cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6285274546000
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 94 Documents
Perancangan Alat Pengontrolan Beban Listrik Satu Phasa Jarak Jauh Menggunakan Aplikasi Blynk Berbasis Arduino Mega Berlianti, Rahmi; Fibriyanti, Fibriyanti
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 1 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i1.6398

Abstract

Salah satu pemanfaatan Aplikasi Android tidak hanya sebagai sosial media tetapi juga bisa sebagai mengontrol penggunaan beban listrik pada rumah. Penggunaan ESP 8266 sebagai modul wifi berfungsi untuk menerima dan mengirim nilai dari aplikasi android. Dengan memanfaatkan Aplikasi Blynk pada Smartphone setiap peralatan listrik pada rumah dapat dikendalikan penggunaannya dari jarak jauh. Pengendalian peralatan listrik menggunakan Modul Relay sebagai saklar yang akan mengontrol tegangan AC untuk menyalakan atau memadamkan beban listrik yang dikirim dari aplikasi blynk. Hasil pengujian dengan pengontrolan pada aplikasi smartphone yang dapat mengontrol dan menerima status dari beban yang dikontrol menunjukan bahwa pengontrolan berjalan dengan baik. Terlihat bahwa pin-pin Arduino Mega yang telah diaktifkan berhasil mengirimkan instruksi untuk mengontrol beban listrik pada rumah
Analisis Penerapan Tindakan Pemeliharaan Sistem Distribusi 20 kV Dalam Pengoptimalan ENS dan FGTM Berlianti, Rahmi; Fauzi, Rahmat; Monice, Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6411

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat sebaiknya ditunjang dengan usaha peningkatan kualitas pelayanan terhadap para pelanggan. Pelayanan dikatakan kurang memuaskan apablia pasokan listrik yang disalurkan sering mengalami pemadaman yang menyebabkan pelanggan tidak dapat memanfaatkan listrik dalam jangka waktu tertentu. Gangguan penyaluran tenaga listrik tegangan menengah pada satu periode tertentu yang terjadi pada tiap-tiap 100 kilometer sirkuit (kms) panjang jaringan dapat di notasi kan sebagai Indeks FGTM (Gangguan per 100 kms). Disamping itu gangguan yang terjadi mengakibatkan pasokan energi listrik terputus selama durasi waktu tertentu, atau yang biasa disebut dengan Indeks ENS (Energi tak tersalur). Maka untuk meminimalisir terjadinya gangguan serta meningkatkan pelayanan dilakukanlah tindakan pemeliharaan pada feeder 3 Koto Baru, feeder 5 Matur dan feeder 9 Koto Tuo. Dari hasil obervasi dan perhitungan yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukannya pemeliharaan terjadi perbaikan pada Indeks FGTM sebesar 56.3 % selain itu nilai energi yang tak tersalur pada ketiga feeder tersebut juga terjadi penurunan.
Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi pada Peralatan Switching untuk Menurunkan ENS Nafiarman, Ade; Situmeang, Usaha; Zulfahri, Zulfahri; Arlenny, Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6427

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Gangguan yang mengalami pada sistem tenaga listrik 20 kV di Riau dapat mengakibatkan terputusnya penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan tingginya Energy Not Supplied (ENS), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Riau merupakan unit bagian dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Riau & Kepulauan Riau yang mengelola operasi sistem Distribusi 20 kV. Salah satu faktor yang mendapat perhatian adalah gangguan berulang dan lamanya durasi padam sehingga berdampak pada hilangnya potensi dalam penjualan tenaga listrik. Dari 118 penyulang terintegrasi SCADA ada 6 penyulang yang memiliki titik kontingensi pada peralatan Switching. Ke 6 penyulang tersebut mampu menurunkan nilai Energy Not Supplied (ENS) Penyulang Kontingensi di tahun 2017 sebesar 333.206 kWh sedangkan di tahun 2018 nilai ENS turun sebesar 24.892 kWh, dapat dikatakan Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi Pada Peralatan Switching bekerja dengan baik sehingga saat mengalaminya gangguan, pemadaman baik pemadaman terencana maupun tidak terencana, pelanggan tidak mengalami padam dan ENS tidak terlalu besar.
Perencanaan Penempatan Recloser Berdasarkan Gangguan Di Jaringan Distribusi 20 kV Menggunakan ETAP 12.6 Yolnasdi, Yolnasdi; Palaha, Fadhli; Efendi, Jefri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 1 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i1.6432

