cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6285274546000
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 94 Documents
Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Di Kelurahan Sungai Mempura Sebagai Kawasan Ekowisata Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3035

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah memprakirakan kebutuhan energi listrik untuk daerah yang dijadikan sebagai kawasan ekowisata khususnya kelurahan Sungai Mempura yang berada di kabupaten Siak Sri Indrapura Riau. Kebutuhan energi listrik selalu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masa mendatang. Pertumbuhan penduduk dan perekonomian merupakan pemicu pertumbuhan penggunaan energilistrik. Oleh karena itu, perlu dilakukan prakiraaan kebutuhan energi listrik khususnya di kelurahan Sungai Mempura sebagai kawasan ekowisata. Teknik membuat perkiraan energi listrik umumnya mengacu kepada statistic masa lalu. Untuk itu diperlukan sebuah metoda dalam memprakirakan kebutuhan energi listrik, dimana pada penelitian ini metoda yang dipergunakan adalah regresi linear. Dari hasil penelitian ini diperoleh prakiraan kebutuhan energi listrik di kelurahan Sungai Mempura Siak Sri Indrapura Riau sebesar 3.129.236 kWh pada tahun 2022 dengan pertumbuhan penduduk sebesar 10,6% dan pertumbuhan perekonomian sebesar 3,7%. Kata Kunci: Regresi linear, statistik penduduk dan ekonomi
Studi Penggunaan Semikonverter AC-DC Untuk Mengatur Kecepatan Motor DC Hadiyansyah; Atmam; David Setiawan
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 2 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i2.3036

Abstract

Sumber tegangan arus searah memiliki peranan penting dalam pengoperasian peralatan elektronik yang berfungsi sebagai catu daya. Catu daya tersebut berupa sumber bolak-balik atau yang dikenal dengan AC (Alternating Current). Kemudian dalam hal ini sumber AC tersebut disearahkan dengan komponen rectifier. Komponen rectifier dibagi menjadi dua jenis di antaranya penyearah tidak terkontrol dan penyearah terkontrol, untuk mendapatkan tegangan output yang berubah-ubah dari penyearah tidak terkontrol dengan merubah tegangan sumber AC masukan menggunakan AC Voltage Regulator, sedangkan menggunakan penyearah terkontrol untuk mendapatkan tegangan DC yang dapat dirubah-rubah cukup dengan mengontrol sudut penyalaan α dalam keadaan tegangan masukan konstan. Dengan menggunakan motor DC magnet permanen yang mana flux magnet dalam keadaan konstan, untuk mengatur kecepatan dari motor DC magnet permanen yaitu dengan mengatur tegangan terminal, untuk mengatur tegangan terminal dari motor DC tersebut menggunakan rangkaian semikonverter dengan merubah sudut α untuk mendapatkan putaran yang diinginkan. Hasil yang diperoleh dari sudut α 105o dengan Vs konstan, Vdc bernilai 71,2367 Volt, Vrms 121,57 Volt dan memiliki arus sebesar 0,03 Amp, semakin besar sudut penyalaan semakin kecil arus output yang diperoleh. Ketika motor DC dibebani, arus naik menjadi 0,047 Amp, sehingga kecepatan motor menjadi 3436,13 rpm. Kata kunci : Semikonverter, kontrol, kecepatan dan motor DC
Studi Perkiraan Kebutuhan Energi Listrik Di Kota Dumai Sampai Tahun 2025 Dengan Metoda Fuzzy Logic Tri Handayani; Atmam; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 2 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i2.3038

