On/Off switch.
Analisis Intensitas Pencahayaan pada Lapangan Planet Futsal Rumbai Pekanbaru Fajar Okasantoso Hutauruk; Atmam Atmam; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1663

Abstract

Lapangan futsal indoor planet futsal merupakan salah satu fasilitas olah raga yang ada di daerah Rumbai. Sebagaimana fungsi dari lapangan futsal indoor ini, maka penggunaan pada malam hari tentunya menggunakan pencahayaan buatan. Pencahayaan buatan yang sudah terpasang berdasarkan pengalaman pengguna fasilitas ini masih kurang memuaskan dalam arti kurang terang. Pendapat tersebut diperkuat berdasarkan fakta hasil pengukuran nilai iluminasi lapangan futsal indoor kurang dari 100 lux. Maka pada peneliian ini, dilakukan analisa intensitas penerangan lapangan planet futsal Rumbai Pekanbaru dalam melakukan aktivitas permainan futsal pada malam hari, membandingkan hasil intensitas penerangan dengan standart penerangan lapangan dan menghitung energi listrik pencahayaan yang digunakan pada lapangan planet futsal Rumbai Pekanbaru. Dari hasil penelitian diperoleh intensitas penerangan rata-rata untuk tiap-tiap lapangan planet futsal Rumbai Pekanbaru sebesar 52,95 lux pada lapangan 1, 50,26 lux pada lapangan 2, 54,28 lux pada lapangan 3 dan 54,16 lux pada lapangan 4. Sehingga intensitas penerangannya masih rendah dan belum memenuhi rekomendasi pengukuran standart SNI 16-7062-2004.
STUDI PLTG UNIT 2 PUSAT LISTRIK BALAI PUNGUT SEBAGAI BLACK START SAAT KEHILANGAN TEGANGAN PADA SISTEM 150 KV Rendy Abdullah; Daniel Meliala; Zulfahri Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1666

Abstract

Saat ini ketika terjadi blackout di sistem 150 kV Riau yang menjadi unit black start adalah PLTA Koto Panjang namun jika musim kemarau tiba maka dikhawatirkan elevasi air tidak memenuhi syarat batas minimum untuk melakukan start PLTA, hal ini tentu akan menjadi suatu masalah ketika terjadi blackout maka PLTA tidak bisa melakukan black start. Memaksimalkan PLTG Unit 2 Pusat Listrik Balai Pungut menjadi black start tentu akan menjadi nilai plus untuk sistem 150 kV Riau yang akan bisa melakukan pemulihan sendiri jika PLTA tidak bisa melakukan start. Sehingga perlu dilakukan sebuah studi untuk mendapatkan gambaran kontribusi PLTG Unit 2 dalam skema pemulihan sistem pasca blackout. Data yang diambil adalah data sekunder berupa data spefikasi generator, data sistem interkoneksi 150 kV Riau meliputi data single line diagram 150 kV, daya mampu pembangkit, data impedansi penghantar dan data load shedding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTG Unit 2 mampu melakukan supply daya menuju pembangkit yang berada di Balai Pungut, Teluk Lembu dan Koto Panjang serta memulihkan beban sistem 10,74 MW. PLTA Koto Panjang mampu mampu melakukan supply daya menuju semua pembangkit yang berada dalam sistem interkoneksi Riau dan memulihkan beban sistem 84,22 MW. Dengan mengacu pada batas load shedding tahap awal 49,50 Hz setiap penambahan beban pada sistem, PLTG Unit 2 mampu menahan beban maksimal 3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,51 Hz, PLTA Koto Panjang maksimal 7,3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,515 Hz.
Penggunaan Filter Kapasitif Pada Rectifier Satu Phasa Dan Tiga Phasa Menggunakan Power Simulator (PSIM) Atmam Atmam
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1667