Abstract

Dalam jaringan distribusi 20 kV pada PT.PLN (PERSERO) Rayon Panam di penyulang Suka karya sering terjadi gangguan baik eksternal dan internal yang mengakibatkan kinerja kelistrikan di Gardu Induk menjadi terganggu. Untuk menghindari hal diatas maka diperlukan semacam proteksi yang dibahas pada penelitian ini yaitu recloser yang bertujuan untuk meminimalisir gangguan pada sistem jaringan distribusi 20 kV. Agar meningkatkan keandalan jaringan maka pada recloser dibuat suatu perencanaan penempatan recloser menggunakan software simulasi ETAP 12.6. Dari hasil simulasi ini didapatkan penempatan terbaik recloser untuk mengurangi jumlah gangguan yang sering terjadi pada zona penyulang Suka karya, yaitu pada skenario kesepuluh dengan recloser ditempatkan pada Bus 4, 12, 17, 7, 9, dan 15 yang memiliki nilai SAIFI 4,5099 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI 12,1069 jam/pelanggan/tahun sehingga nilai ini berada dibawah standar acuan SPLN 68-2 : 1986. Sedangkan untuk nilai terburuk ada pada skenario pertama tanpa recloser dengan nilai SAIFI 8,0526 kali/pelanggan/tahun dan nilai SAIDI 22,1632 jam/pelanggan/tahun. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa recloser sangat efektif untuk mengurangi jumlah gangguan dan durasi pemadaman pada sebuah penyulang. Kata Kunci: Keandalan, Penempatan Recloser, SAIDI, SAIFI
Rancang Bangun Prototipe WC Pintar Berbasis Wemos D1R1 yang Terhubung Pada Android Rahmat Hasrul, Rahmat
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6779

Abstract

Berbagai macam peralatan yang dioperasikan secara manual pada saat ini sudah mulai ditinggalkan dan banyak dari kita sudah beralih ke peralatan yang serba otomatis, sehingga peralatan otomatis sudah dapat dijumpai dimana-mana dan membantu untuk memudahkan kehidupan manusia. Kita terkadang sering lupa mematikan keran untuk bak kamar mandi sehingga menyebabkan air terbuang percuma sehingga tagihan air naik. Maka dari itu alat bantu sensor ultrasonik pendeteksi ketinggian air akan memudahkan kita. Sensor ultrasonik ini berfungsi untuk mengukur kapasitas air pada bak yang bisa dimonitoring melalui aplikasi android bernama Blynk, ketika kapasitas air mencapai 100%, keran akan otomatis tertutup. Kemudian keran juga dapat dihidupkan secara manual melalui Blynk ketika air kurang dari 100%, dan juga keran dapat aktif secara otomatis ketika air kurang dari 100% dengan bantuan sensor PIR saat mendeteksi adanya gerakan. Dengan adanya projek ini, setidaknya kita bisa mengurangi resiko air terbuang-buang dengan percuma.
Analisis Efisiensi Panel Surya Sebagai Energi Alternatif Rahmat Hasrul, Rahmat
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.7024

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan. Energi surya digunakan pada pembangkit listrik tenaga surya untuk menghasilkan listrik. Sel surya akan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk panel surya. Pada panel surya inilah nanti energi surya di konversi menjadi energi listrik menggunakan prinsip yang biasa disebut efek photovoltaic. Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan simulasi kecil dari penelitian Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada penelitian ini peneliti menggunakan Multimeter untuk menghitung arus dan tegangan pada panel surya. Pada penelitian ini, peneliti melakukan 2 cara pengukuran, yaitu tanpa beban dan dengan beban sebesar 1.2 Watt dan percobaan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran arus dan tegangan dilakuakan pada setiap pukul 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, dan 14.00. Dari data hasil arus dan tegangan itu pula dapat kita ketahui daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan menghitung menggunakan rumusan P = V I. Total rata-rata daya panel surya tanpa beban dan dengan beban adalah sebesar 0.0431 Watt dan 0.0474 Watt. Prototipe PLTS ini juga menghasilkan efisiensi sebesar 16.42%.
Analisa Aliran Daya pada Sistem Tenaga Listrik menggunakan ETAP 12.6 Al-afifi, Umar Faruq
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7031

Abstract

Analysis of load flow in the Electric Power System is needed with the aim of improving and optimizing the system. This analysis can be carried out in various stages, either manually or with computer applications. Etap is one application that can be a tool for the analysis. Modeling the electric power system with ETAP Power Station 12.6 begins with analyzing the state of the system and then proceeds with Analysis and Actions to improve the state of the system. The advantage of simulation with ETAP Power Station 12.6 is that it can use 100% load. This research was conducted by utilizing ETAP Power Station 12.6 as a simulation medium with an electric power system that has 20 buses. In this study using a power source in the form of a power grid or substation with a total capacity of 100 MVA. The data used for the analysis is using One Line Diagram, Channel Data and Load Data. Based on these data, a research was conducted using ETAP Power Station 12.6 for the study of power flow.
Studi Konsumsi Energi Terhadap Perubahan Kecepatan dan Beban Pada Motor Induksi Tiga Phasa Yulizar, Ade; Zondra, Elvira; Monice, Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7301