Abstract

Dalam proses perencanaan pengembangan sistem tenaga listrik diperlukan adanya suatu perkiraan kebutuhan tenaga listrik dimasa yang akan datang. Hasil perkiraan yang didapatkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan tindakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang. Hal ini bertujuan demi tercapainya optimalisasi dalam proses penyediaan energi listrik. Untuk optimalisasi penyediaan energi listrik di Kota Dumai, diperlukan suatu perkiraan kebutuhan energi listrik. Pada penelitian ini, metoda perkiraan yang digunakan adalah logika fuzzy. Perkiraan yang dilakukan bersifat jangka menengah, yaitu sampai tahun 2025. Perkiraan kebutuhan energi listrik jangka menengah umumnya mengacu pada statistik masa lalu dan atas dasar karakteristik konsumsi energi yang lalu. Karakteristik tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah penduduk, jumlah pelanggan listrik, PDRB. Metoda logika fuzzy ini menggunakan data histori/aktual yang diakumulasikan dalam beberapa periode waktu, yaitu dari tahun 2013 sampai 2017. Hasil perkiraan dengan menggunakan logika fuzzy menunjukkan bahwa konsumsi energi listrik di Kota Dumai setiap tahunnya memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 7,16%. Pada tahun 2025 perkiraan konsumsi energi listrik menggunakan fuzzy sebesar 792 GWh, sedangkan perkiraan yang dilakukan oleh PLN, yaitu sebesar 866 GWh. Nilai kesalahan antara hasil perkiraan logika fuzzy dengan PLN pada tahun 2025 tersebut adalah sebesar 8,5 %. Kata kunci : Perkiraan kebutuhan energi listrik, Logika fuzzy
Analisis Efisiensi Penggunaan Energi Listrik Di Gedung Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Pekanbaru Elvira Zondra; Atmam; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 2 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i2.3044

Abstract

Energi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan pembangunan saat ini. Seiring dengan meningkatnya konsumsi energi oleh masyarakat, maka Perusahaan Listrik Negara harus meningkatkan pasokan energi listrik agar jumlah daya listrik yang tersedia memenuhi permintaan energi listrik oleh konsumen. Pelaksanaan konservasi energi di Indonesia diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2009. Konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Penelitian ini mendapatkan tingkat efisiensi penggunaan energi listrik dengan menentukan nilai intensitas konsumsi Energi (IKE) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.13 tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik dan SNI 03-6196-2000 tentang Prosedur Audit Energi Pada Bangunan Gedung Oleh Badan Standarnisasi Nasional. Tingkat efisiensi yang didapatkan adalah pada nilai IKE antara 0,07 sampai dengan 1,17. Nilai IKE ini adalah pada kategori sangat efisien. Kata Kunci : Energi, konservasi energi, intensitas konsumsi energi
Analisis Pemasangan Filter Pasif Untuk Mengurangi Harmonisa Pada Transformator Rectifier Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Perawang Rido Rahmadani; Atmam Atmam; Elvira Zondra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 2 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i2.3083

Abstract

The chlor-alkali process is an electrolysis process which plays an important role in the chemical industry such as the pulp industry. The process produces a product in the form of H2 gas, CL2 gas and NaOH (where the source of chloride ion used is NaCl). This electrolysis process requires a dirrect current with a large current and a low voltage. In this electrolysis process a three phase controlled 12 pulse rectifiers are used which a connected with multi-winding transformers. In the rectifiers process there will be harmonic distortion on the source side of the transformer which can reduce the power quality of the system. To overcome the harmonic problems that occur in the system, an installation analysis of the equipment in the form of a passive single tuned filter is aimed at reducing harmonic distortion of current and voltage and increasing the power factor (cos φ). From the result of harmonic analysis using ETAP software, after the installation of harmonic filters orde 11, 13 and 23, the harmonic current value (THDI) and harmonic voltage (THDV) has decreased, namely, before the filter installation, THDI value is 6,5% whereas after installation of filters, THDI value becomes 0,98%, thus there is a THDI decrease of 5,52%. Furthermore, for the voltage harmonic value (THDV) before filter installation is 1,48% while after filtering, THDV value becomes 0,26%, thus there is a THDV decrease of 1,22%. From the results of the simulation of the flow of power (load flow analysis), after installation of filters there is an increase in the value of the power factor (cos φ). Namely, before the filter installation, the value of power factor (cos φ) is 0,8 while after the filter installation the value of the power factor (cos φ) to 0,96, thus an increase in the power factor (cos φ) of 16%. Keywords : harmonic filter, single tuned filter, power factor, transformer rectifier
Studi Pengaruh Penguatan Medan Terhadap Tegangan Keluaran Generator Sinkron Satu Phasa Rizki Ellony Pratama; Atmam; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 2 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i2.3289