Abstract

Catu daya dengan tegangan arus searah ini dihasilkan dari pengubahan tegangan AC (Alternating Current)menjadi tegangan DC (Direct Current) yang biasa disebut dengan penyearah atau rectifier. Tegangan output awal dari sebuah rectifier belum merupakan tegangan DC murni dengan bentuk gelombang berupa garis lurus melainkan memiliki riak atau ripple yang akan berpengaruh terhadap peralatan elektronika serta dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan elektronika tersebut. Tegangan output rectifier yang memiliki riak atau ripple perlu direduksi agar tidak mengganggu kerja peralatan elektronika yang tersambung dengan sumber tegangan DC tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan filter diantaranya adalah filter kapasitif berupa pemasangan kapasitor pada sisi output dari rectifier satu phasa maupun rectifier tiga phasa. Dari Hasil penelitian ini diperoleh tegangan ripple untuk pemasangan filter kapasitif rectifier satu phasa dan tiga phasa sebesar 100μF/25V maka terlihat bahwa tegangan ripple rectifier tiga phasa lebih kecil yaitu 0,6241 Vpp dibandingan dengan tegangan ripple rectifier satu phasa sebesar 3,0843 Vpp. Tegangan ripple rectifier satu phasa dengan filter kapasitif sebesar 1000μF/25V adalah 0,3123 Vpp dan tegangan ripple rectifier tiga phasa filter kapasitif sebesar 1000μF/25V adalah 0,0701 Vpp sehingga tegangan ripple rectifier tiga phasa lebih kecil bila dibandingan dengan tegangan ripple rectifier satu phasa.
Analisis Proteksi Rele Jarak Pada Saluran Transmisi 150 kV Garuda Sakti – Pasir Putih Menggunakan PSCAD Hari Asman; Hamzah Eteruddin; Arlenny .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1672

Abstract

Transmisi daya listrik menggunakan saluran udara tegangan tinggi, sehingga sangat rentan terhadap gangguan karena jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu, dibutuhkan keandalan sistem proteksi yang tinggi untuk mengamankan saluran udara tersebut. Untuk memenuhi keandalan tersebut, maka pada saluran transmisi perlu dilakukan pemasangan rele jarak. Objek penelitian pada saluran transmisi yang menghubungkan Gardu Induk Garuda Sakti dan Gardu Induk Pasir Putih yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Pekanbaru. Saat penelitian ini dilakukan Penghantar 150 kV Garuda Sakti – Pasir Putih belum beroperasi. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan nilai impedansi primer dan impedansi sekunder penghantar 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih dengan panjang penghantar sejauh 31,16 km kemudian setting rele jarak pada zona-1, zona-2, dan zona-3, lalu disimulasikan dengan menggunakan software PSCAD. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan rele jarak di penghantar 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih pada zona-1 sebesar 1,0529 Ohm, zona-2 sebesar 2,2519 Ohm, dan zona-3 sebesar 3,3778 Ohm. Kemudian hasil perhitungan disimulasikan dengan menggunakan software PSCAD dan didapatkan semua gelombang impedansi gangguan berada dalam lingkaran zona yang menandakan rele jarak akan bekerja saat terjadi gangguan.
Analisis Starting Motor Induksi Tiga Phasa Menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Sandhy Nuari; Atmam; Elvira Zondra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 2 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i2.2019

Abstract

Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi mempunyai banyak keunggulan dari segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi tiga phasa banyak digunakan pada dunia industri. Akan tetapi motor induksi juga mempunyai kekurangan, antara lain arus starting besar yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain dalam satu saluran. Pada motor induksi diperlukan suatu metode starting, yang bertujuan untuk mengurangi arus starting yang besar. Metode starting yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode starting direct on line (DOL), star-delta, dan autotransformer, yang salah satunya dapat dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). Dari hasil penelitian diperoleh nilai arus starting motor induksi tiga phasa 10 Horse Power (HP) dengan metode starting direct on line (DOL) hubungan star sebesar 50,531 Amper, metode starting star-delta sebesar 29,301 Amper, metode starting autotransformer hubungan star 50% sebesar 12,792 Amper, 65% sebesar 21,618 Amper, 80% sebesar 32,747 Amper, dan diperoleh nilai torsi starting direct on line (DOL) hubungan star sebesar 49,479 N.m, starting star-delta sebesar 16,637 N.m, starting autotransformer hubungan star 50% sebesar 12,684 N.m, 65% sebesar 21,436 N.m dan 80% sebesar 32,471 N.m.
Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Torka Motor Induksi Tiga Phasa Pada PLTU Tenayan Raya Wahid Syawaluddin; Atmam; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3004

