cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
GAYA BELANJA: PERBANDINGAN KONSUMEN INDONESIA DAN MALAYSIA R. Arief Helmi; Ria Arifianti; Wijayanti Nugraeni
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.625 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16523

Abstract

ABSTRAKBerbelanja adalah aktifitas yang menjadi pilihan wisatawan, peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terutama  dari Malaysia ke kota Bandung, mengisyaratkan perlunya pemahaman kecenderungan perilaku wisatawan sebagai konsumen dalam membeli produk atau berbelanja yang disebut gaya belanja. Dengan menggunakan sembilan gaya belanja yang dicetuskan Sproles dan Kendall (1986) studi komparasi antara kedua kelompok dilakukan, studi ini juga dapat disebut penelitian cross-culture. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa konsumen Indonesia dan Malaysia memiliki gaya belanja yang sama yaitu : perfectionistic, brand conscious,  dan impulsive. Perbedaanya adalah konsumen Indonesia cenderung lebih bergaya belanja: price conscious, habitual, dan confused by over choice. Sedangkan konsumen Malaysia cenderung lebih bergaya belanja novelty conscious dan recreational. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan pada pemasaran internasional terutama pada industri retail. Kata kunci : Konsumen, Gaya belanja, Studi Komparasi  ABSTRACTShopping is one of most popular tourist activities.  There is an increasing number of domestic and foreign tourists, especially from Malaysia visiting Bandung. It is valuable to understand the tourist’s behavior especially in their buying behavior which called shopping style. This study employed nine shopping styles from Sproles and Kendall (1986) which comparing domestic Indonesian and Malaysian tourist, this study can also be categorized as cross-culture research. The results show that Indonesian and Malaysian consumers have the same shopping style: perfectionistic, brand conscious, and impulsive. The difference is that Indonesian consumers tend to have shopping style: price conscious, habitual, and confused by over choice. While Malaysian consumers indicated to have shopping style: novelty conscious and recreational. This understanding can be utilized in international marketing, especially in the retail industry. Keywords: Customer, Shopping-style, Comparaive Study
ANALISIS MANAJEMEN STRESS PADA PERUSAHAAN PERS (Studi pada PJTV) Iwan Sukoco; Mohammad Ridha Bintang
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.914 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16494

Abstract

ABSTRACTThe employees are one important asset  in a company to achieve its goal. The employees must be used in company well . In fact, work stress is suffering many employees in companies. This Job is not ruled in  working schedules and many problems may happen in their work. Also it can cause work stress. That is way, the journalist is hoped be able to cope  with their work stress from individual approach and supported by company’s policies. The increase of work stress can cause fluctuation low productivity.The purpose of this study is to understand the strategy used by the company to handle its employees stress at work in news department journalist PT. Esa Visual Padjadjaran Televisi (PJTV). This study uses the quatuative method. The design of this study uses analysis descriptive and the data collecting method uses library research and field study wich includes open observation, unstructured interview, and documentation research. The result of the research showed that the stressors in news department journalist PT. Esa Visual Padjadjaran Televisi (PJTV) are there are no all newsworthy events, departement that includes 30 sub-districts, limited time, and pressure from the boss. The job stress management done by journalist are refrehing, or out of the work place for a moment, smoking, and others. The job stress management done by the company through four categories: organizational communication, employee performance appraisal, employee development, adn employee benefits. Keywords : Employees, job stress management, Journalist ANALISIS MANAJEMEN STRESS PADA PERUSAHAAN PERS(Studi pada PJTV) ABSTRAKKaryawan sebagai kekayaan (asset) utama perusahaan, untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu perusahaan, karyawan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun, pada kenyataannya stres kerja kerap dialami banyak pihak di tempat kerja. Secara individu diharapkan wartawan mampu mengelola stres, ditunjang dengan kebijakan perusahaan. Stres secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan kinerja lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen stres kerja pada wartawan divisi pemberitaan PT. Esa Visual Padjadjaran Televisi (PJTV). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analisis. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi terbuka, wawancara tak terstruktur, studi dokumentasi, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa faktor – faktor penyebab stres kerja pada pada wartawan divisi pemberitaan PT. Esa Visual Padjadjaran Televisi (PJTV) di antaranya: 1) belum ada peristiwa yang layak dijadikan berita; 2) lokasi kerja yang luas karena harus mengcover 30 kecamatan; 3) waktu yang terbatas; 4) dimarahi redaktur. Adapun pengelolaan stres kerja yang dilakukan wartawan adalah dengan refreshing, atau keluar ruangan sejenak, merokok, dan lain – lain. Pengelolaan stres kerja yang dilakukan perusahaan melalui empat kategori yaitu, komunikasi oraganisasional, penilaian kinerja karyawan, pengembangan karyawan, dan kesejahteraan karyawan. Kata kunci: Manajemen stres kerja, stres kerja, wartawan
COMMUNITY EMPOWERMENT OF A SMALL BUSINESS GROUP (Case Study : Emping Melinjo Artisans By PT. Telekomunication, tbk In Desa Narimbang Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang) Soni Akhmad Nulhaqim; Fitri Ismail; Hadiyanto A. Rachim
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.914 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10239