Abstract

Generator adalah suatu alat yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi listrik. Dibagian generator terdapat kumparan medan di rotor sehingga diberi penguatan. Pada saat diberi arus penguatan maka mengalir arus medan pada kumparan rotor dan menimbulkan fluksi medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan stator. Sehingga tegangan induksi dan tegangan output generator yang dihasilkan oleh kumparan stator menjadi naik. Tujuan penelitian ini adalah membahas sistem penguatan medan pada arus dan tegangan generator sinkron satu phasa dan perbandingan tegangan output generator sinkron dengan beban resistif dan induktif. Dari hasil penelitian generator sinkron satu phasa tanpa beban dengan tegangan medan 22,46 Volt dan arus medan 0,90 Amper diperoleh tegangan keluaran generator sebesar 220 Volt dan saat tegangan medan 9,15 Volt dan arus medan 0,32 Amper diperoleh tegangan keluaran generator sebesar 100 Volt. Selanjutnya generator berbeban resistif dengan arus medan 1,08 Amper diperoleh tegangan output generator sebesar 220 Volt, arus medan 0,39 Amper tegangan output generator 100 Volt selanjutnya generator beban induktif dengan arus medan 1,13 Amper tegangan output sebesar 220 Volt, Arus medan 0,43 Amper tegangan output 100 Volt.
Studi Overload Shedding Pada Transformator Daya Gardu Induk Garuda Sakti Rando Hutagaol; Usaha Situmeang; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.3976

Abstract

Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan kebutuhan ketersediaan sistem tenaga listrik. Pembebanan pada Transformator daya di Gardu Induk Garuda Sakti Pekanbaru terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu. Dikemudian hari kemungkinan transformator daya tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya yaitu dengan menggunakan rele arus lebih yang berfungsi sebagai relay Over Load Shedding (OLS). Pada saat terjadi beban lebih pada transformator daya, maka dilakukan pelepasan beban pada masing-masing penyulang yang sudah ditentukan dengan bekerjanya rele Over Load Shedding (OLS) apabila beban pada masing-masing transformator daya sudah mencapai nilai settingnya maka rele Over Load Shedding (OLS) akan mengirimkan signal trip ke coil PMT masing-masing penyulang untuk memberi perintah dilepas. Perhitungan setting arus OLS pada Transformator #TD1 adalah 1200 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,342 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,514 detik, #TD2 adalah 1040 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,373 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,560 detik, #TD3 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik, #TD4 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,332 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik dan untuk waktu setting arus OCR bekerja adalah 0,883 detik pada Trafo #TD1; 0, 889 detik pada Trafo #TD2; 0,849 detik pada Trafo #TD3; dan 0,852 detik pada Trafo #TD4. Kata Kunci: , , , rele OCR
Konsumsi Energi Listrik Terhadap Perubahan Kecepatan Motor Induksi Tiga Phasa Atmam; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.3978