Abstract

Motor induksi umumnya memiliki konstruksi sederhana, mudah dioperasikan, relatif lebih murah dalam perawatannya sehingga banyak digunakan di industri dan rumah tangga. Mesin listrik berupa motor induksi dilihat dari sumber tegangan salah satunya adalah jenis motor induksi tiga phasa. Motor induksi tiga phasa sering digunakan sebagai penggerak peralatan dengan kecepatan penuh atau kecepatan relatif konstan. Kecepatan motor induksi tiga phasa umumnya dapat dikendalikan yang salah satunya dengan pengaturan tegangan. Pengaturan atau pengendalian tegangan pada motor induksi tiga phasa untuk memperoleh kecepatan yang berubah, dapat diperoleh dengan menggunakan AC voltage regulator tiga phasa. Perubahan sumber tegangan masukan yang variabel pada motor induksi tiga phasa akan mempengaruhi parameter motor induksi tiga phasa termasuk juga konsumsi atau penggunaan energi listrik. Dari hasil penelitian ini diperoleh konsumsi energi listrik motor induksi tiga phasa hubungan bintang tanpa beban dengan kecepatan 1500 rpm tegangan 380 V lebih tinggi sebesar 0,141 kWh selama 15 menit dibanding dengan tegangan 220 V, motor induksi tiga phasa hubungan bintang berbeban dengan tegangan 220 V beban 1200 Watt konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0,441 kWh dibanding beban 300 Watt, total daya listrik motor induksi tiga phasa hubungan delta tanpa beban dengan tegangan 220 V lebih tinggi sebesar 0.248 kW dibanding dengan tegangan 140 V dan motor induksi tiga phasa hubungan delta berbeban dengan tegangan 220 V beban 1200 Watt konsumsi energi listriknya lebih tinggi sebesar 0.988 kWh dibandingkan dengan beban 300 Watt. Kata Kunci: Motor induksi tiga phasa, AC voltage regulator, energi listrik
Analisis Eksitasi Generator Unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru Ramadhan; Zondra, Elvira; Putra Halilintar, Masnur
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7318

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Teluk Lembu merupakan salah satu pembangkit listrik yang terdapat di area Pusat Kota Pekanbaru. Dengan masing-masing unit memiliki kapasitas daya 21,6 MW. Guna peningkatan keandalan sistem maka akan dilakukan analisa eksitasi pada PLTG Teluk Lembu Unit 3 dengan membandingkan analisa arus eksitasi (If) terhadap daya reaktif (Q) dan terhadap tegangan induksi (Ea) yang ditimbulkan. Dalam melakukan penelitian data yang diambil adalah berupa data aktual diambil dari log sheet dan spesifikasi generator. Dari data loghseet harian pada tanggal 01 hingga tanggal 04 bulan Agustus 2020 arus eksitasi yang dirangkum dari nilai arus eksitasi terendah hingga nilai tertinggi dari mulai arus eksitasi terendah 143 A dengan daya reaktif 2,1 MVAr dan arus eksitasi tertinggi 156 A dengan daya reaktif 2,4 MVAr dan hubungan arus eksitasi terhadap tegangan induksi pada arus eksitasi 143 A terdapat tegangan induksi menghasilkan 15,686 kV dan arus eksitasi 156 A menghasilkan tegangan induksi yang lebih tinggi yaitu 15,827 kV. Dengan meningkatnya beban berpengaruh terhadap menurunya tegangan output. Untuk menstabilkan tegangan output maka perlu menaikan arus eksitasi generator.
Analisis Keandalan Sistem Distribusi 20 kV dengan Metode FMEA pada Penyulang Akasia dan Lele PT PLN (Persero) ULP Kota Barat Lestari, Citra Afri; Zulfahri, Zulfahri; Situmeang, Usaha
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7408

Abstract

The level of reliability of a distribution system is very important to ensure the continuity of electricity supply to consumers. This final project was made with the aim of calculating the reliability index using the Failure Modes And Effects Analysis (FMEA) method. This research was conducted on Akasia Feeders and Lele Feeders at PT. PLN (Persero) ULP Kota Barat Pekanbaru.The existing condition of the Akasia Feeder in 2019 obtained SAIFI results of 6,419 disturbances/customers and in 2020 it was 2,814 disturbances/customers. While the 2019 Lele Feeder obtained SAIFI results of 5,005 disturbances/customers and in 2020 it was 2,196 disturbances/customers. While the SAIDI Akasia Feeder results in 2019 were 353,329 minutes/customer and in 2020 it was 105,080 minutes/customer. While the 2019 Lele Feeder obtained SAIDI results of 270,191 minutes/customer in 2020 of 111.424 minutes/customer. Considerable savings after maintenance at the Akasia Feeder and Lele Feeder. From the calculation obtained savings of Rp. 41,215,943.94 on Akasia Feeder and Rp. 10,806,099.21 on Lele Feeder for one year. The results obtained after repair efforts by scrounging trees to a safe distance for the network carry out routine network infections, so that they can more quickly map out disturbances to feeders. Limiting the number of customer outages by installing reclosers, LBS and sectionalizers. Based on the evaluation results, these two feeders are categorized as reliable, because they are below the standard value that has been determined.

Page 5 of 10 | Total Record : 94