Abstract

ABSTRACT  Enabling approach created situation for partner to be initiative, working together, hard work, and do work. Empowering approach improved their knowledges, experiences and skills and also confident. Protecting approach protected them from discrimination and market dominance. Supporting approach guided and supported to use their capacities and marketing. Fostering approach keep the situation until they are being independence and bankable after the partnership program. However, there are still obstacles to the process of IT training and modules that Telkom partnership could not be used to the maximum. So based problems were found in the results of the research, writer recommended a suggestion for the development of coaching in the implementation partnership program PT. Telkom with plan of treatment call as “meet and greet program”. The goal is to enhance the ability and confidence partners which a meeting with other partners who have been independent. Keywords: community empowerment, empowerment,approach, partnership   PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA KELOMPOK USAHA KECIL (Studi Kasus : Perajin Emping Melinjo Oleh PT. Telekomunikasi, tbkDi Desa Narimbang Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang)  Pendekatan pemungkinan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, kerjasama, kerja keras, dan berkarya pada mitra binaan. Pendekatan penguatan meningkatkan kapasitas pengetahuan, pengalaman  dan  keterampilan  serta  kepercayaan  diri  mitra  binaan.  Pendekatan  perlindungan melindungi mitra binaan dari diskriminasi dan dominasi pasar. Pendekatan penyokongan membimbing mitra binaan menggunakan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan serta mendukung pengembangan pasar. Pendekatan pemeliharaan menjaga suasana yang tercipta sehingga mitra binaan dapat mandiri dan bankable. Namun, masih terdapat kendala pada proses tersebut yaitu pada pelatihan IT  dan modul kemitraan yang belum dapat digunakan secara maksimal oleh mitra binaan untuk meningkatkan usahanya.  Maka berdasarkan kendala yang ditemukan pada hasil penelitian itu, peneliti merekomendasikan plan of treatment berupa program kegiatan: “Meet and Greet Program”, dengan tujuan untuk meningkatkan kemauan dan kepercayaan diri mitra binaan dengan mempertemukan para pengusaha kecil yang sedang diberdayakan dengan yang telah mandiri. Kata kunci :  pemberdayaan masyarakat, pendekatan pemberdayaan, kemitraan.
PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN POTENSINYA DI KABUPATEN PANGANDARAN Anang Muftiadi
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.997 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i2.13163