Abstract

Motor induksi tiga phasa merupakan jenis motor yang paling sering digunakan di industri. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa kontruksi peralatan yang sederhana dan biaya perawatannya yang relatif rendah. Besarnya beban yang dapat di suplai oleh motor tergantung dengan besarnya torka mekanik yang dihasilkan. Pada tugas akhir ini dibahas tentang motor induksi tiga phasa sebagai mobile crusher. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi tiga phasa sebagai mobile crusher untuk penghancur batubara menjadi bongkahan yang lebih kecil yang memerlukan torka yang besar saat beroperasi. Namun saat motor induksi beroperasi terjadi trip. Sehingga motor induksi tidak beroperasi, dimana arus yang terukur sebesar 95 Amper. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh torka motor induksi pada arus motor induksi 18,8 Amper, daya input 156,3 kW, sebesar 1.990,22 N.m dan torka pada saat arus 95 Amper, daya input 789,8 kW, sebesar 10.056,97 N.m. Kata kunci : Arus, daya, torka motor induksi.
Studi Peralihan Daya Listrik dari PLN ke Generator Set (Genset) Ketika Terjadi Pemadaman dari PLN dengan Uninterruptible Power Supply (UPS) Pada Hotel Grand Elite Pekanbaru Nomon Muranto; Atmam; Zulfahri .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3026

Abstract

Hotel Grand Elite Pekanbaru mendapat suplai daya listrik dari PLN sebesar 1250 kVA dan mempunyai tiga buah unit Generator-set (Genset) kapasitas 500 kVA sebagai back-up suplai daya listrik apabila terjadinya pemadaman listrik dari PLN. Namun demikian penggunaan genset tersebut tidak dapat melayani beban secara cepat dimana hal ini disebabkan adanya kerusakan pada rangkaian Automatic Transfer Switch (ATS). Untuk itu diperlukan rancangan sistem suplai daya tak terputus yang dapat menyuplai beban, khususnya beban emergency dengan menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS). Dari hasil penelitian diperoleh total beban emergency Hotel Grand Elite Pekanbaru sebesar 125,779 kVA terdiri dari beban lift 32,670 kVA dan beban Elite Fitnes Center 67,952 kVA sehingga diperlukan kapasitas UPS sebesar 150 kVA. Penambahan suplai daya UPS sangat cocok karena disamping sebagai solusi akibat kurangnya daya listrik ketika terjadi pemadaman dari PLN dan juga dapat memback-up beban emergency pada Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kata kunci : Generator-set, Uninterruptible Power Supply
Studi Kecepatan Putaran Motor Compressor Air Conditioner Inverter Terhadap Perubahaan Suhu Ruangan Afrizal Jaya Saputra; Atmam; zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3027

Abstract

Perubahan beban kalor sesaat yang dihasilkan oleh panas dari luar ruangan akan membuat kapasitas dari beban pendinginan air conditioner inverter juga berubah. Semakin tinggi suhu panas dari luar dan dari dalam ruangan maka kapasitas pendinginan dari air conditioner inverter juga semakin tinggi dan juga menyebabkan putaran motor compressor berubah. Untuk itu diperlukan penelitian tentang perubahan kecepatan motor compressor akibat perubahan suhu dari dalam maupun dari luar ruangan. Dari analisa diperoleh beban pendinginan air conditioner yang dibutuhkan untuk ruangan show room sebesar 7,6 PK, dengan energi 69172,47 BTU pada saat suhu diluar ruangan 38,9 ºC. Putaran minimal motor compressor adalah 1560 rpm, dengan frekuensi input motor compressor 52 Hz dan tegangan sebesar 80 Volt. Putaran maksimal motor compressor 7620 rpm, dengan frekuensi input 255 Hz dan tegangan sebesar 402 Volt. Perubahan suhu didalam ruangan membuat kecepatan motor compressor menjadi turun, seperti pada suhu 25,2 ºC kecepatan motor compressor 7620 rpm sementara pada suhu 24,9 ºC kecepatan motor compressor 4200 rpm sedangkan pada suhu 24,1 ºC kecepatan motor compressor adalah 3180 rpm. Kata kunci : Suhu, frekuensi, motor compressor dan penghematan energi.

Page 2 of 10 | Total Record : 94