Abstract

Motor induksi umumnya memiliki konstruksi sederhana, mudah dioperasikan, relatif lebih murah dalam perawatannya sehingga banyak digunakan di industri dan rumah tangga. Mesin listrik berupa motor induksi dilihat dari sumber tegangan salah satunya adalah jenis motor induksi tiga phasa. Motor induksi tiga phasa sering digunakan sebagai penggerak peralatan dengan kecepatan penuh atau kecepatan relatif konstan. Kecepatan motor induksi tiga phasa umumnya dapat dikendalikan yang salah satunya dengan pengaturan tegangan. Pengaturan atau pengendalian tegangan variabel pada motor induksi tiga phasa untuk memperoleh kecepatan yang berubah, dapat diperoleh dengan menggunakan ac voltage regulator tiga phasa. Perubahan sumber tegangan masukan yang variabel pada motor induksi tiga phasa akan mempengaruhi parameter motor induksi tiga phasa termasuk juga konsumsi atau penggunaan energi listrik. Dari hasil penelitian ini diperoleh konsumsi energi listrik motor induksi tiga phasa hubungan bintang tanpa beban dengan kecepatan 3000 rpm lebih tinggi sebesar 0,079 kWh (48%) atau Rp. 51,376 selama satu jam dibanding dengan kecepatan 2570 rpm, motor induksi tiga phasa hubungan bintang berbeban dengan kecepatan 2570 konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0,124 kWh (22%) atau Rp. 167,648 dibanding kecepatan 3000 rpm, konsumsi energi listrik motor induksi tiga phasa hubungan delta tanpa beban dengan kecepatan 2570 rpm lebih tinggi sebesar 0,065 kWh (23%) atau Rp. 87,88 dibanding kecepatan 3000 rpm dan motor induksi tiga phasa hubungan delta berbeban dengan kecepatan 2570 konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0,551 kWh (56%) atau Rp. 744,952 dibandingkan kecepatan 300 rpm.
Sistem Akuisisi Data Solar Cell Berbasis Mikrokontroler dan Labview Benriwati Maharmi; Febri Ferdian; Fadhli Palaha
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.3980

Abstract

Energi terbarukan merupakan sumber energi berkelanjutan yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatitif, salah satunya sinar matahari dengan menggunakan solar cell untuk menghasilkan energi listrik. Untuk memudahkan melakukan monitoring data solar cell, maka penelitian ini digunakan layar monitor komputer untuk menampilkan hasil monitoring akuisisi data pada panel solar cell 20 WP yang menggunakan, sensor arus ACS712, sensor tegangan FZ0430, sensor temperature LM35 dan sensor intensitas cahaya MAX44009. Penelitian ini dilakukan dengan membuat simulasi menggunakan LabVIEW dan mikrokontroler arduino uno sebagai pengakuisisi data, sehingga diperoleh pengukuran tegangan rata-rata yang dihasilkan oleh solar cell adalah 13,12 V dengan tegangan tertinggi sebesar 14,38V dan arusnya antara 0,11 A – 0,79 A. Semakin lama solar cell beroperasi semakin tinggi suhu yang terukur menggunakan sensor suhu yaitu sebesar 53.1 °C pada jam 17.00 wib, dan intensitas cahaya pada siang hari akan besar yaitu pada jam 11.00 wib – 13.30 wib dengan intensitas cahaya rata-rata 75.693 lux.
Penggunaan Energi Listrik Motor Induksi Satu Fasa Akibat Perubahan Besaran Kapasitor Zondra, Elvira; Atmam, Atmam; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 2 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i2.6190

Abstract

Konsumsi energi listrik didominasi oleh penggunaan motor listrik pada industri, transportasi, fasilitas publik dan juga pada rumah tangga. Motor listrik seperti motor induksi satu fasa dengan jenis motor kapasitor permanen atau disebut juga dengan motor kapasitor running banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga sebagai penggerak pada pompa air, kipas angin dan sebagainya. Motor induksi kapasitor permanen mempunyai kumparan bantu yang dihubungkan secara seri dengan sebuah kapasitor. Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada waktu start maupun jalan. Apabila kapasitor yang digunakan, besaran kapasitornya tidak sesuai maka akan mengakibatkan arus tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap penggunaan energi listrik. Dari hasil penelitian ini diperoleh saat motor induksi satu phasa jenis kapasitor permanen dengan tegangan input 220 Volt, menggunakan kapasitor sebesar 8 µF atau kondisi eksisting diperoleh arus 1,60 Amper, daya aktif 0,22 kW dan bila menggunakan kapasitor 60 µF diperoleh arus 4,17 Amper, daya aktif 0,90 kW, selanjutnya penggunaan energi listrik dari motor induksi satu phasa jenis kapasitor permanen selama satu jam, kondisi eksisting 0,22 kWh dengan biaya Rp. 297,44 dan saat menggunakan kapasitor 60 µF diperoleh energi listrik 0,90 kWh dengan biaya Rp. 1.216,8.

Page 3 of 10 | Total Record : 94