Abstract

ABSTRACTThis research focus is  on tourism activities development by utilizing the high intensity of Pangandaran Beach tourism. This research aim is to build the concept of village tourism which is comprehensively based on Community Based Tourism (CBT). The research method uses qualitative approach and contextual technique of regional development in Pangandaran Regency with the following stages (1) collecting secondary and primary data through field review (2) understanding of regional economic context (3) tourism potential analysis (4) conceptualization of tourism village development. The results showed that the development of tourist villages in Pangandaran Regency is an important step to diversify tourist destinations. The tourism village should have specific tourism objects (e.g: caves, rivers, lakes, plantations and typical rural nature, beaches etc.) and be associated with existing Pangandaran Beach tourism activities as the anchor. The government need to provides support for public infrastructure and facilities, builds a tourism forum network, provides stimulation and facilitation through a competition program to become a serious participation of the community.Keywords : Tourism destination diversification, villages tourism, community based tourism  ABSTRAKPenelitian ini menjadi salah satu upaya untuk membangun konsep desa wisata di Kawasan Pangandaran yang komprehensif berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Pendekatan pengembangan dilakukan dengan Community Based Tourism (CBT). Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan teknik kontekstual pengembangan wilayah di Kabupaten Pangandaran dengan tahapan (1) mengumpulkan data sekunder dan primer melalui tinjauan lapangan (2) pemahaman konteks perekonomian daerah (3) analisis potensi wisata (4) konseptualisasi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata di Kabupaten Pangandaran ialah langkah penting untuk diversifikasi destinasi wisata. Desa wisata yang dikembangkan harus memiliki obyek wisata spesifik (misalnya goa, sungai, danau, perkebunan dan alam perdesaan yang khas, pantai dan lain sebagainya) serta dikaitkan dengan dengan kegiatan wisata yang sudah ada sebagai anchor terdekat, yaitu Pantai Pangandaran. Pemerintah memberikan dukungan prasarana dan sarana publik, membangun jejaring forum wisata dan memberikan stimulasi dan fasilitasi pengembangan melalui program kompetisi untuk menjadi kesungguhan partisipasi masyarakat.Kata kunci : Diversifikasi tujuan wisata, desa wisata, community based tourism.
ANALYSIS OF ISLAMIC ORGANIZATIONAL CULTURE IN FOSTERING ORGANIZATIONAL INNOVATION ON RABBANI HOLDING, BANDUNG Ratih Purbasari; Nurillah Jamil Achmawati Novel
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.047 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i1.9092

Abstract

This study raised concerns about the Islamic culture on Rabbani Holding, which has been widely known as a company that produces products of Islamic fashion in Bandung and has received awards from various institutions. Nevertheless, Rabbani  keep innovating organization driven by company dynamic and its cultural values. Research on islamic culture at a fashion company area  is still rare in Bandung due to fashion business itself has been just rapidly growing in recent years. Thus, it becomes very interesting subject to study, especially if associated with organizational innovation. This study used qualitative research methods through extracting information (interviews) in depth, literature, and field observations. Data processed by the coding technique and analyzed descriptively. The results showed that Islamic organizational culture in Rabbani Holding has been implemented consistently and continously evolving. Islamic culture which has been applied in Rabbani is fundamental in driving performance in all its business functions, where its culture consists of consumer focus, employee focus, quality focus and organization focus which includes the core values of Rabbani organizational  innovation.
ANALISIS EMPLOYEE EMPOWERMENT DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DI SEKTOR PARIWISATA Meita Pragiwani; Mohammad Benny Alexandri; Chandra P
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.299 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.18176

Abstract

ABSTRACT Employee empowerment can spur to increase creativity, motivation, and innovative power of employees in carrying out their duties and responsibilities. Applicability of Employee Empowerment program or employee empowerment will improve employee performance, so that company's goal will be achieved well, fast and flexible. Based on the background of the problems described earlier, it can be identified the problem (a) Employee Empowerment gives influence to the performance of hotel employees (b) Management Knowledge gives influence to the performance of hotel employees. Hypothesis testing results that prove that the Employee Empowerment in the hotel to provide support to the performance of its employees. Another result is that the Management Knowledge that is in the hotel does not give influence to employee performance. Keyword : Employee Empowerment, Management Knowledge, Employee PerformanceABSTRAKPemberdayaan karyawan dapat memacu untuk meningkatkan kreativitas, motivasi, dan kekuatan inovatif karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Penerapan program Pemberdayaan Pegawai atau pemberdayaan karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai dengan baik, cepat dan fleksibel. Berdasarkan latar belakang masalah yang dijelaskan sebelumnya, dapat diidentifikasi masalah (a) Pemberdayaan Karyawan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan hotel (b) Manajemen Pengetahuan memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan hotel. Hasil pengujian hipotesis yang membuktikan bahwa Pemberdayaan Karyawan di hotel memberikan dukungan terhadap kinerja karyawannya. Hasil lain adalah bahwa Manajemen Pengetahuan yang ada di hotel tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci : Employee Empowerment, Management Knowledge, Kinerja Karyawan 
STRATEGY OF BUSINESS DEVELOPMENT BAMBOO CRAFT (A Study in Pasirjambu Village Pasirjambu District Bandung Regency) Encep Sopandi
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.541 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i1.12876

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine alternative strategies in the development of bamboo handicrafts business in Pasirjambu Village Pasirjambu District in Bandung Regency. Method used survey with SWOT analysis. The results show that the total value obtained from the IFAS table is 6.40 (average 3.20) with a strength score of 3,550 and the weakness score of 2.850, it shows that the strength factor of the bamboo handicraft business is greater than the weakness factor, while the total value EFAS of 6.10 (average 3.05). A opportunity score of 3.10 and a threat score of 3.0. This means that the opportunity factor is greater than the threat factor. The result of calculation of rating value and internal factor weight of bamboo handicraft business development strategy in Pasirjambu Village as X axis equal to 0,100, while external factor as Y axis equal to 0,700. This means the right alternative strategy is the SO strategy. The SO strategy is a strategy that uses the power to take advantage of existing opportunities.Keywords : Bamboo craft, craftmanship of bamboo, SWOT analysis  STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BAMBU(Studi di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif dalam pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan survey dengan analisis SWOT. Hasil, menunjukkan bahwa total nilai yang diperoleh dari tabel IFAS  adalah 6,40  (rata-rata 3,20) dengan skor kekuatan 3,550 dan skor kelemahan sebesar 2,850, ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan usaha kerajinan bambu lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai EFAS yaitu sebesar 6,10 (rata-rata 3,05).  Skor peluang 3,10 dan skor ancaman sebesar 3,0. Artinya faktor peluang yang dimiliki lebih besar dari faktor ancaman. Hasil perhitungan nilai rating dan bobot faktor internal dari strategi pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu sebagai sumbu X sebesar 0,100, sedangkan faktor eksternal sebagai sumbu Y sebesar 0,700. Artinya strategi alternatif yang tepat adalah strategi SO. Strategi SO adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kata kunci : Kerajinan bambu, perajin bambu, analisis SWOT
THE STRATEGY DEVELOPMENT AND COMPETITIVE ADVANTAGES OF MICRO SMALL MEDIUM ENTREPRISE BUSINESS INSTITUTION TOWARD REGIONAL DEVELOPMENT Andi Munandar
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.551 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10233

Abstract

ABSTRACTThe implementation of “business not as usual” on the MP3EI 2011 – 2015 was held to optimize the potential of regional commodities that can increase the regional values. This research was conducted to search for the potential of UMKM in developing the potential commodities of Lampung province. The problems related to the commodities development consists of setting up the potential commodities which as based on the production copacity, so that it is difficult for those local governments to stimulate the coomdities development.The research method was qualitative method and data collected through   literature reviews and analysis of competitive advantage. The results of the research were 1) there are high potential of UMKM development, 2)UMKM should be developed in accordance with the local culture and regional commodities, 3) UMKM plays an important role in solving the social problems such as creating employment, 4) the development of human resources, technology, capital, marketing, information and management plays an important role in the development micro business, 5) the natural resources, human resources, and the world market in the global era would be a high potential if it is designed and the initiation strategy consists of the government network, NGO, private institution, individual and groups, which is managed effectively. Keywords : strategy, business institutions, competitivve advantages   STRATEGI PENGEMBANGAN DAN KEUNGGULAN BERSAING LEMBAGA BISNIS UMKM TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH ABSTRAKPenerapan “business not as usual” pada MP3EI 2011-2025 dilakukan dengan menggali dan mengoptimalkan potensi unggulan daerah yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan komoditas unggulan di Provinsi Lampung. Permasalahan terkait dengan pengembangan komoditas unggulan yang hanya didasarkan pada kapasitas produksi, sehingga menyulitkan bagi pemerintah daerah untuk menstimulir pengembangan komoditas unggulannya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  dan data yang dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis keunggulan bersaing. Hasil penelitian adalah, Pertama; potensi pengembangan UMKM di daerah sangat besar. Kedua, pengembangan UMKM harus dilaksanakan sesuai dengan budaya lokal dan potensi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Ketiga, sektor UMKM ini sangat berperan dalam menanggulangi masalah sosial di daerah dengan penyerapan tenaga kerja yang sangat tinggi. Keempat, peranan peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi, akses permodalan, akses pemasaran, akses informasi, dan manajemen sangat penting dalam mengembangkan usaha mikro. Kelima; Sumber daya alam dan sumber daya manusia serta pasar dunia  yang semakin terbuka pada era global merupakan potensi  besar jika disain dan strategi replikasi yang meliputi kerjasama jaringan (network) pemerintah, LSM, lembaga swasta dan individu maupun kelompok dikelola secara efektif dalam bentuk kemitraan. Kata kunci :strategi,lembaga bisnis, keunggulan bersaing,
ENTREPRENEURSHIP DAN PERLINDUNGAN ANAK Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Budhi Wibhawa
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.181 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16489

Abstract

ABSTRACT     The rights of children from poor family and geographically unfortunate is violated due to limited access. Assisting families to overcome the access limitation by entrepreneurship is an effort for child protection. The study was conducted at Genteng Village to families with children between 0-18 years old using qualitative methode with in-depth interview technique. The result shows that geographically, the village is located in remote area with limited and unsmooth rocky road. The number of children in the village is high, however the education facilities are not sufficient. The majority of the parents work as farmers which the daily expenses are often greater than the income. These conditions made the children in the village vulnerable of receiving social injustice thus entrepreneurship can be endorsed in addressing poverty in the area. The entrepreneurship potential in the village such as cooperation and various farmers group are supported to enhance the earner of the members to decrease the poor family thus the children can escape from the poverty. Keywords: Entrepreneurship, child protection, social justice   ABSTRAK     Anak dari keluarga miskin dan secara geografis terisolasi mendapatkan ketidakadilan sosial karena keterbatasan akses. Mendekatkan akses atau membantu mengurangi kesenjangan yang dialami keluarga dengan kegiatan kewirausahaan adalah usaha perlindungan anak. Penelitian dilakukan di Desa Genteng kepada orang tua dengan anak usia 0-18 tahun dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan lokasi geografis jauh dari pusat keramaian dengan jalan berkelok dan berbatu. Jumlah anak cukup tinggi, namun fasilitas pendidikan minim. Orang tua mayoritas bertani dengan pengeluaran cenderung lebih banyak daripada pendapatan. Keadaan ini membuat anak di Desa Genteng rawan mendapatkan ketidakadilan sosial, sehingga kewirausahaan menjadi cara mengatasi kemiskinan. Potensi kewirausahaan seperti koperasi, dan kelompok tani teridentifikasi dapat meningkatkan pendapatan di Desa Genteng, sehingga anak-anak dapat terlepas dari rantai kemiskinan. Kata kunci: Kewirausahaan, perlindungan anak, keadilan sosial
HUBUNGAN INDUSTRIAL: PERBANDINGAN SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI ANTARA INDIA DENGAN INDONESIA Mohamad Benny Alexandri; Fithriya Zahra
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.74 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i2.13184

Abstract

ABSTRACT Spirituality is fundamental to every individual, and as an understanding of the basic substance of the meaning of work is closely related to the values of spirituality that individuals have in their work. The individual's spirituality in work also refers to the framework of organizational values. The spirituality of work is defined as the framework of organizational cultural values that encourages the transcendent experience of employees through the process of work. The transcendent experience refers to how an individual as a person feels to experience change through his or her service to others, and the individual also gets the meaning and purpose of their life. Spirituality can make employees more effective at work, because they see their work as a tool for improving spirituality so that employees will show greater effort than employees who see their work as a tool for earning money. Keywords : Spirituality of work, organizationale effectivenes   ABSTRAK Spiritualitas sangat penting bagi setiap individu, dan sebagai pemahaman tentang substansi dasar dari makna pekerjaan itu berhubungan erat dengan nilai-nilai spiritualitas yang dimiliki individu dalam pekerjaan mereka. Spiritualitas individu dalam pekerjaan juga mengacu pada kerangka nilai-nilai organisasi. Spiritualitas kerja didefinisikan sebagai kerangka nilai-nilai budaya organisasi yang mendorong pengalaman transenden dari karyawan melalui proses kerja. Pengalaman transenden mengacu pada bagaimana seseorang sebagai individu merasa mengalami perubahan melalui pelayanannya kepada orang lain, dan individu tersebut juga mendapatkan makna dan tujuan hidup mereka. Spiritualitas dapat membuat karyawan lebih efektif bekerja, karena mereka melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk meningkatkan spiritualitas sehingga karyawan akan menunjukkan usaha yang lebih besar daripada karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk mendapatkan uang saja. Kata kunci : Spiritualitas kerja, efektivitas organisasi

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue